Pengkhianatan Tetangga

Pengkhianatan Tetangga
Episode 14


__ADS_3

keesokan hari nya, seperti biasa kegiatan sehari hari emaknya hanya saja setelah Uni kerja umak nya sendirian ke pasar kalau Misha jadwalnya siang dia yang akan kepasar bantuin maknya ..


"mak ica gak usah kuliah hari ini saja deh, Misha pengen bantuin mak. emak terlihat seperti kurang sehat"


yaaah memang mak nya terlihat kurang sehat sebab dia mengerjakan tugas rumahan sendirian


"kamu lupa kalau mak harus ...."


"sssssutttt" misha meletakan telunjuk dibibir emak


"iya mak iya, tapi mak ica gak tega lihat mak kepasar sendirian"


"gak apa apa kok, siap siap terus sana"


tok tok tok


misha ingin membuka pintu tapi mak menghentikannya


"biar mak saja yang buka pintunya, kamu siap siap saja disana"


"oke deh mak"


emak membuka pintu rumah dan alangkah terkejutnya mak ..


"Nak Afi"


"assalammualaikum mak" Afi mencium punggung tangan Mak nya


"walaikumsalam nak, masuk nak"


Emak mempersilahkan Afi duduk diruang tamu


"gimana kabarnya nak? sudah lama tak berkunjung kemari"


"alhamdulillah baik mak, mak gimana kabar nya? iya mak Afi sibuk sama tugas kuliah makanya gak sempat kesini"


"alhamdulillah mak sehat, Afi ..."


"siapa yang datang mak" jawab misha sontak kaget meliha Afi


Afi memberikan senyuman canggungnya kepada Misha, Misha hanya acuh saja. Mak yang menyadari mereka akhirnya berpamitan


"yaudah kalian ngobrol dulu ya, mak kedapur sebentar"


"iya mak"


...


"ada apa?" tanya Misha


"aku mintak maaf atas semua perkataan aku ataupun perbuatan aku yang sakitin kamu ca, aku gak bermaksud untuk menyakiti kamu hanya saya aku terhasut oleh seseorang. maafin aku ya ca" ucap Afi sambil menatap mata Misha mengharap perbuatannya di maafkan sesekali menunduk akan kebodohan yang dilakukan


"iya fi, aku udah maafkan kamu kok"


"beneran misha"


"iya fi, tapi untuk menerima kamu kembali dalam hidup ku itu tidak mungkin"


"walaupun hati kecil ku mengatakan aku mau kembali" Gumam Misha


"iya ca tidak apa apa, yang terpenting kamu sudah memaafkan aku, terimakasih Misha"


canggung beberapa saat


"Misha, kamu kan sudah memaafkan kesalahan aku jadi izinkan aku menebus kesalahan aku semua dengan membuatn kamu bahagia walaupun ... " Afi menghentikan perkataannya


"walaupun sebagai teman" sakit memang sakit tapi itu semua Afi lakukan agar dia bisa dekat dengan Misha


"gak perlu seperti itu, kita jalanin saja. oya Fi apa aku boleh bertanya?"


"iya boleh, mau tanya apa?"


"kamu dari mana bisa bilang kalau aku mempunyai simpanan pria pria kaya?"


"aku juga belum dapat memastikan orangnya Fi karena belum ada bukti yang kuat yang jelas aku tau orangnya itu....."


"kalian udah baikan ternyata?" Mak datang membawa teh hangat


"wah mak repot repot bikin teh"


"haha Afi kan jarang main kesini jangan gak apalah sesekali mak buat teh untuk Afi kan"


"maaf ya mak" ucap Misha


"yaudah gak apa apa, kalian bukannya mau kekampus?nanti telat"


"aaaaa iya mak, misha berangkat ya mak. assalammualaikum. Afi aku duluan" mencium punggung tangan mak

__ADS_1


Afi pun segera menghabiskan teh hangat emak siti


"mak Afi juga pamit ya mak, assalammualaikum mak" mencium punggung tangan mak dan bergegas mengikuti misha


"iya iya hati hati, anak jaman sekarang. hari ini aku mau beli pisang dulu kepasar"


...


"misha tunggu" Afi sedikit berteriak dan ....


"itu bukannya mobil Afi mas?" tanya Nur


"iya, bukannya dia udah putus dengan perempuan itu kenapa mereka sekarang dekat lagi" gunawan


"jangan jangan nih ya mas, Misha udah mengoda lelaki itu mas. yakan?"


"mungkin saja, tapi aku tidak suka melihat anak siti itu mendapat lelaki kaya dan baik lagi" Gunawan


"iya mas aku juga, mendingan ya lelaki itu buat anak kita aja"


"udah diam kamu, ini akan menjadi keuntungan buat kita. bentar bentar aku keluarin ponsel dulu"


"untuk apa mas foto in dia, mendingan mas foto in aku. aku suka mas poto cewek lain" Nur mulai cemburu


"kamu tuh ya, otak didengkul. aku foto in mereka biar aku nampakkan kepada pak farhan. sekali tepuk 2 lalat jatuh"


"mati mas"


"udah diam, nah aku udah dapat foto nya. aku pergi kerja dulu ya"


"iya mas hati hati"


setelah suaminya pergi, si Nur menatap mereka tidak suka dan masuk ke dalam rumahnya


...


