
.
Saat ini Lien Feng dan yang lainnya sudah memasuki kawasan wilayah Kekaisaran Xiao, tampak suasana di Kekaisaran Xiao terlihat masih ramai dan masih banyak orang berlalu lalang, padahal hari sudah mulai sore dan sebentar lagi akan menjelang malam.
Lien Feng dan kesembilan orang teman-temannya serta ketua bandit hutan terlihat memperlambat kecepatan melesat mereka karena di tempat yang ramai seperti ini mereka tidak mungkin bisa melesat dengan bebas, mereka bisa saja menabrak orang yang sedang berlalu-lalang di tempat tersebut.
" Paman siapa namamu, sedari tadi aku belum sempat untuk bertanya siapa nama paman? "
Ucap Lien Feng dengan nada bicara yang ramah, dia berkata sambil terus melangkahkan kakinya, sementara ke sembilan orang teman-teman Lien Feng hanya menyimak dengan seksama, pertanyaan dari Lien Feng kepada pria paruh baya yang berada di depan mereka.
" Perkenalkan Tuan muda, nama saya Chizuya, saya berasal dari salah satu klan yang berada di Kekaisaran Xiao yaitu klan Chi."
Pria paruh baya yang memperkenalkan namanya sebagai Chizuya berkata sambil membungkukkan badannya, terlihat ada sebuah raut kesedihan diekspresi wajah pria paruh baya tersebut saat memperkenalkan siapa namanya dan berasal dari klan mana, sepertinya ada sebuah cerita pahit dibalik asal usul kenapa pria paruh baya tersebut bisa menjadi seorang bandit di kawasan hutan kematian bagian timur.
Saat ini Lien Feng dan ke dan teman temannya sudah berada di kota Luan, kota Luan adalah kota paling terluar dari Kekaisaran Xiao, karena kota Luan merupakan kota yang berbatasan langsung dengan hutan kematian yang merupakan hutan pemisah antara Kekaisaran Xiao dan juga kekaisaran Sun.
Seperti di kota kota lainnya, saat hendak memasuki gerbang utama kota Luan, ada beberapa penjaga yang menanyakan maksud dan tujuan mereka memasuki kota Luan dan bukan hanya itu saja mereka juga meminta sejumlah beberapa keping koin koin emas ketika mereka bersebelas hendak masuk ke dalam wilayah kota Luan.
Saat ini Lien Feng dan kesepuluh orang lain terus melesat kearah Akademi Bambu Perak berada, karena di Akademi tersebutlah turnamen antar Akademi tahun ini diselenggarakan.
Untuk sampai di Akademi Bambu Perak setidaknya Lien Feng harus terus melesat dan meninggalkan kota Luan karena Akademi bambu perak berada di sebuah bukit yang berada tepat di wilayah paling timur dari kota Luan.
Setelah cukup lama melesat akhirnya Lien Feng dan ke sepuluh orang lainnya sudah sampai di sebuah hutan bambu yang sangat lebat, bukit di sekitar Akademi Bambu Perak memang terdapat sebuah hutan bambu yang sangat lebat, hal tersebut yang membuat letak Akademi Bambu Perak cukup tersembunyi dan tidak mudah ditemukan oleh sembarangan orang, setidaknya jika akan menuju ke Akademi Bambu Perak mereka harus mengikuti peta khusus yang telah dibuat oleh pihak Akademi Bambu Perak.
Jika tidak memiliki peta tersebut sudah dipastikan orang yang akan datang menuju Akademi Bambu Perak tidak akan pernah sampai karena mereka akan bingung dan tersesat di hutan bambu yang lebih mirip dengan sebuah labirin.
Ketika sedang menyusuri wilayah hutan bambu, tiba tiba saja muncul ratusan jarum berwarna putih keperakan melesat dengan sangat cepat ke arah Lien Feng dan teman temannya.
Lien Feng yang memiliki indra persepsi yang sangat tajam dan kebetulan dia berada di barisan paling depan, Lien Feng pun segera menggunakan kekuatan elemen es nya untuk membuat sebuah kubah pelindung yang cukup tebal, ratusan jarum perak yang tadi melesat dengan sangat cepat ke arah Lien Feng dan teman temannya pun, saat ini sudah menancap semua di kubah pelindung yang Lien Feng ciptakan, tak ada satupun jarum perak yang berhasil menembus kubah es milik Lien Feng.
__ADS_1
Tak lama muncul lima belas orang menggunakan pakaian serba hitam dan juga penutup muka dari balik lebatnya hutan bambu.
" Cepat serahkan semua barang bawaan milik kalian, kalian pikir kami tidak bisa menghancurkan kubah es yang melindungi kalian. "
Ucap seorang pemuda yang memiliki tubuh kekar dan muka yang cukup garang, Lien Feng segera menghilangkan kubah pelindung yang dia ciptakan sebelumnya dan saat ini terlihat Lien Feng dan teman temannya serta Chizuya sudah bersiap dengan senjata di tangan mereka masing masing.
Ekspresi pemuda berbadan kekar yang sebelumnya tampak biasa biasa saja, kini terlihat cukup serius ketika melihat di antara kesebelas orang yang dia sergap ternyata ada Chizuya, sang ketua dari bandit hutan larangan bagian timur.
