
Sedangkan Lien Feng yang sedang dibicarakan oleh ke lima belas juri tersebut, tengah asyik makan di kantin Akademi Bambu Perak bersama dengan Sun Welian, entah mengapa hari ini Lien Feng merasakan perutnya sangat lapar, padahal ketika berkultivasi Lien Feng kuat untuk tidak makan sampai satu bulan lebih.
Di sisi lain Sun Welian tampak asik memakan semua makanan yang berada di hadapannya, saat ini Sun Welian yang sudah merasa sangat dekat dengan Lien Feng, dia pun makan di depan Lien Feng tanpa merasakan canggung, sedangkan Lien Feng yang melihat kekasihnya makan dengan sangat lucu membuat Lien Feng hanya bisa menggelengkan kepalanya dan tersenyum kecil.
Hal itu terjadi bukan tanpa sebab karena Lien Feng melihat Sun Welian makan seperti anak kecil yang baru belajar makan, tampak beberapa noda makanan tercipta di kedua pipi Sun Welian, hal tersebutlah yang membuat Lien Feng dari tadi tak berhenti untuk tersenyum.
'' Lian'er makanlah dengan pelan pelan, tak ada yang akan merebut makananmu tenang saja. ''
Ucap Lien Feng dengan nada sedikit menggoda kepada Sun Welian, sedangkan Sun Welian tampak cuek dan tak memperdulikan perkataan dari Lien Feng, karena selama ini Sun Welian yang hidup di lingkungan kekaisaran tak pernah bisa makan sebebas itu, semua hal yang dilakukan oleh Sun Welian sudah terikat oleh peraturan yang berada di Kekaisaran Sun.
Hal tersebutlah yang membuat Sun Welian memutuskan untuk pergi dari lingkungan kekaisaran dan memutuskan untuk mendaftarkan diri menjadi murid di Akademi Kekaisaran Sun.
Beberapa saat kemudian Lien Feng dan juga Sun Welian terlihat sudah menyelesaikan acara makan mereka, Lien Feng mengambil sepotong kain yang berada di dalam kantong bajunya, dia pun mengelap pipi Sun Welian yang terdapat banyak noda makanan.
Seketika wajah Sun Welian tampak merah merona, dia sangat merasa malu ketika dia menyadari bahwa banyak noda makanan di wajahnya, tetapi sikap Lien Feng yang sangat hangat kepada dirinya membuat Sun Welian pun hanya terdiam saja.
'' Feng'er kapan kau akan memperkenalkanku kepada kedua orang tuamu, atau mungkin kau tak berniat memperkenalkan ku dengan orang tuamu. "
Ucap Sun Welian dengan ekspresi wajah yang tampak lesu, Lien Feng yang mendapati pertanyaan tersebut dari Sun William pun hanya tersenyum kecil.
" Setelah kita menyelesaikan turnamen di tempat ini, aku akan mengajakmu untuk berkunjung ke kediaman kedua orang tuaku dan aku akan memperkenalkan mu dengan ayah dan ibuku serta beberapa saudara dekat ku di sana nanti. "
Lien Feng berkata sambil menatap kedua mata Sun Welian, sedangkan Sun Welian yang mendapatkan tatapan seperti itu dari Lien Feng, membuat wajahnya menjadi semakin merah merona dan tubuhnya terasa tak bisa untuk digerakkan.
__ADS_1
Setelah Lien Feng menyampaikan apa yang harus disampaikan kepada Sun Welian, mereka berdua pun akhirnya pergi meninggalkan tempat tersebut.
Sun Welian lebih memilih untuk kembali ke kamarnya, karena badannya sudah terasa sangat tidak nyaman, dia ingin secepatnya untuk mandi, sedangkan Lien Feng lebih memilih untuk berjalan jalan di sekitar wilayah Akademi Bambu Perak.
Ketika Lien Feng sedang melewati sebuah lorong yang cukup gelap, tiba tiba saja dari arah belakang muncul lima buah pisau terbang melesat ke arah Lien Feng dengan sangat cepat, tetapi karena Lien Feng memiliki indra persepsi yang sangat kuat, maka dengan mudah dia dapat menghindari semua pisau terbang yang melesat ke arahnya.
