Pemuda Tak Bernama

Pemuda Tak Bernama
Lisa Angraeni Kosasih


__ADS_3

Satu lagi yang kini di mainkan oleh seorang DJ. Menghidupkan suasana klub malam pada malam Minggu. Tanpa beban dan hanya ada kebahagiaan, itu adalah pancaran wajah setiap orang yang ada di sana.


Di lantai dansa yang berada di tengah tengah ruangan. Terdapat puluhan orang yang sedang menikmati dansa. Lampu warna warni yang menyala nyala menambah keeksotisan ruangan club' malam tersebut.


Hanya bercahaya kan lampu sorot yang berputar putar dan lampu hias yang warna warni menjadikan lantai dansa itu. Menjadi pilihan tempat utama bagi semua pengunjung yang ada di sana. Semua meja bar yang berukuran panjang berada di sudut ruangan, terdapat banyak bentuk gelas dan aneka minuman beralkohol di sana. Penataan kursi tapi terpisah bagi kalangan biasa dan kalangan VVIP tentunya.


Menjadi seorang karyawan klub malam yang bertugas untuk mengantar pesanan para pelanggan adalah status yang selalu di jalani oleh Lisa Angraeni Kosasih. Dengan baju seragam berwarna hitam dan high heels tingginya, kini Lisa terlihat membawa beberapa gelas kosong dan minuman beralkohol kepada tamu VVIP yang ada di klub malam itu. Profesi itu memang sudah lama Ia jalani sejak perusahaan Anugerah Awan Sentosa mulai di tinggalkan orang orang yang paling penting dalam barisan internal perusahaan tersebut.


Mundurnya, Asep Sunandar, Iyus Saputra, sepuluh Murid Mama Sepuh dan pembatalan kontrak secara pihak antara perusahaan Tang Tang Group serta tidak ada bantuan finansial maupun operasional dari kedua perusahaan besar yang tak lain Future Company Group dan Ismail Group, menandakan perusahaan yang tadinya beroperasi di bidang penyuplai makanan itu lambat laun mulai menuruni obyek vitalitas sebagai perusahaan yang mulai bangkit namun kini kenyataan nya ambruk di tengah jalan.


"Hai cantik, mari duduk di samping om."


Celetuk seorang pria paruh baya yang pantas Ia panggil ayah. Pria itu di temani oleh beberapa temannya dan duduk di kursi VVIP.


"Maaf Tuan, saya harus pergi." Jawab Lisa sambil menebar senyuman terpaksa yang menjadi syarat untuk bekerja di klub malam itu. Belum sempat kaki nya menjauhi meja itu. Kini tangan pria paruh baya itu menarik lengan Lisa secara cepat hingga akhirnya Ia berada di pangkuan pria paruh baya itu.


"Kau mau kemana cantik." Sapa pria itu dengan pemandangan mesum terhadap Lisa, tatapan matanya sedang memeriksa setiap inci bagian tubuh Lisa. Malam itu memang penampilan Lisa sangat seksi dan menggoda, tidak salah jika pria itu sangat menginginkan tubuh Lisa Angraeni Kosasih.

__ADS_1


"Plakkkk.."


Sebuah tamparan dengan tenaga penuh yang sudah di kumpulkan oleh Lisa, kini mendarat tepat di pipi pria paruh baya itu. Pria yang juga berstatus tamu kehormatan di malam itu.


Amanda segera beranjak dari pangkuan nya dan berdiri mematung menghadap mereka. Tidak banyak orang yang mengetahui kejadian itu. Karna musik DJ yang keras membuat pendengaran dan perhatian semua orang tidak teralihkan pada kekacauan yang baru saja di ciptakan oleh Lisa.


"Berani nya kau." Umpat pria paruh baya itu sambil menunjukan jari telunjuk nya tepat di hadapan wajah Lisa.


