Pendekar Sekolah

Pendekar Sekolah
Tawaran


__ADS_3

“Bukan maksud diri...ku, melukai hatimu, namun aku juga wanita, yang ingin


merasakan Cinta..”


Suasana Taman terasa begitu menyenangkan saat lantunan melodi nada yang


indah mengalir kedalam telinga.


Linda dan Regina, Mereka semua bernyanyi dengan begitu merdunya, bahkan


ketika sudah ditengah melodi Yukiko juga ikut meramaikan nyanyian,


awal niat Regina memainkan gitar milik linda untuk mengajarkannya kini


malah berubah seperti konser, bahkan orang-orang yang berada di lokasi suara


nada dapat terdengar, memperhatikan mereka sekaligus ikut bernyanyi.


Selain itu Linda juga sadar jika seandainya hanya dirinya saja yang


memainkan lagu itu, pasti suasananya tidak sebagus dan semeriah ini.


Harus di akui Linda belajar banyak darinya, terutama hal-hal yang belum


pernah dia duga, seperti mengetuk-ngetuk gitar saat nada dan melodi tertentu


dapat menimbulkan efek sound yang selaras dan merdu.


Farhan juga mengakui kejeniusannya dalam mengaransemen lagu, bahkan dirinya


saja belum bisa sampai tahap sana.


“Bagaimana?, kau paham kan masukan ku?”


“aku paham Sis! Aku tak menyangka jika Sis Regina beneran bisa bermain lagu


Indonesia,”


“tentu! Aku sudah setahun lebih berada di indonesia, jadi hapal lah


sedikit-sedikit lagu Indonesia, selain itukan nanti ketika di audisi STARS Indonesia, kita diharuskan memainkan lagu dari dalam negeri”


Mereka berdua terlihat senang mengobrol tentang musik, sementara Farhan


sedang memikirkan tentang masalah kejadian tadi, "Kuharap meraka hanyalah pereman biasa sehingga tidak memiliki kekuatan di belakangnya" Farhan mengingat ucapan yang dikatakan oleh paman Bagong kemarin malam,


“Alasan seseorang harus mencapai sabuk Hitam sebelum mempelajari tenaga


dalam adalah, sebab tenaga dalam sangat membebani tubuh, jika seseorang masih


belum memiliki pondasi tubuh yang kuat lalu menggunakan tenaga dalam maka dapat


menyebabkan kelelahan yang kuat terhadap otot, tulang, dan syaraf, akibatnya


akan mengalami kelumpuhan permanen.”


Farhan masih mengingat perkataannya jika seseorang ingin kebal terhadap


benda tajam atau peluru, dia setidaknya harus memiliki tubuh yang kuat seperti


besi dan menekankan tubuhnya dengan tenaga dalam.


Itu bisa diartikan yang mana untuk kasus tertentu tenaga dalam bisa


digunakan ketika sudah mencapai tahap pendekar oren,


Hanya saja jumlah tenaga dalam yang digunakan tidak boleh melebihi takaran


dosis tertentu agar tidak meracuni tubuh.


“lalu kau han, apakah kau benar bisa bahasa jepang?”


Yukiko membangunkan lamunan Farhan, seketika itu menyadarkannya dari


terlarut ke dalam dunia yang berbeda, sebenarnya wajar saja bagi Farhan memiliki


pemikiran yang berbeda dari mereka semua, sebab jalan kehidupannya saja sudah


beda.


“eh itu, sebenarnya aku hanya bisa beberapa saja, jika hanya sekedar


percakapan sehari-hari, hiragana, dan katakana bisa, sementara untuk kanjinya


hanya hapal sekitar seribu”

__ADS_1


Yukiko merasa terkejut kepadanya, sebab menghapalkan itu semua bukanlah


perkara yang mudah bagi orang diluar jepang, bahkan dirinya sendiri juga ragu


bisa menghapalkan seribu kanji


“Fufufufu, dia bahkan lebih pintar darimu” tawa Regina lepas sekaligus


membuat wajah Yukiko memerah.


“benarkah? Bukankah itu tandanya kau sudah bisa menjadi guru!”


“itu benar, dia adalah orang yang paling pintar di sekolahku jika dalam


masalah bahasa, hanya saja jika pelajaran yang lain dia bahkan lebih bodoh dari


pada bayi yang baru saja lahir” Linda meyakinkan sekaligus memberikan luka yang


dalam terhadap hati Farhan.


“oh ya?, dari mana kau belajar bahasa jepang”


“dari kakekku!” jawab Farhan


“heh, apa kakekmu juga orang jepang?” tanya Yukiko yang mulai heran “lalu


apakah kau bisa bernyanyi bahasa jepang?”


