
Langit terasa begitu cerah tampa adanya suatu tanda mendung sedikitpun, walaupun langit begitu cerah dengan adanya matahari yang menunjukan keperkasaannya tetapi belum tentu hari ini tidak akan menurunkan hujan.
pasalnya di indonesia ini sudah memasuki kawasan musim hujan walaupun mungkin tidak berdampak buruk pada sebagian wilayah, akan tetapi untuk sebagian wilayah khususnya di jakarta bisa menyebabkan banjir, sebenarnya ini sudah bukan menjadi rahasia umum bahkan menjadi suatu tradisi
"kau kenapa terlihat seperti kutu yang mati sebulan, apa kau kurang manisan hari ini?"
seorang gadis yang memiliki tubuh mendekati sempurna dengan wajah cantik berambut hitam panjang terikat kebelakang menyapa seorang laki-laki yang sedang termenung menatap langit di samping jendela sekolah
Ragna Farhan itulah sosok laki-laki yang dimaksud, Ragna Farhan walaupun dia memang terlihat seperti seorang pria dengan poster tubuh gentleman berwajah lumayan tampan serta memilik tinggi sekitar 175-180cm bukan berarti dia tidak memiliki masalah hidup
"eh Lin, tak masalah aku hanya sedang meratapi hidup" jawab farhan
dengan datar tampa menoleh kearahnya
PLAKKKKKKKKK
mendengar jawaban tampa semangat kehidupan dari temannya itu tentu membuat dirinya terasa kurang senang, Linda Saputri itulah nama dari gadis tersebut, dia adalah teman Farhan sejak lama,
bahkan bisa dikatakan teman dari kecil, walaupun usianya lebih tua beberapa bulan, tak membuat Linda mengambil jarak dengan Farhan,
pernah suatu ketika saat mereka dikejar anjing pasar dan Farhan terjatuh sehingga meninggalkan luka di lututnya,
walaupun sempat panik saat mendengar Farhan terus-menerus menangis selayaknya anak cengeng tetapi Linda menenagkannya dengan mengelus-ngelus rambutnya,
setelah Farhan tenang barulah dia membantu Farhan pulang ke rumah dengan cara menuntunnya, atau bahkan saat dirinya terjatuh dari pohon saat bermain dengan teman-teman sebaya diatasnya,
disaat semua temannya menertawakan Farhan karena hal itu akan tetapi hanya Linda sajalah yang mau mengulurkan tangan untuk membantunya bangun,
dari beberapa kenangan masa lalu yang terlintas itu sudah tak dapat diukir lagi seberapa dekat hubungan mereka,
bahkan jika seseorang melihatnya secara langsung akan menduga jika mereka itu adalah saudara padalhan mereka itu tidak memiliki suatu ikatan darah
“aww.., kamu kenapa sih Lin!” ucap Farhan langsung menoleh sambil memegangi kepala bagian belakangnya yang ketika itu telah menjadi samsak tinju
“nggak apa-apa kok!. iseng ajah!”jawab Linda santai sambil memberikan nafas kepada genggaman tangannya melalui mulut sebagai pertanda jika dia akan melontarkan serangan kedua
Farhan yang melihat hal itu dan mengerti maksudnya dengan cepat tampa mikir langsung mengemis ampun kepada Linda
“iya deh, iya!..., akan ku kasih tau
ampun nya sambil mengangkat kedua tangan yang menandakan jika dia telah mengibarkan bendera putih kekalahan
Melihat sasarannya sudah menyerah Linda hanya bisa tersenyum sambil menurunkan tangannya
__ADS_1
“nah gitu dong!, kau kan sudah tau jika kita ini sudah berteman semenjak kecil! Ngasih tau orang ajah kok pelit banget!”tutur Linda
Farhan hanya bisa mendengus kesal sambil tersenyum pahit saja setelah mendengar ucapannya itu,
Farhan sangat menyadari akan sifat teman dekatnya itu, sudah berkali-kali ia membuat dirinya menggeleng-gelengkan kepala akan sifat tomboynya,
walaupun Farhan memiliki sedikit rasa terhadapnya akan tetapi setelah dirinya
selalu diingatkan oleh matanya akan sifat serta perbedaan usianya yang lebih senior, membuat Farhan selalu berpikir ulang
“HP gue hilang!” jawab Farhan simpel
“apa! Hilang? Kok bisa? Dimana?” Linda yang dari tadi tenang menunggu jawaban kini langsung memandangnya lebih dekat dan memburunya dengan berbagai pertanyaan.
“Wajahmu terlalu dekat!” ucap Farhan sambil mendorong wajah Linda kebelakang dengan tangannya, hampir saja Farhan mendadak kehilangan denyut jantung karena dadanya bergetar hebat saat melihat wajah Linda yang begitu dekat,
jika dilihat-lihat manis juga sih wajahnya tetapi itulah, maut yang akan menjadi taruhannya jika dia berani memandangnya dengan waktu yang lama, setelah dirasa cukup tenang barulah Linda mengulangi pertanyaannya lagi.
