
.
Saat ini Lien Feng kembali ke tujuan utamanya yaitu untuk memeriksa markas utama sekte Iblis Merah, karena Lien Feng yakin jika di dalam markas tersebut terdapat sebuah penjara yang di dalamnya pasti terdapat orang orang yang tidak bersalah, dan dia juga berharap bisa menemukan Patriark dan para anggota dari klan Moo yang menghilang tanpa kabar saat terjadi penyerangan ras siluman di desa Finix beberapa minggu yang lalu.
Setelah berhasil membunuh semua musuh musuhnya, Lien Feng memberikan komando kepada semua teman temannya dan juga para pasukan bumi untuk memasuki markas utama sekte Iblis Merah, kini mereka semua terlihat sudah melewati gerbang utama dan setelah berada di halaman utama sekte.
Lien Feng memberikan komando pada teman temannya dan juga para pasukan bumi untuk berpencar menjadi beberapa kelompok agar proses pencarian bisa berlangsung dengan optimal, setelah memberikan komando untuk membagi menjadi beberapa kelompok, mereka pun langsung berpencar ke segala arah untuk melakukan pemeriksaan ke semua tempat ataupun kediaman yang berada di markas utama sekte Iblis Merah.
Lien Feng dan Sun Welian berada dalam satu kelompok, setiap kelompok terdiri dari dua sampai empat orang, jumlah nya disesuaikan dengan kemampuan orang yang berada di kelompok tersebut.
" Feng'er, apakah kau akan terus seserius ini, apa kau tidak ingin mengajakku mengobrol sama sekali? "
Ucap Sun Welian yang kini sudah resmi menjadi kekasih Lien Feng, karena dia hanya ingin merasakan bagaimana rasanya diperhatikan ataupun hanya sekedar diajak mengobrol saja oleh orang yang dia cintai.
Sambil berjalan Lien Feng pun mengalihkan pandangannya ke arah wajah Sun Welian, setelah melihat ekspresi muka Sun Welian yang terlihat masam, Lien Feng pun mulai mengerti apa kesalahan yang sudah dia perbuat, sebagai seorang kekasih wajar bila Sun Welian ingin mendapat perhatian lebih dari Lien Feng.
" Lian'er maafkan aku, aku sadar akan kesalahanku, aku berjanji mulai saat ini, aku akan sering sering memberikan waktu khusus untuk kita berdua "
Ucap Lien Feng sambil merangkul tubuh Sun Welian, dan tak lama sebuah senyuman manis terukir di bibir Sun Welian, ekspresi wajahnya yang semula masam kini sudah berubah menjadi ceria lagi.
Mereka berdua pun kembali melanjutkan memeriksa tempat tempat yang berada di markas sekte Iblis Merah, sambil berjalan sesekali Lien Feng mengeluarkan sebuah candaan dan juga menggoda Sun Welian dengan kata katanya.
Di tempat lain Chienly dan ketiga saudaranya yang mendapat tugas untuk memeriksa di bagian sebelah timur markas dari sekte Iblis Merah tak menemukan apapun sepanjang perjalanan mereka.
Tak berbeda dengan kelompok kelompok lain, mereka pun tak menemukan apapun, sepertinya semua anggota dari sekte Iblis Merah sudah semuanya ikut andil dalam pertempuran di depan markas sekte dan mereka semua sudah terbunuh saat di pertarungan tersebut.
Sehingga ketika melakukan penelusuran tidak ada satupun anggota sekte yang masih terlihat berada di dalam markas tersebut.
__ADS_1
Di tempat lain tepatnya di tempat Lien Feng dan Sun Welian berada, saat melakukan penelusuran mereka berdua menemukan sebuah bangunan yang cukup mencurigakan dan mereka juga merasakan samar samar ada aura kehidupan dari beberapa orang yang nampak berada di bangunan tersebut.
Walaupun Aura nya sudah mulai samar tapi Lien Feng masih dapat merasakannya, mungkin karena dia yang sudah terbiasa dengan menggunakan kekuatan indra persepsi nya, jadi dia bisa lebih peka dengan aura orang lain walaupun aurat tersebut sudah sangat lemah.
Sun Welian dan Lien Feng langsung berjalan ke arah bangunan tersebut, bahkan mereka berdua mempercepat langkah kakinya, agar bisa lebih mempersingkat waktu.
Ketika mereka sudah berada di depan bangunan tersebut dan hendak melangkahkan kaki nya masuk ke dalam bangunan tersebut, tiba tiba tubuh mereka berdua terpental seperti menabrak sebuah dinding yang sangat kokoh dan juga tebal.
" Sial, ternyata tempat ini dilindungi oleh sebuah dinding formasi, "
Ucap Lien Feng dengan nada kesal, yang membuat Sun Welian mengeluarkan sebuah tawa kecil.
