Pendekar Sekolah

Pendekar Sekolah
Perkenalan kecil


__ADS_3

“Maaf ya!”


Linda memberikan es krim yang baru saja ia dibeli lagi kepada Farhan dengan senyum polos penuh penyesalan,


Farhan menjawabnya seakan hal tadi bukanlah masalah, walaupun dihatinya ingin sekali untuk mencekiknya,


Sekarang ini mereka berempat sedang duduk di sebuah taman kota yang tidak jauh dari lokasi kejadian guna mengakrabkan diri, sebenarnya ini juga merupakan sebagian modus dari Linda untuk lebih mengenal mereka sebab rasa Fansnya yang berlebihan


“Jadi kalian masih Kelas satu SMA?” Tanya Yukiko untuk memastikan.


“yap begitu dah!, ngomon-ngomong Yukiko-senpai, kenapa kalian jalan sendiri, bukannya bisanya selalu ada pengawal tampan itu yang menjaga kalian”


Farhan tersedak es nya sendiri saat mendengar Linda memuji orang, baru kali ini dia mendengar Linda memuji seseorang, bahkan dirinya sendiri ajah selalu di hina.


“oh, mereka berdua, hmm…, sebenarnya tadi kami menaiki mobil, sayangnya ketika di tengah perjalanan mobil kami mogok, jadinya kami pergi naik taksi dan menyerahkan


mobil kami kepada mereka, tapi jangan khawatir kok! Karena kami sudah janjian


akan bertemu di sekitar taman ini!”


Yukiko menjelaskan, dengan senyum manis, dirinya terlihat seperti sosok yang terbuka


dan ramah. Bahkan Farhan sendiri dapat menilai jika dia adalah tipe orang yang


dicintai oleh fansnya bila sudah terkenal.


Selain sifatnya yang selalu memberikan rasa sejuk, dia juga memiliki paras yang cantik dan


menyenangkan untuk dilihat, entah mungkin karena Gen Jepangnya, dia masih terlihat imut walaupun sudah berumur kelas dua SMA.


Dia memiliki Rambut Hitam yang panjang dan lurus kebelakang dengan bagian keningnya ditutupi oleh Poni rapinya, bagian tubuhnya terlihat Langsing seperti terawat dengan


baik, begitu juga dengan kulitnya terasa halus dan putih dan sejuk, pasti setiap ada Fans yang berjabat tangan dengannya terasa tidak ingin melepaskannya.


Sementara Regina


merupakan gadis tipekal orang yang cenderung memiliki sifat onee-san yang


dewasa, bahkan sifatnya hampir sebelas dua belas dengan Kak Lisa, hanya saja


setelah mengobrol tentang beberapa informasi tentang dirinya, dia merupakan


sahabat siswa kelas tiga SMA, dia memiliki rambut berwarna merah pendek,


tubuhnya juga terlihat tinggi bahkan lebih tinggi sedikit dengan lelaki


Indonesia sebab asalnya dari Eropa,


Selain memiliki postur tubuh yang Tinggi dia juga memiliki Mata berwarna kebiruan, dia memang terlihat Cantik dan menyenangkan sehingga menjadi suatu hal yang wajar jika dia sering di undang menjadi bintang iklan produk kecantikan.

__ADS_1


Sayangnya Farhan karena sering bolos dalam dunia maya selain ngegame, dia sehingga tidak mengenal mereka, yang dia ketahui adalah mereka berasal dari sekolah Satu


Bangsa sebab ciri bajunya yang menonjol.


Mereka memakai seragam dalaman biru berdasi merah dengan Jas Almamater berwarna Putih terang, bahannya lumayan bagus karena sepertinya sedikit kedip air, untuk bagian Kancing dan ujung Jasnya memiliki motif Garis berwarna emas, untuk bawahannya mereka memakai rok pendek berwarna putih dengan bahan yang sama dengan jasnya, untuk sepatunya mereka bebas memilih sementara untuk kaos kakinya sudah ditentukan dengan warna putih atau hitam panjang hingga tertutup Rok


Mereka memang terlihat begitu bersinar dengan pakaian itu, sehingga para siswi dan siswa tidak terlalu mempermasalahkan aturan wajib seragam sekolah ketika keluar sebab bagusnya desain baju.


“jadi begini Amelia, ketika kau menendang pereman tadi sepertinya kau sering berlatih bela diri, apakah kau juga Ahli bela diri” tanya Farhan sambil memakan es krimnya.


“hmm..,  itu..,”


Belum saja dia menyelesaikan jawabannya tiba-tiba saja Linda menjitak kepala Farhan dengan begitu keras.


“auhh.., kau kenapa sih Lin..., hobi sekali sih menjitakku, kau ingin kepalaku pitakan ya!”


