
.
Lien Feng dan kesembilan orang lainnya memilih pergi ke Kekaisaran Xiao melalui rute dari desa Finix dan setelah itu mereka akan melewati hutan perbatasan antara Kekaisaran Sun dan kekaisaran Xiao.
Jika lewat rute tersebut setidaknya Lien Feng dan ke sembilan orang temannya akan sampai di Kekaisaran Xiao dalam waktu yang lebih cepat, karena jalur tersebut merupakan jalan pintas yang biasa di lalui para kultivator yang merupakan penduduk perbatasan antara Kekaisaran Sun dan juga Kekaisaran Xiao.
Tetapi jalur tersebut juga cukup beresiko karena harus melewati hutan kematian bagian timur, selain bisa bertemu kawanan Beast disana, tak jarang juga banyak yang bertemu bandit hutan penguasa wilayah tersebut yang tak segan untuk membunuh dan merampas semua harta bawaan orang yang melewati wilayah tersebut.
Tempat diadakannya turnamen berada tak terlalu jauh dari Akademi Kekaisaran Sun, hal tersebutlah yang membuat kemungkinan besar mereka bersepuluh tidak akan telat sampai ke tempat turnamen.
Saat ini Lien Feng dan ke sembilan teman temannya sudah melewati batas wilayah desa Finix dan sebentar lagi akan memasuki wilayah hutan kematian, sejauh ini tidak ada halangan di sepanjang perjalanan mereka, tetapi tak tahu nanti apa yang akan terjadi jika mereka sudah memasuki wilayah hutan kematian bagian timur.
Lien Feng dan ke sembilan teman temannya selalu bersiap, jadi jika sewaktu waktu akan ada serangan mendadak dari para Beast yang tinggal di kawasan hutan kematian bagian timur ataupun kemungkinan terburuknya mereka akan di hadang oleh kelompok bandit penguasa wilayah tersebut mereka tidak akan terkejut.
Jika memang mereka harus bertemu dengan kelompok bandit yang menguasai wilayah tersebut, maka mau tidak mau Lien Feng dan ke sembilan teman temannya harus melawan, selain untuk melawan juga sekalian mereka membersihkan wilayah tersebut dari kawanan bandit yang sudah meresahkan para penduduk yang melewati tempat tersebut.
Saat ini Lien Feng dan teman temannya sudah memasuki hutan kematian bagian timur, setelah masuk lebih dalam ke wilayah hutan tersebut, belum tampak ada serangan dari para Beast yang tinggal di tempat tersebut, ataupun tanda tanda bandit hutan penguasa wilayah tersebut akan muncul.
Setelah cukup jauh memasuki hutan kematian bagian timur tampak ada hal yang aneh di sekitar tempat tersebut, Lien Feng pun segera menghentikan ke sembilan orang teman temannya yang sedang melesat di belakangnya.
" Berhenti!! "
" Aku merasakan firasat yang tidak enak di tempat ini, kalian tunggu dulu sebentar, aku akan segera mengecek tempat ini, aku takut ada jebakan atau yang lainnya di tempat ini. "
Setelah berkata Lien Feng langsung memeriksa semua tempat yang berada di sekitar nya tersebut, ternyata kecurigaan Lien Feng benar, di tempat tersebut banyak terdapat jebakan jebakan yang sengaja disiapkan oleh bandit hutan penguasa hutan kematian bagian timur.
Lien Feng pun tersenyum sinis dan tak lama dia menggunakan kekuatan spiritualnya, Lien Feng menciptakan sebuah pusaran energi terbentuk seperti bola di telapak tangan kanan nya, semakin lama pusaran energi tersebut semakin besar, setelah dirasa cukup Lien Feng langsung melesatkan pusaran energi tersebut tepat ke arah sebidang tanah yang berada di hadapannya.
" Boomm "
__ADS_1
Suara ledakan yang cukup keras terdengar, ketika pusaran energi tersebut berjarak dua jengkal tangan sebelum menyentuh tanah, ternyata di tempat tersebut terdapat sebuah formasi kalajengking, di mana setiap orang yang melangkahkan kakinya di atas formasi tersebut maka akan segera tak sadarkan diri ataupun keracunan.
Tak lama Lien Feng kembali melesat kan pusaran energi yang berada di tangannya ke arah beberapa pohon yang berada tak jauh dari tanah yang sebelumnya di tanami formasi kalajengking.
" Boommm "
Suara ledakan yang cukup keras pun terdengar beberapa kali, pohon besar yang terkena pusaran energi dari Lien Feng langsung tumbang dan ternyata di dalam pohon tersebut terdapat sebuah mekanisme di mana ketika target sudah berada sejajar dengan pohon tersebut maka ribuan anak panah akan melesat secara cepat ke arah orang yang berada tepat dan sejajar dengan pohon tersebut.
Setelah Lien Feng memeriksa semua tempat yang menurutnya mencurigakan dan Lien Feng sudah memastikan semuanya aman, Lien Feng segera memberikan komando kepada teman temannya untuk kembali melanjutkan perjalanan dan meninggalkan tempat tersebut, tak lupa Lien Feng kembali memberikan arahan kepada teman teman agar tetap selalu waspada, karena kemungkinan masih ada jebakan lain di tempat yang berada tak jauh dari tempat tersebut.
Lien Feng dan kesembilan orang teman temannya segera melesat meninggalkan tempat tersebut, karena perjalanan ke kaisaran Xiao masih lumayan jauh dari tempat tersebut, jika mereka bersepuluh tidak segera keluar dari wilayah hutan kematian bagian timur dan memasuki wilayah Kekaisaran Xiao, bisa saja mereka semua akan telat saat melakukan pendaftaran di turnamen antar Akademi yang diselenggarakan di Kekaisaran Xiao.
