
dimobil Afi
"kita mau kemana dek?" tanya miska
"bisa ndk jangan panggil adek?"
"jadi aku harus panggil apa? sayang?"
"itu boleh juga" senyum mulai menghiasi wajah Afi
" gamau, emangnya kamu siapa saudara bukan pacar bukan ngapain aku harus panggil kamu sayang" ejek miska
"oh jadi kamu mau jadi pacar aku, oke sekarang kamu jadi pacar aku"
"apa an sih fi jangan aneh aneh deh"
"sundek sekali, baru juga diajak becanda" tawa afi lepas
"ga lucu tauuuuuu" wajah cemburu yang bikin Afi nyubit pipinya miska
"kamu lucu kalau begitu" ucap Afi
ya ampun jantung jangan disko dulu bisa ndk, normal normal jangan begerak gerak dong nanti kedengaran gak enak sama sijudes batin miska
eeh aku ngomong apa sih tapi emang dia imut kok, ya ampun afi sepertinya kamu emang betul betul jatuh cinta sama dia karena cuma dia yang berani ngomong dan dekatin kamu batin Afi
mereka menuju pantai memang pantai itu sangat terfavorit bagi anak anak, ibu ibu bapak bapak ataupun dikalangan remaja
"wah pantai nya indah sekali" miska menikmati sejuknya suasana pantai
"emang kamu ga tau tempat ini?"tanya Afi
"aku tau cuma aku tau nama" miska menampakkan ginsulnya
"pantesan norak" Afi mengejek miska
"aku tuh sibuk hari hari aku hanya di kampus dan dirumah bantuin mak aku jualan gorengan, oya kapan kapan aku kasih gratis deh buat kamu karena kamu udah bawa aku jalan jalan" senyum miska mengembang seperti bakpaw
dia ternyata sangat sederhana hanya dengan mengajaknyamenikmati indahnya pantai dia sudah bahagia bukan seperti wanita lain yang cuma taunya salon, moll dan barang barang branded. dia emang berbeda dari wanita manapun batin Afi yang tersenyum melihat tingkah miska seperti adeknya
"kamu kenapa melamun? main dekat tepi pantai yok ayolah fi"
"eeeitzz tunggu tapi disitu rame yang lagi pacaran sebab mereka pegangan tangan terus berpelukan, gak jadi deh kita kesitu" seru miska
Afi memegang tangan miska dan membawa miska ketepi pantai
"kamu sekarang pacar aku" sahut Afi
"pacaran apa gini, romantis gak apapun gak mmm dasar judes" guman miska
"udah gak usah lebay" sambil memegang kepala miska dan mengacak acak rambut miska
"jangan nanti rambut aku berantakan"
__ADS_1
Afi duduk ditepi pantai bersama miska dan memeluk pinggang miska, miska yang merasa ada tangan seseorang pun terkejut bahwasannya afi memegang pinggangnya tapi dia juga tidak menolak dia begitu nyaman berdekatan dengan Afi walaupun tanpa membalas pelukan Afi
krrrrrut krrrrut kkkrutuut bunyi perut miska
"kamu lapar?" tanya Afi
"hehehe iya" miska menundukan wajahnya yang merah karena tatapan afi yang begitu manis
"kita makan yok"
Afi bergandengan macam truk menuju tempat makan setelah makan mereka langsung pulang mereka melewati masjid dan mendengar suara adzan berkomandan
"Afi bisa ndk kita berhenti kemasjid dulu, mau sholat zuhur dulu"
Afi yang terkejut mendengar permintaan miska langsung menggangukan kepalanya dan juga ikut untuk melaksanakan sholat berjamaah di masjid
cerita sikit ni ya
sebetulnya Afi pernah suka dan pernah menjalani PDKT dengan cewek dia begitu menyayangi tapi dia tidak tau apakah itu cinta atau hanya suka. dia memberikan apapun untuk wanita itu dia belanja kan semua yang dia minta beli ini beli itu semuanya. sahabatnya yang bernama amad menyadarkannya bahwa perempuan itu hanya menginginkan uang bukannya Afi tapi Afi tidak percaya omongan sahabatnya seketika cewek itu ulang tahun dia ingin kasih suprise semua boneka besar dan disana dia akan menyatakan perasaannya akan tetapi dia malah melihat cewek yang sangat disayangi berpelukan dengan cowok didepannya bahkan ciuman, Afi saja hanya sebatas berpegangan tangan karena dia merasa dipermainkan, dia melabrak itu cewek cewek itu shock tapi ga serangan jantung ya😁 dan dia mengejar Afi bukan Afi namanya kalau tidak keras kepala