“kapan, dimana, dan kenapa kau bisa kehilangan HP"
“hoi-hoi sabar ngapa, satu-satu memangnya gue ini dosen!, lagipula pertanyaan loe aneh, jika aku tahu sudah aku cari sendiri kali!”celetuk Farhan "tapi yang jelas aku menyadarinya sehabis tawuran kemari"
Tentunya Linda yang mendapatkan jawaban sepeti itu hanya bisa tersenyum sinis, ingin sekali lagi ia melayangkan bolgemman nya kepada orang dihadapannya itu, tetapi ia sadar harus bersifat dewasa bukan seharusnya ia menambah-nambah kan siksaan hidup kepada orang yang terkena musibah
“serius!” Farhan menyambut hangat tawarannya itu, seakan-akan mendengarkannya saja sudah dapat membuat masalah hidupnya hilang
“tentu, tapi dengan satu syarat!” Linda menambahkan,Farhan hanya bisa menaikkan alisnya saja mendengar jawabannya itu sebelum akhirnya ia berkata
“apa Syaratnya?”
“kau tak boleh membuat onar!”tentu linda berkata demikian bukan tampak maksud, jika kita ambil dari latar belakangnya saja ya., Farhan Ragna merupakan anak dari ketua pereman pasar di distrik nya.
walaupun pekerjaan ayahnya beserta anak buahnya merupakan keamanan di pasarnya dengan syarat memberikan uang keamanan sebagai gantinya,
bukan berarti para preman itu tidak berulah kriminal, tapi untungnya saja ketika di pasar mereka memang melakukan tugasnya sehingga para penjual pasar bisa merasa aman berdampingan dengan mereka
“oke, No problem” jawab Farhan mengangguk ria karena senang “akhirnya aku bisa bertemu paimon lagi” sambungnya
“dasar! Penyakitnya masih belum kelar juga” Linda hanya menggeleng-gelengkan
kepalanya saja disaat mendengar itu, ia hanya bisa mengumpat sambil tersenyum
kecil melihat reaksi senang dari teman dekatnya
__ADS_1
Disaat seperti itu tiba-tiba saja seseorang dari arah pintu luar memasuki ruang kelas X A dan menyapa mereka berdua.”eh Han-Lin, kalian mau ikut pesta gak!” ajaknya
“Eh ndre!, pesta apa?” saut Farhan. Menoleh ke asal suara tersebut
“idih.., Masa lupa sih..., kemaren kan kita baru saja menumpas sekolah Bumi Agung"
“oh iya!, memang sekarang ya!” ucap Farhan memastikan yang lalu hanya disambut dengan anggukan pelan darinya
“hmm..., gimana ya! Gue lagi mager ajah, malas jalannya”tolak Farhan
“udah ikut ajah! kau kan hyper carry nya, masa orang penting sepertimu bisa nggak datang sih, udah tenang ajah entar gue yang teraktir!, apa perlu entar gue doain supaya nanti malam bisa ketemu paimon!”ajaknya lagi
“aku ikut!!” langsung saja tampa basa-basi Farhan mengubah keinginannya 180 derajat setelah mendengar kalimat terakhir tersebut, Farhan Pun menoleh ke Linda dan mengajaknya
“Ayo Lin! Mau join gk?”
“gue disini saja, mau ngecek PR pelajaran matematika” tolaknya beralasan sehingga membuat mereka berdua tidak memiliki tindakan lain selain meninggalkannya,
melihat kepergian mereka berdua yang sudah meninggalkan ruang kelas Linda hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya saja sambil bergumam “dasar laki-laki"
Jika dipikir baik-baik memang sih sekolah disini cukup berbeda dari biasanya, walau ini bukanlah sekolah negeri tapi populasi disekolah ini lumayan juga,
selain ekonominya sangat terjangkau anak-anak yang memiliki nilai buruk pun juga bisa dengan mudahnya masuk ke sekolah ini,
hmm.., mungkin itu disebabkan karena akreditasi di sekolah ini adalah "C" sehingga berpikiran untuk menarik para siswanya dengan itu semua,
walaupun memiliki banyak siswa bukan berarti sekolah itu bisa menjadi sekolah unggulan,
contohnya seperti yang sedang dihadapi oleh sekolah Satu Nusa ini, semua murid
disini sebagian besar bertingkah laku kriminal dan tidak mencerminkan nilai-nilai pancasila dikehidupannya,
semisalnya saja ya!..., walaupun sudah tertuliskan rambu-rambu “No smoking” tapi tetap saja banyak dari anak-anak di sini yang melanggarnya, terutama dikamar mandi, di situ sudah menjadi habitatnya setan-setan seperti mereka berkumpul,
tak hanya itu! Minuman keras tawuran bahkan Narkotika pun seakan-akan menjadi hal yang umum,
walaupun narkotika berada ditingkatan yang berbeda dan hanya segelintir orang saja yang memakainya, tetapi tetap saja mereka melanggarnya seakan-akan semua larangan itu merupakan suatu perintah untuk dilanggar
Adapun ini semua memang disebabkan oleh hilangnya ajaran Pancasila disekolah ini, ajaran pancasila yang dulunya semenjak zaman reformasi selalu dilantunkan dengan suara yang nyaring kini mulai ditinggalkan,
alasannya supaya anak-anak bisa memulai pelajaran lebih awal dan mendapatkan ilmu yang lebih banyak,
tetapi akibatnya! Pelajaran Pancasila yang seharusnya menjadi pandangan hidup kini mulai menghilang karena secara perlahan-lahan terkikis.
__ADS_1
Akibatnya! Terciptalah anak-anak zaman generasi sekarang yang memiliki kepribadian buruk