
Farhan mencuekkan Linda yang sedang menunggu jawaban darinya, bukan maksudnya jahat akan tetapi dirinya sedang fokus memperhatikan map jungle, terlebih dia memainkan smartphone nya dengan satu tangan, tentu butuh konsentrasi yang tinggi,
“bentar Lin, gue lagi lagi nyetir, entar takutnya nabrak di tower”
Linda merasa jika dirinya dikacangin, karena sedikit emosi akhirnya dia mengambil HP milik Farhan,
“Eh tunggu, ngapain Lin..”
“Sini biar gue ajah!”
Perasaan Farhan merasa tidak enak saat Linda mengendalikan kendalinya, benar juga firasat Farhan, ternyata dia sengaja memasukkan mobilnya kedalam base lawan dan mati secara mengenaskan bersama penumpangnya.
“Nih!”
Farhan mengumpat keras saat Linda mengembalikan HP nya, dia melihat belasan hujatan dari pemain yang menghinanya di dalam game,
“puas! Puas!” kesalnya
“Puas dong!” Linda menertawakan ekspresi marah Farhan yang menurutnya lucu
“hadeh! Sepertinya aku hanya bisa main game santai di depanmu” ucap Farhan menggeleng-gelengkan kepalanya dan beralih ke game lain berharap ketemu Paimon.
“Fufufufu, kau kan tau jika ini bukan saatnya ngepush rank”
Linda menertawakan Farhan dengan begitu lepas, dia menanyakan lagi kepada Farhan perihal masalah pekerjaannya.
“aku mungkin masih kerja besok, ingin beli funcooler biar HP ku gak meledak!”
“makannya main sejam ajah!,”
“Udah Lin!, jangankan main sejam main lima menit ajah peforma bisa turun”
Linda menggeleng-gelengkan kepalanya, dia tak tau apa yang Farhan pikirkan tentang game itu, bahkan sudah banyak orang yang dibuatnya meneteskan air mata sebab di duain sama game.
“Ini Kak, pesanannya!”
Seorang pelayan cafe perempuan menghampiri mereka sambil membawa beberapa hidangan.
Linda makan melihatnya dengan mata berbinar-binar, tidak menyangka cafe ini menambahkan daging udang
juga di menu nasi goreng spesialnya.
“selamat makan!” ucapnya kemudian memakan hidangan dengan begitu berutalnya, bahkan tidak membutuhkan waktu lima menit sudah habis.
“permisih, aku pesan nasi goreng spesial lagi dua porsi!”
__ADS_1
“Iya kak!” pegawai tadi menghampirinya dengan semangat guna mencatat pesanan.
Farhan hanya tersedak napasnya sendiri saat mengetahui porsi makan Linda, dia memang sempat dengar jika Linda itu adalah maniak seafood dari kakaknya, tapi tidak menyangka jika separah ini.
“aku ingin tau kemana semua makanannya itu pergi?!
Guman Farhan sambil melihat postur tubuh Linda yang langsing, hanya dadanya saja yang mungkin sedikit besar.
“Kemana kau melihat!” ucap Linda yang sadar jika dirinya sedang diamati oleh Farhan
“tak ada, aku hanya heran saja,” jawabnya santai
“Heran kenapa?” Linda mulai penasaran
“heran ajah, ada gorila lepas makan di depan gue!” celetuknya
“APA...!!!”
Merasa dirinya dihina Linda langsung emosi dan berdiri untuk menyambak rambut Farhan.
“aduh ampun Lin, bukannya maksudku jujur kok!”
“Apa, jujur!, kau memang menganggapku Gorila ya!”
Linda mengembungkan pipinya dan menyambaknya dengan semakin menjadi-jadi, tapi sayangnya orang yang dicambaknya itu hanya ketawa-ketawa saja,
“hmpht! Kau memang jago ya buat orang emosi” kesal Linda dengan jutek “terus kenapa kau masih belum makan” sambung Linda sambil melihat Farhan tidak menyentuh makanannya sedikit pun.
“hmm.., ini!” Farhan menunjukkan tangannya yang di Gip “suapin dong Lin!” pintanya ketawa kecil
“idih! Amit-amit!, main game pake tangan kiri bisa, kalo makan gak bisa, mau loe apa sih!”
