
"Kriiiiing''................................. "Kriiiiing''............!!
"Assalamualaikum.. Halo Nyonya Besar.." Ucap Asep menjawab telepon masuk nya.
"WaallAikum Salam.. Asep kamu posisi dimana sekarang?" Segera datang ke kantor pusat ada sesuatu yang harus di bahas tentang anakku Muhammad Awan Pratama yang kondisi nya memprihatinkan.." Kata Bu Dewi menerangkan.!
"Baik Nyonya Besar.. Asep bersama Tarmin dan Akang Satu segera ke kantor.." Jawab Asep dengan exfresi cemas.
"Iya Sep.... Yang lain nya juga sudah Ibu kasih tahu dan mereka segera meluncur ke kantor.." Terang Dewi dalam sambungan telepon nya itu.
"Baik Nyonya Besar...!!
Asep segera mengakhiri panggilan telepon dan langsung memberitahukan kepada mereka untuk segera berangkat ke kantor Anugrah Awan Sentosa dan Lara pun ikut menuju kantor majikan nya itu.
Sesampainya di kantor, Bu Dewi langsung membuka rapat dan memberitahukan bahwa Ia menerima notifikasi pesan Poto dan video dari seseorang yang tidak di kenal dalam kontak telepon nya.
Dalam pesan Poto dan video itu, jelas bahwa Muhammad Awan Pratama sedang di pukuli habis habisan oleh orang orang yang memakai pakaian serba hitam dan kondisi nya sangat memperihatinkan.
Kegemparan di pagi hari itu di sebuah kantor yang baru beberapa bulan berdiri dan menjadi pusat perhatian para pengusaha di bidang penyuplai makanan itu, karna perusahaan yang di pimpin oleh seorang pemuda berusia belasan tahun itu mampu menguasai raja bisnis di negara nya.
Kini kegemparan itu bukan dari posisi perdagangan yang mencakup melebihi target atau pun masalah perusahaan, tetapi kegemparan itu di akibatkan oleh seseorang yang mengirim pesan video dan Poto kepada sang Direktur perusahaan tentang kondisi pemilik perusahaan yang menjadi korban orang orang yang berniat mencelakai nya.
Bu Dewi dengan di bantu beberapa para pengawal dan anggota kepolisian mulai menulusuri sang pengirim video itu dan mencari keberadaan Muhammad Awan Pratama yang kemungkinan masih hidup walau dalam keadaan kritis.
Kanit Subadra bersama Kanit Diki dan para anggota nya, langsung bergerak menyusuri perbukitan yang berada di area Cikalong kulon, Cikalong wetan dan sekitarnya.. Sementara sembilan Murid Mama sepuh dengan di bantu para anggota Singa Putih bergerak ke daerah Cianjur selatan menyisir bukit bukit yang ada di kota itu untuk mencari keberadaan sang majikan..
Asep Sunandar dan Iyus Saputra bersama Akang satu dengan di bantu oleh Tarmin yang sudah meminta bantuan kepada ayahnya Abah Juned menuju sebuah bukit yang ada di daerah pasir empuk yang tak jauh dari dermaga Jangari.
Menurut pandangan mata batin Abah Juned dan Abah Aden Haruman, bahwa pemuda hebat seperti dewa itu berada di sekitaran pasir empul daerah bakom dermaga Jangari.
__ADS_1
Semua berpencar.... Siti Lara Asep Sunandar dan Akang Satu serta Iyus Saputra menemukan sebuah bangunan yang mirip kandang ayam.. Tampak beberapa orang sedang berjaga di situ.
"Teh.... Seperti nya orang orang itu tampak asing dan bukan warga sekitar...?" Tanya Iyus kepada Lara..
"Iya..... Sebaiknya aku tanya dulu baik baik untuk mengalihkan perhatian nya dan kalian bertiga berpencar untuk segera masuk ke dalam bangunan kayu itu.." Saran Siti Lara..
"Siap...... Hati hati Teh.. Kalau ada yang tak beres segera berteriak.." Ucap Iyus Saputra... Hal itu segera di angguki oleh Lara.
Dengan langkah kaki gemulai, wanita beranak satu itu pun menghampiri sekelompok orang orang yang sedang berada di pintu masuk bangunan itu..