“dimana sopan santunmu, mereka ini senior, kau seharusnya memanggilnya dengan sebutan `Senpai`, selain itu jangan memanggilnya dengan nama Marga!”


Farhan hanya mendengus kesal sambil memegang kepalanya yang terasa benjol, tetapi akhirnya dia ingat jika ada aturan dalam kebudayaan Jepang tentang ketidak sopanan


seseorang ketika memanggil dengan nama depannya,


“daijoubu-daijoubu, aku tak mempermasalahkannya kok! Lagi pula aku juga ingin lebih akrab dengan


kalian” senyumnya ramah.


“Hemm”


Linda begitu antusias dan senang mendapatkan jawabannya dengan sebuah anggukan dan senyuman,


sementara Farhan hanya menghela napas dan menggeleng-gelengkan kepalanya saja


sebab tidak mampu membalas tingkah laku temannya yang terasa menjengkelkan,


“ngomong-ngomong untuk yang tadi, sebenarnya aku memang mengikuti bela diri, hanya saja tidak begitu mendalami, hanya untuk sekedar berolah raga, kalo untuk Farhan sendiri mendalami bela diri apa?”


“aku Pencak silat, hanya saja dulu aku sempat belajar ninjutsu dari kakekku”


“eh, ninjutsu? Bukannya


bela diri itu sudah punah?”


Farhan hanya menjawabnya dengan senyuman kecil, sebab ada beberapa hal yang membuatnya tidak bisa menjelaskannya lebih jauh,


tapi sayangnya Linda yang sudah terlalu


mengidolakan mereka berusaha memaksa Farhan untuk menjawabnya dengan kode dari


sikutnya.

__ADS_1


Melihat Farhan berusaha tidak menjawabnya, Yukiko dan Regina berusaha mengalihkan pertanyaan agar tidak merusak suasana.


“ngomong-ngomong, Farhan, apakah kamu juga bisa bermain musik”


“itu..,”


“tentu dia sangat pandai bermain gitar juga, dia bisa memainkan lagu `Silhouette` dengan bagus mengenakan gitar”jawabnya antusias “hanya saja sekarang tangannya sedang patah jadi tidak bisa bermain”


“buset deh ini orang! Nyamber mulu dah kayak geledek!” Farhan berdecak kesal melihat tingkah laku Linda,


baru kali ini dia merasa kepalanya di buat sakit oleh Linda walaupun mereka sudah saling kenal begitu lama.


“hanya itu saja kok yang aku bisa! sebenarnya aku masih buta nada, hanya saja kalo silhouette aku bisa memainkannya sebab hapal gerakannya.”


“benarkah!, itu bagus, kau bisa saja menjadi musisi yang hebat hanya bermodalkan satu lagu, selain itu jika kau terus berlatih kau pasti akan mudah mendapatkan kunci-kunci


lagu yang lain karena tangan mu sudah tidak kaku!” Regina memuji Farhan sekaligus memberi masukkan,


Sebenarnya menurut keterangan mereka, Regina merupakan seorang gitaris yang sangat handal,


hanya saja ketika lomba `STARS` nanti dia memilih mengikuti penjurian Biola sebab


sudah pernah memenangkan lomba gitar yang tingkatannya lebih tinggi.


Sementara untuk Yukiko dia ahli dalam bidang Piano, ini dia sebabnya kenapa Linda begitu mengidolakannya, sebab katanya dia selalu belajar piano darinya.


Farhan tersenyum kecil dan mengangguk pelan, jika dipikir-pikir yang di ucapkannya itu


memang ada benarnya,


ketika SMP dulu dia pernah memainkan lagu silhouette sebab ketertarikannya dengan sebuah Anime, tapi tidak disangka jika perbuatannya itu mampu membuat seisi kelas beserta tiga kelas yang lainnya ikut bernyanyi sebab nada gitarnya yang begitu memukau dan unik.


“oh iya Linda, kudengar katanya kau memiliki nada yang miss ketika audisi mu yang sebelumnya?” tanya Regina menoleh kearah Linda.


“benar nih Sis Regina, Sebenarnya sampai sekarang juga aku sedikit kaku dan kesulitan


memainkan beberapa kunci, apa lagi jika susunannya rumit dan cepat?” Linda


mengehela Napas.


“hmm, benarkah bagai mana jika aku mengajarkankanmu satu lagu, mungkin aku bisa memberimu masukan”


“benarkah Sis Regina!”


Linda terlihat senang ketika mendengar tawarannya, terlagi perkataannya dijawab dengan sebuah anggukkan sehingga membuatnya begitu antusias dan melompat-lompat kegirangan.


Farhan hanya memperhatikannya saja sambil menghela napas “apakah ini memang reaksi jika seorang wanita bertemu dengan wanita”


      .     ***

__ADS_1


__ADS_2