
Langit sudah berubah dengan seiring nya waktu berputar, seorang pemuda keluar dari rumah nya, memakai sarung dan peci putih kesayangan nya, berjalan melewati jalan setapak dengan sesekali suara suara jangkrik terdengar nyaring di telinga nya.
Lima menit menjelang Adzan Magrib berkumandang pemuda yang tak tahu nama aslinya itu berjalan tergesa gesa menuju sebuah tajug untuk menunaikan kewajiban sebagai seorang muslim.
Iqomat terdengar merdu tanda waktu shalat berjamaah akan di mulai, sang pemuda sudah beres dengan membersihkan tubuhnya dan berjalan kearah shaf untuk melaksanakan shalat berjamaah.
Lima belas menit sudah berlalu, Pemuda Tak Bernama, keluar dari masjid berjalan menuju Padepokan milik Mbah Jambrong, yang sebelumnya seharian ini menjalankan aktivitas bersama guru pembimbing yaitu Bu Desi Wulandari pergi ke salah satu universitas untuk mendaptar menjadi mahasiswa.
Sesampainya di gerbang Padepokan Gagak Lumayung Sang Pemuda yang semua penduduk desa tempat kedua bagi nya memanggil dengan sebutan Arya Kumbara itu terhenti langkah kaki nya, aura mistik kini di rasakan olehnya.
"Wuzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz..........!
"Wuzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz..........!
Dua makhluk memakai pakaian serba hitam secepat kilat melintas di hadapannya, Pemuda itu tak sedikit pun gentar atau pun lari terbirit-birit.
"Siapa kalian, manusia atau kah bangsa lelembut.." Teriak pemuda itu mendongkrak keatas wajah nya melihat dua bayangan hitam berdiri di atas daun pisang yang berada di Padepokan Mbah Jambrong.
Bukan jawaban yang di peroleh oleh Arya Kumbara, namun serangan serempak dari dua bayangan itu mengarah kearah nya.
"Wuzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz............!
"Wuzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz............!
Dua makhluk itu langsung menyerang dengan kekuatan penuh terbang kearah Arya. Arya sendiri siap dengan posisi nya untuk melayani serangan tersebut.
"Takk.............................!!
"Takk.............................!!
"Happ.........!
"Happ.........!
Tendangan yang di arahkan pada dada pemuda itu mampu di tangkap oleh Arya. Dan langsung kedua kaki makhluk yang memakai baju hitam di tangkap oleh Arya...
"Hiattttttttttttt....................."
Arya berteriak seraya menggusur mahluk itu dengan sekuat tenaga, tujuannya adalah membantingkan pada sebuah pohon besar. Namun harapan tak menjadi kenyataan, ketika Arya akan membantingkan mahluk itu, tiba tiba Ia terkena bopongan dari arah belakang oleh makhluk satu nya lagi.
"Bugh.....................!
__ADS_1
"Blegh....................!
"Wadaw sakit ey..." Ringis Arya terpental dan langsung menubruk pohon pisang.
"Siapa kalian, kawan atau lawan.." Arya bangkit sambil menepuk nepuk seluruh tubuhnya yang tampak terlihat kotor di baju koko berwarna putih.
"Kalau kau mampu mengalahkan satu dari kita berdua, dengan senang hati kami akan menjawab pertanyaan mu.." Makhluk yang tadi kedua kaki nya di tangkap oleh Arya bangkit.
"Cuih....... Apakah kalian berdua yakin tak mau menjawab terlebih dahulu pertanyaan dari ku.." Arya meludah lalu memasang kuda kudanya.
"Hmmmmmmmm.." Padepokan Paguron dari kota Cianjur.." Gumam Makhluk itu terdengar jelas di telinga Arya hingga Arya pun berkerut kening nya.
"Paguron? Nama itu begitu familiar di pikiran ku.." Ucap Arya dalam hati.
"Ahk........ Masa bodo yang penting aku sekarang menghabisi terlebih dahulu dua mahluk jadi jadian ini..." Batin Arya bergejolak dengan berlari kearah lawannya.
"Ehk........ Tunggu woy gue belum siap..." Teriak mahluk itu ketika Arya mulai melancarkan serangan penuh.
Serangan penuh, yang di lancarkan oleh Arya, mampu membuat satu dari dua orang yang memakai pakaian serba hitam itu tertekan mundur. Di saat pertahanan nya mulai lengah, Arya pun langsung melancarkan pukulan yang tepat mengenai wajah lawan.
"Wuzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz.
