
Farhan akhirnya bisa bernapas lega setelah mengeluarkan sisa-sisa makanannya, dia mendapati mereka berdua sudah tidak ada di tempatnya, Farhan membuka email yang dikirimkan oleh Tomi dan melihat Foto-Fotonya dengan senyum sebelum beranjak dari tempat itu.
Farhan ingin menemui mereka di Audisi sebab menurutnya sudah terlalu lama di dalam toilet, tapi langkahnya terhenti saat merasakan kehadiran aura membunuh terarah kepadanya.
“Tujuh orang, mereka pendekar kah?” gumannya setelah memperhatikan sekelilingnya yang penuh akan kepadatan orang-orang.
Farhan berlari semakin cepat menuju arah yang berbeda, dia merasa jika bertarung disini tidak akan bisa nyaman.
“dia lari!”
“apa?”
“mustahil dia bisa menyadari kita”
“kejar!”
Benar saja dugaannya itu, sosok-sosok yang mengenakan mantel hoodie mengejarnya,
Di Sana sempat terjadi keributan sebab aksi kejar-kejaran mereka, bahkan jarak Farhan dengan orang yang mengejarnya itu sudah mencapai belasan meter,
Farhan tidak menyia-nyiakan setiap barang di segala sudut yang dapat digunakannya untuk melambatkan lari mereka,
“Woi Berhenti!”
“jangan lari!”
Farhan bergumam kesal kepada mereka, “mana ada orang yang enggak lari kalo dikejar-kejar sambil membawa kapak”
Farhan menaiki tangga dan melompati dinding, bahkan dinding besar di gang sempit sekalipun dapat dia lompati dengan cara lompat zig-zag, tapi na`asnya bukan hanya dirinya, semua orang yang mengejarnya itu dapat mengikuti Farhan dengan mudahnya, ini menandakan jika kualitas mereka adalah seorang ahli bela diri atau pendekar.
“berhenti!”
Ketika mereka sedang berlari di atas tembok, seorang pria melemparkan kapaknya kearah Farhan, Farhan menyadari datangnya benda itu hingga dia memutuskan untuk lompat salto ke bawah demi menghindarinya.
Aksi kejar-kejaran terus berlangsung, Farhan berlari mengitari gang-gang sempit, bahkan dirinya harus melakukan beberapa aksi akrobatik agar tidak menjadi target kapak-kapak yang terlempar kearahnya.
__ADS_1
“Sial dia sangat licin!, pantas saja bawahan kita dapat dihabisinya, dia adalah seorang pendekar, panggil yang lainnya kesini!”
Seorang yang memakai hoodie berwarna hitam berlari sambil mengambil kembali kapaknya yang tergeletak di jalan, jika dilihat dari kewibawaannya memimpin mereka sudah pasti jika dia itu adalah pimpinannya.
Napas Farhan terengah-engah, dia tidak mengetahui apa yang terjadi, dia berusaha keras untuk memikirkannya, satu-satunya yang terlintas di pikirannya saat ini adalah `salamander`, itulah yang membuatnya memilih untuk menghindari perkelahian.
“oh shit! Jika saja tangan gue enggak sakit, pasti akan mudah meloloskan diri!”gerutunya.
Belum saja gerutunya surut dari dalam pikirannya, belasan orang telah menunggunya didepan dan memblokade jalannya.Farhan berlari sambil melemparkan gentong sampah di jalannya, dia melompat ke atas gentong sampah dan menjadikannya sebagai pijakan salto melewati mereka semua di atas kepala.
Sebenarnya ilmu meringankan tubuh di perguruan Farhan juga sudah diajarkan, hanya saja ilmu ini kurang sempurna sebab membutuhkan latihan dan kelincahan yang tinggi, Ilmu ini akan lebih sempurna bila mana dialirkan tenaga dalam.
Mereka semua yang menghadang terpesona melihat kelincahan Farhan, bahkan orang yang menjadi target tempat sampahnya itu hanya bisa diam seribu gerakan melihat kepergian Farhan.
“Woi! Kalian ngapain beg*! Kejar!”
Teriakan dari sang hoodie hitam menyadarkan lamunan mereka, setelah mendapatkan dirinya kembali mereka berlari dan ikut berpartisipasi dalam pengejarannya tersebut,
*****
Regina sedikit shock atas pengajuan syarat tersebut.
“heh, apa kau pikir aku akan semurah hati itu, tapi jujur saja tawarannya itu sangat menguntungkan” Wei Houcun tertawa kecil.
