
.
Dan tak lama tampak seorang pemuda sedang berjalan ke arah Lien Feng dengan diikuti oleh tiga pemuda di belakangnya.
Pemuda tersebut langsung menyerang ke arah Lien Feng, dengan menggunakan pisau belati di tangannya, Lien Feng pun tak menunggu lawan nya datang menghampiri nya, dia pun langsung bergegas bangkit dari tempat duduknya, dan dia langsung melesat ke arah pemuda tersebut sambil mengayunkan satu pukulan tepat di area tengah dada pemuda tersebut.
" Bugh "
Pemuda itu pun terpental hingga keluar dari kantin Akademi, dengan sigap Lien Feng langsung melesat mengejar pemuda tersebut, perbedaan tingkat kultivasi sangat terlihat di sini, Bay Chuan yang seorang Kultivator Petarung Senior Bintang Tiga tak mungkin bisa mengimbangi kecepatan Lien Feng yang seorang Kultivator Petarung Senior Bintang Sembilan.
Bay Chuan memerintahkan ketiga temannya untuk ikut menyerang Lien Feng, keempat pemuda tersebut langsung mengeluarkan pedang dari dalam cincin penyimpanan mereka masing masing, mereka berempat pun mengeratkan genggaman tangannya pada pedang yang ada di tangan kanan mereka.
Setelah itu mereka berempat pun serempak menyerang Lien Feng dari berbagai arah, Lien Feng menciptakan sebuah pedang dari kekuatan elemen api miliknya untuk melawan keempat pemuda yang sudah mengepung nya.
Semua murid yang berada di dalam kantin pun seketika keluar dari dalam kantin untuk melihat pertarungan tersebut, Bay Chuan adalah tuan muda pertama dari klan Bay, sedangkan klan Bay sendiri adalah klan pendatang di Kekaisaran Sun.
Klan Bay yang mayoritas adalah seorang pedagang, maka mereka sering berpindah pindah dari kekaisaran satu kekaisaran lain kemudian menetap dalam jangka waktu yang cukup lama jika dirasa kekaisaran itu cukup cocok untuk bisnis mereka, sama seperti saat ini klan Bay juga sudah mulai berakar di kekaisaran Sun.
" Ting.. Ting..Ting. ''
Suara dentingan pedang yang saling beradu terdengar sangat jelas di telinga, Sun Welian juga ikut keluar dari dalam kantin untuk melihat pertarungan Lien Feng dengan keempat pemuda dari klan Bay tersebut.
Tak membutuhkan waktu lama Lien Feng dapat mengalahkan keempat pemuda yang menjadi lawannya, Lien Feng melesat ke arah Bay Chuan yang tergeletak di tanah, setelah itu dia mengangkat kerah baju Bay Chuan, ketika hendak melesatkan satu pukulannya ke arah wajah Bay Chuan.
Bay Chuan pun merengek seperti anak kecil, meminta maaf atas kebodohan nya yang sudah menyinggung Lien Feng, di sisi lain para murid luar Akademi yang melihat hal tersebut hanya bisa tertawa, seorang tuan muda pertama dari klan Bay merengek seperti anak kecil, sungguh hal yang sangat memalukan.
__ADS_1
Lien Feng pun melepaskan cengkraman tangannya di kerah baju Bay Chuan, setelah itu dia meninggalkan keempat pemuda yang masih tampak tergeletak di tanah, Lien Feng berjalan ke arah Sun Welian, dan mengajak Sun Welian pergi dari tempat tersebut.
Mereka berdua pun berjalan menjauh dari area kantin Akademi, Sun Welian tersenyum sambil memandang wajah Lien Feng, sedangkan Lien Feng yang sudah mulai menyadari tingkat laku aneh dari Sun Welian, pun mulai bertanya tanya dengan dirinya sendiri, sebenarnya apa yang membuat Sun Welian tersenyum senyum sendiri seperti itu, apakah ada hal yang lucu darinya.
Lien Feng pun menghentikan langkahnya dan menatap wajah Sun Welian dengan ekspresi serius, Sun Welian yang ditatap dengan tatapan serius oleh Lien Feng, akhirnya membuat dia sudah tidak bisa menahan tawanya lagi, dia pun tertawa dengan lepas.
Lien Feng yang melihat hal tersebut hanya bisa menghela nafasnya, tiba tiba dari arah belakang mereka berdua ada suara teriakan seorang wanita yang membuat Sun Welian menghentikan tawanya.
