Pengkhianatan Tetangga

Pengkhianatan Tetangga
Episode 10


__ADS_3

setelah angkot berhenti dikampus, misha lalu turun dan menuju kelas tiba tiba ...


bruaaaaaak


"eeeh maaf maaf ga sengaja" sahut lelaki yang menabrak misha


"iya gak apa, lain kali kalau jalan lihat lihat" jawab misha masih menunduk sambil memungut buku yang terjatuh dari tasnya


setelah misha berdiri dan menatap lelaki itu ..


"marsel"


"misha"


mereka sama sama tertawa, pasalnya mereka saling kenal ternyata


"ya ampun marsel, kamu ngapain disini? bukannya kamu kuliah diluar negeri?" tanya misha


"aku udah pindah kesini karena orangtua aku ada proyek yang cukup lama disini jadi ya terpaksa kami pindah semua"


"btw kamu masih tinggal satu komplek kan sama aku?" tanya marsel


"kamu kira aku anak orang kaya yang pindah pindah"


cerita sikit


marsel merupakan anak orang kaya sekaligus teman dekat bagi misha walaupun cuma beda lorong tapi marsel sering mengunjungi misha dan begitu juga dengan misha sering berkunjung kerumahnya marsel. orangtua marsel sangat sayang kepada misha karena misha ada yang baik walaupun orang kaya tapi kelurga marsel tidak pernah pandang remeh seseorang dari kalagan rendahan manapun. marsel sempat mengutarakan isi hatinya kepada misha akan tetapi misha hanya menganggap marsel seperti seorang abang walaupun dengan berat hati marsel terima yang penting dia bisa menjaga misha dan dekat dengan misha itu lebih baik


oke kembali kecerita


"aku kangenlah sama mak, gimana keadaan mak sekarang?


"alhamdulillah mak sehat marsel"


"kamu kok makin cantik misha"


"masak sih?"


"iya betul sangking cantiknya upil pada lengket tu diujung hidung"


"hah beneran?" Misha langsung memeriksa hidungnya


"tapi bohong"


mereka tertawa sambil menuju kelaa masing masing dan disudut ada seseorang yang memperhatikan canda tawa mereka dan merasa geram dengan tingkah mereka siapalagi kalau bukan Afi


"siapa lelaki itu? apa mereka punya hubungan sebelumnya? tapi aku tidak pernah melihat lelaki itu sebelumnya dikampus, kenapa mereka begitu dekat dan misha terlihat bahagia. kenapa hati aku begitu sakit ini kan keinginan aku sendiri untuk menjauh dari misha tanpa harus memperjelas secara detial kepada misha. begitukah cepatnya misha mencari penganti aku? aaaaah aku gak bisa terima aku harus bebicara kepada misha


pukul 12 siang, kelas misha telah berakhir, misha melewati tangga, melewati parkiran dan menuju kehalte untuk menunggu bis ataupun angkot, Afi yang melihat misha dihalte langsung bersigegas memasuki mobilnya dan mengendarai mobilnya tapi Afi telat satu langkah dengan marsel. Afi begitu kesel sampai memukul stir mobil


"cewek, pulang yok"


"marsel? aku kira siapa"


"yok naik, rumah kita kan serarah"

__ADS_1


"gak apa ni"


"iya naik aja, ayoklah"


"baiklah"


misha membuka pintu mobilnya Marsel dan mereka langsung menuju rumahnya misha, dimobil Afi


"aku tidak akan membiarkan misha menjadi milik orang lain, misha harus menjadi milikku satu satunya. aku akan berbicara kepada misha nanti nya"


dirumah misha


"assalammualaikum mak" ucap misha


"waalaikumsalam"


misha lalu mencium tangan punggung mak nya seketika itu mak memandang temannya misha dan tak menyangka bahwa itu ...


"nak marsel, ya allah nak apa kabar?"


"baik mak, mak gimana kabarnya?"


"baik nak, ayo masuk"


"lain kali aja ya mak, ini mau temanin mama belanja dulu mak"


"mmm anak yang patuh, baiklah kali ini mak izinkan marsel pergi tapi lain kali harus duduk dan makan dirumah ya nak"


"oke deh mak, aku balek ya mak" sambil mencium punggung tangan mak"


"iya hati hati ya marsel"


marsel masuk kemobilnya dan meninggalkn kediaman misha


"ayo mak masuk"


seketika misha mau masuk tiba tiba ponselnya berbunyi dan dia dikejutkan oleh notif yang salama ini ingin sekali dia dengarkan, yaitu notif dari Afi. ia sengaja menggunakan notif khusus agar dia tau itu pesan dari Afi


"mak duluan aja dulu, misha mau duduk diteras bentar"


"baiklah, nanti langsung makan ya nak"


"iya mak"


seketika mak masuk kedalam rumah, Misha langsung membuka ponselnya dan bener saja Afi mengirimnya sebuah pesan


"Misha apa kabar? apa kamu merindukan aku misha? aku ingin bertemu untuk menjelaskan semuanya"


"menjelaskan apalagi Afi, setelah hampir seminggu ini kamu bungkam tanpa menjelaskan apapun sekarang dengan seenak jidat kamu bilang kangen sama aku" Gumam misha


misha tidak membalas pesan Afi, ketika dia memasukan ponselnya ketas masuk kembali notif dari Afi


"misha aku mohon maafkan aku, aku ga bermaksud untuk ninggalin kamu. aku mohon kamu ya ketemu aku, aku akan jelaskan semuanya"


akhirnya dengan berat hati misha membalas pesan Afi

__ADS_1


"baiklah" balas misha dengan singkat


"aku tunggu ditaman dekat rumah kamu ya, jam 5 sore"


"iya Afi"


"makasih sayang"


deg deg deg bunyi suara hati misha, misha sangat sangat rindu dengan panggilan itu hanya saja dia tetap kuat agar tidak terlihat sedih didepan emaknya, senyum tipis terukir dibibirnya misha.


miaha memasukan kembali ponselnya kedalam tas dan masuk kedalam rumah


sore harinya misha sudah meminta izin kepada maknya ingin menemui Afi dekat taman rumahnya


"mak maaf ya ica gak bisa bantuin mak, misha ada keperluan sama Afi"


"iya sayang gak apa apa, lebih baik kalian selesaikan. oya titip salam buat Afi ya nak"


"iya mak, ica pergi dulu ya mak" mencium punggung tangan maknya


"iya sayang, hati hati dijalan ya sayang"


Misha meninggalkan emaknya dan menuju ketaman, setelah beberapa menit berjalan misha pun sampai ditaman setelah melihat keberadaan lelaki yang selama ini yang sangat ia rindukan misha pun mulai deg deg deg an antara sakit dan senang begitulah perasaannya. Misha mendekati Afi


"misha, makasih ya sudah mau datang" Afi mengembangkan senyumannya karena dia begitu merindukan misha


"iya Afi, apa yang mau dibicarakan? bicarakan lah sebab aku gak punya banyak waktu" misha menahan rasa sesak didadanya seketika dia mengucapkan kata itu padahal didalam lubuk hatinya dia ingin berlama lama disini bersama Afi


"misha, apa kamu tidak merindukan aku misha?" tanya Afi dengan mata sedunya


"langsung aja Afi kamu mau ngomong apa?"


" aku ....


.


.


.


.


.


.


hay sobat, kalau kalian suka dengan novel pertama aku ini jangan lupa vote nya ya sobat biar akunya lebih semangat untuk menulis dan merangkai kata katanya lebih bagus lagi


🙏😊


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2