
.
Lien Feng pun menghentikan langkah kaki nya, dan membalikan badan nya kearah Sun Anmie,
" iya guru, apa ada yang bisa ku bantu "
Ucap Lien Feng dengan nada bicara santai dan tatapan matanya mengarah ke wajah Sun Anmie.
'' Duduklah, ada yang ingin aku tanyakan padamu. "
Sun Anmie pun melanjutkan ucapannya setelah Lien Feng duduk tepat di hadapannya.
'' Apa kau sebelumnya sudah pernah membuat sebuah Pill?"
'' jika aku perhatikan dari caramu membuat Pill dan caramu memasukkan tamanan herbal satu persatu secara benar, aku yakin kau sudah pernah membuat sebuah Pill sebelum nya. "
Ucap Sun Anmie dengan ekspresi penasaran, yang membuat Lien Feng mengerutkan kedua alisnya, dia tidak menyangka jika Sun Anmie akan memperhatikannya sedetail itu.
" Benar guru, aku memang sudah pernah membuat sebuah Pill sebelum nya, tapi itu pun hanya beberapa kali dan yang berhasil kubuat juga hanya sebatas Pill kultivasi tingkat satu dan Pill pemulihan tingkat satu. "
Ucap Lien Feng memberikan penjelasan pada gurunya.
Setelah mendengarkan penjelasan dari Lien Feng, sebuah senyuman kecil pun terukir di bibir Sun Anmie, meskipun yang dilakukan Lien Feng itu adalah sebuah prestasi bagi seorang pemula.
Tapi Lien Feng terlihat biasa biasa saja, tak nampak ada kesombongan di dalam dirinya, hal tersebut lah yang membuat Sun Anmie teringat akan pesan gurunya dahulu.
" Jangan pernah bangga ataupun menyombongkan dengan apa yang sudah kau capai saat ini, karena jika kau sudah bangga dengan apa yang kau capai saat ini, maka kau tidak akan pernah bisa menjadi orang yang berkembang. ''
" Kau memang harus bersyukur dengan apa yang sudah kau capai saat ini, tapi membanggakan diri sendiri dengan berlebihan itu adalah sebuah kebodohan, yang akan membuatmu hanya bisa berjalan di tempat saja. ''
Setelah menanyakan beberapa hal kepada Lien Feng, akhirnya Sun Anmie pun mempersilahkan Lien Feng untuk meninggalkan ruangan tersebut.
Setelah Lien Feng keluar dari Gedung Pilar Langit, Lien Feng berniat akan pergi ke kantin Akademi untuk mengisi perutnya yang sudah terasa lapar.
Baru saja berjalan sekitar tiga ratus langkah, tiba tiba dari arah samping ada tiga wanita yang menghentikan langkah kaki Lien Feng,
" Kak Lien Feng tunggu sebentar "
Lien Feng pun menghentikan langkah kakinya dan menoleh ke arah sumber suara berasal, Lien Feng mengerutkan kedua alisnya ketika melihat tiga wanita sedang berjalan ke arahnya.
" Kak Lien Feng mau ke mana? bolehkah kami mengikuti kegiatan kak Lien Feng hari ini, kami bertiga berasal dari kelas Alkemis. ''
Ucap salah satu dari ketiga wanita muda yang kini sudah berada di samping Lien Feng.
__ADS_1
Lien Feng pun menghela nafasnya, dia tidak menyangka di hari pertamanya di Akademi Kekaisaran Sun akan banyak kejadian tidak diduga seperti sekarang ini.
Lien Feng pun memikirkan sebuah cara, agar bisa terbebas dari ketiga wanita muda yang kini sudah berada di hadapannya, karena saat ini di hati Lien Feng sudah ada satu wanita yang membuatnya jatuh hati.
Dia tak mau kalau wanita pujaan hatinya melihat dirinya bersama dengan banyak wanita, karena hal itu mungkin akan membuat pujaan hatinya tak mau membuka hatinya untuk Lien Feng.
'' Maafkan aku, sepertinya kalian bertiga tak bisa mengikuti kegiatanku hari ini, karena aku akan pergi menemui panatua pertama. "
Mendengar kata Panatua pertama membuat ketiga wanita muda tersebut langsung kehilangan nyalinya, mereka pun hanya bisa terdiam ketika melihat Lien Feng yang berjalan meninggalkan mereka.
Lien Feng berjalan sambil mengeluarkan sebuah senyuman kecil di bibirnya, langkah kakinya pun terasa sangat ringan seperti dia sudah terbebas dari suatu masalah yang besar.
Tak lama Lien Feng sampai di depan kantin Akademi, dia pun segera masuk ke dalam kantin tersebut, dan memesan sebuah makanan dan minuman ke ibu kantin dan setelah itu dia berjalan ke arah meja yang sudah dia pesan.
Pandangan mata Lien Feng tiba tiba teralihkan ke arah wanita muda yang baru saja memasuki kantin, dan terlihat dia sedang memesan makanan di ibu kantin.
