
“sejak kapan?, hmm…, entah, menurutku kakakmu itu memang tipe orang yang mudah akrab dengan orang lain, memangnya kenapa?” Farhan balik bertanya.
“nggak apa-apa,kepo ajah” Linda berjalan ke arah pojokan Toko guna mengisi stok kue yang abis dengan nampan kue ditangannya, “menurutmu kak Lisa itu gimana?”
“menurutku ya, hmm..., Baik, sifatnya dewasa, cantik, terkadang lucu juga, kurasa banyak orang yang menyukainya” jawab Farhan santai sambil mengelus-ngelus dagunya.
Linda yang awalnya kurang memperhatikan jawabannya tiba-tiba saja menghentikan aktivitas menata kue nya setelah mendengar ucapan terakhir itu.
“lalu apakah loe juga su.., ahh, lupakan!” tiba-tiba saja Linda menghentikan pertanyaannya. Farhan menjadi memiliki seribu pertanyaan di kepalanya karena hal itu
“su?, su apa?, supaya?”
“bukan!”
“supir”
“bukan!”
“superman?”
“bukan!”
“Sulaiman?”
“bukan!”
“Sukiman?”
“bukannnnnn!!!!”
Linda yang merasa kesal atas perkataan bertubi-tubi yang semakin tidak jelas itu langsung saja memanas dan memancarkan emosinya,
tampa dapat mengendalikan tangannya dia langsung melemparkan salah satu kue ke arah Farhan, untung saja Farhan memiliki tangan yang cepat dan pandangan yang tajam sehingga dengan mudahnya dia menangkap kue itu.
“ loe kenapa sih!, memangnya nggak ada ya yang ngajarin supaya menghargai makanan?”tanya farhan terheran-heran
“hah! Menghargai?, memangnya nya loe nggak liat itu di bungkusan nya sudah diberi harga!” ketus Linda yang masih mencoba untuk menenangkan diri,
“terserah deh!” gumam Farhan “wanita selalu benar”
Linda yang awalnya ngos-ngosan kini sudah mulai tenang kembali setelah mengatur emosinya,
sejenak dia memejamkan matanya untuk menghirup napas dan menoleh ke Farhan.
“makannya hargai privasi seseorang, jika gue bilang lupakan-lupakan saja! By the way, sorry ya! Gue kelepasan!” ucapnya yang kini sudah mulai kembali lembut
Farhan hanya memiringkan kepalanya saja sambil berpikir-pikir ”memangnya ada hubungannya masalah yang tadi dengan privasi seseorang”
Setelah kejadian itu seluruh atmosfer seolah terasa membeku diantara mereka berdua, tidak ada yang saling bertanya untuk mencairkan suasana hingga Linda selesai menata semua kuenya.
“akhirnya!” Linda menyeka kan keringat di keningnya merasa senang sebab kerjaannya sudah selesai, kemudian dia menatap ke arah jam dinding “sudah jam satu ya, sudah saatnya istirahat siang”
Dan benar saja setelah Linda mengatakan hal itu tiba-tiba saja Lisa muncul dari balik pintu sambil membawa beberapa rantang.
__ADS_1
“Ara Farhan, sepertinya kamu sudah bekerja keras imutnya! gimana jika kalian istirahat dulu makan bareng!” ucap kak Lisa sambil memberikan rantang-rantang itu kepada Farhan
“makasih!” senyum Farhan menerimanya
“jangan sungkan-sungkan! Kalo kurang nambah ya! Biar otak kecilmu ini terisi kembali”
Lisa memang terlihat begitu ramah dan baik terlebih tingkahnya yang sedikit berlebihan ke arah keibuan membuatnya memiliki nilai tersendiri bagi orang-orang yang mengenalnya, seperti yang dilakukannya sekarang ini, dia memberikan rantang itu tersenyum manis dan mengelus-ngelus kepala Farhan dengan begitu lembutnya seperti kepala bayi.
Linda yang merasa terganggu melihat fenomena tersebut langsung saja bertindak
“kak Lisa! Bukannya kakak masih memiliki beberapa pekerjaan tentang pemesan online, bagaimana jika kakak pergi kerja dulu agar tidak menghancurkan suasana!”tuturnya dengan senyuman memejamkan mata”
“idih Linda jahat! Ya sudah aku pergi dulu bye!” perginya meninggalkan mereka
Farhan yang sedari tadi memperhatikan mereka hanya menggeleng-gelengkan kepalanya “hmm, hubungan mereka unik juga” sekarang dia sudah cukup kenal dan bersahabat dengan hubungan mereka.
“apa yang kau tunggu! Ayo makan!” Linda menatap Farhan yang pandangannya masih ke arah kakaknya yang sudah pergi sambil melangkah keluar sebagai tanda jika mereka akan menghabiskan waktu istirahat nya diluar Toko,
“ah iya!” susulnya.
*******************************
Bangku Teras yang begitu teduh dan bersih memberikan kenyamanan bagi siapa saja yang mendudukinya,
belum lagi ditambah dengan lantunan musik jaz dari toko konter handphone sebelah yang sedang promosi menarik pelanggan, membuat rasa lelah di pundak terangkat lepas.
Farhan dan Linda sedang duduk berduaan mencoba untuk menikmati makan siang yang telah di sediakan Lisa sebelumnya,
rantang-rantang itu semuanya berjumlah empat buah dengan satu rantang yang memiliki ukuran paling besar, mereka berdua membuka rantang-rantang yang kecil terlebih dahulu dan menemukan beberapa daging ayam dan kue di sana,
Mereka berdua sangat terkejut akan isinya, memang sih isinya nasi didalam sana, tapi yang membuat mereka terkejut di dalamnya adalah hiasan di atas nasi itu, satu nasi penuh di dalam rantang itu memiliki hiasan lambang hati besar dengan saus sebagai intinya.
