Pemuda Tak Bernama

Pemuda Tak Bernama
Pengorbanan Siti Lara


__ADS_3

Dalam bangunan yang berada di atas Air, suasana malam itu sangat membagongkan buat Siti Lara, dan tak ada cara lain lagi hanya bisa menjalankan aksi nya untuk menyelamatkan majikannya dari kekejaman yang di lakukan oleh sang pemilik perusahaan Duo Holding Company Group yang tak lain anak dari Abu Bakr.


Siti Lara dengan pakaian yang sangat minim seksi berjalan memapah Tuan Muda Fatir yang berceloteh tak beraturan akibat terlalu banyak nya minuman keras, hingga ia membawa nya untuk masuk ke salah satu ruangan yang di sediakan penyedia kolam itu.


"Bidadari ku ohk Lara.... Sini dong sayang aku sudah tak kuat nie.." Racau Fatir dalam keadaan mabuk.


"Lihat nie sayangku cintaku pujaan ku, pusaka ku sudah tegak dan berdiri.." Fatir memperlihatkan barang berharga nya sambil tangannya dia urut urutkan pada batang kejantanan nya.


Melihatnya Lara sangat jijik dan ingin muntah, tapi wajah nya tidak dia tunjukkan pada lelaki yang terus menerus meracau seraya mengurut pusaka warisan nya..


"Semoga apa yang aku lakukan bisa membuat Tuan Muda tidak mati.." Ucap Lara dalam hati, lalu satu persatu mulai melepaskan pakaian yang melekat dalam tubuhnya.


Fatir tersenyum walaupun kondisinya dalam keadaan mabuk, kedua matanya sangat tajam menatap keseluruh tubuh janda anak satu, ada satu titik kepuasan dalam hatinya, apa yang di inginkan dalam hatinya terlaksana.


Jantung berdebar kencang, hati pun menolak berbenturan dengan otak yang ada di kepalanya, langkah kaki terasa berat hendak menuju sebuah kasur empuk yang di atasnya lelaki matang berusia 36 tahun dengan bertelanjang bulat.


Siti Lara pun naik, perlahan lahan dan tangan kanannya mulai meraba-raba bagian sensitif milik Fatir dengan senyuman penuh kepalsuannya.


Fatir hanya bisa memejamkan matanya menikmati belaian tangan sang wanita yang membuat dirinya terpesona dengan kecantikan alami.


"Ahk.................... Erang nya ketika belaian tangan kanan Lara mulai memaju mundurkan tangan nya dari atas ke bawah...


"Sayang ku.............


"Cintaku..................


"Ohk Siti Lara............


"Nikmat................ Ahk........................" Teriak Fatir.

__ADS_1


Ketika kenikmatan yang di alami oleh Fatir, akibat permainan tangan dari Siti Lara, mencapai ubun ubun... Siti Lara pun sudah lepas kendalinya dan pisau yang sengaja Ia selipkan dalam pinggangnya, lalu Ia pun mulai mencabut nya dengan tangan kiri dan di arahkan kepada dada putih yang berbulu itu sangat keras..


"Mati kau lelaki cabul.." Teriak Siti Lara..


"Dor..........................!!


"Platak.....................


"Bugh.....................!


"Braakkk..............


Tiba tiba ketika pisau itu akan di arahkan ke dada nya Tuan Muda Fatir oleh Siti Lara, tembakan dari arah jendela ruangan itu pun langsung meleset dan mengenai sebuah pisau yang sedang di arahkan oleh Siti Lara.


Sang Tuan Muda yang sudah mengetahui dan akan terjadi seperti ini, sudah menyiapkan segala sesuatu nya bahwa wanita yang Ia terpesona akan kecantikan nya, tak akan mudah begitu saja untuk di taklukkan dan di ajak nya tidur.


Fatir pun langsung menendang dengan sangat keras kearah perut Siti Lara hingga Ia terpental dan mengenai lemari yang ada di ruangan itu.


"Hehehehe, aku sungguh telah terperdaya oleh mu sang Tuan Muda..." Kekeh Lara, seraya bangkit.


"Samson keluar sekarang juga..." Teriak Fatir kepada sniper yang di tugaskan oleh nya untuk memantau dan mengintai gerak gerik dari Siti Lara.


"Prok................. "Prok................" Prok...................


