Pendekar Langit Dan Bumi

Pendekar Langit Dan Bumi
Zirah Armor Dewi Angin


__ADS_3

Tidak berselang lama muncul cahaya berwarna keemasan dari arah gumpalan asap yang berada diatas arena pertarungan, setelah gumpalan asap tersebut mulai memudar terlihat sesosok wanita muda melayang diatas arena pertarungan.


Wanita muda tersebut menggunakan sebuah Zirah Armor Spirit berwarna putih keperakan, Lien Feng tampak mengerutkan kening nya dan menatap sosok wanita tersebut dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.


" Lien Zia ?? "


Seketika sebuah senyuman tipis pun tercipta di bibir Lien Feng, ketika mengetahui sosok wanita muda yang menggunakan Zirah Armor Spirit tersebut adalah Lien Zia.


Lien Feng segera menelisik kekuatan spiritual Lien Zia, seharusnya jika seorang kultivator menggunakan sebuah Zirah Armor Spirit, maka kekuatannya akan meningkat dua kali lipat atau setara dengan naik satu sampai dua tingkat, diatas tingkatan sebenarnya.


'' Hmmmmmm ''


'' Ternyata benar, kekuatan Lien Zia saat ini sudah naik dua tingkat diatas tingkatan sebelumnya, seharusnya Lien Zia bisa mengalahkan musuhnya dengan sangat mudah dengan kekuatan spiritualnya saat ini. "


Gumam Lien Feng dalam hatinya, sedangkan di atas arena pertarungan, Xiao Tian terlihat cukup terkejut melihat perubahan dari lawan bertarungnya, walaupun saat ini Xiao Tian mengetahui jika lawannya sudah berada di atas tingkatannya, akan tetapi hal tersebut tidak membuat Xiao Tian goyah.


Xiao Tian mengeratkan genggaman pedang yang berada di tangan kanannya dan bersiap untuk segera menyerang ke arah Lien Zia, hal yang sama pun dilakukan oleh Lien Zia yang saat ini tampak sedang mengeratkan genggaman pedang yang berada di tangan kanannya.


Xiao Tian segera melesat ke arah Lien Zia, sedangkan di sisi lain Lien Zia yang menyadari pergerakan dari lawannya, dia pun segera mengayunkan pedang yang berada di tangan kanannya, tampak sebuah siluet bayangan pedang melesat dengan sangat cepat ke arah Xiao Tian yang saat ini sudah semakin mendekat ke arah Lien Zia.


'' Booooommmmm ''


Xiao Tian berhasil menangkis serangan dari Lien Zia menggunakan pedang yang berada di tangannya, akan tetapi karena jarak nya yang cukup dekat ketika menerima serangan tersebut, membuat Xiao Tian terpental sejauh beberapa langkah.


Xiao Tian segera bangkit dari posisinya yang sebelumnya terduduk akibat terpental karena menahan serangan dari Lien Zia, tiba-tiba saja saat ini Lien Zia sudah berada di hadapan Xiao Tian, dan terlihat Lien Zia yang bersiap untuk menyerang Xiao Tian.


"Ting..Ting....Ting.''


Suara dentingan pedang terdengar sangat jelas di telinga semua orang yang berada di tempat tersebut, gerakan dari Lien Zia yang semakin cepat daripada sebelumnya membuat Xiao Tian cukup kewalahan.


Tampak beberapa luka sayatan tercipta di tubuh Xiao Tian, Lien Zia yang menyadari pergerakan dari lawannya yang semakin melambat, membuat Lien Zia berniat untuk segera mengakhiri pertarungan.


'' Teknik Pedang Dewi Angin Tingkat Akhir ''

__ADS_1


Lien Zia menebaskan pedangnya ke arah Xiao Tian berapa kali, sebuah pusaran angin tercipta di atas arena pertarungan, dari pusaran angin tersebut muncul ribuan bayangan pedang berwarna putih transparan seperti angin melesat dengan sangat cepat ke arah Xiao Tian.


Xiao Tian segera mengeluarkan teknik andalan nya untuk menangkis serangan tersebut, akan tetapi hal tersebut hanya berakhir sia-sia saja.


" Duaarrr "


" Duarrrr "


" Duarrrr "


" Boommmm "


Asap yang sangat tebal tercipta di atas arena pertarungan dan membumbung cukup tinggi, setelah asap tersebut mulai memudar tampak sesosok tubuh sudah tergeletak di atas arena pertarungan, sosok tubuh disebut tak lain adalah Xiao Tian.


Xiao Yuzen segera naik ke atas arena pertarungan dan mengecek kondisi Xiao Tian, setelah memastikan Xiao Tian masih hidup, Xiao Yuzen segera mengumumkan bahwa pemenang dalam pertarungan tersebut adalah Lien Zia.


