
“Bukan maksud diri...ku, melukai hatimu, namun aku juga wanita, yang ingin
merasakan Cinta..”
Suasana Taman terasa begitu menyenangkan saat lantunan melodi nada yang
indah mengalir kedalam telinga.
Linda dan Regina, Mereka semua bernyanyi dengan begitu merdunya, bahkan
ketika sudah ditengah melodi Yukiko juga ikut meramaikan nyanyian,
awal niat Regina memainkan gitar milik linda untuk mengajarkannya kini
malah berubah seperti konser, bahkan orang-orang yang berada di lokasi suara
nada dapat terdengar, memperhatikan mereka sekaligus ikut bernyanyi.
Selain itu Linda juga sadar jika seandainya hanya dirinya saja yang
memainkan lagu itu, pasti suasananya tidak sebagus dan semeriah ini.
Harus di akui Linda belajar banyak darinya, terutama hal-hal yang belum
pernah dia duga, seperti mengetuk-ngetuk gitar saat nada dan melodi tertentu
dapat menimbulkan efek sound yang selaras dan merdu.
Farhan juga mengakui kejeniusannya dalam mengaransemen lagu, bahkan dirinya
saja belum bisa sampai tahap sana.
“Bagaimana?, kau paham kan masukan ku?”
“aku paham Sis! Aku tak menyangka jika Sis Regina beneran bisa bermain lagu
Indonesia,”
“tentu! Aku sudah setahun lebih berada di indonesia, jadi hapal lah
sedikit-sedikit lagu Indonesia, selain itukan nanti ketika di audisi STARS Indonesia, kita diharuskan memainkan lagu dari dalam negeri”
Mereka berdua terlihat senang mengobrol tentang musik, sementara Farhan
sedang memikirkan tentang masalah kejadian tadi, "Kuharap meraka hanyalah pereman biasa sehingga tidak memiliki kekuatan di belakangnya" Farhan mengingat ucapan yang dikatakan oleh paman Bagong kemarin malam,
“Alasan seseorang harus mencapai sabuk Hitam sebelum mempelajari tenaga
dalam adalah, sebab tenaga dalam sangat membebani tubuh, jika seseorang masih
belum memiliki pondasi tubuh yang kuat lalu menggunakan tenaga dalam maka dapat
menyebabkan kelelahan yang kuat terhadap otot, tulang, dan syaraf, akibatnya
akan mengalami kelumpuhan permanen.”
Farhan masih mengingat perkataannya jika seseorang ingin kebal terhadap
benda tajam atau peluru, dia setidaknya harus memiliki tubuh yang kuat seperti
besi dan menekankan tubuhnya dengan tenaga dalam.
Itu bisa diartikan yang mana untuk kasus tertentu tenaga dalam bisa
digunakan ketika sudah mencapai tahap pendekar oren,
Hanya saja jumlah tenaga dalam yang digunakan tidak boleh melebihi takaran
dosis tertentu agar tidak meracuni tubuh.
“lalu kau han, apakah kau benar bisa bahasa jepang?”
Yukiko membangunkan lamunan Farhan, seketika itu menyadarkannya dari
terlarut ke dalam dunia yang berbeda, sebenarnya wajar saja bagi Farhan memiliki
pemikiran yang berbeda dari mereka semua, sebab jalan kehidupannya saja sudah
beda.
“eh itu, sebenarnya aku hanya bisa beberapa saja, jika hanya sekedar
percakapan sehari-hari, hiragana, dan katakana bisa, sementara untuk kanjinya
hanya hapal sekitar seribu”
__ADS_1
Yukiko merasa terkejut kepadanya, sebab menghapalkan itu semua bukanlah
perkara yang mudah bagi orang diluar jepang, bahkan dirinya sendiri juga ragu
bisa menghapalkan seribu kanji
“Fufufufu, dia bahkan lebih pintar darimu” tawa Regina lepas sekaligus
membuat wajah Yukiko memerah.
“benarkah? Bukankah itu tandanya kau sudah bisa menjadi guru!”
“itu benar, dia adalah orang yang paling pintar di sekolahku jika dalam
masalah bahasa, hanya saja jika pelajaran yang lain dia bahkan lebih bodoh dari
pada bayi yang baru saja lahir” Linda meyakinkan sekaligus memberikan luka yang
dalam terhadap hati Farhan.
“oh ya?, dari mana kau belajar bahasa jepang”
“dari kakekku!” jawab Farhan
“heh, apa kakekmu juga orang jepang?” tanya Yukiko yang mulai heran “lalu
apakah kau bisa bernyanyi bahasa jepang?”
