
kantin sekolah, siapapun pasti sudah pernah memasuki ruangan ini baik itu laki-laki maupun perempuan,
itu biasanya sih disebabkan oleh seakan-akan sudah menjadi kewajiban bagi setiap sekolah untuk menyediakan fasilitas ini,
ya itu wajar saja sebab pendapatan kantin untuk pihak sekolah lumayan juga, biasanya para murid-murid menjadikan tempat ini sebagai tempat menghilangkan rasa penat mereka sehabis jam pelajaran dengan berbagai makanan dan juga minuman
walaupun tak sedikit juga murid-murid yang menghabiskan waktu istirahatnya dengan tidur di kelas tetapi tetap saja kantin sekolah menjadi primadona bagi para murid terutama yang perekonomiannya rata-rata di atas.
bangunan kantin di sekolah ini memiliki luas yang cukup untuk menampung 200 siswa bagi yang memerlukan waktu untuk mengisi perutnya,
dengan meja kayu yang panjang serta tempat duduk yang tersusun rapi memberikan kesan klasik pada ruangan ini,
karena tempatnya yang begitu nyaman serta menu-menu makanan yang cukup banyak dan murah sudah tidak heran jika Farhan dan teman-teman yang lainnya merayakan kemenangannya di sini.
KRING--------------------------
"kita rayakan kemenangan kita atas menumpas sekolah Bumi Agung!"
seorang dengan perwatakan tubuh besar, tinggi, dan Atlet membuka acara tersebut dengan cara bersulang seperti halnya merayakan sesuatu yang besar dengan cara yang kompak.
dia adalah Leo Irwansyah selaku pemimpin tertinggi sekaligus yang mengetuai hal-hal yang beraroma kan kriminal,
bisa dikatakan jika dia adalah pentolan di sekolah ini, dirinya adalah anak dari pemimpin geng jalanan,
Ilmu bela dirinya juga sangat dapat diacungkan jempol. keahliannya adalah Karate walaupun dia berhadapan dengan belasan orang dewasa tetapi dia dapat menumbangkannya semudah membalikkan telapak tangan,
"Yoi Bro! kita rayakan!" semua orang di tempat itu bersama-sama merayakannya dengan senang walaupun minuman di tangannya hanyalah teh botol.
satu, dua, hmm.., tujuh!, ada tujuh orang di bangku itu yang sedang merayakan kemenangan mereka termaksud Farhan yang sedang menikmati Mie Ayamnya.
mereka semua yang berada di sana masing-masing duduk secara berpasangan dengan pacarnya sendiri,
memang sih di sekolah seperti ini yang namanya pacaran seakan-akan sudah menjadi kewajiban!, mengecualikan Farhan yang hanya berpasangan dengan angin saja disebelahnya,
"Hai Han!, aku dengar kamu putus lagi ya dengan abel, memangnya benar?l" ucap seorang tepat di hadapannya yang mana hal itu membuat Farhan menahan garpu nya untuk memasukkan lagi Mie nya ke dalam mulut.
Orang itu adalah Tomi Sebastian seorang yang memiliki ketampanan yang memadai serta memiliki sifat cerdik dan tubuh kuat,
bisa dikatakan dia adalah teman Farhan yang paling dekat di sekolah ini nomer dua setelah Linda, latar belakang keluarganya pun juga bisa dikatakan lumayan kaya,
keluarganya memiliki halaman luar yang begitu luas, setiap hari selalu berjejer puluhan, hingga ratusan mobil di halamannya,
terkadang bisa juga kita dapati di halamannya mobil-mobil kelas mewah, mulai dari Ferrari hingga Lamborghini dan juga Gallardo sampai marselego.
jika kita perhatikan usaha keluarganya sih bisa dibilang cukup menguntungkan, hanya bermodalkan pluit beserta halaman rumahnya yang luas keluarganya mampu merauk keuntungan ratusan ribu perhari sebagai tukang parkir.
