Pendekar Sekolah

Pendekar Sekolah
Permintaan kecil


__ADS_3

Farhan menahan sakit ketika tangannya di pijet dan di urut oleh Lisa, walaupun tangannya semulus salju dan selembut sutra, itu belum cukup untuk menghentikan reaksi ekspresi Farhan yang konyol saat dirinya merintih kesakitan,


memang sih jika kita perhatikan lantunan tangan Lisa ketika mengurutnya sangat gemulai seperti alunan tangan saat memainkan melodi biola yang indah, tapi apa daya, kerusakan yang didapatkan tangannya lumayan parah.


“sepertinya ini akan membaik dalam seminggu dan sembuh selama sebulan” Lisa mengomentari Farhan saat mencoba mengurut tangannya.“beruntung kau


segera kemari, jika menunggu sampai urat dan otot mu tegang paling tidak akan memakan waktu sampai setahun penuh”.


“hehe” Farhan berulah nyengir tampa dosa seakan-akan itu adalah hal yang biasa, sehingga tindakannya membuat Linda emosi.


“HEHE MATAMU JEDOR!” Linda tak habis pikir, sebenarnya apa sih yang dipikirkan oleh si maniak ini! Dia mengusapkan wajahnya dengan kedua tangan setelah meletakkan air kompres dingin di atas meja,


pikirannya cemas, tapi sayangnya orang yang sedang dipikirkannya itu malah semakin membuatnya emosi, sialan memang. “Astaga!, kau taukan apa yang sudah kau perbuat!”


Linda merasa memusingkan dirinya sendiri, dia tidak mau sahabatnya itu terluka karena ceroboh, belum lagi ini adalah hari pertamanya, Linda berpikir terlalu jauh sampai-sampai dia juga memikirkan tentang masa depan sahabatnya entah di sekolah maupun di manapun, jika seandainya ada kasur yang empuk ingin sekali dia menenggelamkan dirinya di sana agar pikirannya tenang.


Dilain sisi Farhan merasa bersalah, sayangnya merasa bersalahnya itu karena dia memikirkan hal yang lain, dia memperhatikan toko ini yang telah tutup lebih awal sebab semuanya pergi untuk mengurus Farhan.


“maaf ya! Karena aku toko kalian tutup lebih awal”


“BUKAN ITU!” Linda semakin kesal, untung saja Lisa berhasil menahannya di saat Linda ingin menyiram Farhan dengan air kompres dingin sehingga suasana tidak terlalu sampai jauh memuncak.


“baiklah, kita lupakan masalah tadi, sekarang gimana? Apakah tanganmu sudah bisa digerakkan?” ucap Lisa


Farhan berusaha menggerakkan tangannya, di saat itulah dia mendapatkan kondisinya jauh lebih baik ketimbang sebelumnya, kini jarinya yang awalnya kaku sudah bisa digerakkan walaupun belum sampai bisa menggenggam tangannya, hanya saja dia masih merasakan keanehan di pergelangan tangannya.


“hmm.., lumayan, tetapi aku merasa pergelangan tanganku sangat kaku sehingga belum bisa di putar-putar”


“benarkah!”


“i-itai”

__ADS_1


Lisa mengurut tangannya lebih jauh lagi, tampa di sengaja itu membuatnya merasa ngilu sekaligus menemukan penyebabnya.


“kurasa urat di pergelanganmu sudah mulai kaku dalam kondisi abnormal, aku akan mencoba melenturkan nya lagi dan memperbaikinya.


Suasana di tempat itu terasa hening, Farhan merasa dirinya bersalah akan sesuatu tetapi dia tidak tau apa itu setelah melihat tingkah laku Linda di sofa, Lisa yang menyadari hal itu menenangkannya.


“tenanglah itu bukan salahmu!, lagi pula setelah adanya kejadian seperti itu cepat atau lambat kami pasti akan segera tutup karena dekat dengan TKP.  Oh iya kau taukan tentang `STARS`!”


“Hmm, tau” Farhan menaikkan alisnya sejenak sebelum dia menyadari jika `STARS` yang dimaksud adalah tempat kontes musik yang jaraknya lumayan jauh disini.


“besok hari minggu adalah waktunya adikku yang manis itu untuk ikut kontes di sana, maukah kau menemaninya di sana” Lisa berusaha mencairkan suasana dan ketegangan di antara mereka berdua, dia berharap jika hubungan mereka bisa kembali membaik, tapi ucapannya itu membuahkan arti lain untuk Linda.


