
Melodi kenangan yang menarik-narik mata Farhan agar tetap terjaga membuatnya merasa ini akan menjadi malam yang panjang, dia berusaha membaring-baringkan tubuhnya demi mendapatkan posisi tidur yang dapat membuatnya terlelap,
akan tetapi hasilnya tetap saja nihil, ditambah dengan posisi tangannya yang sedang di Gip membuatnya kesulitan untuk tidur.
“menyebalkan!”
Akhirnya dia merasa jika hari ini akan mustahil membuatnya dapat terlelap setelah melihat jarum pendek menunjukan angka dua di jam dindingnya,
Farhan mengubah posisi tidurnya menjadi duduk bersila dan merenungkan pertemuannya yang baru saja terjadi.
“aku tau kau masih terlalu cepat untuk berlatih tenaga dalam, tapi jangan khawatir, kita akan berlatih dengan aman untuk meminimalisir dampaknya” ucap seorang tamu pria di ruangan tadi.
Orang itu adalah guru besar Bagong, dia adalah pemimpin ilmu beladiri silat di perguruannya, bisa dibilang dia adalah guru dari Tante Sarah, sekaligus temen dekat Ayahnya.
Pada dasarnya seseorang akan berlatih ilmu tenaga dalam di dunia persilatan semenjak memasuki sabuk Hitam atau tingkatan ke tujuh, walaupun teknik-teknik bela diri Farhan telah mencapai tingkatan Hitam akan tetapi sebenarnya dia masih berada di tingkatan ke lima yakni sabuk Biru,
Alasannya cukup simpel, dia jarang sekali melatih tubuhnya, hampir setiap hari dia menghabiskan waktunya untuk bermain Game dan jarang bergerak sehingga membuat otot-otot dan tulangnya sangat lembek.
Di dunia persilatan yang dia alami sekarang ini, tingkatan pendekar silat terbagi menjadi sepuluh tingkatan, tingkatan pertama sabuk putih, pada masa ini hanya berlaku bagi orang awam yang memasuki dunia persilatan dan berhasil mengalahkan tiga orang dewasa biasa sekaligus,
Untuk tingkatan kedua adalah sabuk kuning, sabuk kuning bisa dibilang sabuk senior karena pada tingkatannya dia harus bisa menghadapi lima orang sabuk putih sekaligus.
Untuk tahap ke tiga adalah sabuk Oren, orang akan berada ditingkatan ini bilamana sudah berhasil memiliki lima puluh persen semua jurus-jurus dasar di perguruannya dan mampu menumbangkan lima orang bersabuk kuning,
Selanjutnya adalah tahap ke empat, sabuk hijau, pada kasus ini seseorang harus berhasil memiliki setidaknya delapan puluh persen keahlian bela diri di perguruannya dan mampu membungkam lima orang pendekar sabuk Oren.
Kemudian adalah Tahap yang di injaki oleh Farhan, yaitu sabuk biru tingkatan kelima, ketika memasuki tingkatan ini seseorang harus menguasai seluruh ilmu silat di perguruannya atau seratus persen dan mahir dalam menghadapi sepuluh orang tingkatan sabuk Oren.
Farhan tidak Mampu menaikkan tingkatan selanjutnya sebab persyaratannya sudah bukan masalah kemahiran seni bela diri lagi melainkan masalah tubuhnya.