'' Keluarlah jangan menjadi seorang pengecut, atau aku tidak akan sungkan kepada kalian. ''
Ucap Lien Feng dengan nada bicara yang sangat santai, tak lama muncul lima orang berpakaian serba hitam serta menggunakan penutup wajah dari arah belakang dan juga dari arah depan Lien Feng.
Seketika mereka kembali menyerang Lien Feng dengan menggunakan senjata belati di tangan mereka masing masing, tetapi tidak ada satupun dari serangan mereka berlima yang mampu mengenai Lien Feng.
Perbedaan tingkat kultivasi sangat terlihat jelas, semua serangan dari kelima orang berpakaian serba hitam tersebut terlihat sangat mudah untuk dihindari oleh Lien Feng yang memiliki kultivasi di tingkat Petarung Kaisar Bintang Tujuh.
Lien Feng menciptakan sebuah pedang dengan menggunakan kekuatan elemen es yang dia kuasai, seketika hawa dingin pun menyelimuti seluruh tempat tersebut, kelima orang yang menggunakan pakaian serba hitam serta penutup wajah pun terlihat menjadi panik.
'' Cepat katakan siapa yang menyuruh kalian berlima datang ke sini dan menyerangku, sebelum aku berubah pikiran dan memutuskan untuk memisahkan kepala dari badan kalian saat ini juga.''
Lien Feng berkata sambil melangkahkan kakinya menuju ke arah ke lima orang yang saat ini sudah tak bisa bergerak sama sekali.
'' Ka..kami semua adalah orang-orang suruhan dari tuan muda Lie Bay, kamu berlima diperintahkan untuk membunuhmu malam ini juga.''
Ucap salah satu dari kelima orang yang saat ini sudah tepat berada di hadapan Lien Feng, Lien Feng hanya tersenyum sinis mendengar ucapan dari pria paruh baya yang berada di hadapannya.
__ADS_1
'' Paman Chizuya tolong bereskan mereka berlima, jangan sampai meninggalkan jejak sedikitpun di tempat ini."
Setelah Lien Feng menghentikan ucapannya, tampak sesosok pria mengenakan jubah berwarna hitam muncul dari balik kegelapan, pria tersebut tak lain adalah Chizuya.
Chizuya dari tadi memang sudah berada tak jauh dari tempat Lien Feng berada, tetapi dia hanya diam dan terus memperhatikan pertarungan antara Lien Feng dan kelima orang pembunuh bayaran tersebut.
Karena Chizuya sangat yakin bahwa Lien Feng dapat mengatasi kelima orang tersebut dengan sangat mudah, dan memang benar apa yang menjadi dugaan dari Chizuya.
Setelah Lien Feng memberikan perintah pada Chizuya, dia pun segera berjalan meninggalkan tempat tersebut, sedangkan Chizuya yang masih berada di tempat tersebut langsung melaksanakan tugas yang diberikan oleh Lien Feng, dia menggunakan pedang di tangan kanannya untuk menebas kelima kepala pembunuh bayaran yang kini sudah tak bisa bergerak sama sekali,
'' Crash ... Crash.. Crash. ''
Seketika kelima pembunuh bayaran tersebut pun sudah terjatuh terkapar di atas tanah dengan kondisi yang sangat mengenaskan, Chizuya segera memasukkan mayat kelima orang tersebut ke dalam cincin penyimpanan miliknya, dan dia juga segera membersihkan bercak darah serta sisa sisa pertarungan di tempat tersebut.
Setelah semua dirasa aman dan tak terdapat sedikitpun jejak pertarungan di tempat tersebut, Chizuya segera pergi meninggalkan tempat tersebut, saat ini Chizuya sedang melesat ke arah bukit yang berada di belakang Akademi Bambu Perak, dia akan segera memusnahkan kelima mayat yang saat ini masih berada di dalam cincin penyimpanan miliknya.
Sedangkan di tempat lain terlihat Lien Feng sedang duduk bersila di dalam kamarnya, dia sedang berusaha menyerap energi alam yang berada di tempat tersebut dan selain itu Lien Feng juga sedang mengasah Indra persepsinya.
.
..
...
__ADS_1
....
TERIMAKASIH BANYAK UNTUK SEMUA YANG SUDAH MEMBERIKAN DUKUNGAN LIKE, KOMENT, HADIAH DAN JUGA VOTE NYA.