“Apa! Bukanya kakak Sudah berjanji akan menemaniku!” protesnya


Farhan yang mengamati situasi masih bingung.


“bukannya besok aku masih harus menjaga Toko ya?”


Itu memang masuk akal sih, mengingat pastinya akan di banjiri jutaan pertanyaan jika dia memaksa buka karena tempatnya yang bisa untuk dijadikan saksi mata.


Linda tetap bersikeras karena dia menyangka jika kakaknya itu mengingkari janji


“tidak semudah itu Lin!, kau taukan kejadian ini masih terlalu hangat, Kakak masih harus mengurus banyak hal besok, jadi kau maukan pria manis untuk menemani adik kecil imutku ini”


Lisa menjelaskan situasinya sekaligus menatap kearah Farhan meminta sesuatu.


“Hmm..” sebenarnya Farhan bisa saja memenuhinya, tapi karena dia memikirkan agenda besok yang libur dia merasa jika ada hal lain yang lebih penting untuk dilakukan. “gimana ya? Jika seandainya libur besok aku berencana untuk gacha Klee seharian di Warnet”


Lisa merasa kecewa sekaligus emosi dikit karena mendapatkan jawaban itu, langsung saja karena tangannya yang merasa geram dia mengurut tangan Farhan lebih kuat lagi.


Farhan menjerit kesakitan, terasa tulangnya seperti di giling, karena menyadari jika hal ini dilakukan dengan sengaja akhirnya dia protes.

__ADS_1


“kau kenapa sih Kak Lis!”


“nggak apa-apa, iseng ajah!, oh iya sepertinya tadi telingaku kemasukan air jadi tidak bisa mendengar jawabanmu, gimana? Kau maukan menemani adik kecilku ini” senyum memejamkan nya penuh makna.


Farhan akhirnya menyadari jika sebenarnya itu bukanlah permintaan melainkan paksaan.


“ba-baik”jawabnya mengangguk cepat sambil menggerak-gerakkan tangannya yang sakit.


“makasih!” Lisa tersenyum manis penuh kemenangan. Akhirnya sekarang Farhan bisa tau dari mana asal sikap Linda ketika di sekolah tadi.


“tunggu kakak!, bukannya dia sedang patah tulangnya! Bukannya lebih baik dia beristirahat saja!” Protes Linda sekaligus


mengawatirkan nya.


“kau tenang saja! Dia lebih baik dari pada kelihatannya kok! Lagi pula masa kau tidak ingin sih teman dari kecilmu melihat kontes mu!” jawab Lisa yang dilanjut dengan mengedipkan satu matanya kearah Farhan.


Farhan menyadari jika sebenarnya itu adalah kode, dengan sigap dia berdiri dan menjawab tegas karena tidak mau tangan nya digiling lagi


“tenang saja! Aku baik-baik saja kok! Aku bahkan akan menjagamu walaupun hanya dengan satu tangan!”


“itu dia masalahnya!” Linda menepuk jidatnya dengan sebelah tangan, sebenarnya yang Linda cemaskan adalah akan adanya keributan di tempat kontesnya, ini semua dia ambil dari pengalamannya dulu, sudah tiga kali setiap dia menonton pertunjukan atau mengambil perannya pasti akan ada


kericuhan, entah dia berkelahi dengan kucing lah, dengan nyamuk lah, bahkan


ingatannya yang masih berbekas adalah ketika dia kejar-kejaran dengan cicak


dikarenakan cicaknya itu membuang kotoran atau pup di kepalanya.


Hal itu terasa begitu jelas di kenangannya yang mana itu membuat suatu acara terhenti disebabkan aksinya yang melempar sendal ke arah cicak tetapi sandal itu malah kena kearah penonton, walaupun itu semua dilakukannya ketika masih kecil, tetapi tetap saja itu merupakan aksi yang membuat orang menepuk jidat.


Karena berbagi alasan dari Kak Lisa akhirnya Linda menyetujuinya, dia berharap jika teman dekatnya itu tidak berulah kali ini, walaupun hatinya masih cemas dia hanya bisa berdoa semoga saja kelakuan kecil nya akan berubah seiring datangnya waktu.

__ADS_1


                             .     ***


__ADS_2