“apa! kau jadi memang ingin menjual ku, kau pikir butuh waktu berapa lama untuk melahirkan anak ratusan”
“kau ini! Kurasa kata-kata menjual itu lebih suram didengar, bagai mana jika bersimbiosis saja, lagu pula menurut kabar yang ku dengar, kesaktiannya dapat membuat orang hamil dan melahirkan dengan cepat, katanya sih seminggu bisa ngelahirin sepuluh kali!”
Regina seakan-akan tidak percaya dengan kakaknya itu, orang sakti mana yang mampu melakukan hal gila seperti itu, seorang harus melahirkan saja setidaknya butuh waktu sembilan bulan, ini malah seminggu sepuluh kali.
“pokoknya enggak, memangnya kau pikir aku ini sudi apa sama tua bangka, memangnya kau pikir aku ini apa? ATM Manusia?, sejam saja aku belum tentu bisa nemenin tidur!” ucapnya bertubi-tubi.
“itu tenang saja, informanku juga mengatakan dia memiliki kekuatan untuk memperawet wajahnya sehingga terlihat seperti empat puluhan, selain itu dia juga memiliki kekuatan untuk menyembuhkan stamina dan rahim jika pecah, ku yakin selama tiga bulan non stop kalian sudah menjadi keluarga besar” tawanya santai.
“Matamu!” Regina berdecak kesal, bagi dia menikahi Farhan itu lebih baik dari pada menjadi mesin pencetak bayi, dia tidak dapat membayangkan ******** dan rahimnya jika selama tiga bulan non stop dipermainkan seperti itu.
__ADS_1
“pokoknya itu semua kembali padamu, tapi jika saranku lebih baik kau ambil saja, lagi pula dia bisa menjadi aset yang besar bagi keluarga kita, baiklah sekarang sudah waktunya aku kembali berbisnis, bagiku berbisnis heroin di brunei dan malaysia lebih menguntungkan dari pada penghasilan casino kita disini.”
Wei Houcun berdiri dan meninggalkan tempat itu bersama belasan pengawalnya, sedangkan Regina masih terlihat shock di tempat duduknya hingga ada pengawalnya yang menyadarkannya.
“Nona muda sudah waktunya”
Regina menyadari kehadirannya, dia adalah Alex, selaku supir pribadinya,
“oh maaf, sudah jam berapa ini?”
“jam 1:30 puluh nona!”
“Apa?” Regina cemas akan keterlambatannya menghadiri audisi, dia tidak menyangka jika pertemuan dengan kakaknya akan memakan waktu lebih dari dua jam,
“kau bilang lokasinya dekat, kita didalam mobil sudah sejam lewat kan!” gerutunya.
“ma-maaf nona, biarkan saya memanggil anggota eksekutif untuk mengantar anda”
“sudahlah, cepat! Aku akan siap-siap!”
Alex tidak berani berkata apa-apa lagi, jika bukan karena keterpaksaannya terhadap Wei Houcun sudah pasti dia tidak akan berani berbohong kepadanya, selang kepergiannya seorang wanita berambut hitam dan memakai pakaian hitam seperti baju, celana, sarung tangan, sepatu dan jubah panjang kebawah hingga sejajar dengan mata kakinya datang menghadap,
Jika diperhatikan dari rambutnya yang panjang dia adalah seorang perempuan, hanya saja dari caranya berpakaian dia merupakan orang yang jarang berbicara, apalagi topeng putih yang dikenakannya, menambahkan kesan jika dirinya jarang berekspresi.
“Nona muda memanggil saya?” tanyanya sopan.
“benar! Antarkan aku ke gedung STARS sekarang!”
Wanita itu mengambil katananya di pinggang dan mengarahkannya ke langit, “ wahai Katana pusaka Eien No Ame, dengarkanlah panggilanku!”
Seketika atmosfir di langit mendadak berubah, langit yang awalnya cerah kini telah berubah menjadi mendung dan gelap, bahkan angin terasa sangat kencang di bangunan tinggi yang Regina pijak, seluruh wilayah yang berada di sekeliling wanita itu mendadak hujan lebat.
“persiapan sudah selesai nona muda, kita dapat pergi sekarang juga”
Regina mengangguk sembari memakai jas hujannya, dia juga membawa payung hitam sebagai persiapan jika temannya Yukiko membutuhkannya.
__ADS_1
“kita pergi sekarang!”
Wanita bertopeng putih itu menggendong Regina seperti tuan putri, dia melompat dari gedung ke gedung lainya dengan sangat cepat dan tinggi tampa terlihat oleh siapapun, inilah alasan dia memanggil hujan, dapat melompat di antara bangunan tampa di sadari oleh siapapun sebab gelapnya langit.