“tidak banyak lagu yang aku ketahui selain lagu Anime!”


“kalo begitu coba kau bernyanyi!”ucap Yukiko


Sebenarnya Farhan sedikit enggan melakukannya, jika bukan karena monster


berbaju merah disebelahnya yang terus mengancam, dia pasti akan menolak


“baiklah kalo begitu kau mau bernyanyi lagu apa?, biar aku yang memainkan


gitarnya” tanya Regina


Farhan berpikir sejenak sebelum memutuskan sebuah lagu. “tsukiakari no


michishirube” jawabnya.


“oke, aku hapal lagu itu” Regina memainkan gitarnya dengan sebuah lantunan


“Kotae no nai mainichi ga


Tada sugite yuku jikan ga


Kore kara saki dou naru no darou


Wakaranai


Yami yori mo fukai yoru no


Kodoku ni Madowasareteta


Dareka ni ima kizuite hoshii


Koko kara nigedashitai kara....”


Farhan menyanyikan lagunya


dengan sangat halus tampa adanya serak sedikitpun, selain itu mereka semua


terpaku akan suara Farhan, nadanya sangat indah dan memberikan kesan dingin,


sangat serasi dengan karakter pendiamnya namun berbahaya.


Bahkan Regina sendiri yang


awalnya memainkan gitarnya pelan kini mulai menambah kecepatannya sedikit agar


bisa mengimbangi Farhan, Regina juga memainkan bebera ketukan di gitarnya sehingga


memberikan nada yang harmonis dan serasi


“mereka seperti profesional!”


Ucap Yukiko yang mulai


ikutan bernyanyi, bahkan dirinya tidak menyangka jika lidah Farhan sangat


lancar berbahasa jepang,

__ADS_1


semakin lama nada ini


berubah menjadi musik Koplo sebab Regina kebanyakan memasukkan nada ketukan,


Regina sangat menikmati


lantunan itu sehingga dia tidak menyadari jika dirinya terlalu bersemangat dan


mengubahnya menjadi Koplo, tapi rupanya lagu yang dinyanyikan Farhan jika


diubah menjadi koplo memberikan nuansa semangat yang sangat damai.


“suaramu sangat bagus, apa


kau sering  karoke?” tanya mereka.


Farhan mengangguk sebagai


jawaban iya, dia tidak ingin menjelaskan jika dirinya suka menyanyikan lagu


opening dan ending Anime setiap kali menonton.


“hmm.., kau menarik, aku menyukaimu,


aku punya tawaran untuk mu! dua bulan lagi ada Audisi `Bintang Siwa Gemilang`


bagaimana jika kau bernyanyi duet bersama kami, aku yakin ketika itu tanganmu sudah sembuh”


Farhan dan Linda kaget


mendengar tawaran itu, Walaupun semut dalam lubang sekalipun pasti akan mengetahui


audisi ini,


Audisi ini merupakan jalan menuju pembentukan Band yang resmi, sebab Audisi ini memang menjadi Final bagi para boy Band maupun Girl band sekolah, jangankan memenangkan, lolos seleksi untuk mengikuti audisi ini saja sudah membuat namanya naik daun.


“apa kau bercanda! Syaratnya kan harus siswa satu sekolah!”  Farhan ketawa kecil


“Tidak! Jika kau mau aku


bisa saja memasukkanmu ke sekolahku, jika kau berminat hubungi aku”


Yukiko memberikan Farhan


kartu pengenal\, Farhan dan Linda sendiri hanya bisa membuka mulutnya membentuk huruf `O`


Masalahnya harga yang harus


dibayar untuk masuk ke sekolah itu setara dengan harga rumah elit, ini


menandakan jika dirinya seperti tidak masalah untuk membuang uang sebesar itu.


Farhan hanya bisa menerima


kartu itu tampa bisa berkomentar, sebab kini Farhan mulai sadar dan berpikir


jika seandainya orang yang sedang dihadapinya ini memiliki latar belakang yang


tidak biasa.


“nanti akan aku pikirkan!”


jawabnya mengantongi tanda pengenalnya


“okeee, aku tunggu ya!”


senyumnya.


Linda sebenarnya ingin


mengatakan sesuatu, akan tetapi suaranya tertahan ketika tiba-tiba ada dua


orang yang berlari menghampiri mereka.


“akhirnya kalian datang, BTW


gimana mobilnya?” ucap Regina


“mobilnya ada di bengkel nanti ki..,”


Orang itu menyadari


kehadiran Farhan dan menatapnya dengan tatapan tidak menyenangkan


“Nona Muda, siapa dia!”

__ADS_1


tunjuk nya ke arah Farhan dengan nada dingin.


*****


__ADS_2