
Matahari telah menyembunyikan dirinya di arah barat, Sore hari yang senja ditemani belasan burung menari-nari di bentangan langit yang luas, menambahkan nilai Seni pada pemandangan langit bagi siapa saja yang Memahaminya.
Farhan melangkahkan kakinya dibawah keindahan senja dengan tangan kanan yang di Gip ke arah rumahnya,
siapa saja pasti sudah mengetahui jika tangannya itu sedang terluka akan tetapi tidak ada orang lewat yang menanyakan penyebabnya setelah mendengar kabar hangat tadi siang.
“aku pulang!”
Farhan membuka pintu dan melangkahkan kakinya ke dalam tampa adanya masalah, bahkan dirinya sendiri ketika melepaskan kedua sepatunya dapat berjalan dengan lancar walaupun tangannya di Gip.
Farhan merasakan sedikit keramaian di ruang tamunya, tampa berpikir panjang dia menuju ke sana karena dia mengenal suara ayahnya berada di sana.
Kedua mata Farhan memperhatikan seisi ruangan itu, terdapat tiga orang yang tidak asing baginya sekaligus memiliki posisi penting pada pereman Beruang Hitam.
“kau sudah pulang, duduklah! Kita akan bicara!” perintah ayahnya yang diikuti dengan dua pandangan orang di samping memperhatikannya.
Karena Farhan merasa begitu lelah hari ini dia segera duduk sambil mengambil cemilan dan air minum di atas meja.
ayahnya Farhan tersenyum canggung sebab cemilan dan air yang dia minum sebenarnya adalah miliknya “kau harus belajar untuk tidak mencuri makanan orang!”
“aku tak ingin mendengarnya dari seorang kriminal!” Farhan tidak memperdulikannya sambil terus menikmati hidangan di atas meja,
Seorang pria lain yang memperhatikannya hanya bisa tertawa kecil, “kalian berdua terlihat begitu mirip, benar ya ternyata buah jatuh memang tidak jauh dari pohonnya!”
Sementara Tante Sarah yang merupakan tamu yang lainnya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat hiburan dari mereka Sambil menahan
senyumnya.
Sebenarnya apa yang dikatakan Farhan tentang ayahnya kriminal adalah benar, setiap hari dia memimpin sekelompok pereman pasar tampa adanya aturan-aturan khusus, sehingga tidak jarang bahkan dirinya sendiri
__ADS_1
mencopet para pembeli yang lewat,
hanya saja dia memiliki keajaiban dalam hal itu, bisa dibilang dalam jangka setengah meter dia dapat mengosongkan sekelilingnya tampa menyentuhnya,
semua orang pasti akan berpikir jika dia adalah orang sakti, tapi bagi Farhan dan keluarganya atau orang dalam, mereka tau jika itu semua berkat cincin delima merahnya,
Cincin itu diyakini memiliki kodam atau penunggu, sehingga memiliki kesaktian, diantaranya adalah ruang hampa, memindahkan barang-barang atau sesuatu yang tidak bernyawa kedalam cincin layaknya sebagai sebuah Inventori.
Sehingga sudah wajar jika dia mengatakan sesuatu seperti yang biasa dilakukan oleh anak durhaka, akan tetapi sebab asal usul tersebut semua orang pasti akan tertawa ketika mendengar pertikaian sepele mereka.
“sudahlah! Ada hal yang lebih penting untuk dibahas!” jawab pria itu dengan serius.
Sugeng Ragna, itulah nama ayahnya Farhan, salah satu misteri yang belum bisa di pecahkan oleh Farhan adalah pemakaian nama Marga kepada keluarganya, memakai Marga kepada orang Indonesia memang bukanlah hal yang tabu maupun dilarang, hanya saja setelah menapaki usia semakin dewasanya dia semakin menyadari, tidak ada orang-orang di sekelilingnya yang pernah dia temui memakai nama Marga,
Awalnya Farhan hanya berpikir apakah sebuah Marga itu penting, `Iya Marga itu penting sebagai tanda seorang penerus` hanya itu yang didapatkan setelah mengorek informasi dari ayahnya, hanya saja istilah tersebut masih mengandung makna yang belum bisa dia pecahkan sampai sekarang.
Seketika ruangan ditempat tersebut kembali hening, mereka semua menatap kearah Pak Sugeng memperhatikan baik-baik setiap informasi yang keluar dari setiap ayunan bibirnya.
“tentu, aku ingat”
“aku bersyukur kau tidak terlalu mendapatkan masalah, sepertinya mereka bukan orang biasa ” Ayahnya itu mengambil sebuah smartphone di atas meja dan melemparkannya kepada Farhan. “Coba kau lihat itu!”.