__ADS_1
"iya nih Tom, aku habis diputusin sama abel!"jawab Farhan sambil meneguk teh botol di tangannya.
bagaikan mata seribu semua orang di meja itu memandanginya seakan-akan tidak percaya.
serentak itu membuat suasana menjadi dingin seperti musim salju, alasannya cukup jelas! banyak gadis-gadis di sekolah ini yang menyukai Farhan sebab kehebatannya dalam hal bela diri dan lumayan tampan,
jika di ingat-ingat kembali sudah sekitar tujuh kali ini dalam kurun waktu hampir se semester banyak para gadis di sekolah itu yang menembaknya untuk menjalani hubungan,
Farhan biasanya memang selalu menerima perasaan gadis itu dengan tujuan menghilangkan perasaannya terhadap Linda,
tetapi ya..., karena tujuannya yang dangkal pula oleh Farhan hubungan mereka tidak dijalani dengan serius,
Farhan lebih banyak menghabiskan waktunya bermain Game dan menonton Anime, paling-paling jika bertemu dengan pacarnya hanya bisa di sekolahan,
itu sebabnya terkadang banyak gangguan dari mereka yang mengajaknya shopping lah, dinner lah, nonton lah, karena dirasa mengganggu akhirnya Farhan memutuskan mereka satu per satu.
jadi hal ini memang sudah menjadi suatu misteri bagi mereka semua kenapa sih Farhan bisa sampai diputusin oleh seseorang biasanya kan dia yang mutusin orang.
"WTF! kok bisa sih! biasanya kan loh yang mutusin cewek, tapi kenapa sekarang cewek yang mutusin loh?, apa dunia dah mau kiamat!"tanya seorang diantara mereka dengan penuh rasa penasaran.
Farhan menatap orang itu dengan senyum setengah-setengah sebelum akhirnya dia menjawab.
"kemarin sih ketika gue sedang mencari pokemon di jalan gue melihat Abel sedang jalan berduaan dengan pria lain..," Farhan meneguk dulu minumannya sebelum ia menyempurnakan kalimatnya,
"terus-terus-terus" ucap mereka semakin penasaran. yang ada dipikiran mereka sekarang ini adalah Kok bisa sih!, seorang kepergok selingkuh tapi malah yang kepergok yang mutusin,
terlebih yang mergokin orangnya seperti Farhan sang batalion disekolah ini.
"santai dulu ngapa! terus-terus-terus entar nabrak! jadi begini nih, karena sudah ketahuan kepergok gue lemparin ajah orang yang bersamanya itu dengan batu sampai benjol-benjol dan berdarah, lalu Abel berteriak histeris sama gue dan mengatakan jika dia itu adalah Pamannya, Abel menamparku dan menyatakan hubungan kita berakhir!" Jawab Farhan dengan nada seakan-akan dia tidak peduli dengan kejadian apapun.
"Han-Han!"semua orang hanya bisa menggeleng-geleng ketika mendengar penjelasan seperti itu
"loe ada-ada ajah sih!, makannya jadi orang jangan lupa ngerem! hidup kok ngegas mulu!, memangnya loe gak merhatiin apa usia orang yang berada di samping Abel itu berapa"
"ya..., mau gimana lagi, gue kira dia itu seorang lolicon, bisa ajah kan! lagipula kayaknya gue memang nggak cocok dah sama dia, gue lebih suka sama wifu gue" jawabnya terang-terangan
"hadeh! dasar pemuja dua dimensi!" geleng-geleng mereka seakan-akan memang sudah pasrah ajah dengan sifatnya.
"Han! gue tau loe memang suka sama Anime, tapi loe juga harus tau jika di kehidupan nyata itu loe nggak akan bisa menikahi Anime! dunia kita berbeda. mending saran gue ya! loe harus benar-benar dah tuh cari pasangan hidup dari pada jadi jomblo permanen!" Tomi mengingatkan.