Seseorang yang menaikkan tingkatan selanjutnya menuju sabuk Coklat harus dapat membuat tubuhnya benar-benar keras, minimal dia mampu menghancurkan besi yang keras seperti Rantai dengan tangan kosong, tulangnya harus benar-benar keras melebihi besi dan ototnya harus benar-benar kuat, bahkan jika digambarkan dirinya mampu menahan hantaman besi tampa rasa sakit,
Dan yang ke tujuh adalah sabuk Hitam, ini adalah tingkatan yang sangat dihormati dan disegani di masa ini, sebab seseorang dapat membuka sebuah aliran dan menjadi guru resmi setelah dapat mencapai tingkatan ini,
seseorang menyebut tingkatan ini sebagai tubuh baja, bahkan semakin kuatnya tubuh itu mereka mampu menghentikan laju Bis dengan tubuhnya, sebab tulang dan ototnya sudah benar-benar menjadi baja, besi saja mudah untuk di bengkokkan seperti membengkokkan sendok,
Walaupun tidak semua orang bisa mencapai tingkatan ini dikarenakan latihannya yang begitu lama dan teramat keras, akan tetapi masih ada lagi tingkatan selanjutnya, yaitu adalah Sabuk Hitam strip garis putih satu,
__ADS_1
seseorang yang memiliki tingkatan ini biasanya hanya pengurus-pengurus atau pemimpin sekte tinggi, bahkan di indonesia sekalipun jumlahnya kurang dari seratus orang,
Sebab pada tahap ini seseorang akan mempelajari tenaga dalam, seseorang bahkan akan teramat sakral setelah menduduki posisi ini, ibarat orang yang menguasai tenaga dalam dengan tidak seperti langit dan bumi, seseorang yang memiliki tenaga dalam mampu menghabisi seratus orang sabuk Hitam,
Bahkan kemampuannya sudah diluar nalar manusia, seperti kebal terhadap peluru, dapat menyembuhkan orang, dapat meringankan tubuh, dan jika seandainya sudah sangat tinggi mereka bisa dapat terbang di udara, walaupun hanya ada sepuluh orang saja yang terdaftar bisa melakukannya,
Dan untuk tahapan selanjutnya seperti sembilan dan sepuluh adalah tahapan yang sudah sirna di muka bumi, sebab tahapan mereka sudah bukan menduduki tingkatan manusia lagi,
mereka dapat seenaknya menginjak-nginjak takdir manusia, mereka dapat hidup lagi dari kematian, dapat melihat masa depan, dapat melipat jarak bumi, bahkan dapat menembus dimensi lain. Seseorang menyebut mereka sebagai tingkatan Kanuragan dengan tanda sabuk hitam strip putih dua,
Adapun untuk tingkatan ke sepuluh ada yang mengatakan sebagai mitos, sebab dikatakan sebagai tingkatan dewa perang, karena seakan-akan dunia berada di dalam genggamannya.
Farhan menepis jauh-jauh pembahasan pembagian tingkatan sabuk, sebab dia sudah banyak mendengar jika tingkatan ke sembilan dan kesepuluh itu adalah suatu hal yang mustahil dilakukan, bahkan para ahli sejarah juga meragukan adanya orang-orang yang memiliki kekuatan seperti itu,
Kini yang sekarang harus dia fokuskan adalah menaikkan tingkatannya menjadi sabuk hitam, walaupun dia berhasil mengalahkan seseorang yang telah menduduki sabuk hitam dengan jurus Tinju Besi keluarganya, tetapi tetap saja dia tidak akan naik dari sabuk biru jika tidak melatih tubuhnya, pasalnya memang percuma saja jika dia menghancurkan tangannya hanya sekedar bertukar dengan pingsannya lawan.
Ini terbukti seperti yang dialaminya saat ini, sekali pukul saja sudah patah, bagaimana caranya dia menghadapi pendekar sabuk hitam yang banyak, coba jika dia telah menaikkan tingkatannya menjadi sabuk coklat, mungkin hanya keseleo saja tulangnya.
Lebih bagus lagi jika telah mencapai sabuk hitam, dia dapat mempertahankan jurusnya jurus tinju besi nya tiga kali sehari tampa adanya dampak kerusakan,
Sekarang ini Farhan berharap bisa mencapai sabuk hitam strip putih satu dalam kehidupannya agar dapat menguasai tenaga dalam,
ini dia lakukan karena kejadian sepuluh tahun yang lalu, dia ingat akan kejadian yang begitu menyakitkan ketika berusia enam tahun, dimana dirinya terasa begitu lemah saat dilindungi oleh seorang gadis kecil.
“Tolong jangan sakiti dia,” mohon nya sambil menghadang belasan batu yang datang menghujaninya.
“untuk apa kami berhenti!, pencuri sepertinya harus dibakar hidup-hidup!” suara amukan warga begitu menggelegar menghantuinya ketika saat itu, walaupun gadis kecil itu dipenuhi oleh luka dan darah di sekujur tubuhnya tetapi dia tetap kokoh melindungi Farhan.
Farhan berlutut lemas di belakang gadis itu, seseorang menuduhnya mencuri dompet setelah menggeledah tasnya, Farhan benar benar tidak tau apa yang terjadi ketika itu,
kejadiannya begitu sangat cepat, saat dia berada di dalam bus yang penuh penumpang guna menuju suatu tempat bermain tiba-tiba saja ada seorang penumpang yang berteriak kehilangan dompet,
Suasana menjadi hening dan mencengkram, hingga akhirnya salah satu dari mereka berseru untuk memeriksa setiap penumpang yang ada.
