Pendekar Sekolah

Pendekar Sekolah
Mafia yang sedang membangun kekuatan


__ADS_3

“akhirnya kenyang!”


Ucap mereka serempak sambil memegangi perutnya yang sudah membulat


“aku gak percaya kalo loe ngomong kayak gitu, bukannya tadi mau nambah dua ya!” kata Farhan sambil melirik Linda dengan satu mata.


“kau seharusnya tidak perlu mengungkit itu, masih baik aku memberikan jatah makanku!” Linda meminum es teh nya dengan sedikit sebal,


Farhan tersedak sisa makanannya sendiri, dia hanya bisa terheran-heran saja dengan porsi makanannya itu, tak menyangka jika ada manusia langsing bisa memakan makanan sebesar itu di indonesia, jika di jepang sih wajar


“ayo sudah seharusnya kita berangkat!” ucap Linda membereskan tas dan mengambil gitarnya guna bergegas ke Audisi, dia tak mau jika kedatangannya akan terlambat walaupun memiliki urut nomer yang jauh.


“kau jalan duluan saja! Aku sedang menunggu mesin ATM ku” santainya


Linda mengangkat alisnya sebab belum bisa menangkap maksud dari Farhan, hingga akhirnya ada seseorang yang dikenal menyapa mereka.


“hai Bro gimana kabar kalian!” ucap Tomi


“biasa-biasa ajah!” mereka saling berjabat tangan mengakrabkan kan diri


“sorry nih bro ganggu date kalian, tapi kau bawa barangnya kan” Tomi mulai merapihkan tempat duduk di antara mereka


“bawa dong, seperti biasa lima ratus ribu!”


“jadi kau nggak bawa uang?” tanya Linda yang dari tadi memperhatikan.


“uang mah gampang di bank, nih gue bawa mesin ATM nya!”


“Dih dasar, kere ajah jangan sok keras, makan yang mahal-mahal!”


“hahahaha, kan ada kamu, walaupun bisnis batal masih minta dibayarin, lagi pula jika seandainya kamu enggak bisa bayarin juga tinggal kabur ajah!”


“Dasar, aku bukan ATM mu tau!” dengusnya kesal memperhatikan Farhan yang tangannya bergelimpangan uang biru


“hahaha\, tenang ajah Lin!\, aku pasti dateng kok\, karena `mendapatkan kepercayaan bisnis` adalah idealisme ku\, selain itu hari ini Regina akan tampil”


Farhan menatap Tomi heran, “kau kenal Regina?”


“tentu, aku Fans beratnya, semua seri majalah dan posternya sudah aku koleksi di kamar!” senyumnya cengengesan “Regina i love you”


“oh iya han!, minggu depan aku mesan lagi, takarannya naikin satu gram, harga sahabatkan!” tatap nya kepada Farhan.

__ADS_1


Farhan hanya mengangguk, dia tidak ingin mengungkit pertemuannya dengan Regina dan Yukiko di taman, bisa-bisa dia akan bertindak anarkis dan bersi keras untuk meminta fotonya.


“ya sudah! Ayo kita berangkat, pesanan tadi biar aku yang teraktir” ajak Tomi kepada mereka semua


Farhan dan Linda saling menatap “kau sudah datang dari tadi?”


“iya dong, sudah sejam aku nungguin kamu, lihat nih!, aku juga menemukan momen roman kalian”


Tomi memperlihatkan Foto-Foto di Handphone termahalnya, yang mana itu membuat wajah Farhan dan Linda memerah.


“Ternyata kalian bisa romantis juga kan!” ketawanya cengengesan.


“hai-hai sepertinya kau salah paham dah, dia itu berusaha membunuhku” sangkal Farhan yang masih merasakan pedas tertinggal di lidahnya.


“hah sudahlah! Aku tak ingin mengganggu privasi seseorang, sebaiknya aku kirimkan saja foto ini ke email kalian!”


Farhan merasakan sesuatu yang aneh di perutnya, dia seperti dililit dari dalam, jika dipikir-pikir ini pasti karena meminum es setelah makan sambal.


“kau kenapa Han?” Linda mulai khawatir dengan sikap Farhan yang mulai kesakitan


“tak apa-apa, gue kebelakang dulu, kalian jalan ajah!” tampa menunggu jawaban mereka Farhan langsung menancapkan gasnya berlari ke toilet.


*****


“ayolah adik kecilku, kau kan tau jika hotel bintang lima di indonesia itu setara dengan cafe milik kita diluar sana” ucap seorang pria tampan yang baru saja keluar dari kolam renang.


Semua pelayan wanita yang berpakaian seperti maid menghampirinya dan mengeringkan tubuhnya dengan handuk-handuk yang mereka bawa,


bahkan sebagian dari mereka juga membawakan beberapa style pakaian mewah dan memakaikannya kepada pria tersebut.