"Afi jangan teriak teriak cuma bisik bisik tetangga aja"


"hahah iya iya maaf, kita bareng yuk"


Misha Diam


"ayoklah"


"eeeeh eeeeh "


"kamu selalu memaksa"


"biarlah, lagian kita tujuan sama dan kelas yang sama. seorang pacar eh teman harus saling menolong dan berdekatan"


"kamu ngomong apa sih Afi, fokus untuk mengendarai mobil kamu"


"oke nyonya"


"nyonya?" mengerutkan keningnya


"iya nyonya, nyonya Afi Jaya Pratama. iyaka"


bluuuuussssh muka Misha jadi semerah buah semangka


"apa sih kamu Fi"


"cie cie muka nya merah, doa in aja ya"


"jalan atau aku turun balek"


"iya iya nyonya, kita jalan"


Misha hanya mengeleng gelengkan kepala melihat tingkah Afi.


...


"selamat pagi pak, ada yang bisa saya bantu?" ucap resepsonis ramah


" pagi, saya ingin bertemu pak Farhan Jaya Pratama"


"Apa bapak yang bernama Gunawan?"


"iya betul"


"silahkan masuk pak, pak Farhan sudah menunggu diruangannya"


Gunawan langsung pergi tanpa mengucupkan terimakasih, dan dia masuk kedalam ruangan Farhan


"selamat pagi pak" memberikan senyum terliciknya


"pagi, kamu terlihat berbeda hari ini"

__ADS_1


"maksud bapak"


"kamu terlihat bahagia"


"bahagia lah pak mendapat kerja sama dengan perusahaan bapak"


"baiklah, serahkan proposal proyek yang kemaren saya minta"


"ini pak silahkan dibaca"


...


"oke sesuai dengan yang saya inginkan, kamu boleh pergi"


"bapak tidak mau mendengar ataupun melihat sesuatu yang pasti nya mengejutkan untuk bapak" tanya Gunawan yang sok hebat


"maksud kamu apa?"


" ini tentang anak bapak dan juga perempuan itu, sekarang mereka telah menjalin kasih kembali pak"


"hahaha kamu tuh ya bisa saja buat lelucon sepagi ini, ngomong ngomong kamu kenapa suka sekali membicarakan gadis itu?"


"karena saya tidak suka melihat keluarga itu yang sok kaya pak nyatanya miskin dan gak tau diri. apalagi anak perempuannya iss amit amit untung anak saya perempuan dua dua mungkin kalau pria udah ditikung"


"saya malas membicarakan perempuan itu, yang saya tau dari anak saya. dia telah menjauh dari perempuan itu"


"bapak tidak percaya sama saya? saya melihat anak bapak menjemput perempuan itu rumah"


"apa kata mu" Farhan langsung shok dan reflek berdiri


"ini pak, saya sengaja foto kan agar bapak percaya"


Gunawan memberikan ponselnya kepada Farhan, dan alhasil Farhan sangat terkejut melihat mereka


"kurang ajar anak itu, berani berani nya dia membohongi saya"


"ini semua bukan salahnya anak bapak, pasti perempuan yang bernama Misha itu yang telah megoda anak bapak. mana ada ikan asin yang gak mau kucing"


" kamu kebalik, mana ada kucing yang tak mau ikan asin"


"oya pak maaf"


"apa ibu nya tidak melarang?"


"ibunya malah senang pak, bisa untuk biaya hidup dan juga ga perlu repot repot jualan yakan pak"


"kamu benar, kamu ikut saya. saya ingin bertemu dengan ibu dari perempuan itu dan memperingatkan dia untuk menjauhi anakku"


"saya mau pak, tapi saya nunggu di mobil ya pak. gak enak kan saya sebagai tetangga mengibarkan aib kelurganya"


"yaudah, ayok


...


ketika dalam perjalan menuju rumahnya Misha, Gunawan tak sengaja melihat emaknya Misha dihalte Bis. sepertinya sudah siap berbelanja dan ingin pulang, tersenyum licik kembali


"pak sepertinya itu ibunya Misha"


"mana?"


"itu pak yang lagi nunggu angkot" sambil mengarahkan telunjuknya ke arah emaknya misha


"baguslah kalau bertemu disini itu lebih baik"


...


Mobil mewah itu berhenti tepat didepan emaknya Misha, emak misha hanya menatap mobil iti tiba tiba keluarlah seseorang


"apa bener anda ibunyA Misha?" tanya Farhan


"iya pak, saya emaknya misha. bapak siapa?


"saya papa nya AFI"


"ooo walah kita papa nya afi" Emaknya mengulurkan tangan hendak bersalaman tapi nihil tak terbalaskan oleh uluran tangannya Farhan


"ada apa ya pak?"tanya emak Siti


"saya ingin anak ibu menjauhi anak saya"


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2