Farhan begitu kaget ketika mendapatkan dompet itu di tasnya, tampa basa-basi seseorang melemparnya dari kendaraan dan mencoba menghakiminya, gadis kecil itu merasa ada yang salah, dia begitu mengenal sahabatnya hingga dia bertekad melindunginya dari hakiman masa.
Alih-alihl niat mereka yang awalnya ingin bersenang-senang kini menjadi perihnya kenangan, sekujur tubuh mereka di penuhi dengan luka dan memar,
__ADS_1
beruntung tidak lama setelah kejadian itu sekelompok beruang hitam datang menghampiri karena penasaran dengan kondisi yang ada, Farhan sudah kehilangan kesadaran saat kondisi itu, yang dia tau setelah kejadian itu dirinya bersama sang gadis sudah berada di rumah sakit.
Dia menangis dan merasakan penyesalan yang mendalam setelah menyadari kondisi temannya yang lebih parah, bahkan Farhan sampai benar-benar mengutuk kejamnya dunia ini dan menangis sejadi-jadinya, dia seperti orang gila yang telah kehilangan mentalnya.
Semua orang pasti merasa iba melihatnya, orang mana yang tega mau menyakiti anak kecil ini sehingga kehilangan mentalnya di usia yang sangat belia,
bahkan Tante dan Ayah Farhan sendiri hampir menjadi stres dan menuntut balas kepada orang-orang yang menghakiminya setelah melihat kondisi Farhan yang begitu memprihatinkan
Farhan duduk termenung dengan pandangan kosong di samping gadis yang sedang berbaring, sesekali dia menangis dan menjerit tampa adanya harapan di matanya,
“Bos bagai mana ini, aku tak rela melihat kondisi tuan muda yang terus seperti ini!”
Semua anggota beruang hitam membuat kegaduhan di rumah sakit dengan membawa golok dan meminta tindakan selanjutnya kepada Ayah Farhan yang masih syok melihat kondisi anaknya.
Mereka semua juga mengetahui sudah tiga hari ini Farhan terus-menerus seperti itu tampa makan dan minum sedikitpun, semua orang pasti akan merasakan pilu di hati nya melihat kondisi Farhan ketika itu.
“Diam!!!, kalian tidak melihat kondisi abang gimana!, dia adalah Ayahnya! Jangan kalian pikir perasaannya lebih biasa ajah dari kalian!!”
Beruntung Tante Sarah masih bisa mengendalikan dirinya yang walaupun terasa pilu melihat kondisi keponakannya,
Mereka semua akhirnya sadar, orang pertama yang merasakan sakit mendalam melihat kondisi Farhan adalah orang tuanya,
dia tidak dapat membayangkan kondisi bos mereka yang hanya bisa diam saja dengan tatapan kosong, yang pasti itu karena kondisi mentalnya yang mulai down.
Disaat seperti ini untung saja si gadis bangun dan mengelus-elus rambut Farhan, membuat matanya kembali bercahaya.
“tak apa-apa jangan bersedih!, aku suka kok terhadap orang yang kuat!”suaranya paruh kemudian dia menghilangkan air mata Farhan dengan jarinya.
Ucapan dan tingkah laku gadis kecil itu seperti malaikat di mata Farhan, seketika lamunannya pecah dan menangis sejadi-jadinya,
“maafkan aku, maafkan aku!”
Farhan terus-menerus merengek tampa henti sambil mengeluarkan penyesalannya, seketika suasana menjadi berubah setelah melihat Farhan yang kembali memiliki emosi, sang gadis menatap Farhan dengan senyum seakan-akan itu adalah obat yang paling mujarab untuk Farhan.
“Tuan muda!”
Semua anggota dan ayahnya bisa bernapas lega setelah melihat kemajuan itu,
__ADS_1
Dari sinilah Farhan merasa memiliki kewajiban untuk melindungi Linda, dia berjanji mencoba untuk terus menjadi kuat dan dapat melindungi temannya sampai ajal tiba.
"aku berjanji, walaupun dunia membenci dan langit mengutuk, aku akan selalu melindungi mu"