
.
Setelah menyelesaikan tugasnya, Linmau pun kembali masuk ke dimensi cincin bumi.
Setelah mereka berlima menyimpan Kristal inti Beast kedalam cincin penyimpanan mereka masing masing,
Mereka berlima pun kembali melanjutkan perjalanan.
Hari sudah semakin gelap, mereka pun mencari tempat untuk beristirahat.
Tak lama berjalan mereka berhenti di tempat yang mereka berlima anggap cocok untuk beristirahat, Lien Feng pun membuat sebuah api unggun dengan kekuatan elemen api nya.
Dia juga mengambil beberapa ranting pohon, tak lama Lien Feng mengeluarkan daging Beast Banteng bertanduk panjang dari dalam cincin penyimpanannya.
Lien Feng mengeluarkan sebuah belati dari dalam cincin penyimpanannya untuk mengiris daging tersebut.
Setelah memilih bagian daging yang paling bagus, Lien Feng pun menancapkan ranting pohon yang tadi dia sudah persiapkan ke daging Beast yang sudah dia pilih.
Tak lama Lien Feng memanggang Semua daging tersebut dengan kekuatan elemen apinya, tak lupa Dia juga memberikan bumbu lada dan juga garam pada daging tersebut.
Sekitar sepuluh menit kemudian, bau harum pun sudah tercium, aroma harum yang benar-benar membuat yang menciumnya ingin segera memakan daging panggang tersebut.
Ke empat wanita yang tadinya duduk agak jauh dari api unggun, satu persatu mulai berkumpul di dekat api unggun karena mencium aroma harum yang membuat perut seketika menjadi lapar.
Setelah daging itu benar benar matang mereka berlima pun mengambil jatahnya masing masing.
Setelah menghabiskan daging panggang nya ke empat wanita itu pun satu persatu mulai tertidur.
Sedangkan Lien Feng tak ikut tidur, namun dia lebih memilih untuk berjaga jaga, karena bisa saja sewaktu waktu Beast atau binatang siluman ataupun binatang roh menyerang mereka.
Suasana malam terasa sangat dingin, untung saja Lien Feng duduk di sebelah api unggun, setidaknya itu bisa membuatnya tak merasa terlalu dingin.
Suasana di tengah hutan tersebut terasa sangat sunyi, tapi itu tak berlangsung lama karena tiba tiba Lien Feng mendengarkan suara jeritan yang cukup membuatnya terkejut.
Lien Feng yang merasa penasaran pun memutuskan untuk segera mengeceknya, dia ingin memastikan apa yang sebenarnya terjadi.
Sebelum dia pergi dia menggunakan teknik tubuh bayangan pengganti, dia menciptakan sebuah bayangan berelemen api yang sangat mirip dengannya.
'' Kau berjagalah di sini, kalau ada sesuatu kau harus segera memberitahu ku secepatnya. ''
ucap Lien Feng kepada bayangannya.
Setelah berkata Lien Feng pun langsung pergi meninggalkan tempat tersebut.
__ADS_1
Suara jeritan itu pun terdengar lagi, membuat Lien Feng semakin mempercepat langkah kakinya, Lien Feng melesat dengan kekuatan maksimal.
Tak Butuh waktu lama dia pun sudah berada di dekat sumber suara terdengar, terlihat seorang wanita muda sedang diserang oleh tiga Beast kelelawar darah.
Suasana malam yang gelap membuat wanita muda itu semakin tak berdaya melawan tiga Beast kelelawar darah.
karena Beast kelelawar darah memiliki mata yang sangat tajam di kegelapan malam, membuatnya lebih mudah dalam berburu di malam hari.
Tak menunggu lama Lien Feng pun segera membantu wanita muda tersebut, saat ini dia sudah berada di samping wanita muda tersebut.
'' Kau diam lah, aku akan membantumu, tak ada gunanya kau mengeluarkan serangan secara acak seperti itu, itu hanya akan membuang buang tenagamu saja, ''
Ucap Lien Feng kepada wanita asing di sampingnya.
Lien Feng memejamkan matanya, dan memusatkan konsentrasinya ke pendengarannya, tak lupa dia juga memegang erat pedang langit yang berada di tangannya.
Dari arah depan seekor Beast kelelawar darah mencoba untuk menyerang, tapi Lien Feng juga tak hanya diam saja .dia mengayun kan pedang nya dengan sangat cepat.