Sekelompok orang yang sedang berada di situ seketika langsung bangkit dan tersenyum penuh kelicikan dari bibir nya, ketika Siti Lara mulai berjalan mendekati nya.
"Punten..... Bapak... Bapak....... Apakah melihat seorang bocah kecil berusia 7 tahun berlari kesini..,?" Tanya Siti Lara..
"Mangga Neng cantik... Perasaan dari pagi kita semua gak melihat tuh anak kecil yang berlari kesini.." Jawab lelaki bertubuh besar dari tujuh orang itu..
"Iyaa Neng tak ada anak kecil kesini kok..!! Timpal yang lainnya dengan senyuman..
Kata kata yang di lontarkan dengan gaya penggoda membuat tujuh lelaki yang di tugaskan oleh sang pimpinan mereka itu lupa akan tugas nya dan berusaha mereka untuk mencari perhatian dari Siti Lara..
"Iyaa sumpah deh Neng.. Kita semua gak melihat nya..!!
"Iya kan....... Kalian tak melihat nya..?" Tanya lelaki itu kepada temannya untuk memastikan jawaban nya tidak berbohong kepada Siti Lara.
"Aduhh bagaimana ya bapak bapak... Neng udah hampir satu jam mencari anak itu, harus kemana lagi ya mencari nya.." Keluh Siti Lara sambil tangan nya mengelap keringat yang bercucuran di lehernya,
Gaya erotis yang di peragakan oleh Siti Lara membuat mereka menelan ludah nya, leher nya yang berkulit putih di tambah Aura birahi yang telah lama tidak di dapatkan membuat mereka bertujuh berpikiran kotor.
"Neng.... Begini aja.. Bagaimana kalau kita semua membantu Neng untuk mencari keberadaan anak kecil itu.." Saran salah satu dari mereka.
__ADS_1
"Ahk......... Neng takut merepotkan bapak bapak semua.." Ucap nya sambil tangannya Ia usapkan kepada dada bidang lelaki itu..
"Ohk..... Tidak..... Tidak....... Tidak sama sekali..." Jawab lelaki itu bersemangat..!
"Aduhh terima kasih banyak kepada bapak bapak... Kalau begitu ayo kita cari anak ku bersama sama.." Ajak Siti Lara lalu berjalan menjauh dari pintu bangunan itu.
#####
Sedangkan di satu sisi kanan dan kiri serta belakang, ketika Siti Lara yang sedang mengalihkan ketujuh lelaki itu.. Asep Sunandar dan Iyus Saputra serta Akang Satu pun menyelinap masuk ke bangunan itu.. Alhasil apa yang di cari Ia temukan..
"Tuan Muda................." Asep dan Iyus berteriak histeris ketika majikan nya sedang terikat tali dan wajahnya lebam akibat pukulan benda tajam.
"Hiks......... Hiks.......... Tuan Muda..." Tangis Asep dan Iyus Saputra bersamaan sambil membuka ikatan tali nya...!
"Bajingan kalian semua.... Lara..... Habisi mereka..." Teriak Syarif Akang Satu yang tak bisa menahan lagi emosi nya melihat majikan yang sangat baik itu babak belur dan untung nya nyawa nya masih bernapas.
Mendengar teriakkan dari dalam bangunan yang mirip kandang ayam itu, ketujuh lelaki berbadan tegap itu yang tadi nya terpesona atas kecantikan dan terbuai akan gaya genit dari sang janda anak satu itu, langsung terkejut dan berlari menuju suara teriakan itu.
"Brakk............................!
Suara pintu pun di tendang oleh salah satu lelaki yang berjumlah tujuh orang itu..
"Hah...... Siapa kau....." Teriak lelaki itu....!
"Bajingan...................." Kata Syarif... Ia pun lalu berlari dan mulai menendang ke arah nya sambil terbang...!
"Bugh.................!!
"Bagh........... " Bugh.............." Bagh...............!! Tendangan di sertai pukulan pun mendarat mulus ke lelaki itu tanpa di beri kesempatan untuk membalasnya...
__ADS_1
Sementara ke enam lagi.... Ia menjadi lawan Asep Sunandar dan Iyus Saputra.!
Bersambung.