Pendekar Sekolah

Pendekar Sekolah
Malam Purnama Berdarah


__ADS_3

langit malam di penuhi oleh jutaan bintang yang sedang mengamati bumi dari kejauhan.


Hari ini sungguh gelap walaupun bulan sedang purnama, ini dikarenakan curah hujan yang sering membuat langit di daerah ini tertutup awan.


"hai curang itu mana bisa kuda jalannya lurus!" seorang petugas menegur kecurangan temannya


"he-he-he, aku kira kamu sudah ngantuk jadi udah nggak fokus!" jawabnya sambil meminum secangkir kopi hitam pahit.


"enggak usah ngeles, bilang ajah kalo udang kalah"


"Cih, jadi aku sudah terpojok ya!" gerutunya sambil memperhatikan bidaknya yang dalam kondisi kacau "sialan juga nih orang. udah tiga kali gue kalah masih belum di kasih keringanan juga" gumannya.


"sudah jalan, mau pilih Ratu apa..."


belum sempat dia meneruskan ucapannya, sebilah pisau telah terbang di udara menikam lehernya. dia kesakitan dengan sejadi-jadinya tampa bisa bergerak dan berbicara.


temannya yang melihat kejadian tragis itu langsung terkejut dan waspada, tapi belum sempat dia berteriak meminta tolong kepalanya sudah menggelinding dulu di tanah.


"kuharap kau masih bisa bermain catur di alam sana!" seorang wanita berambut hitam panjang dan memakai topeng putih menyarungkan Katana nya.


"seperti biasa, cara membunuhmu tragis!" seorang laki-lagi bertopeng yang sedang


memainkan pisau ditangannya datang menghampiri wanita itu.


"setidaknya aku lebih manusiawi ketimbang dirimu"  jawabnya tersenyum tipis


"Fufufu, kau tak akan mengerti yang namanya seni jika menghabisi mereka dengan cepat !" pria itu sadar yang dimaksud oleh wanita itu adalah seorang pria yang meringis kesakitan sebab pisau yang terus menerus menancap di lehernya."baik-baik aku akan mengakhiri penderitaannya!" dia mengambil pisau yang lain dan menikamnya di bagian jantung hingga mati.


"Kalian sudah membereskan sisanya?"


sorang pria yang juga bertopeng memiliki tubuh besar berotot menghampiri mereka, jika di lihat baik-baik dia seperi orang Eropa, tinggi dan berambut pirang.


"di sini aman Bos!" jawab mereka serempak

__ADS_1


baru saja mereka mengatakan hal yang demikian, tiba-tiba seseorang yang sedang membawa senter mempergoki mereka


"Si-siapa kalian!" teriaknya sambil berusaha menembak mereka


dengan sangat cepat wanita bertopeng itu memasukkan jarinya ke dalam


mulut pistol agar suara tembakannya tidak terdengar keras, orang itu terkejut saat melihat pistolnya meledak, terlagi wanita itu tidak bergeming walaupun jarinya terluka parah.


"mo-monster" kagetnya yang seketika kepalanya menggelinding di tanah,


"aku laporkan sekali lagi, disini aman" ucap wanita itu seakan-akan tak terjadi apa-apa walupun darah mengalir di tangannya.


"baiklah tugas kita tinggal satu lagi, kuharap kalian tidak menggagalkan misi ini." orang itu menunjuk kearah bangunan pengawas sebagai isyarat jika mereka akan membasmi semua orang yang berada di sana.


*****


seorang wanita dengan perwatakan berusia tiga puluhan keluar dari kabin kapal dengan memakai gaun mewah yang gelap,


dirinya memakai kaca mata hitam dan topi kulit hitam, selain itu dia juga memakai selendang putih di lehernya menandakan jika dia adalah seorang Mafia,


"sudah Madam!" seorang yang memakai pakaian tak kalah rapih menjawabnya.


