
Suasana malam yang sangat sepi membuat Lien Feng lebih mudah menyerap semua energi alam yang berada di tempat tersebut, karena Lien Feng bisa benar-benar fokus dalam berkultivasi tanpa gangguan dari apapun.
Sementara di tempat lain terlihat Chizuya sudah berhasil menyelesaikan tugasnya dengan sempurna, dia membakar kelima mayat pembunuh bayaran yang dikirim untuk membunuh Lien Feng dengan kekuatan elemen api yang dimiliki oleh Chizuya.
Sebelum membakar kelima mayat tersebut, tak lupa Chizuya mengambil semua cincin penyimpanan milik kelima orang tersebut, hal itu dilakukan oleh Chizuya agar tidak ada jejak sedikitpun yang tersisa di tempat tersebut.
Setelah dirasa semuanya sudah aman, Chizuya segera melesat pergi dari tempat tersebut, saat ini dia tak pergi ke arah Akademi Bambu Perak, melainkan Chizuya akan kembali terlebih dahulu ke tempat penginapan yang dia pesan untuk menginap beberapa hari kedepan.
Di tempat tersebut selain Chizuya akan mandi dan berganti pakaian, dia juga akan mengisi perutnya di kedai yang berada di dalam penginapan, baru setelah itu Chizuya akan kembali ke Akademi Bambu Perak, tepatnya dia akan melakukan aktivitasnya seperti biasa, yaitu berjaga di depan ruangan yang saat ini menjadi kamar Lien Feng, selama berada di Akademi Bambu Perak.
Chizuya yang sudah memperhatikan dengan detail semua kondisi di Akademi bambu perak, membuat Chizuya bisa dengan leluasa keluar masuk ke wilayah Akademi Bambu Perak tanpa diketahui oleh siapapun, pengalamannya selama bertahun-tahun berada di hutan kematian membuat nya bisa bergerak tak terlihat di kegelapan malam seperti bayangan.
Tak butuh waktu lama, Chizuya saat ini sudah berada di dalam wilayah Akademi Bambu Perak dan dia segera melesat ke arah ruangan tempat Lien Feng berada, sesampainya di depan ruangan milik Lien Feng, Chizuya segera memperhatikan kondisi di sekitar ruangan tersebut, setelah dirasa semuanya aman dan tidak ada hal yang mencurigakan, Chizuya pun segera duduk di depan ruangan milik Lien Feng.
Waktu berputar dengan sangat cepat, malam hari pun kini sudah digantikan dengan pagi, terlihat suasana di Akademi Bambu Perak hari ini jauh lebih ramai daripada hari kemarin, mungkin karena hari ini adalah hari kedua Turnamen diadakan, dan akan ada sepuluh pertarungan di atas arena pada hari ini.
Para peserta Turnamen datang lebih awal ke tempat pertarungan diadakan, karena mereka ingin duduk di bangku barisan paling depan, jadi nanti walaupun mereka tidak bertarung hari ini, setidaknya mereka bisa memperhatikan pertarungan di atas arena dengan lebih jelas.
Hal tersebut dilakukan untuk berjaga-jaga, bila nantinya salah satu dari peserta tersebut akan menjadi lawan mereka di pertarungan selanjutnya, sementara di tempat lain terlihat Lien Feng belum menyelesaikan kultivasi nya, dia masih duduk di tempatnya tanpa berpindah sedikitpun dari posisi semalam hingga saat ini.
Sementara di luar ruangan milik Lien Feng terlihat Sun Welian, Lien Zia dan yang lainnya sedang berjalan ke arah ruangan di mana Lien Feng berada, setelah semakin dekat dengan ruangan tersebut, Sun Welian dan yang lainnya cukup dikejutkan dengan kehadiran Chizuya yang terlihat masih terduduk dan berjaga di depan ruangan milik Lien Feng.
Jika Chizuya masih berada di depan ruangan tersebut, sudah dapat dipastikan bahwa Lien Feng juga masih berada di dalam ruangan.
" Paman bolehkah saya masuk ke dalam ruangan Lien Feng?"
__ADS_1
Ucap Sun Welian dengan nada bicara yang cukup ramah kepada Chizuya, hal tersebut dikarenakan Sun Welian cukup salut dengan kesetiaan Chizuya selama ini kepada Lien Feng.
" Mohon maaf Nona muda, saat ini Tuan muda Lien Feng masih belum bisa diganggu karena dia sedang berkultivasi dari semalam, jika Nona muda masuk ke dalam dan mengganggu kultivasinya, maka saya takut akan terjadi sesuatu yang dapat membahayakan Tuan muda Lien Feng."