Farhan mendengarnya sembari menikmati Mie ayamnya yang tersisa sambil bergumam dalam hatinya "hmm..., pasangan hidup ya!"
____________________________________________________________________________________________
sore hari yang terasa berawan sambil dihiasi oleh langit berwarna oren kekuningan.
__ADS_1
ya.., memang sih langit di saat ini sangat sulit di tebak akankah hujan atau tidak, tetapi bagusnya langit dengan belasan burung terbang menghiasi pemandangan beserta angin lumayan kencang bisa memberikan jika ramalan hujan kali ini akan mendekati 90 persen kebenaran.
"Hai Han!" jawab seorang gadis ramah sambil menepuk pundaknya. gadis itu tersenyum ramah yang memberikan perasaan damai kepada siapapun yang melihatnya,
bahkan dewi kayangan yang jatuh sekalipun akan bisa melayang kembali pulang hanya dengan melihat senyumnya itu.
"eh linda!"jawab Farhan ramah
"pulang bareng yuk!" ajaknya!
Farhan memang sedikit kaku akan ajakannya itu tapi jika diingat-ingat hal tersebut akan menjadi lucu sebab ketika dulu dia sudah sering sekali berjalan bareng dengan dirinya,
Farhan hanya mengangguk pelan yang mengisyaratkan jika ia setuju
"bagaimana dengan latihan mu! apa berjalan lancar?" Linda memulai percakapan diantara mereka
"lumayan!, untung saja Ayahku mau terus melatihku agar teknik yang ku kuasai semakin terasah!"
"jangan terlalu memaksakan diri, latihan memang penting tetapi istirahat juga penting untuk tubuhmu. nih ambillah!" ucap Linda ramah sembari memberikannya susu kotak untuk menemani mereka berjalan
"Thank!" jawab Farhan sembari menerima susunya, " By the way bagaimana dengan eskulmu?" kini Farhan bertanya.
Linda tersenyum setelah mendapatkan pertanyaan itu lantas ia berkata
"hmm, loe pasti takkan percaya, gue berhasil memainkan piano dengan nada musik jazz!, bahkan penunggu gue ajah sudah cukup terkesan dengan permainan gue, hanya saja sekarang gue lagi fokus latihan vokal buat nyanyi sambil bermain piano" terangnya penuh semangat.
Farhan yang mendengar hal itu hanya tersenyum sekaligus merasa sedikit terpukul,
Linda Saputri dia memang gadis yang hebat, walaupun pada usianya dapat memainkan piano merupakan hal yang biasa bagi segelintir orang, akan tetapi hal tersebut akan membuat orang terkagum-kagum jika ditunjukkan bagi seseorang yang tidak bisa apa-apa, seperti contoh mudahnya ialah menggambar,
ketika seseorang melihat orang yang pro menggambar seakan-akan itu adalah hal yang mudah, tetapi jika dicoba maka akan terasa jika susahnya itu setengah mati,
Masa depan Linda bisa dibilang lumayan cerah, dengan bakatnya yang dia miliki sudah bukan hal yang mustahil lagi sih bagi cita-citanya yang ingin menjadi pemain pianis yang handal,
ini berbeda sekali dengan dirinya, bahkan sampai sekarangpun Farhan masih belum mengetahui apa cita-cita dan tujuan hidupnya.
angin terasa begitu kencang dan melayangkan dedaunan di samping mereka, menandakan jika hujan akan segera turun.
Linda yang mengetahui akan hal itu secara sepintas berlari ke depan dan menoleh ke arah Farhan di belakangnya.
"kita berpisah disini dulu ya!, oh iya soal pekerjaan besok, akan kutunggu kau di rumahku, sampai jumpa besok ya!" ucapnya tersenyum manis yang kemudian berlari kencang ke arah rumahnya.
sementara di lain sisi Farhan hanya bisa tersenyum melepaskan kepergiannya sekaligus berkata dalam hatinya
"andaikan aku bisa selalu menjaga senyumannya itu!".
__ADS_1