“itukan tergantung kebiasaan Lin, kalo aku main pake tangan kiri sudah biasa, sementara kalo buat makan belum, kau kan juga tau sendiri jika makan dengan tangan kiri itu pamali!”
“idih alesan ajah loh!, gue tau, jangankan makan, ngasirin ajah pake tangan kiri masih lancar kayak jalan tol!”
Farhan hanya cengengesan saja mendengar alesannya itu, dia tau apa yang dikatakan Linda itu memang benar, hanya saja dia berusaha menggodanya.
“Cih mau gimana lagi!” ucapnya halus.
Linda mengambil pastanya dengan garpu dan memasukkannya ke dalam mulut Farhan, Farhan juga terkejut akan hal itu, dia tidak menduka jika bercandanya itu menjadi kenyataan, wajahnya memerah dan mati gaya,
ekspresinya kaku saat menyadari Linda menyuapinya dengan lembut, bagaikan seorang ibu yang menyuapi anaknya.
“gimana enakkan?” tanya Linda
__ADS_1
“en-enak Lin!” jawabnya enggak jelas sebab mulutnya penih dengan makanan, “apa lagi jika disuapin kamu!”
Linda memerah mendengarnya, “idih gak usah gombal dah! Urusin dulu sana semua para mantanmu!, oh iya kudengar kau suka makan pedas ya!”
Linda mengambil semangkuk sambal dan sebotol saus di mejanya, dia menuangkan itu semua kepada pastanya Farhan, padalhan takaran semangkuk sambalnya itu untuk dua puluh pleanggan, sudah bisa dibayangkan pedasnya,
“ini makan nih!, aa,,”
Linda memaksa Farhan untuk membuka mulutnya, Farhan bersi keras untuk menolaknya, dia menutup mulutnya rapat-rapat dan menjauhkan bibirnya dari suapan Linda.
Tampa permisih Linda langsung menginjak kaki Farhan dan memasukkan garpunya kedalam mulut Farhan yang terbuka lebar dengan sopan, air mata Farhan terasa keluar dengan deras saat memakannya, matanya memerah dan keningnya gatal-gatal.
Seumur hiudup baru kali ini dia memakan makanan yang sepedas ini, parahnya Linda walaupun mengetahui rasa ke pedasan Farhan dia tetap saja menyuapi Farhan hingga makanannya abis.
“Air-air-air” Farhan tidak bisa berhenti berteriak, dia meminum semua minumannya diatas meja, tapi sayangnya rasa pedasnya itu masih belumlah sirna,
Farhan mengambil es teh milik Linda dan meminumnya hingga habis, sementara Linda yang mengamati Farhan hanya tersenyum manis di tempat duduknya.
“idih! Parah dah loe Lin! Nggak lucu tau gak bercandanya!” kata parhan jengkel sambil menahan rasa pedas dan panas di lidahnya,
Yang lebih parah ternyata sambalnya itu mengandunga banyak sekali lada, sehingga membuat rasa pedasnya tetap awet.
“hahahaha...,” Linda tertawa lepas sejadi-jadinya, bahkan air matanya sempat keluar
“makannya kalo punya mulut dijaga, enakkan dikerjain orang, masih mending es gue gue kasih, kalo enggak kayak ondel-ondel loh!” ucapnya yang masih ketawa, sementara Farhan mengawasinya dari tempatnya,
“awas saja pembalasanku” gumannya.
Belum lama waktu berselang, pelayan cafe datang bersama dengan pesanannya Linda
“ini kak pesanannya!”
“iya makasih!, eh embak, tolong es tehnya satu lagi ya!”
“iya kak! Ditunggu ajah, enggak lama kok!” jawabnya
Linda menghela napas saat melihat dua porsi nasi goreng di atas mejanya,
“ini makan!” ucap Linda sambil menyodorkan satu porsi nasi goreng miliknya “anggap ajah permintaan maaf”
Linda tidak menunggu Farhan menerimanya, dia langsung memakan nasi gorengnya dengan penuh hikmat,
Sementara Farhan hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dan mau tidak mau menerimanya untuk mengurangi rasa pedas,
“makasih!” jawab Farhan dengan nada masih menyimpan rasa marah
__ADS_1
Linda hanya membalasnya dengan setengah senyuman, mereka berdua menikmati nasi gorengnya itu tampa berbicara apa-apa lagi.