
Xiao Yuzen kembali mengambil alih komando dia memanggil nama peserta kelima yang akan bertarung di atas arena, kedua nama peserta yang dipanggil oleh Xiao Yuzen pun segera naik ke atas arena dan setelah Xiao Yuzen memberikan aba aba, kedua peserta tersebut pun saling bertarung dan menggunakan kekuatan maksimal yang mereka miliki masing masing.
Pertarungan berjalan cukup singkat karena salah satu dari peserta memiliki kemampuan satu tingkat kultivasinya dibandingkan lawannya, pertarungan peserta ke lima sampai beserta ke sembilan berjalan cukup lancar karena para peserta bertarung dengan sangat sportif dan tanpa ada kecurangan sama sekali.
Dan saat ini tiba lah pertarungan terakhir di hari ini yaitu pertarungan ke sepuluh, Xiao Yuzen segera memanggil dua nama peserta yang akan bertarung selanjutnya di atas arena.
" Sun Welian perwakilan dari Akademi kekaisaran Sun akan melawan Xiao Agny perwakilan dari Akademi Bambu Perak."
Setelah Xiao Yuzen menyebutkan dua nama peserta yang akan bertarung di atas arena, Xiao Yuzen pun segera turun dari atas arena dan tak lama Sun Welian dan juga Xiao Agny segera naik ke atas arena pertarungan, Sun Welian sendiri dia naik ke atas arena pertarungan dengan cara terbang menggunakan sayap aura miliknya.
Sedangkan Xiao Agny naik ke atas arena pertarungan dengan cara melesat dengan sangat cepat, dan setelah semakin dekat dengan arena pertarungan dia pun segera melompat naik ke atas arena pertarungan.
Saat ini sudah ada dua peserta wanita yang sudah berdiri di atas arena pertarungan, mereka berdua saling menatap satu sama lain dengan tatapan tajam, Sun Welian mempererat genggaman tangan kanannya pada tongkat Dewi Matahari miliknya, sedangkan Xiao Agny yang menggunakan senjata tombak untuk bertarung, dia pun mulai mengalirkan kekuatan spiritualnya pada tombak yang berada di tangan kanannya.
Perlahan tombak yang berada di tangan Xiao Agny mengeluarkan hawa yang sangat panas dan tidak beberapa lama muncul sebuah api yang sangat membara di ujung mata tombak tersebut, Xiao Agny memang adalah Kultivator yang menggunakan kekuatan elemen api untuk bertarung melawan musuh musuhnya.
Setelah Xiao Yuzen memberikan aba aba, keduanya pun saling menyerang dengan serentak dan tak sungkan.
" Ting...Ting...Ting. ''
'' Duar....Duar....Duar. ''
Suara dentingan akibat benturan tombak milik Xiao Agny dan juga tongkat milik Sun Welian terdengar cukup keras, dan juga selain suara dentingan tersebut, di setiap terjadi benturan antara tongkat dan juga tombak milik keduanya, maka sebuah ledakan energi pun terjadi, hal tersebut dikarenakan benturan antara kedua energi yang saling berbeda unsur dasar pembentuk nya.
Tetapi karena arena pertarungan yang digunakan saat ini menggunakan empat titik formasi perisai pertahanan, maka semua ledakan energi tersebut tidak bisa keluar ataupun berefek kepada orang orang yang berada di luar arena pertarungan.
Sungguh pertarungan yang sangat mengagumkan, di satu sisi Xiao Agny menggunakan kekuatan elemen apinya sebagai kekuatan dominannya, sedangkan di sisi lain Sun Welian menggunakan sebuah teknik yang bisa menghasilkan sebuah ombak air yang cukup besar, ketika kedua teknik tersebut saling bertemu.
__ADS_1
'' Booooommmmm... ''
Suara ledakan yang sangat dahsyat pun terdengar, tetapi seketika naga api milik Xiao Agny langsung menghilang karena terkena teknik pembelah laut milik Sun Welian, bagaimanapun pada dasarnya api akan padam jika terkena air mungkin hal tersebutlah yang berada di benak para peserta lain, yang menyaksikan pertarungan antara Sun Welian dan juga Xiao Agny yang berada di atas arena pertarungan.
Tetapi Xiao Agny berhasil menghindari serangan teknik pembelah laut milik Sun Welian, dia menggunakan kekuatan spiritualnya untuk terbang melayang di atas arena pertarungan, sedangkan Sun Welian yang melihat hal tersebut hanya tersenyum sinis.
Sun Welian akhirnya menggunakan kekuatan Zirah Armor Aura miliknya, seketika tubuhnya saat ini sudah diselimuti energi berwarna keemasan dan tak lama terbentuklah sebuah Zirah Armor di tubuh nya, Xiao Agny cukup terkejut melihat lawannya menggunakan Zirah Armor Spirit, karena hanya kultivator yang memiliki tingkatan tinggi sajalah yang dapat menggunakan atau menciptakan Zirah Armor Spirit dengan menggunakan kekuatan spiritualnya.