" Feng'er daripada kau menggerutu seperti itu, lebih baik kita berdua gabungan kan kekuatan spiritual kita untuk menghancurkan dinding formasi tersebut."
Ucap Sun Welian sambil memegang tangan Lien Feng, seketika jantung Lien Feng berdebar sangat kencang, ketika tangannya digenggam erat oleh Sun Welian.
Setelah dinding formasi tersebut hancur, Lien Feng dan Sun Welian langsung melangkahkan kakinya masuk ke dalam bangunan yang berada dihadapan nya, mereka berdua langsung fokus untuk mengecek di mana sumber dari aura kehidupan tersebut berasal.
Setelah masuk ke dalam bangunan, mereka cukup terkejut karena bangunan yang mereka memasuki, adalah sebuah bangunan yang khusus diciptakan untuk memenjarakan atau menahan orang orang yang berhasil di taklukkan oleh para anggota sekte Iblis Merah.
Dari semua tawanan yang berada di tempat tersebut, kemungkinan sebagian ada yang mereka gunakan untuk dijadikan sebagai tumbal dan tawanan yang wanita mungkin mereka gunakan sebagai untuk pemuas nafsu mereka.
Setidaknya di dalam bangunan tersebut terdapat sepuluh ruangan yang dijadikan sebagai tempat untuk mengurung semua tawanan dari sekte Iblis Merah, enam ruangan yang berada di sebelah kanan digunakan untuk mengurung para tawanan laki laki sedangkan empat ruangan yang berada di sebelah kiri digunakan untuk mengurung tawanan wanita.
Setiap ruangan hanya dibatasi oleh sebuah dinding beton, dan antara ruangan kiri dan ruangan kanan dibuat saling berhadapan.
" Lian'er kau bebaskan semua tawanan wanita yang berada di ruangan sebelah kiri, dan aku akan membebaskan semua tawanan laki laki yang berada di ruangan sebelah kanan. "
__ADS_1
Ucap Lien Feng kepada Sun Welian, sebelum Lien Feng pergi dia memberikan sebuah kecupan tepat di kening Sun Welian, seketika wajah Sun Welian langsung memerah, ini adalah ciuman pertama yang diberikan Lien Feng padanya.
Sun Welian pun langsung membagikan badannya dan langsung pergi dari tempat tersebut, karena Sun Welian tidak mau jika Lien Feng sampai tahu bahwa saat ini dia sangat malu dengan ekspresi wajahnya yang terlihat memerah, di saat yang sama Lien Feng juga melangkahkan kakinya menuju ke ruangan yang berada di sebelah kanan.
Sambil berjalan Lien Feng sambil mengamati satu persatu orang orang yang berada di dalam ruang tahanan, dan tak lama Lien Feng mengayunkan pedangnya ke arah rantai yang mengikat pintu besi ruang tahanan tersebut.
Ekspresi pertama yang dikeluarkan oleh para penghuni ruang tahanan adalah ekspresi terkejut, karena mereka bingung siapakah sebenarnya sosok pemuda yang menghancurkan rantai dan gembok di pintu besi ruang tahanan.
" Kalian cepatlah keluar dari tempat ini, aku sudah mengalahkan semua anggota sekte Iblis Merah dan hari ini aku akan membebaskan kalian semua cepat keluar dari tempat ini dan kembalilah ke tempat kalian masing masing."
Ucap Lien Feng dengan nada suara yang cukup keras sehingga mereka semua yang berada di dalam ruang tahanan bisa mendengar semua yang dikatakan oleh Lien Feng.
Ketika melangkahkan kakinya ke sebuah ruang tahanan, tiba tiba Lien Feng membelakan matanya karena dia sangat mengenal pria tua yang berada di ruang tersebut, yang tak lain dan tak bukan adalah Patriark klan Moo yang dia temui beberapa waktu yang lalu di alam sadar alam bawah sadar Lien Feng.
Tak menunggu lama Lien Feng segera menghancurkan gembok dan juga rantai yang digunakan untuk memikat pintu besi ruang tahanan Patriark klan moo.
" Paman cepatlah keluar dari tempat ini, aku sudah berhasil membunuh semua anggota dan ketua dari sekte Iblis Merah, paman keluarlah, ada banyak hal yang ingin aku sampaikan kepadamu. "
Ucap Lien Feng sambil menatap ke arah pria tua yang masih terduduk di dalam ruang tahanan,
.
..
...
....
__ADS_1
TERIMAKASIH BANYAK UNTUK SEMUA YANG SUDAH MEMBERIKAN DUKUNGAN LIKE, KOMENT, HADIAH DAN JUGA VOTE NYA.