boneka yang dibeli akhirnya dia berikan kepada adiknya dia bodoh karena tidak mempercayai amad sahabatnya
setelah dia menceritakan semuanya kepada amad, amad akhirnya punya ide untuk membuat Afi jijik terharap wanita dengan mengatakan bahwasannya wanita itu bauk ketek pokoknya bauk badan. niat sahabatnya baik hanya ingin agar sahabatnya terhibur dan terhindar dari cewek licik tapi dengan perkataan amad Afi betul betul jijik terhadap wanita sampai sekarang dia dingin terhadap wanita manapun terkecuali miska😍
kembali kelaptop
setelah selesai menunaikan ibadah sholat zuhur mereka melanjutkan perjalanan kembali menuju rumah miska
dan akhirnya mereka sampai
"Walaikumsalam" ucap emaknya miska
cuma beberapa langkah lagi afi sampai dirumah dia dikejutkan dengan suara orang
" wah wah buk lisi anaknya makin hari makin pintar ya cari lelaki dari yang bermotor gedek sampai dengan mobil mewah seperti ini" ledek tetangganya yaitu lelaki yang bernama sahrul
"bapak ngomong yang sopan kepada ibu saya ya pak" bela miska
"dasar kalian bertiga cuma bisa manfaatin orang kaya saja" sahrul kembali mengejek
miska ingin menjawab akan tetapi ditahan oleh Afi dan mengisyaratkan biar dia yang jawab
"emang anda siapa ya? ayahnya miska atau sanak dekatnya miska? sehingga anda bisa dengan lancang berbicara seperti itu, kalau anda tidak mempunyai bukti saya bisa lapor anda kepihak yang berwajib" tegas Afi
sahrul yang mendengarkannya muak karena lisi dapat pembelaan dari orang kaya, dia tidak bisa berbuat apa apa kalau berurusan sama orang kaya akhirnya dia meninggalkan keluarga miska
"udahlah nak, jangan ditanggapin dia emang begitu orangnya suka nyinyir sana sini" sahut ibu lisi
"tapi orang seperti itu mak harus dikasih pelajaran agar mulutnya jangan melebar ke mana mana"
"udah udah, ica ajak nak Afi masuk kedalam"
mereka pun masuk lalu membuatkan minuman untuk afi terlihat emak sedang membuat adonan untuk gorengnya dan miska sedang memotong motong tempe, tahu dan juga pisang untuk digoreng nanti
__ADS_1
"mak ada yang bisa Afi bantu?" tanya afi kepada emak lisi
"gak usah nak Afi, nak Afi duduk aja dulu dimeja makan nikmati minumannya walau teh hangat" jawab mak lisi dengan lembut
"nak Afi kuliah ditempat ica juga?"
"iya mak satu jurusan hanya saja Afi dibawah miska"
"jadi kamu junior nya atau jangan jangan kamu komting yang judes yang sering dibilang ica" sambil melihat kearah miska
"emak suka buka kartu" miska mulai cemberut
Afi hanya tersenyum melihat merek yang saling bercanda, kemudian emaknya berbicara kembali
"nak Afi gak malu berteman dengan miska, miska gak sama dengan nak Afi. Nak Afi naik mobil sedangkan miska kadang kadang naik honda kadang kadang kalau mak kepasar dia ga bawa honda" seru emak lisi
oooh pantesan dia kadang kadang bawa honda kadang enggak, itua alasan rupannya batin Afi
"ya gak lah mak, untuk apa kita malu mak kan miska anak yang pintar sangking pintarnya dia malah ambil mata kuliah sama junior" sindir Afi
miska yang mendengarkan melototkan matanya dengan tatapan yang mematikan
"sebetulnya nak Afi miska itu pinter hanya saja karena dia lalai dengan pergaulan bersama teman teman sosialita nya sehingga nilainya turun" jawab mak lisi
Afi ingin melanjutkan bicaranya tetali ponselnya berbunyi dan tertulis mama
" hallo ma" jawab Afi
"mak maaf ya Afi harus balik sebab ada keperluan, miska aku balik dulu ya"
"iya nak Afi hati2 dijalan ya"
"hati2 dijalan jangan ngebut2"
"assalammualaikum mak, miska" sambil mencium punggung tangan emaknya lisi dan mengacak rambutnya misak
Afi pun meninggalkan kediaman miska dan mengenderahai mobil menuju rumahnya
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.