
"Byurr..........................................!!
Tampak terlihat oleh Asep Sunandar dan Iyus Saputra seorang wanita yang Ia kenal melompat dari salah satu ruangan yang ada di tengah tengah waduk menceburkan dirinya.
"Teh Lara." Kaget Asep Sunandar.......
"Yaa itu Teh Lara... Aku dan Kang Syarif akan menyelamatkan nya, kau berjaga jaga.." Kata Iyus, tak lama kemudian Iyus Saputra langsung menceburkan diri nya.
"Byurr.........................!!
Dalam dingin nya malam. Mereka berdua pun langsung menceburkan dirinya untuk menyelamatkan seorang wanita yang rela mengorbankan harga dirinya untuk keselamatan majikannya itu.
Ketika Iyus dan Syarif sudah sampai di mana Siti Lara menceburkan dirinya, dan hendak di papah untuk naik ke salah satu Bargas, tiba tiba lelaki berbadan tegap itu pun datang dan langsung menendang Iyus Saputra. Tapi untungnya Siti Lara sudah naik ke atas perahu oleh Syarif.
"Kang Syarif segera bawa Teh Lara ke sisi, urusan di sini biar menjadi bagian saya.." Teriak Iyus Saputra.
"Siap Iyus... Hati hati.." Syarif langsung menghidupkan mesin Bargas setelah berkata kepada Iyus Saputra.
###
Sementara di ruangan yang tertutup jauh dari tempat dimana para anak buah Fatir yang sedang asyik berjoged ria, tampak terlihat seorang pemuda yang terikat tangan nya dan mulut di lakban sedang berusaha untuk melepaskan dirinya. Muhammad Awan Pratama kini kesadaran dirinya sudah sepenuhnya pulih.
"Aku harus segera keluar dari sini..." Ucap Awan dalam hati.
"Abah apakah ini adalah imbas dari perkataan ku yang ingin hidup normal dengan aku mati di tangan orang lain dan terlahir kembali menjadi manusia yang hidup tanpa beban.." Batin Awan bergejolak seraya melepaskan apa yang mengikat dalam tangan nya.
Hampir sepuluh menit lama nya sang pemuda hebat seperti dewa itu berjuang untuk melepaskan diri nya, akhirnya berhasil juga.
Awan pun langsung berjalan menuju pintu keluar dengan berhati hati, tapi tidak berarti perjuangan ini karna beberapa anak buah Fatir berjaga di luar ruangan itu.
"Krek...................!
Pintu terbuka dan........................
"Wuzzzzzzzzzzzzzzzzz......................
Awan menghindar ketika sepakan kaki dari arah kiri dan kanan mengarah ke arah nya..
__ADS_1
Empat orang yang berjaga langsung masuk secara melompat ketika Muhammad Awan Pratama menghindar dan masuk lagi ke dalam ruangan tempat dimana ia di sekap.
"Hahahahaha...... Hahahahaha............ Hahahahaha.... Hahahahaha.......
Tawa empat pengawal anak buah Fatir ketika Muhammad Awan Pratama ingin melarikan diri dari penjagaan nya.
"Tertawa lah kalian hah, sebelum malaikat pencabut nyawa datang mencabut nyawa kamu, kamu, kamu dan kamu.." Ucap Awan dengan nada sinis..
"Hahahhahahahahha......... Bacot kau di besarkan......" Teriak salah satu pengawal Fatir lalu menyerang Muhammad Awan Pratama dengan kekuatan yang dia punya.
Awan pun langsung meladeni nya walaupun seluruh tubuhnya sudah penuh luka tapi ia berusaha sekuat mungkin untuk melawan nya.
Biasanya Pemuda Hebat Seperti Dewa itu mampu mengimbangi empat lawan sekaligus, tetapi kali ini dirinya terdesak dan tak mampu membalas setiap sapuan yang di arahkan oleh mereka berempat kepada dirinya.
"Hanya bisa berjuang atau pun melarikan diri dengan menceburkan ke danau ini.." Batin Awan bergejolak dalam hatinya.
Setiap perjuangan akan membuahkan hasil baik atau buruk tergantung dengan niat dan tujuan nya itu. Awan yang terus menerus berusaha mempertahankan dirinya akhirnya mendapatkan peluang untuk melarikan diri walau pun tingkat keberhasilan nya hanya sepuluh persen.