"Bagus, akan ku lihat hasil kerja kalian, labuhkan kapal!"


seorang yang dipanggil Madam itu turun dari kapal persiar besar dan mengamati sekelilingnya, tampak di matanya dengan jelas puluhan mayat mati dengan mengenaskan, mereka mati dengan luka senjata tajam, bahkan sebagian besar kepalanya sudah hilang.


Wanita itu melihat ada tiga orang memakai topeng sedang memandikan senjatanya dengan darah


"bagus! kalian berhasil menyingkirkan petugas pelabuhan tampa membuat masalah!" pujinya.


mereka sangat antusias mendapatkan pujian itu, bagi mereka jika hanya melakukan tugas ini, tugas ini hanyalah masalah sepele, seakan-akan membunuh bukanlah suatu masalah,


sebagian dari mereka juga ada yang menjilati pisaunya yang ternoda darah sebagai tanda jika mereka belum puas. ini dapat menggambarkan berapa banyak darah dan nyawa sudah mengalir oleh senjata nya.

__ADS_1


"ini bukanlah masalah Madam, jika kami tidak bisa mengatasi tugas ini maka kami tidak pantas menjadi dewan eksekutif Mafia Topeng malaikat" jawab mereka hormat.


Madam itu tersenyum mendengar hasil yang puas dari mereka, lantas dia mengalihkan pemandangannya kepada seorang pengawal di sebelahnya,


"apakah kau yakin jika ini adalah pulaunya?" tanyanya sambil melihat sebuah tulisan 'Tanjung perak' yang baginya asing di sebuah papan.


"benar Madam!" orang itu menjawabnya dengan penuh hormat "menurut pasukan elang kami, di sini lah tempat yang dikenal memiliki sejarah kekuatan sakral yang tinggi, bahkan menurut beberapa laporan, di sinilah asal kekuatan yang bernama "Kanuragan" ada"


"bagus! panggilkan anak-anakku!"


Tidak membutuhkan waktu yang lama, seorang laki-laki dan seorang perempuan keluar dari pintu kapal.


mereka terlihat sangat tampan dan cantik walaupun usia mereka baru belasan tahun.


yang laki-laki memiliki wajah Asia Cina, sementara yang perempuan memiliki wajah Eropa.


"Mama, apakah kita akan tinggal disini!" anak laki-laki itu menggenggam kuat tangan adik perempuannya. pikirannya terlihat masih shock akan sesuatu,sementara adiknya hanya mematung tampa ekspresi, ini menandakan jika mereka habis mengalami masa-masa sulit.


Madam berambut pirang itu yang terkenal akan hati keiblisannya masih dapat luluh saat melihat keluarganya disakiti, dia memeluk mereka dengan erat supaya mereka bisa tenang.


"tenang anakku, kita akan melewati ini bersama, kita akan tinggal disini!" ucapnya lembut memberikan kasih sayang "kalian semua, kemaskan barang-barang dan tenggelamkan kapal, kita akan bermarkas di negara ini, selidiki orang-orang yang memiliki kanuragan dan berilmu tinggi, kita akan belajar darinya untuk membalas dendam!" titahnya.


"baik madam!"


"kita akan membangun ulang organisasi kita, untuk sekarang kita akan membangun nama baru agar organisasi kita tidak terhendus"


semua orang begitu antusias mendengarnya bahkan sebagian dari mereka melemparkan topinya.


madam pirang itu menghembuskan napas panjang dan melihat ke atas langit gelap yang hanya berlenterakan bulan purnama.


"Devil Scorpio! jangan pikir cara licik mu sudah menang, ini adalah awal bagi kemajuan kami, dan awal bagi kehancuran kalian." tawanya sinis


"madam apa yang akan kita lakukan dengan mereka?" tanya pengawal tua sambil menunjuk kearah mayat.

__ADS_1


"hapuskan jejak, dan kuburkan mereka semua bersama kapal di tengah laut!"


inilah asal usul tragedi 'Malam Bulan Berdarah' terjadi, yaitu sebuah peristiwa tiba-tiba saja puluhan orang di pelabuhan hilang dalam satu malam.


__ADS_2