Baru melesat sekitar seribu langkah, tiba tiba saja ada dua puluh orang yang menghadang Lien Feng dan teman temannya, jika diperhatikan dari pakaian dan juga golok yang berada di tangan mereka, sudah dapat dipastikan jika dua puluh orang tersebut adalah bandit hutan penguasa tempat tersebut.
" Sudah kuduga, mau tidak mau aku dan teman temanku memang harus melawan para bandit bandit tersebut, karena bagaimanapun wilayah ini adalah wilayah mereka sangat sulit bagiku dan teman temanku untuk melewati tempat ini tanpa bertemu dengan mereka. "
Gumam Lien Feng dalam hatinya, setelah itu Lien Feng segera mengeluarkan pedang langit dari dalam cincin penyimpanannya karena Lien Feng tidak ingin membuang buang waktu dengan terlalu lama bertarung melawan dua puluh orang bandit hutan yang kultivasi nya masih dibawah Lien Feng.
" Kalian semua tunggulah di sini, aku akan segera menyelesaikan bandit hutan penguasa tempat ini dengan cepat. "
Ucap Lien Feng sambil melesat ke arah dua puluh orang yang berada di hadapannya.
"Teknik Pedang Langit Tingkat Satu "
Lien Feng segera menebaskan pedangnya ke arah dua puluh orang yang berada di hadapannya, seketika sebuah siluet bayangan pedang yang cukup besar tercipta, dan melesat dengan sangat cepat ke arah dua puluh orang yang berada dihadapan nya.
" Boommm "
Sebuah ledakan yg cukup besar tercipta, tampak dari dua puluh orang tersebut hanya tersisa satu orang saja yang masih bisa menyelamatkan diri, sedangkan ke sembilan belas orang lainnya tampak sudah tergeletak tak bernyawa, kalau dilihat dari tingkat kultivasinya sudah dapat dipastikan satu orang yang berhasil selamat tersebut adalah pemimpin dari kelompok bandit hutan tersebut.
__ADS_1
Raut wajah pria paruh baya yang kini berada di hadapan Lien Feng tampak pucat, dia melihat di sekelilingnya tampak sembilan belas orang anak buahnya sudah tergeletak tak bernyawa hanya dalam satu kali serangan saja dari seorang pemuda misterius yang berada di hadapannya.
" Jika aku bertarung dan melawan pemuda tersebut, pasti dia dapat membunuhku dengan mudah, aku tidak mau mati sia sia di tempat ini, aku harus mencari cara agar bisa pergi dari tempat ini dengan selamat. "
Gumam pria paruh baya dalam hatinya, seketika sang pria paruh baya langsung membungkukkan badan dan meminta ampun kepada Lien Feng, dia meminta agar Lien Feng tak membunuhnya dan membiarkan dia tetap hidup dan pria paruh baya juga bersedia untuk menjadi budak Lien Feng.
Lien Feng memperhatikan dengan teliti pria paruh baya yang berada di hadapannya jika dilihat dengan seksama tingkat kultivasi dari pria tersebut tidaklah rendah, setidaknya dia berada di tingkat Kultivator Petarung Senior Bintang Sembilan akhir.
Tetapi Lien Feng juga khawatir jika pria paruh baya tersebut tetap dibiarkan hidup, tak menutup kemungkinan pria tersebut akan membentuk kelompok bandit baru di wilayah tersebut dan akan kembali melakukan perampokan serta pembunuhan kepada setiap orang yang datang melewati tempat tersebut.
Karena Lien Feng sedang terburu buru dan tak ingin terlalu lama berada di tempat tersebut, akhirnya dia memutuskan untuk mengampuni pria paruh baya tersebut, tetapi Lien Feng tak membiarkan pria paruh baya tersebut berada di wilayah hutan kematian bagian timur.
Lien Feng meminta pria paruh baya tersebut untuk pergi bersama Lien Feng dan ke sembilan orang temannya, bukan tanpa alasan, Lien Feng melakukan hal tersebut karena dia melihat dari segi pengalaman pria paruh baya tersebut, dia pasti sudah hafal betul dengan seluk beluk hutan kematian bagian timur.
Lien Feng meminta sang pria paruh baya untuk berjalan di depan untuk menunjukkan arah tercepat untuk keluar dari hutan tersebut.
Tak mau mengambil resiko, Lien Feng menyuruh sang pria paruh baya untuk memakai cincin pengikat kultivasi agar selama dalam perjalanan pria paruh baya tersebut tidak akan berbuat macam macam, apalagi sampai membahayakan Lien Feng dan teman-temannya.
Tak lama Lien Feng dan ke sembilan orang temannya serta ketua bandit hutan pergi meninggalkan tempat tersebut, mereka terus menyusuri wilayah hutan kematian sebelah timur semakin dalam.
Karena mendapatkan arahan dari pria paruh baya sang pemimpin kelompok bandit hutan, akhirnya saat ini Lien Feng dan ke sembilan orang temannya sudah berhasil keluar dari wilayah hutan kematian dengan lebih cepat dan tanpa kendala apapun.
.
..
...
....
__ADS_1
TERIMAKASIH BANYAK UNTUK SEMUA YANG SUDAH MEMBERIKAN DUKUNGAN LIKE, KOMENT, HADIAH DAN JUGA VOTE NYA.