“tidak banyak lagu yang aku ketahui selain lagu Anime!”
“kalo begitu coba kau bernyanyi!”ucap Yukiko
Sebenarnya Farhan sedikit enggan melakukannya, jika bukan karena monster
berbaju merah disebelahnya yang terus mengancam, dia pasti akan menolak
“baiklah kalo begitu kau mau bernyanyi lagu apa?, biar aku yang memainkan
gitarnya” tanya Regina
Farhan berpikir sejenak sebelum memutuskan sebuah lagu. “tsukiakari no
michishirube” jawabnya.
“oke, aku hapal lagu itu” Regina memainkan gitarnya dengan sebuah lantunan
“Kotae no nai mainichi ga
Tada sugite yuku jikan ga
Kore kara saki dou naru no darou
Wakaranai
Yami yori mo fukai yoru no
Kodoku ni Madowasareteta
Dareka ni ima kizuite hoshii
Koko kara nigedashitai kara....”
Farhan menyanyikan lagunya
dengan sangat halus tampa adanya serak sedikitpun, selain itu mereka semua
terpaku akan suara Farhan, nadanya sangat indah dan memberikan kesan dingin,
sangat serasi dengan karakter pendiamnya namun berbahaya.
Bahkan Regina sendiri yang
awalnya memainkan gitarnya pelan kini mulai menambah kecepatannya sedikit agar
bisa mengimbangi Farhan, Regina juga memainkan bebera ketukan di gitarnya sehingga
memberikan nada yang harmonis dan serasi
“mereka seperti profesional!”
Ucap Yukiko yang mulai
ikutan bernyanyi, bahkan dirinya tidak menyangka jika lidah Farhan sangat
lancar berbahasa jepang,
__ADS_1
semakin lama nada ini
berubah menjadi musik Koplo sebab Regina kebanyakan memasukkan nada ketukan,
Regina sangat menikmati
lantunan itu sehingga dia tidak menyadari jika dirinya terlalu bersemangat dan
mengubahnya menjadi Koplo, tapi rupanya lagu yang dinyanyikan Farhan jika
diubah menjadi koplo memberikan nuansa semangat yang sangat damai.
“suaramu sangat bagus, apa
kau sering karoke?” tanya mereka.
Farhan mengangguk sebagai
jawaban iya, dia tidak ingin menjelaskan jika dirinya suka menyanyikan lagu
opening dan ending Anime setiap kali menonton.
“hmm.., kau menarik, aku menyukaimu,
aku punya tawaran untuk mu! dua bulan lagi ada Audisi `Bintang Siwa Gemilang`
bagaimana jika kau bernyanyi duet bersama kami, aku yakin ketika itu tanganmu sudah sembuh”
Farhan dan Linda kaget
mendengar tawaran itu, Walaupun semut dalam lubang sekalipun pasti akan mengetahui
audisi ini,
Audisi ini merupakan jalan menuju pembentukan Band yang resmi, sebab Audisi ini memang menjadi Final bagi para boy Band maupun Girl band sekolah, jangankan memenangkan, lolos seleksi untuk mengikuti audisi ini saja sudah membuat namanya naik daun.
“apa kau bercanda! Syaratnya kan harus siswa satu sekolah!” Farhan ketawa kecil
“Tidak! Jika kau mau aku
bisa saja memasukkanmu ke sekolahku, jika kau berminat hubungi aku”
Yukiko memberikan Farhan
kartu pengenal\, Farhan dan Linda sendiri hanya bisa membuka mulutnya membentuk huruf `O`
Masalahnya harga yang harus
dibayar untuk masuk ke sekolah itu setara dengan harga rumah elit, ini
menandakan jika dirinya seperti tidak masalah untuk membuang uang sebesar itu.
Farhan hanya bisa menerima
kartu itu tampa bisa berkomentar, sebab kini Farhan mulai sadar dan berpikir
jika seandainya orang yang sedang dihadapinya ini memiliki latar belakang yang
tidak biasa.
“nanti akan aku pikirkan!”
jawabnya mengantongi tanda pengenalnya
“okeee, aku tunggu ya!”
senyumnya.
Linda sebenarnya ingin
mengatakan sesuatu, akan tetapi suaranya tertahan ketika tiba-tiba ada dua
orang yang berlari menghampiri mereka.
“akhirnya kalian datang, BTW
gimana mobilnya?” ucap Regina
“mobilnya ada di bengkel nanti ki..,”
Orang itu menyadari
kehadiran Farhan dan menatapnya dengan tatapan tidak menyenangkan
“Nona Muda, siapa dia!”
__ADS_1
tunjuk nya ke arah Farhan dengan nada dingin.
*****