“kakak mu sangat unik ya!” ucap Farhan yang menoleh kearah Linda,
“lu-lupakan” ucap Linda dengan kaku dan wajah yang memerah seakan-akan harga dirinya telah di permalukan di sana, jika seandainya ada kantong kresek dia merasa lebih baik memasukkan kepalanya. Dalam hatinya dia mengumpat kakaknya dengan keras.
“TOLONG!!!
Secara tiba-tiba saja suasana disekitar mereka menjadi gaduh, mereka berdua memperhatikan dari mana asal suara itu berasal dan memperhatikan Toko konter handphone yang rupanya sedang kerampok
“perampokan!” ucap Lisa dengan terkejut sambil keluar dari toko dengan segera.
“apa! Bagaimana bisa? bukan kah wilayah kebayoran lama ini miliknya Beruang Hitam?” tanya Linda sambil menatap ke Toko sebelah.
Farhan memulai menganalisis keadaan yang ada.
“lihatlah!” Farhan menunjuk kearah mobil muatan “mobil itu mobil curian, bulannya sudah kadaluarsa selain itu hurufnya adalah F, kemungkinan mereka beserta mobil curian itu dari Bogor”
Linda dan Lisa mulai mengelus-ngelus dagunya untuk berpikir,” memang benar sih!, jika seandainya mereka berasal dari luar DKI mereka pasti tidak tau hukum rimba di kota ini”
“baiklah sudah waktunya!” Farhan berdiri dari tempat duduknya sambil mengangkat kedua tangan ke atas untuk menghilangkan rasa sedikit penat dipundaknya sebelum dia melangkah ke Toko tersebut
“mau kemana?”tanya linda
__ADS_1
“pemanasan” jawabnya simpel meninggalkan mereka berdua
“tunggu!” tahan linda,
Farhan menoleh kearahnya dan melihat adanya rasa kekhawatiran diwajahnya.
“hati-hati”
Farhan yang mendengar ucapan itu tersenyum tipis dan mulai meninggalkan mereka dengan melambaikan tangan
“dah jagoan!!” ucap Lisa didepan pintu melambaikan tangan
“Hai kakak!” Linda mulai melotot kearah Lisa dengan nada yang ditekan,” bisa kau jelaskan apa ini!” ucapnya sambil menunjukkan rantang nasi berisi lambang hati.
“a-are, itu!, maaf aku masih ada kerjaan!” Lisa berlari menuju belakang toko yang langsung dikejar Linda
“hoi tunggu!”.
**************************
“sudah semua?” ucap seorang pria dengan poster tubuh tinggi berotot dan memakai tato kepada anak buahnya.
“sudah bos!, kita bisa pergi”
“Hai!, sepertinya kalian melupakan satu hal!” dia menunjuk kearah kasir dengan pentungan bisbol Nya, seketika mereka semua mengetahui apa yang dimaksud.
“maaf BOS!, kami lupa, biar saya saja yang mengambilnya!”
enggak perlu! Biar gue ajah!” orang itu kemudian mendekati lokasi kasir dan menghancurkan mesin kasir dengan pentungan bisbol nya,
dia mengambil jumlah uang tersebut dengan ketawa lantang dan menjadikan uang tersebut untuk mengipasi tubuhnya,
“tak ada aroma yang lebih wangi dari pada duit!”
dilain sisi semua pegawai di sana mulai ketakutan, mereka semua digiring kearah pojokan toko agar tidak bisa meminta bantuan,
mereka merinding diam seribu bahasa tidak berani membantah karena mereka akan tau nasibnya jika membantah akan menjadi manager toko yang sudah terlihat babak belur penuh luka memar,
terlebih dia memiliki luka bacokan di punggungnya, jika tidak segera ditolong sudah pasti dia akan mati.
Tidak lama kemudian ketakutan mereka berubah menjadi harapan setelah datangnya seorang pria SMA dari balik pintu, begitu juga dengan bos mereka, dia menghentikan tawanya dan merasa heran akan kedatangan laki-laki itu dengan santai.
“bungkam dia!” perintah bos dengan menggerakkan kepala ke arah anak buahnya.
“Hai Bro! sepertinya kau salah alamat!” ucap seorang diantara mereka dan mendekati orang itu dengan linggis,
dia terlihat meremehkan orang itu dengan jalannya yang santai lebay tampa dia ketahui tiba-tiba saja orang itu melompat dan langsung menggunakan tendangan berputar tepat mengenai bagian pelipisnya.
Tampa dapat dia hindari, orang itu terpental cukup jauh di udara hingga menabrak tembok dan pingsan dengan kondisi tubuh yang mengenaskan.
Semua orang kaget di sana, ini semua terjadi bagaikan sihir karena waktu kejadiannya sulit dijelaskan dengan mata,
hanya bos mereka sajalah yang menyadari jika itu tadi merupakan salah satu dari sebuah teknik silat, mereka semua pun menoleh ke arah pria misterius itu
__ADS_1
“aku telah menahan kakiku, aku harap lehernya tidak terlalu patah, kuharap mereka semua bisa untuk menjadi pemanasan ku” gumannya, lantas dia menatap kearah mereka semua.
“ maaf kakiku kepleset” ucapnya tersenyum.