" Sun Welian, iya itu sepertinya benar benar dia. "
Gumam Lien Feng dalam hatinya sambil memandang ke arah wanita muda yang sedang berbicara dengan ibu kantin.
Setelah memesan makanan dan juga minuman Sun Welian pun berjalan ke arah meja yang sudah dia pesan, ketika baru berjalan beberapa langkah mata Sun Welian berbinar ketika melihat seseorang yang sedang dirindukannya.
Sejak kejadian waktu itu di dunia fantasi, entah mengapa Sun Welian sering memikirkan tentang Lien Feng.
" Apa aku boleh ikut duduk di sini? "
Ucap Sun Welian dengan nada canggung dan ekspresi wajah yang mulai memerah, ini adalah kali pertama dia makan satu meja dengan seorang laki laki yang sudah membuatnya jatuh hati.
Tentu saja Lien Feng sangat tidak keberatan, malah hal itu membuat hati Lien Feng sangat bahagia, akhirnya dia bisa makan satu meja dengan orang yang sudah membuatnya jatuh hati.
Lien Feng pun mempersilahkan Sun Welian untuk duduk di hadapannya, dan tak lama makanan dan minuman yang mereka berdua pesan pun sudah sampai.
Setelah menghabiskan makanan dan minuman yang mereka pesan, Lien Feng pun mulai membuka sebuah percakapan kecil.
" Sun Welian bagaimana keadaanmu sekarang, dan kamu memilih jurusan apa di Akademi Kekaisaran Sun ini? "
Ucap Lien Feng dengan nada bicara canggung.
'' Kondisiku baik baik saja, aku mengambil jurusan teknik formasi, sudah sejak lama aku ingin belajar teknik formasi karena aku ingin menciptakan sebuah dunia dimensi sendiri, dimana didunia tersebut, aku ingin hidup tenang bersama pasangan ku kelak, tanpa ada gangguan dari siapapun "
ucap Sun Welian dengan mata berbinar,
'' Uhhuk ''
__ADS_1
Lien Feng tersedak ludahnya sendiri ketika mendengar kalimat terakhir dari Sun Welian.
" kau kenapa? apa kau baik baik saja Lien Feng. "
Ucap Sun Welian dengan nada bicara sedikit terkejut, dia tidak tahu kenapa Lien Feng tiba tiba bisa terbatuk.
Lien Feng menggelengkan kepalanya pertanda dia baik-baik saja, seketika terlintas di kepalanya, Lien Feng ingin mengungkapkan perasaan yang dia rasakan kepada Sun Welian.
" Sun ... "
" Kalian cepatlah pergi dari sini. tuan muda Bay Chuan, ingin makan di tempat ini!! "
Terdengar suara seorang pemuda dari arah belakang Sun Welian, yang membuat Lien Feng membatalkan niatnya untuk mengungkapkan perasaannya kepada Sun Welian.
Setelah Lien Feng melihat ke sumber suara terlihat tiga orang pemuda sedang berdiri di belakang Sun Welian, mereka berkata kata dengan sangat arogan.
Salah satu dari ketiga pemuda tersebut melihat ke arah Sun Welian dan seketika berkata.
'' Hey nona muda, Kau boleh tetap berada di sini, untuk menemani tuan muda kami makan di sini. "
Sun Welian hanya diam saja mendengar ucapan dari salah satu pemuda yang kini sudah berada di sebelah kanannya, dia ingin tahu bagaimana reaksi Lien Feng, ketika melihat dirinya digoda oleh laki laki lain.
Lien Feng pun menggertakan giginya, dan wajahnya mulai terlihat memerah, dia melepaskan tekanan aura kepada tiga pemuda yang berada di sebelah kanan Sun Welian.
Mereka bertiga yang hanya seorang kultivator petarung Mahir Bintang Sembilan pun langsung berlutut diatas lantai, murid murid lain yang melihat hal tersebut langsung terkejut.
Bagaimana tidak, tiga orang kultivator petarung Mahir Bintang Sembilan, dibuat berlutut hanya dengan menggunakan tekanan aura saja.
" Pergilah, atau kalian akan menyesal!! "
Lien Feng berkata dengan nada datar, Sun Welian yang melihat ekspresi Lien Feng yang tampak marah, dia pun tersenyum dan berusaha menahan tawanya, ekspresi wajah Lien Feng yang sedang marah malah terlihat lucu dimata Sun Welian.
Setelah Lien Feng melepaskan tekanan aura miliknya, ketiga pemuda itu pun langsung berlari meninggalkan kantin.
Tapi tak lama ada dua pisau belati melesat kearah Lien Feng, dengan sigap Lien Feng berhasil menghindari kedua belati yang melesat kearah nya.
.
..
...
....
__ADS_1
TERIMAKASIH BANYAK UNTUK SEMUA YANG SUDAH MEMBERIKAN DUKUNGAN LIKE, KOMENT, HADIAH DAN JUGA VOTE NYA.