Terdengar tepukan tangan dari balik jendela dan tampak terlihat lelaki berotot naik ke atas jendela dan langsung melompat ke arah Tuan Muda Fatir dan membungkuk hormat.!


"Tuan Muda sudah aku duga dan sangka bahwa wanita iblis ini hanya untuk memanfaatkan anda agar buruan kita tidak langsung di bunuh.." Ucap Samson setelah membungkuk hormat.


"Yaa..... Samson." Ucap nya lalu melangkah kan kaki nya berjalan menuju Siti Lara yang baru bangkit dan mata nya menatap tajam ke arah Fatir.

__ADS_1


"Kau wanita tak tahu di untung, tadi nya aku berpikir akan menjadikan kamu sebagai ratu dalam hati ku, tetapi setelah melihat mu dan berniat mau membunuh ku, dengan keadaan terpaksa aku akan mengakhiri nyawa mu saat ini juga.." Kata Fatir seraya mencekik leher putih Siti Lara.


Lara hanya tersenyum sinis seraya menahan sakit akibat cekikikan yang di lancarkan oleh Fatir kepada dirinya. Tak ada rasa takut sedikitpun dalam hatinya, walaupun rohnya kini sudah berada dalam ubun ubun kepalanya..


"Bangsat wanita iblis kamu masih bisa tersenyum hah..." Bentak Fatir lalu membantingkan Siti Lara dengan sangat keras...


"Brakk...................................!!


"Samson habisi wanita sialan ini, aku akan pergi dan langsung membunuh majikannya.." Titah Fatir kepada Samson kaki tangannya Tuan Muda.


"Dengan senang hati Tuan Muda..... Tapi Tuan Muda apakah anda akan membunuh Pemuda Hebat Seperti Dewa itu dengan keadaan tanpa sehelai benang pun menutupi tubuh anda..?" Tanya Samson yang sedari tadi pandangan matanya tak lepas kepada pusaka warisan Tuan Muda Fatir yang hanya sebesar jempol kakinya.


"Hahahahaha....... Hahahahahahah... Sory saya lupa dan tak berasa bahwa diriku telanjang bulat untung kau Samson mengingatkan ku.." Tawa Fatir dengan perasaan yang cuek dan lalu berjalan kearah baju yang berserakan di atas lantai samping tempat tidur.


"Lengah, sebelum Samson menarik pelatuknya aku harus bisa menangkap si lelaki cabul itu untuk di jadikan umpan agar tak bisa membunuh Tuan Muda Awan.." Pikir Lara seraya mata nya menatap kearah Fatir yang berjalan kearah pakaian nya itu.


"Kun rubbuna nuril jakim.. Bantu lah aku satu kali lagi wahai sang penguasa alam ghaib.." Ucap Lara pelan tapi terdengar oleh Fatir dan Samson.


Sang Tuan Muda yang mengetahui bahwa wanita beranak satu itu, membaca mantra pemanggil sosok makhluk ghaib, lantas buru buru berteriak dan memerintahkan kepada Samson agar segera menghabisi nyawanya.


"Samson, bunuh wanita iblis itu sekarang juga....,!!


"Terlambat......" Ucap Lara..


"Wuzzzzzzzzzzzzzzzzz...............!


Tiba tiba angin malam yang menusuk kedalam bulu kuduk pun datang dengan di sertai bau kemenyan dan aroma umbi umbian yang di bakar menyengat hidung Fatir dan Samson, bukan bau kemenyan dan angin saja yang mereka rasakan, tampak tercium bau amis darah yang datang tiba tiba dari arah luar menyelimuti ruangan tersebut.


Siti Lara pun tak menyia-nyiakan kesempatan nya itu, Ia pun langsung melompat ke arah jendela ketika sosok mahluk hitam berambut panjang sampai ke lantai dengan wajah yang buruk rupa tiba tiba datang dan membuat Fatir dan Samson lemas saat itu juga.

__ADS_1


Sosok yang di panggil oleh Siti Lara kuntilanak hitam, kuntilanak hitam adalah makhluk dari dunia tak kasat mata yang di perintahkan oleh sang Dukun, mungkin dengan cara ini Siti Lara meminta bantuan kepada Abah Juned ayah dari Tarmin.


Bersambung.


__ADS_2