'' Crash ''
Lien Feng berhasil menebas Beast kelelawar darah yang melesat ke arahnya. Sekarang hanya tinggal tersisa dua Beast kelelawar darah yang menjadi lawan Lien Feng.
Lien Feng pun mengeluarkan jurus tebasan angin ke arah kedua bis kelelawar darah.
'' Jurus Tebasan Angin ''
Beast kelelawar darah yang mereka hadapi, termasuk Beast tingkat dua atau Beast tingkat rendah, sehingga dengan serangan yang cukup efektif Beast tersebut dapat mudah untuk dikalahkan atau dibunuh.
Tapi karena Beast tersebut menyerang dalam gelap, maka tak jarang Beast tersebut juga bisa dengan mudah mengalahkan bahkan membunuh binatang-binatang lain yang menjadi makanannya.
'' Crash ''
Enam siluet pedang yang melesat sangat cepat dan tak mengeluarkan suara itu pun berhasil membelah tubuh kedua Beast Kelelawar darah.
Lien Feng pun membelah tubuh ketiga Beast kelelawar darah menjadi beberapa bagian, setelah menemukan Kristal inti Beast nya, dia pun mengambil dan memasukan nya kedalam cincin penyimpanan nya.
Tak lupa dia juga memasukan semua daging Beast Kelelawar darah ke cincin penyimpanan nya.
Setelah berhasil mengalahkan ketiga Beast kelelawar darah Lien Feng pun berjalan mendekat ke arah wanita muda yang sudah dia selamatkan.
'' Hai Nona, Kau kenapa berada sendirian di sini, Apa kau terpisah dari kelompokmu? ''
Lien Feng mencoba bertanya kepada wanita muda di hadapannya.
__ADS_1
Wanita muda itu pun menghadap ke arah Lien Feng dan mulai berkata,
'' Aku sebenarnya tak sendiri, aku masuk ke dalam dunia fantasi bersama kedua temanku, tetapi karena kedua temanku terluka cukup parah, mereka pun memutuskan untuk menyerah dan menghancurkan token yang ada di tangan mereka, ''
'' Dan akhirnya sekarang, hanya tinggal aku saja yang masih melanjutkan seleksi tahap ketiga ini, ''
'' Perkenalkan namaku Sun Welian, ''
Ucap Sun Welian dengan nada lembut,
'' Namaku Lien Feng, Kau boleh ikut bergabung dengan ku dan juga teman temanku jika kau mau, ''
Lien Feng mengajak wanita muda tersebut untuk bergabung dengannya karena dia tak tega melihat seorang wanita muda berada sendirian di tengah hutan.
Sun Welian pun menganggukkan kepala, dan dia menyetujui ajakan dari Lien Feng.
Sebenarnya Sun Welian memiliki tingkat kultivasi yang tidak rendah tapi karena dia fobia dengan kegelapan membuatnya tidak bisa menggunakan kekuatannya dengan maksimal.
Mereka berdua pun berjalan menyusuri hutan untuk kembali ke tempat Lien Mei, Lien Zia, Yin Yuna dan juga Yin Yuer berada.
Tak butuh waktu lama mereka berdua pun sudah sampai di tempat yang mereka tuju, terlihat Lien Mei dan ketiga orang wanita lainnya sudah terbangun dari tidurnya.
Mereka berempat menatap Lien Feng dengan tatapan tajam, seakan mereka meminta sebuah penjelasan, siapa sebenarnya wanita muda yang sekarang sedang bersama dengan Lien Feng.
'' Perkenalkan dia Sun Welian, tadi aku mendengar suara jeritan dan setelah aku periksa ternyata, suara itu berasal dari teriakan Sun Welian yang sedang diserang oleh tiga Beast kelelawar darah, ''
'' Karena aku tak mungkin membiarkan dia sendirian di tengah hutan, akhirnya aku mengajak nya ke sini dan aku juga ingin mengajaknya untuk bergabung dengan kita? ''
'' Apa kalian semua setuju, ''
Ucap Lien Feng meminta pendapat keempat teman nya.
Mereka berempat pun saling memandang, seakan sedang bermusyawarah untuk memutuskan apakah akan menerima Sun Welian atau tidak.
Lien Zia pun angkat bicara,
'' Baiklah kami tak keberatan, jika itu juga sudah menjadi keputusanmu. ''
.
..
...
__ADS_1
....
TERIMAKASIH BANYAK UNTUK SEMUA YANG SUDAH MEMBERIKAN DUKUNGAN LIKE, KOMENT, HADIAH DAN JUGA VOTE NYA