Lawan yang di hadapi nya, bukan kaleng kaleng, ketika Arya siap dengan pukulan nya, lawan satu nya lagi melancarkan aksinya dari arah belakang, tapi naas baginya tendangan yang di lancarkan tepat mengenai pihak temannya sendiri, karna Arya langsung menghindar.
"Ahk.......................!
"Aduh wajah ganteng ku.... Sialan kau Kodir, tendangan lo keras juga..." Teriak Teman nya itu.
"Hehehehe... Maaf Yok... Tak sengaja gue, kan si Arya nya menghindar..." Kilah makhluk memakai pakaian hitam yang di panggil Kodir itu.
"Ahk..... Alasan lo.. Ayo kita serang sama sama.." Rutuk Doyok mengajak Kadir yang baru saja menendang wajah yang tertutup kain hitam itu.
Anggukan yang di berikan oleh Doyok, menandakan setuju lalu mereka berdua pun langsung menyerang penuh kearah Arya yang mundur tiga langkah dari aksinya itu.
Kebrutalan yang di lakukan oleh dua orang memakai pakaian hitam itu, membuat Arya terpojok mundur dan hanya bisa menahan serangan serangan yang di lancarkan oleh mereka berdua, tanpa bisa membalas nya.
"Apakah PEMUDA HEBAT SEPERTI DEWA hanya begitu saja kemampuan nya hah.." Teriak suara tak kasat mata di dengar oleh Arya, mungkin kedua lawannya itu pun mendengar nya.
"Ahkkkkkkk..........................!
"SIAPA AKU.."
__ADS_1
"Bugh..........................!
Arya berteriak tapi tangan nya langsung memukul satu dari dua orang itu.."
"SIAPA DIRIKU YANG SEBENARNYA.."
"Bugh....... Bugh......"
Lagi dan lagi Arya berteriak menanyakan siapa dirinya dan dari mana asal nya, sambil tangannya mengeluarkan pukulan pukulan keras pada mereka berdua.
Aura membunuh seketika di rasakan oleh Doyok dan Kadir, tak ada pilihan lain bagi mereka berdua untuk segera mengeluarkan senjata andalan nya.
"Bocah tengil akhirnya kau serius juga menghadapi kamu berdua.." Doyok bangkit setelah mendapatkan pukulan keras dari Arya seraya mengeluarkan sebuah keris miliknya.
Melihat Arya, pemuda yang menjadi lawannya menunjukkan gelagat serius dalam berkelahi dan aura mistik yang ada di dalam tubuhnya sudah hadir. Kadir pun ikut ikutan mengeluarkan senjata andalan berupa keris.
"Ayo maju hah.. Kalian berdua akan menyesal telah berhadapan dengan ku hah..." Bentak Arya siap siaga dengan apa yang di hadapannya itu.
"Jangan jumawa anak muda......" Ucap mereka berdua bersamaan seraya Pusaka yang menjadi andalan Ia angkat keatas dan....................
Kilatan kilatan berwarna kuning keluar dari keris itu menjilat keatas bagaikan sebuah petir dengan di sertai dentuman keras memekakkan telinga.
"Duarr......................!
"Duarr......................!
"BERHENTI....................!
Satu suara keluar dari pondok padepokan Gagak Lumayung ketika dua keris yang di pegang oleh Doyok dan Kadir akan di arahkan pada pemuda yang baru dua Minggu ikut belajar seni beladiri.
Lelaki paruh baya melayang bagaikan kapas terbang kearah dua orang memakai pakaian hitam, lalu berdiri membelakangi Arya Kumbara.
"Abah Guru..." Dua orang yang bernama Kadir dan Doyok itu langsung bersujud ketika lelaki paruh baya berdiri di hadapan mereka berdua.
"Bangun lah kalian berdua. Ujian untuk Arya Kumbara sudah selesai dan di nyatakan lulus, karna mampu mendesak kalian menggunakan senjata pamungkas.." Terang lelaki paruh baya yang di panggil guru itu.
"Baik Abah Guru.." Serempak mereka berdua berkata lalu bangkit dari sujud.
Lelaki paruh baya itu pun langsung membalikkan badannya..." Nak Arya kenapa Abah selama ini kamu di larang ikut belajar seni beladiri karna, Nak Arya sudah mempunyai semua nya.." Terang lelaki paruh baya itu.
"Tapi Abah............" Ucap Arya terhenti ketika dari kejauhan tepat nya dari pintu madrasah yang ada di padepokan Gagak Lumayung keluar sepasang suami istri yang Arya tahu Kedua Orang Tua angkat nya.
__ADS_1
Bersambung.