Lien Zia segera bergegas turun dari arena pertarungan, setelah namanya dinyatakan sebagai pemenang dalam pertarungan tersebut.


Xiao Yuzen segera menyebutkan dua nama peserta yang akan bertarung selanjutnya di atas arena pertarungan, setelah dua nama peserta disebut, tak berselang lama kedua peserta tersebut berlangsung naik ke atas arena pertarungan.


Pertarungan kedua hingga pertarungan kesembilan berlangsung dengan cukup cepat, saat ini tiba lah untuk pertarungan penutup atau pertarungan ke sepuluh.


Xiao Yuzen segera menyebutkan dua nama peserta yang akan bertarung di atas arena pertarungan sebagai pertarungan penutup pada turnamen hari kedua.


" Lien Xixi perwakilan dari Akademi Kekaisaran Sun akan bertarung melawan Lei Wing perwakilan dari Akademi Kekaisaran Xiao. "


Setelah namanya disebut Lien Xixi langsung melesat ke arah arena pertarungan, dan tak butuh waktu lama Lien Xixi sudah berada di atas area pertarungan, begitu juga dengan Lei Wingza yang saat ini juga sudah berada di atas arena pertarungan.


Keduanya segera membungkukkan badan secara bersama-sama untuk memberikan penghormatan masing-masing, setelah itu mereka pun saling menyerang dengan menggunakan teknik andalan mereka masing-masing.


Lien Xixi bertarung dengan menggunakan pedang pemberian dari Lien Feng, pedang berwarna hitam pekat dan mengeluarkan aura yang sangat pekat, pedang tersebut adalah pedang bayangan, salah Satu pedang peninggalan dari guru nya yang disimpan di Paviliun Bumi.


" Ting ... Ting . Ting "

__ADS_1


Suara dentingan pedang yang tercipta akibat benturan dari kedua pedang yang saling beradu, terdengar sangat jelas oleh semua orang yang berada di tempat tersebut.


Lien Xixi dan Lei Wingza berada di tingkatan kultivasi yang sama, hal tersebut membuat Lien Xixi harus benar benar fokus dalam bertarung, jika sampai Lien Xixi memberikan celah saat bertarung, maka sudah dapat dipastikan, Lien Xixi akan kalah dalam pertarungan kali ini.


Lien Xixi mundur beberapa langkah menjauh dari Lei Wingza, setelah itu Lien Xixi bersiap untuk mengeluarkan Teknik Sembilan Pedang Tingkat Akhir, teknik sembilan pedang adalah teknik andalan milik klan Lien, tetapi ada yang berbeda dengan teknik yang akan dikeluarkan oleh Lien Xixi saat ini, karena Lien Xixi akan menyatukan Ternik tersebut dengan aura dari pedang bayangan.


Seketika muncul sembilan siluet bayangan pedang berselimut aura berwarna hitam pekat melesat dengan cepat kearah Lei Wingza, dengan sangat sigap Lei Wingza pun berusaha menangkis dan juga menghindar dari sembilan siluet bayangan pedang tersebut.


Lei Wingza melakukan gerakan memutar sambil mengayun pedang nya. dan memastikan semua siluet bayangan pedang tersebut berhasil dia tangkis menggunakan pedang nya.


Lei Wingza membelakan matanya, ternyata siluet pedang tersebut bukan berjumlah sembilan tetapi ada delapan belas, jadi setiap bayangan pedang yang di selimuti aura gelap pekat itu tidak menjadi satu.


Melainkan seperti dua pedang yang di tumpang menjadi satu, jadi ketika pedang yang pertama sudah ditangkis bayangan pedang kedua baru terlihat.


" Boommmm "


" Booommm "


" Boommmm "


Beberapa suara ledakan terdengar cukup keras diatas arena pertarungan, asap hitam pun tercipta di sekitar area ledakan, setelah asap hitam mulai memudar tampak sesosok tubuh pemuda masih berdiri diatas arena dengan menjadikan pedang ditangan nya sebagai tumpuan untuk berdiri.


Banyak luka tercipta di tubuh pemuda tersebut, meskipun saat ini kondisi Lei Wingza sudah melemah akibat serangan telak dari Lien Xixi, tetapi Lei Wingza tak ingin untuk menyerah dalam pertarungan.


Lien Xixi menelisik kondisi lawan bertarungnya, dan tak lama sebuah senyuman kecil tercipta di bibirnya.


.


..


...


....

__ADS_1


TERIMAKASIH BANYAK UNTUK SEMUA YANG SUDAH MEMBERIKAN DUKUNGAN LIKE, KOMENT, HADIAH DAN JUGA VOTE NYA.


__ADS_2