
"tumben pagi-pagi sekali sudah terlihat rapih, biasanya kalo sabtu tidur mulu sampai siang"
"ah, iya!"Farhan menoleh ke asal suara itu disaat dirinya kepergok memakai sepatu putih kesayangannya,
hari ini adalah hari sabtu, hari yang menjadi libur sekolah bilamana sekolah itu menerapkan sistem Full Day School,
Biasanya sih Farhan memang menghabiskan waktu paginya hinga sedikit siang bila tidak ada kegiatan sebab setiap malam sabtu sudah menjadi rutinitasnya maraton Anime,
tetapi hari ini berbeda, dengan memakai style rapih dan mengenakan sepatu sudah
dipastikan jika ia ingin pergi ke suatu tempat.
“aku ingin pergi ke Tokonya Linda untuk bekerja di sana”
“hah kerja?,”mendengar penjelasan singkat itu ayahnya memiliki melodi imajinasinya sendiri, dia membayangkan alasan anaknya pergi ke sana sebenarnya untuk menemui Linda.
“Ciee.., ada yang lagi kasmaran nih!” ayahnya tersenyum usil kepada dirinya,
sebenarnya ayahnya sudah cukup menghapal sebagian besar lembaran kehidupan anaknya, jika dipikir-pikir kembali memang hanya Linda sajalah anak gadis yang paling dekat dengannya
“idih apaan sih!” Farhan yang mendengar ejekannya itu menjadi risih sekaligus memerah, tubuhnya terasa kaku sendiri mati gaya, langsung saja dia memberikan penjelasan untuk mencairkan suasana
“ganggu ajah dah! Aku ke sana buat kerja karena HP ku hilang, jangan mikir yang aneh-aneh!”
Orang yang memiliki tubuh kekar berotot menaikan alisnya saat mendengar penjelasan simpel dari anaknya. Sejenak kemudian dia tersenyum.
“kau yakin ingin kerja buat beli HP, bukan buat beli hati nya!”
“idihhhhhh,apaan sihhhhh!!!!!!” Farhan menjadi semakin emosi sekaligus salting, perasaan emosinya tercampur aduk, dari wajahnya saja sudah terlihat seperti tomat merah matang,
hanya saja ketika itu tidak jelas memerahnya karena marah atau malu.
“ hahaha...,”ayahnya sempat ketawa sejenak sehabis menggoda anaknya itu,” tetapi alasannya apa dong jika bukan karena gadis itu, jika memang ingin kerja karena HP kau bisa bantu ayah kerja di pasar, seminggu saja pasti sudah lebih dari cukup untuk membeli Hp sekelas Xiaomi Note 9!”
"Au Ah Gelap!”cetus Farhan sebel sambil buru-buru melangkahkan kakinya pergi keluar rumah.
Pria kekar itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saja sambil tertawa kecil melihat kepergian anak sematawayangnya itu,
“hmm.., darah muda”
__ADS_1
****************************
“Dasar ayah sialan!!” gerutu Farhan kesal sambil menendang kaleng minuman yang tergeletak di jalanan,
walaupun Farhan sampai berkata seperti itu tapi bukan berarti dia membenci Ayahnya, justru sebaliknya ini menandakan dekatnya hubungan mereka berdua,
Farhan memang sangat mencintai Ayahnya itu, di dunia ini dia tidak memiliki ibu lagi karena memang dikabarkan jika ibunya meninggal setelah dirinya dilahirkan,
ketika usia menginjak enam tahun dia diasuh sekaligus di didik oleh kakeknya selama tujuh tahun, baginya hanya ayahnya sajalah sosok yang memiliki arti di dunia ini.
Setelah dia berjalan beberapa lama mungkin sekitar hampir setengah jam, dirinya melihat toko berwarna putih besar dengan tulisan Toko Kue Saputri,
inilah toko kue milik keluarga Saputri yang sedang dia tujuh, bangunan ini memang cukup besar dan luas dengan tiga lantai,
di lantai satu sebagian besar tempatnya digunakan sebagai Toko beserta dapur, walaupun ini terlihat seperti Toko tradisional tetapi peminatnya sudah jangan ditanyakan lagi.