Di wilayah Kekaisaran Xiao antara para bandit dan pembunuh bayaran serta para perampok sudah cukup mengenal satu sama lain karena mereka telah sepakat dengan wilayah kekuasaan mereka masing masing, yang sudah dibagi dan disepakati saat diadakannya rapat Asosiasi Hitam yang berada di Kekaisaran Xiao.
" Hei pak tua, kenapa kau datang ke wilayah kekuasaanku, kau masih ingat kan kalau wilayah hutan bambu ini adalah wilayah kekuasaan milik bandit Serigala Hutan. "
Sang pemuda berbadan kekar berkata sambil memberikan sebuah aba aba kepada para anak buahnya untuk segera menyerang ke sebelas orang yang berada di hadapan mereka, setelah melihat aba aba dari ketua mereka, semua anggota bandit Serigala Hutan pun segera menyerang ke arah Lien Feng dan teman temannya.
Tak hanya tinggal diam saja Lien Feng juga memberikan perintah kepada teman temannya untuk segera bertarung, kesepuluh orang yang berada di pihak Lien Feng pun langsung melesat ke arah segerombolan bandit Serigala Hutan yang sedang melesat ke arah mereka.
Suara dentingan pedang terdengar cukup keras, pertarungan berlangsung dengan cukup sengit, sedangkan Lien Feng masih berdiri di tempatnya, dia menatap tajam ke arah pemuda berbadan kekar yang berada di hadapannya, Lien Feng merasakan aura yang sangat gelap pekat dari dalam tubuh pemuda berbadan kekar yang berada di hadapannya.
" Hmmmmm. "
" Ternyata dia adalah seorang Kultivator kegelapan. "
Gumam Lien Feng dalam hatinya ketika dia selesai mengamati dan menelisik sosok pemuda yang berada di hadapannya yang akan menjadi lawan nya.
Tanpa berpikir panjang Lien Feng langsung mengeluarkan pedang langit dari dalam cincin penyimpanannya, dia segera melesat dan menyerang ke arah pemuda berbadan kekar di hadapannya, sang pemuda berbadan kekar pun tak hanya diam saja dia segera mengambil pedang dari belakang punggungnya.
Sang pemuda berbadan kekar segera mengeratkan genggaman pada pedang yang berada di tangan kanannya, dia juga menyelimuti pedang tersebut dengan sebuah energi berwarna hitam pekat.
" Ting .. Ting .. Ting. "
__ADS_1
Suara dentingan pedang terdengar sangat keras dan juga ritmenya sangat cepat, ternyata pemuda berbadan kekar yang menjadi lawan Lien Feng juga berada di tingkat Kultivator Petarung Kaisar.
Setelah bertukar beberapa jurus, sang pemuda berbadan kekar mundur beberapa meter dari tempat pertarungan, terlihat dia sedang membacakan sebuah mantra yang cukup asing di telinga Lien Feng dan tak lama muncul sebuah asap tebal dan perlahan asap tebal tersebut membentuk dua sosok yang sangat mirip dengan pemuda berbadan kekar tersebut.
Lien Feng yang melihat hal tersebut cukup terkejut, tetapi hal tersebut tak berlangsung lama, kini tampak sebuah senyuman kecil terukir di bibir Lien Feng.
Walaupun terlihat sangat mirip dan sama tetap saja itu hanya sebuah bayangan, berbeda dengan teknik tubuh bayangan pengganti milik Lien Feng yang jelas jelas setiap bayangan yang diciptakan oleh Lien Feng memiliki unsur energi pembentuk masing masing, berbeda dengan bayangan yang diciptakan oleh lawan Lien Feng yang hanya bisa membuat sebuah bayangan kosong yang tidak memiliki unsur energi pembentuk.
Ketiga sosok ya terlihat sangat mirip tersebut segera menyerang Lien Feng dengan serempak, tetapi hal tersebut tak membuat Lien Feng kerepotan, bahkan Lien Feng terlihat sangat tenang saat menghadapi semua serangan serangan dari lawannya.
" Teknik Formasi Dunia Es "
Lien Feng segera menciptakan sebuah formasi dunia es, saat ini Lien Feng dan juga pemuda berbadan kekar serta kedua bayangannya sudah berada di sebuah formasi dunia es milik Lien Feng, suhu di dalam dunia formasi yang sangat dingin membuat pemuda berbadan kekar tersebut harus menggunakan kekuatannya untuk menormalkan suhu tubuhnya.
Lien Feng yang melihat hal tersebut tak hanya tinggal diam, disaat lawannya sedang berusaha untuk menormalkan suhu tubuhnya, Lien Feng pun segera melesat dan menyerang ke arah pemuda berbadan kekar dan kedua bayangannya.
" Crash "
Kedua bayangan yang sangat mirip dengan pemuda berbadan kekar pun tertebas menjadi dua bagian dan tak lama kedua sosok tersebut pun menghilang dari pandangan Lien Feng, sementara sosok pemuda berbadan kekar berhasil menghindari serangan dari Lien Feng.
.
..
...
....
TERIMAKASIH BANYAK UNTUK SEMUA YANG SUDAH MEMBERIKAN DUKUNGAN LIKE, KOMENT, HADIAH DAN JUGA VOTE NYA.
__ADS_1