"Maafkan Tuan. Maafkan saya.." Kata Lisa pelan seraya kedua tangannya sedekap di taruh di dada.


Hati Lisa bener bener menolak kelakuan perilaku pria yang menjadi tamu di malam itu. Namun apa yang baru saja ia lakukan bukan sebuah kebenaran yang bisa menyelamatkan hidupnya. Ia terancam akan kehilangan pekerjaan yang baru saja Ia dapatkan. Tidak berani lagi membantah, Lisa hanya berdiri mematung menghadap pria yang kini sudah siap untuk memakannya hidup hidup.


"Panggilkan Manager klub ini. Aku ingin bicara padanya.." Kata pria yang menjadi korban tamparan Lisa. Dengan nada yang tinggi dan wajah yang murka pria itu memandang tajam kearah Lisa.


Salah seorang pelayan yang berada tidak jauh dari posisi Lisa berdiri. Sudah berlari kecil menuju ruang Manager. Tidak butuh waktu yang lama kini sosok yang bertanggung jawab atas segala masalah yang ada di klub malam itu telah ada di antara mereka.


"Maap Tuan. Apa anda membutuhkan sesuatu..?" Tanya nya dengan sopan dan lembut.

__ADS_1


"Jika kau tidak ingin aku menutup klub malam ini. Sebaiknya kau singkirkan wanita yang kini ada di hadapan ku.." Pria paruh baya itu memandang kearah Lisa penuh dengan kebencian.


"Maafkan atas kelalaian yang di lakukan oleh pegawai baru saya Tuan. Mulai detik ini dia tidak akan bekerja di klub ini lagi.." Jawab nya sambil memandang kearah Lisa dengan wajah yang sudah tidak bisa di artikan.


Tidak mempunyai protes atau pun keberanian untuk membela diri. Lisa segera melangkah pergi meninggalkan klub yang kini telah menjadi bekas tempat bekerjanya. Tanpa di sadari pria paruh baya itu menyimpan dendam terhadap nya, ketika Lisa keluar para bawahannya sudah siap siaga dan mulai menjalankan aksinya.


Untuk kesekian kalinya Ia harus rela meninggalkan pekerjaannya, bahkan saat Ia belum sempat menerima gaji pertamanya. Sungguh kebetulan yang sama dan berulang ulang. Bahkan Ia belum sempat mengenal beberapa pekerja yang memiliki profesi yang sama dengan dirinya.


Hampir dua tahun lagi, hidupnya luntang lantung di Ibu Kota negara, setelah keluar dari perusahaan Anugerah Awan Sentosa dan di tinggal kawin oleh pacarnya yang bernama Sandi, Lisa semakin terpuruk dengan irama perjalanan hidupnya.. Padahal anak dari pasangan suami istri Engkos Kosasih dan Titin Kharisma itu sebelum orang tuanya masuk penjara bisa di bilang hidup dengan gelimang harta dan tak perlu susah payah mencari pekerjaan sampai harus kerja di club' club malam.


Apakah ini karma atas ulah kejahatan dari kedua orang tua nya, atau kah memang harus begitu alur perjalanan hidup Lisa Angraeni Kosasih. HANYA TUHAN YANG TAHU.


Keluar dengan wajah yang murung dan tidak mendapatkan upah adalah sikap yang sering terjadi akhir akhir ini pada hidup Lisa. Kini Ia berjalan menjelajahi kota di malam hari, tidak ada rasa takut dalam dirinya, karna sudah terbiasa, tapi hari ini sungguh sangat berbeda dengan malam malam biasa dia pulang seorang diri menuju tempat dimana Ia kost.


Dari ujung jalan dari arah klub malam tempat Lisa bekerja yang akhirnya di pecat karna telah berani menampar seorang pria paruh baya, meluncur dengan kelajuan tinggi satu unit mobil Marcedez Benz dan berhenti tepat di depan seorang wanita muda yang sedang berjalan dengan tatapan kosong ke depan.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2