Farhan memutarkan Vidio yang sebelumnya memang sudah di pause setengah jalan, raut wajahnya berubah menjadi serius serta antusias, ternyata ketika diintrogasi oleh polisi dan belum mendapatkan hasil, mereka semua adalah kelompok `Salamander`,
“apa bagaimana mungkin?” itu bisa jelas diketahuinya setelah melihat tato di punggung, sebuah gambar kadal merah dengan lambang kampak bersilang yang merupakan lambang resmi sindikat penjahat kelas kakap. Bahkan mereka semua sudah menjadi buronan negara dengan hukuman mati bila tertangkap.
“bagus sepertinya kau sering update!” Tantenya tersenyum melihat ekspresi Farhan
“tentu saja, jika dibandingkan dengan kita, kelas kita berbeda, mereka itu Mafia!, sindikat Narkoba yang terkenal, sudah hampir setahun aku mendapatkan berita kekejaman mereka di sekolah!”
__ADS_1
Perkelahian yang dialaminya tadi siang menjadi masuk akal setelah mengetahui identitas mereka, `ahli systema ya` Farhan bahkan hampir ketawa ketika mengatakan hal itu,
melihat dari berbagai berita hangat tentang keganasan mereka dan pengaruhnya, Farhan lebih baik bersyukur sebab hanya tangannya saja yang terluka setelah melakukan pertarungan tadi siang.
Tidak heran jika pertarungan tadi dapat mengancam nyawanya bahkan membunuhnya, sebab seperti kabar yang ada, sudah banyak kepolisian bahkan tentara militer kehilangan nyawa ketika berurusan dengan kelompok ini, bahkan sekarang kabarnya pemerintah sampai menerjunkan KOPASUS khusus bernama `Bintang Garuda` demi melaksanakan misi ini.
Alasan pemerintah masih belum menyelesaikan kasus ini adalah repot nya sistem yang diterapkan oleh `Salamander` atau yang lebih luas dikenal dengan sistem ekor cicak.
Setiap ada organisasi yang ketangkap, hubungan mereka dengan atasannya secara otomatis akan terputus seperti cicak dengan ekornya, sudah banyak cabang-cabang mereka tertangkap akan tetapi seakan-akan tidak ada habisnya.
Mereka selalu dengan mudah membangun organisasi lain, setelah diintrogasi mereka tidak akan bisa menjawab dimana lokasi pusat dan cabang yang lain, bukannya mereka tidak ingin menjawab melainkan tidak bisa sebab ribetnya hubungan, bahkan kepala cabang sendiri tidak bisa menjawab.
Pasalnya setelah mengetahui cara komunikasi mereka, mereka semua menggunakan sebuah aplikasi buatan sendiri yang menyerupai WhatsApp dengan server pribadi,
kemajuan pemerintah dari hasil ini pun juga mereka dapatkan setelah mengarungi waktu yang lama dan memakan korban yang tidak sedikit di cabang besar.
Merekapun juga diyakini memiliki server pribadi yang banyak sehingga pemerintah masih belum bisa melacak keberadaan mereka meskipun melancarkan tenaga-tenaga hacker yang hebat, jangankan melacak server, cara berhubungan dengan aplikasi mereka saja tidak bisa,
Entah karena pengumpulan informasi mereka yang cukup luas atau tingginya teknologi, sehingga setiap kali menghancurkan cabang secara otomatis aplikasi smartphone mereka akan ke uinstal sendiri,
ditambah lagi kebanyakan dari mereka sudah menerapkan sistem bunuh diri dengan menyelipkan racun di sela giginya jika tertangkap, ini menjadi pukulan keras
sebab sulitnya mengintrogasi mereka, hingga saat ini kasus mereka masih menjadi PR besar bagi pemerintah.
“kau taukan apa artinya ini!” Ayah Farhan mulai menekan suaranya kearah Farhan sebagai tanda supaya di dengar baik-baik dengan serius “kekuasaan mereka sudah sampai ke ibu kota, sekarang Ayah ingin kau berlatih tenaga dalam setelah tanganmu sembuh agar keselamatanmu bisa terjamin”
Farhan mengangguk pelan, dia mengetahui bahkan orang gila sekalipun akan lebih baik tidak berurusan dengan organisasi seperti ini, dia beruntung karena berhadapan dengan tangan kosong, bila berhadapan dengan
senjata api sehebat apapun ilmu bela dirinya pasti akan tewas dengan sekali tembak, berbeda dengan Ayah dan Tantenya yang bisa kebal terhadap peluru sebab tenaga dalamnya yang tinggi.
__ADS_1
“oh iya aku dengar kau menginginkan ini...” Tante Sarah memperlihatkan kotak Handphone terbaru berkualitas tinggi lengkap dengan isinya “setelah kami menggeledah isi mobil mereka, aku mendapatkan ini, kurasa kau akan suka”
Tentu Farhan menerima Smartphone itu dengan senyum lebar dan antusias, merekapun membicarakan topik yang lumayan panjang.