Ucap Chizuya mencoba memberikan penjelasan Kepada Sun Welian, dengan berat hati Sun Welian akhirnya menuruti perkataan dari Chizuya, dan dia serta yang lainnya memutuskan untuk menunggu sampai Lien Feng menyelesaikan kultivasinya dan keluar dari ruangannya.
Lien Feng mulai membuka matanya perlahan, suara keributan di luar ruangannya cukup menyita fokus Lien Feng, walaupun saat ini Lien Feng belum berhasil menerobos ke tingkatan berikutnya, tetapi setidaknya energi spiritual yang ada di dalam tubuhnya sudah benar-benar pulih sepenuhnya.
Lien Feng pun segera berjalan ke arah pintu ruangan tempat dia berada, setelah Lien Feng membuka pintu ruangan tersebut terlihat para teman-temannya sudah menunggunya dari tadi dan saat ini pandangan semua teman-temannya sedang tertuju ke arahnya.
" Kau lama sekali Lien Feng, pertarungan hari ini akan segera dilaksanakan, ayo kita segera pergi menuju ke lapangan Akademi Bambu Perak."
Ucap Lien Zia dengan nada bicara yang cukup ketus, dan tak lama Yin Yuer juga ikut berbicara.
" Awas saja kalau kita semua sampai terlambat untuk menyaksikan pertarungan hari ini dan jika sampai hal itu terjadi itu semua salahmu Lien Feng."
Tak butuh waktu lama, Lien Feng dan sembilan orang temannya, saat ini sudah sampai di tempat pertarungan hari ini akan dilangsungkan, suasana di tempat tersebut memang sangat ramai, tetapi pertarungan hari ini belum dimulai karena semua juri yang akan menilai dan mengawasi jalannya pertarungan hari ini belum datang semua di tempat tersebut.
Seperti pertarungan di hari pertama, yang akan memimpin jalannya pertarungan hari ini adalah Xiao Yuzen Panatua Pertama dari Akademi Bambu Perak, tak berselang lama ke lima belas juri yang akan menilai dan mengawasi jalannya pertarungan hari ini sudah semuanya datang di tempat tersebut.
Xiao Yuzen pun segera mengambil alih komando, dia memberikan arahan kepada semua para peserta Turnamen agar bersiap, karena bisa saja nama mereka yang akan dipanggil untuk bertarung di atas arena pertarungan.
'' Mohon perhatian semuanya, pertarungan sesi kedua di turnamen tahun ini akan segera dimulai.''
'' Saya Xiao Yuzen akan kembali memimpin jalannya pertarungan di Turnamen hari ini.''
__ADS_1
'' Pertarungan pertama, Lien Zia dari perwakilan Akademi Kekaisaran Sun akan melawan Xiao Tian perwakilan dari Akademi Kekaisaran Xiao.''
Setelah Xiao Yuzen memanggil kedua nama peserta yang akan bertarung di atas arena, Xiao Yuzen pun segera turun dari atas arena pertarungan.
Tak berselang lama Lien Zia dan juga Xiao Tian segera naik ke atas arena pertarungan, baik Lien Zia ataupun Xiao Tian keduanya sama-sama kultivator yang menggunakan senjata pedang dalam bertarung.
Setelah mendengar aba-aba dari Xiao Yuzen, keduanya pun saling menyerang dengan serempak, Lien Zia mengeratkan genggamannya pada pedang Dewi Angin miliknya, sementara Xiao Tian juga bersiap mengeluarkan teknik Pedang Naga Salju, teknik tersebut adalah teknik andalan Xiao Tian.
" Boommm....Duaarrr.."
Suara ledakan terdengar cukup keras, ledakan tersebut berasal dari benturan teknik Pedang Naga Salju milik Xiao Tian dengan teknik pedang Dewi Angin tingkat dua milik Lien Zia.
Gumpalan asap tebal terlihat masih menyelimuti arena pertarungan, tetapi hal tersebut tak menghentikan pertarungan antara Lien Zia dan juga Xiao Tian.
" Ting...Ting....Ting."
Suara dentingan pedang terdengar sangat jelas oleh semua orang yang berada di sekitar arena pertarungan, suara tersebut berasal dari benturan antara pedang Dewi Angin milik Lien Zia dan juga Pedang Salju milik Xiao Tian.
Pertarungan berlangsung cukup lama karena Lien Zia dan juga Xiao Tian memiliki tingkat kultivasi yang sama.
.
..
...
__ADS_1
....
TERIMAKASIH BANYAK UNTUK SEMUA YANG SUDAH MEMBERIKAN DUKUNGAN LIKE, KOMENT, HADIAH DAN JUGA VOTE NYA.