“idih, bilang ajah selera mu itu tidak cocok dengan fasilitas di indonesia, lagi pula milik kita diluar sana juga sudah mus..” Linda menghentikan perkataannya setelah dia menyadari kakaknya itu menatapnya dengan dingin dan marah. Bahkan air-air di kolam renang itu terkuras habis sebab berterbangan mengelilinginya, ini menandakan jika dia memiliki tenaga dalam yang cukup tinggi


“ma-maaf karena telah menyinggung kakak!” Regina mengatakannya dengan kaku dan ketakutan, dia sadar jika dia telah mengucapkan kata-kata yang tabu, bahkan pengawalnya saja pasti sudah mati setelah mengatakan hal tersebut.


“tak apa-apa adik kecilku, kau memang benar” dia mengatakannya dengan senyum, tapi Regina juga tau jika dibalik senyumannya itu juga menyimpan sebuah kemarahan, dia hanya bisa menundukkan pandangannya saja tampa berani menatap matanya.


“Duduk lah, ada hal yang harus kita bahas, aku telah menyewa penuh hotel ini agar dapat berbicara nyaman dengan mu!”


Awalnya Regina ragu, tapi setelah melihat air-air di sekitarnya turun yang berarti amarahnya mereda dia memberanikan diri duduk di bangku kolam renang dekat kakaknya.


“baiklah, ini masalah tentang pewaris sakral, ku dengar kau juga baru saja bertemu dengan pewaris sakral di taman?”

__ADS_1


“benar, aku baru saja bertemu dengannya”


“oh ya? Apa nama marganya? Sakral apa dia?”


“dia bermarga `Ragna`\, sakralnya adalah `Tinju besi` sejenis peningkatan\, tapi yang kulihat tangannya patah\, sepertinya dia belum menguasainya dengan sempur...”


Linda menghentikan perkataannya setelah melihat kakaknya itu memberikan code berhenti dari tangannya.


“Regina-Regina, kau tau kan musuh kita seperti apa, sakral yang hanya bisa melukai penggunanya, kau pikir berapa lama dia dapat bertahan di dunia kita, ku harap kau tidak jatuh hati kepada sampah sepertinya”


“idih siapa juga yang jatuh hati!” Regina berdecak kesal, “menurutku sebuah aib menyukainya, kayak enggak ada cowok yang lain ajah di dunia ini, walaupun hanya tersisa kami di dunia sebab wabah G-Virus aku juga ogah sama dia”


Regina memang tipe orang berselera tinggi, bahkan Farhan yang dapat menarik hati gadis-gadis di sekolahnya saja merupakan kutu baginya.


“Bagus-bagus, ku pegang kata-katamu, baiklah kita kembali ke topik, kau taukan apa tujuan kita mendatangi negeri ini” tatapnya kepada Regina


“membangun kembali kekuatan untuk menghancurkan Mafia `Devil scorpio` di china asal kita”


“benar!, untuk itulah kita memerlukan kekuatan yang besar, selain itu kita juga harus main politik di negara ini agar posisi kita tidak terancam, jujur jika seandainya bukan karena perjanjian Mama aku pasti akan enggan melakukannya.” Katanya sedikit kesal.


Regina masih ingat jelas akan beberapa perjanjiannya itu kepada kementrian militer Indonesia, sebenarnya perjanjiannya tidak terlalu membebani, hanya saja bagi organisasi seperti mereka yang fokus membangun kekuatan, itu cukup menghambat mereka.


Pertama : seorang Mafia dilarang keras menunjukkan dirinya di depan publik,


Ke dua : jika seandainya ada pertikaian di antara Mafia, jangan melibatkan warga yang tidak terlibat


Ke Tiga: Dilarang keras mengganggu kestabilan pemerintahan.


Ke empat: harus membantu pemerintah membersihkan organisasi yang berusaha meruntuhkan negara.


Ke Lima : segala jenis bisnis di sahkan dan harus membayar bunga tambahan, mengecualikan narkoba dan perbudakan, itu harus dilakukan di luar negara agar tidak meracuni bangsa, selain itu pekerjaan membunuh orang awam dilarang keras.


Itulah panca dasar Mafia yang dipelajarinya, ini semua terbentuk semenjak peristiwa Madam Ana Amelia menculik mentri pertahanan dan membuat kesepakatan agar organisasinya dapat bertahan lama.


Wei Houcun, selaku anaknya Madam Ana Amelia mengambil ahli kepemerintahan Mafia nya di Indonesia setelah kembali ke china, karena menurut kabar kondisi suaminya Chyou Chen sedang dalam keadaan terpojok di Cina sana.


“pokoknya, kamu harus dengar, kami telah menemukan seorang ahli kanuragan berusia 176 tahun di banyu wangi, sakralnya sangat kuat, salah satunya yang dia dapatkan setelah bertapa seratus tahun adalah merubah takdir...”


Regina mengamatinya seksama sebab baru kali ini dia mendengarnya.


“dia dapat mengubah kematiannya kepada orang yang membunuhnya, tapi sayangnya Ruba tua ini sangat keras kepala, dia tidak mau harta untuk mengajarkannya, yang dia inginkan adalah menikahi putri Madam Ana Amelia dan melahirkan ratusan anak agar anak-anaknya dapat mewarisi semua ilmunya.

__ADS_1


Regina hanya bisa menganga atas persyaratannya itu, dia menyadari yang dimaksud dengan orang itu adalah dirinya,


“apa?”


__ADS_2