'' Sun Welian ternyata kau di sini!, ayo ikut aku, Panatua Kedua sudah menunggumu dari tadi di kediamannya, hari ini dia akan mengajarkan kita sebuah teknik bertarung yang Panatua kedua ciptakan sendiri khusus untuk kita berdua. "
Ucap Sun Nichi, gadis muda berumuran dua tahun lebih tua dari Sun Welian, dia adalah murid pribadi Panatua Kedua yang di rekrut tiga tahun lalu, gadis permata bulat dan memiliki rambut panjang yang lurus terurai dengan pola wajah yang agak sedikit tembem.
Kedua wanita muda itu pun pergi meninggalkan Lien Feng sendirian di tempat tersebut, Lien Feng hanya bisa diam memandang Sun Welian yang sekarang sudah berjalan dan menjauh dari tempat sekarang dia sedang berdiri.
Di lapangan Akademi selain tempatnya luas, juga kalau sudah tengah hari seperti sekarang ini, hampir sudah tidak ada murid luar Akademi yang berada di sana, sehingga Lien Feng bisa lebih leluasa untuk mempelajari Kitab Empat Elemen Dasar di tempat tersebut, pikir Lien Feng.
Tak lama Lien Feng pun sudah berada di lapangan Akademi, dia memilih untuk duduk di bawah pohon yang agak lebat, setelah itu Lien Feng mengeluarkan Kitab Empat Elemen Dasar dari dalam cincin penyimpanannya, dia pun mulai membuka satu persatu halaman dari kitab tersebut.
Di kitab tersebut diterangkan tentang apa itu elemen dasar, sifat sifat dari elemen elemen dasar.
Seperti sifat Api yang cenderung panas dan tegas, dia tidak pernah membedakan apapun yang ada di hadapannya.
Sifat Air yang menyejukkan dan penuh ketenangan.
Sifat Angin yang tak bisa disentuh namun bisa dirasakan menggambarkan sebuah ketulusan.
__ADS_1
Dan sifat Tanah yang kokoh walau selalu berada di bawah menggambarkan sebuah kesabaran, dan dilembar berikut nya di jelaskan cara untuk membangkitkan satu persatu dari keempat elemen dasar tersebut.
Lien Feng mulai mempelajari elemen kedua yang harus dia bangkitkan setelah dia bisa membangkitkan elemen Api, elemen kedua tersebut adalah elemen Air.
Lien Feng menyimpan Kitab Empat Elemen Dasar ke dalam cincin penyimpanannya, dia akan mencoba mempraktekkan sesuai dengan apa yang diarahkan oleh kitab tersebut, untuk membangkitkan elemen Air setidaknya dia harus bisa berada di titik yang paling nyaman dan tenang baik itu hati dan juga pikiran nya.
Lien Feng duduk bersila dan memejamkan matanya, dia memfokuskan hati dan pikiran dalam satu titik, Lien Feng melakukan hal tersebut sampai dia benar benar merasakan tubuh dan pikirannya sangat nyaman dan semakin lama semakin nyaman dan semakin tenang.
Sampai di fase ini Lien Feng mulai menyalurkan tenaga dalamnya ke ujung ujung jarinya, perlahan dari ujung jari Lien Feng mulai menggeluarkan butiran butiran kecil seperi tetesan air.
Butiran air tersebut mulai mengitari tubuh Lien Feng, semakin lama butiran air yang keluar dari ujung jari Lien Feng semakin banyak, dan sekarang tubuh Lien Feng seperti berada di dalam gelembung air, tubuh Lien Feng yang semula duduk di atas tanah, kini dia seperti melayang layang di udara dengan diselimuti oleh gelembung air.
Lien Feng sudah berhasil menguasai tahap awal untuk membangkitkan elemen Air, tapi karena elemen Air yang dibangkitkan Lien Feng hanya tahap awal saja, maka dia belum bisa menggunakan elemen Air tersebut untuk bertarung ataupun untuk pertahanan, dia harus terus melatih kekuatan elemen Air milik nya, agar bisa berada di tahap di mana dia bisa menggunakan kekuatan elemen air tersebut untuk menyerang dan juga untuk pertahanan.
Lien Feng membuka matanya perlahan, dan seketika gelembung air yang menyelimuti tubuhnya pun hancur dan menjadi seperti genangan air, Lien Feng menghela nafasnya, ternyata untuk membangkitkan elemen Air tahap awal saja sudah menghabiskan cukup banyak tenaga dalam nya, tapi dia juga senang karena akhirnya dia bisa membangkitkan elemen keduanya yaitu elemen Air.
.
..
...
....
TERIMAKASIH BANYAK UNTUK SEMUA YANG SUDAH MEMBERIKAN DUKUNGAN LIKE, KOMENT, HADIAH DAN JUGA VOTE NYA.
__ADS_1