
“ Jangan bergerak!”
Pereman yang awalnya merasa
sombong kini menjadi panik sebab telah
melihat sendiri perbedaan kekuatan,
Dia tidak menyangka jika seseorang yang sedang dihadapinya merupakan ahli bela diri yang mampu meratakan mereka semua, akhirnya karena merasa panik dia menjadikan gadis itu sebagai sandra.
Alasan utama mereka memilih sandra adalah sebab melihat pihak aparat setempat yang baru saja tiba, dia tau jika seandainya mereka ingin keluar dalam kondisi seperti ini, itu sama saja dengan mengirim mereka ke jeruji besi,
Belum lagi hakiman masa dari para penjudi yang kalah dan warga yang merasa geram, pasti akan menjadi mimpi buruk untuk mereka.
Sebenarnya Farhan merasa kesal, jika dipikir-pikir untuk apa dia menolong mereka, hingga dia memutuskan untuk memakai selogan nya.
Belum saja Farhan mengatakan `untuk apa aku menolong mereka?, kenalan bukan, Saudara bukan` tampa ada yang mengira, gadis itu menendang kepalanya dengan cara menjulang kan kaki kananya ke atas,
Semua orang menatapnya dengan terkesima, termaksud Farhan, alasannya Farhan terkesima sebenarnya adalah bukan karena dia menendang,
akan tetapi disaat dia menendang Farhan sempat melihat celana dalamnya sebab dalam keadaan jongkok, sehingga membuatnya bersiul panjang.
Dengan tendangan yang keras, preman itu terpental beberapa langkah dan terkapar.
Farhan menatap kearah gadis itu, "jika dilihat dari tekstur dan kelenturan tubuhnya dia pasti juga pendekar, tapi apa ya yang membuatnya tidak melawan, karena jumlah kah?"
jika pikiran Farhan itu benar dia pasti merupakan pendekar sabuk putih.
“Anata wa daijoubu?”
Gadis berambut hitam itu segera menghampiri Farhan dengan dialeg jepangnya yang halus,
Sebenarnya kata-kata “Anata wa daijoubu” itu sudah merupakan pasaran di indonesia, terlebih di wilayah DKI yang kebanyakan Wibunya, sehingga dia merasa tak ada salahnya dan menganggap semua orang mengerti dengan perkataannya walaupun sebenarnya dia juga lancar berbahasa indonesia.
Di saat seperti inilah para aparat keamanan setempat seperti sekuriti dan beberapa Warga mencoba mengendalikan situasi yang ada, mereka menindak lanjuti para pereman tersebut dan membawanya ke kantor polisi setempat,
Mereka bertindak cepat dan rapi agar para warga yang awalnya hanya menonton saja tidak turun mensampahin aksi Farhan atau menghakimi mereka.
__ADS_1
Farhan memperhatikan gadis itu sejenak sebelum mengangguk pelan dan berdiri, Tidak hanya dirinya saja, setelah Farhan berdiri gadis berambut merah itu menghampiri dirinya dengan segera dan memeluk Farhan dengan sangat kuat “Are you Fine?”
“sesak!” Farhan sebenarnya ingin meronta, akan tetapi suaranya itu tidak terdengar sebab wajahnya terhimpit diantara dadanya, jika kita perhatikan gadis itu terlihat memiliki tinggi di atas orang indonesia, selain itu sepertinya dia merupakan kakak kelas sehingga wajar jika kepala Farah hampir sejajar dengan dadanya.
Temannya yang melihat reaksi berlebihan itu langsung berdehem-dehem guna mengendalikan situasi
“yes!, i am Fine”
Farhan mengamati wajah gadis
berambut merah itu, terukir di wajahnya rasa cemas dan bersalah yang besar, jika di perhatikan baik-baik dia memang seperti orang luar negeri, hanya saja dia tidak mengetahui Negara mana yang memiliki rambut berwarna merah.
“syukurlah!” ucap berambut hitam
bernapas kemudian membungkuk sebagai tanda penghormatan, “sebelumnya
terimakasih telah menyelamatkan kami, perkenalkan namaku Amelia yukiko, dan ini sahabatku Regina dia berasal dari Skotlandia.”