"Takk...............
"Takk...............
"Blegh.............
"Hozzzzz......... Hozzzzz..........
Suara benturan perpaduan antara kulit satu dan kulit lain nya berbenturan di tambah suara angin nafas yang keluar dari lima orang itu yang terlibat dalam perkelahian.
"Saat nya...." Batin Awan berkata, ketika dirinya sudah di ambang jendela yang terdekat dengan danau itu, berusaha untuk mengorbankan diri agar di tendang oleh salah satu dari empat lawannya itu, agar Ia terpental dan langsung masuk kedalam danau itu.
"Blegh............................."
"Ahkk.............................!
Itu yang di harapkan oleh Pemuda Hebat Seperti Dewa, dengan mengorbankan diri nya di tendang dengan keras, hingga Ia terpental dan langsung terjerumus masuk ke danau waduk Cirata.
"Byurrr........................!!
__ADS_1
"Itu Tuan Muda Awan.." Teriak Asep Sunandar. Hal itu membuat Iyus Saputra yang sedang berjibaku melawan Samson salah satu pengawal kepercayaan Tuan Fatir teralihkan akan teriakan Asep Sunandar.
"Maaf aku tak berminat lagi bertarung dengan anda wahai Tuan gendut.." Ucap Iyus Saputra.. Ia mencoba menjauhi lelaki itu dan berlalu kearah suara Asep Sunandar.
"Jangan harap kau bisa menyelamatkan majikan mu hah.." Samson berenang mengejar Iyus Saputra yang menuju sebuah ruangan dimana pemuda hebat seperti dewa itu di kurung.
Sementara Asep Sunandar hendak melompat, tampak dari arah ruangan yang posisi nya terlihat dari jendela, empat orang lelaki berbadan tegap sedang menyeringai licik dan dua orang langsung mengeluarkan senjata api untuk menembak pemuda yang baru saja tercebur itu.
"Dorr.....................!
"Dorr....................!
Dua kali tembakan di Lesatkan oleh empat lelaki yang menjadi pengawal Tuan Fatir kearah danau waduk Cirata dimana pemuda hebat seperti dewa itu melarikan diri nya.
"Dorr................!
"Dorr................!
Asep Sunandar langsung mengirim kan balasan tembakan ke arah empat lelaki itu yang berada di ruangan tersebut.
Kebahagiaan kini terpancar di hati Asep Sunandar, ketika tampak dari kejauhan terlihat beberapa Anggota Singa Putih dan Murid Mama Sepuh berdatangan, langsung menyerbu tempat dimana musuh itu sedang berpesta ria sebagiannya.
"Byurrr........... Asep langsung melompat ke danau untuk menyelamatkan Muhammad Awan Pratama. Yang tampak mengambang di permukaan danau Jangari itu.
"Sial........... Batin Asep merutuk dalam hatinya, dua di antara empat orang itu pun menceburkan diri dengan membawa senjata untuk langsung menghujamkan sebuah senjata itu ke perut Muhammad Awan Pratama.
"Abah Kusuma....................!
"Mama Sepuh.....................!
"Eyang Aden Haruman...............!
Teriak Hati Asep Sunandar, tak ada cara lain jalan sareat dan meminta pertolongan dalam keadaan darurat kepada ayah dan para guru nya itu.
Dalam hening nya malam, serta semilir angin di danau waduk Cirata itu, tiba tiba harum bunga Kamboja pun tercium menyengat di area itu dan tampak gulungan air pun seketika menerjang Muhammad Awan Pratama hingga lenyap dari pandangan Asep Sunandar dan dua lelaki yang akan menghujamkan dua senjata nya kepada Muhammad Awan Pratama.
Dua lelaki itu seketika tercengang dengan mulut terbuka lebar, mereka berdua bener bener tak percaya akan hal yang kini di hadapannya terjadi di luar nalar. Berbeda dengan Asep Sunandar, Ia sepenuhnya percaya bahwa kejadian itu yang mengakibatkan Muhammad Awan Pratama menghilang ada sangkut pautnya, mereka bertiga penguasa alam ghaib.
__ADS_1
Hampir lima menit lama nya, gulungan air itu terus memutar dan Asep maupun dua orang yang menjadi pembunuh bayaran itu tak berani mendekati nya, hingga keadaan air pun kembali tenang.
Bersambung.