Farhan masih terbayang akan lintasan memorinya sekitar tiga bulan yang lalu, ketika dirinya ingin mengunjungi rumah Linda guna menyelesaikan tugas kelompok rumahnya terlihat ramai dan sesak,
bahkan para pelanggan sampai ada yang mengantri diluar karena tidak kebagian tempat di dalam,
setelah didaftarkannya toko ini pada pusat pembelanjaan online seperti “Gocek” dan “Crab” toko ini menjadi tidak terlalu ramai sekaligus tidak terlalu sepi sebab sebagian besar pelanggannya lebih memilih memesan online,
Kring.....
“selamat datang, Eh Farhan!” ucap seorang gadis manis yang ketika itu sedang melayani beberapa pelanggan di kasirnya,
“sorry gue telat ya!” ucap Farhan setelah melihat beberapa orang sudah memenuhi sudut Toko tersebut
“tidak kok!, kau bisa menggantikan ku di kasir sekarang, ada hal lain yang harus ku
lakukan”
Tampa perlu berlama-lama lagi Farhan langsung membantu temannya,
disini dia mulai menunjukkan keahliannya, tangannya begitu cepat dan lancar seakan akan tampa adanya hambatan sedikitpun seperti air yang mengalir,
hanya dengan bermodal pandangannya saja yang tajam dia mampu menilai harga bawaan pembelinya itu dengan sangat tepat,
para pembeli di sana hanya dapat dibuat menganga akan perbuatannya, seakan tindakannya itu merupakan sebuah akrobatik ataupun pertunjukan walaupun itu hanya mengkasiri seseorang.
__ADS_1
Akhirnya dalam waktu 5 menit saja dia mampu melayani belasan pelanggan, sehingga tidak memerlukan waktu yang lama membuat kondisi toko tersebut kembali terkendali.
“terimakasih atas kerja kerasnya!” sapa Linda lebai seperti gaya-gaya di Anime sambil membawa beberapa kue bersama sosok yang lebih tua darinya.
“Ara! Nak Farhan!. Kamu sudah tiba rupanya” salamnya ramah
“Eh Tante lama tak jumpa, kelihatan makin muda ajah!”candanya, yang tentu itu membuat ekspresi Linda mengangkat alisnya.
“Nak Farhan bisa ajah!” sambil memegangi pipinya yang merona, tak lama kemudian orang itu mendekati Farhan dan..,
JEBRET..,
Dia menghantam kepala Farhan dengan bokong nampannya
“Auu.” Rintihnya kecil sambil memegangi keningnya yang nampak benjol
“bilang apa kamu tadi,,?” tanyanya sambil memejamkan mata serta tersenyum penuh makna
Farhan yang merasakan adanya aura hitam menakutkan seperti aura membunuh dibelakang orang itu langsung menggunakan 1000 persen kapasitas kekuatan otaknya untuk berpikir.
“ka-kakak” jawab Farhan terbata-bata
“hmm, bagus,” untung saja sepertinya jawabannya tepat, itu terlihat nampak setelah aura menakutkan itu hilang dari wanita itu
“dengar ya! Walaupun begini aku ini masih Muda baru sekitar dua puluhan, apa kau paham!, sepertinya memang ada yang harus mengajarimu tata krama terhadap perempuan!”
Farhan hanya mengangguk cepat dan merinding sambil mengucurkan keringat dingin seperti tikus yang bertemu dengan kucing.
“ngomong-ngomong cobain nih menu barunya!”
Kakak itu kemudian menyodorkan nampan berisikan kue, Farhan mengamatinya sejenak kue yang berbentuk getuk lindri itu dan langsung memakannya.
"rasa ini! Seperti nostalgia” Farhan mengunyah sambil mencari info lebih dalam tentang rasa itu dari lidahnya ”tak salah lagi ini rasa durian” gumannya
“enak kan!, Kakak tau kalo kamu suka durian, makannya ketika Kakak dengar dari Linda jika besok kamu mau bantu kerja di sini jadinya Tante buatin menu baru rasa Durian dah!”
Farhan hanya mengangguk pelan saja sambil mencoba menikmati kue itu perlahan-lahan
“ya sudah! Kakak masih ada urusan didalam, Kakak tinggal dulu, kalian berdua saling lah mengakrabkan diri!” ucapnya senyum penuh makna sambil melirik kearah linda dan kemudian pergi dari tempat itu.
__ADS_1
“fuh dasar!” Linda menghela kan nafasnya setelah orang itu pergi, dan disambung dengan menatap Farhan
“sejak kapan kau akrab dengan kak Lisa?”