Wajah Farhan terlihat seperti tidak percaya, baru kali ini dia melihat seseorang yang berasal dari benua Eropa, `apakah sekolah Satu Bangsa isinya memang orang-orang seperti ini kah?`
“sungguh! aku tidak bohong jika dia dari skotlandia, sebenarnya kami berasal dari sekolah Satu Bangsa kau taukan sekolah itu!”
Sayangnya Farhan tidak terlalu mempedulikannya, sebab sebelumnya dia sudah mengetahui mereka dari identitas
seragamnya, sekolah Satu Bangsa memang terkenal ketat aturannya Asramanya, jika seandainya mereka keluar dari lingkungan sekolah mereka diwajibkan untuk memakai seragam sekolahnya walaupun itu adalah hari Libur, lantas Farhan melirik gadis itu
“lalu, kimi wa amelia, nipon kara desuka?”
“benar, aku dari je.., eh tunggu kamu bisa bahasa jepang?” gadis itu terkejut saat Farhan menanyakan asal negaranya dengan menggunakan bahasa jepang
“lupakan saja!, sebenarnya apa yang kalian lakukan disini?” tanya Farhan dengan niatan ingin cepat pergi agar tidak berurusan dengan mereka.
“oh itu, sebenarnya kami ingin.,”
Belum saja dia menghabiskan kalimatnya tiba-tiba aja seorang gadis yang membawa dua ice cream dengan satu tangan menghampiri Farhan dengan berlari
“aku pikir kau dimana, rupanya disini?” tanyanya, sambil menjitak Farhan akrab, “lain kali jangan kemana-mana ya!”
__ADS_1
Farhan ingin sekali memprotesnya, bisa-bisa nya dia berkata seperti itu, padalhan dirinya telah menghadapi masa-masa sulit dengan pertarungan hidup dan mati,
Belum saja Farhan menghujatnya, Linda
langsung terkejut hebat setelah melihat gadis yang bersama Farhan.
“Tunggu! kalian Yukiko-senpai dan SIS-Regina kan!” ucapnya yang hanya dibalas dengan senyuman dari mereka
“kau kenal mereka Lin?” Farhan menaikkan alisnya.
“Idih! Masa kau gak kenal sih!, makannya
jadi orang sering update! Mereka itu adalah bintang musisi dari sekolah Satu Bangsa yang sudah mulai terkenal!”
Linda mulai antusias, sementara Farhan merasa heran, `jika seandainya mereka seterkenal itu kenapa ada pereman yang berani mengganggunya, dan mengapa pula para warga hanya menonton saja Farhan pelanga-pelongo melihat sekeliling yang ada.
“Kau kenapa sih han?” Linda merasa risih melihat kelakuan aneh temannya.
“nggak apa-apa, hanya nyari-nyari ajah siapa tau ada kamera, mungkin ajah ini acara live streaming” jawabnya pelan.
Linda menggeleng-gelengkan, sesaat
dia mulai menyadari sesuatu akan sekelilingnya, dia melihat ada belasan orang berbadan kekar dan bertato dibawa pergi dari tempat itu, selain itu dia juga baru menyadari jika semua orang sedang mengalihkan pandangan ke arah mereka, dengan cepat dia mulai membungkuk dan menjewer Farhan dengan cukup keras.
“maaf-maaf-maaf, tolong maaf kan teman saya yang nakal ini, aku tau jika dia telah melukai para pengawal kalian dan berusaha mengganggu kalian" panik Linda
Farhan ingin sekali menjerit-jerit dan menjelaskan keadaan yang sebenarnya tapi tiba-tiba saja Linda menyumpal mulutnya dengan ice cream.
“ini makan nih ice cream!, aku kan sudah bilang jangan buat keributan, ditinggal sedikit saja sudah mencari masalah!” geramnya memarahi Farhan.
“hmmh-mhhm-hhmmm” Farhan menggerutu dengan jelas akan kelakuan Linda yang main hakim sendiri tapi sayangnya suaranya itu tidak jelas.
“kenapa hmmh hah!, Sudah!, makan nih ice cream, setelah itu pulang sana!” gertaknya.
kedua gadis dari sekolah SMA Satu Bangsa itu saling memandang, mereka merasa telah terjadi sebuah kesalahpahaman dan berusaha untuk menghentikannya
***.
__ADS_1