Sun Welian segera terbang melesat ke arah Xiao Agny dengan tongkat yang sudah bersiap di tangan kanannya, pertarungan di atas udara pun terjadi, Sun Welian cukup diuntungkan karena dia menggunakan kekuatan Zirah Armor Spiritnya untuk terbang di atas udara, sedangkan Xiao Agny yang menggunakan kekuatan spiritualnya untuk terbang, dia pun tidak bisa fokus untuk bertarung, karena harus membagi kekuatannya pada dua titik dalam satu waktu.
'' Bugh ''
'' Boommmm ''
Tongkat milik Sun Welian berhasil mengenai bagian dada Xiao Agny , hal tersebut membuat Xiao Agny terpental cukup jauh dan menabrak dinding pembatas arena pertarungan, ketika hendak bangkit di tempat dimana dia terjatuh, Xiao Agny memuntahkan seteguk darah segar dari mulutnya.
Xiao Yuzen yang melihat hal tersebut pun segera menghentikan pertarungan, untuk mencegah terjadinya hal hal yang tidak diinginkan, dia pun segera mengumumkan siapa pemenang di pertarungan terakhir hari ini, yang tak lain dan tak bukan adalah Sun Welian.
Sun Welian segera turun dari arena pertarungan, dia berjalan cukup santai ketika menuruni arena pertarungan, sedangkan Xiao Agny harus turun dari arena pertarungan dengan di papah oleh Xiao Yuzen yang tak lain adalah pamannya sendiri.
Sun Welian segera berjalan ke arah Lien Feng dan teman temannya yang lain berada, ketika sudah semakin dekat dengan Lien Feng, ekspresi wajah dan sikap Sun Welian yang tadinya sangat serius mendadak berubah menjadi sangat manja ketika sudah berada di hadapan Lien Feng.
Sun Welian segera memeluk Lien Feng dengan sangat mesrah, hal tersebut membuat delapan orang temannya hanya bisa tersenyum kecut dan menggelengkan kepala mereka.
'' Hei kalian berdua, jika kalian ingin bermesraan sebaiknya Kalian cari tempat sendiri, ini tempat umum woi jangan membuat kami yang tidak punya pasangan ini merasa iri.''
Ucap Lien Zia dengan nada bicara yang sangat ketus, tak lama Yin Yuer juga ikut angkat bicara.
__ADS_1
'' Benar yang diucapkan oleh Zia, kalian pergilah dari sini dunia ini bukan milik kalian berdua saja, jangan buat kami semua yang berada di sini merasakan iri.''
Lien Feng hanya tertawa lepas melihat sikap dan tingkah laku dari teman temannya yang tampak syirik dengan dia dan juga Sun Welian, sedangkan Sun Welian tampak cuek dan tak memperdulikan perkataan dari teman temannya tersebut.
'' Sudahlah, ayo kita kembali saja ke kamar kita masing masing, lagi pula hari ini nama kita juga tidak akan disebut untuk bertanding, sebaiknya kita kembali ke kamar kita masing masing untuk beristirahat, mungkin saja besok nama kitalah yang akan dipanggil untuk bertarung.''
Ucap Lien Xixi mengajak semua teman temannya untuk pergi meninggalkan tempat tersebut dan menghiraukan Lien Feng dan juga Sun Welian yang tampak masih berpelukan di tempat tersebut.
'' Lian'er sebaiknya kita pergi dari tempat ini, perutku sudah mulai terasa lapar, apa kau tak ingin makan bersamaku, ayolah kita pergi ke kantin yang berada di Akademi Bambu Perak, aku ingin mengisi perutku di sana.''
Ucap Lien Feng sambil perlahan melepaskan pelukan Sun Welian, dan tak lama Lien Feng pun menggandeng tangan Sun Welian dan pergi meninggalkan tempat tersebut.
Semua orang orang yang berada di sekitar arena pertarungan, terlihat sudah mulai satu persatu meninggalkan tempat tersebut, karena sepuluh pertarungan hari ini sudah selesai dan pertarungan akan kembali dilanjutkan besok pagi dengan jumlah yang sama yaitu sepuluh pertarungan juga.
Disisi lain tampak ke lima belas Juri yang masih berada di tempat tersebut, sedang mulai membicarakan tentang Lien Feng, mereka cukup penasaran dengan profil dari Lien Feng, sosok pemuda jenius yang cukup misterius, karena mereka semua sama sekali tak bisa melihat cara bertarung Lien Feng di pertarungan hari ini.
Mereka cukup penasaran sehebat apakah sebenarnya Lien Feng, sampai sampai mata mereka tak bisa menembus dinding formasi yang diciptakan oleh Lien Feng saat bertarung dengan Lie Bay.
.
..
...
....
TERIMAKASIH BANYAK UNTUK SEMUA YANG SUDAH MEMBERIKAN DUKUNGAN LIKE, KOMENT, HADIAH DAN JUGA VOTE NYA.
__ADS_1