Pengkhianatan Tetangga

Pengkhianatan Tetangga
Episode 20


__ADS_3

seminggu Afi dirumah sakit membuat risau kedua orangtuanya, ketika itu Farhan papanya Afi mendadak ada meting penting yang tak bisa ditinggalkan. begitu juga dengan Liana mama nya Afi mendapatkan giliran piket walaupun sudah meminta izin beberapa kali hanya untuk menemani Afi tapi kali ini dia tidak mendapatkan izin dari kepala rumah sakit, rumah sakit bekerjanya pun berbeda dengan rumah sakit rawat inap.


"suster, tolong jaga anak saya ya. saya harus kerja, suami saya mungkin malam kesini sebab dia ada meting. bisa kan suster?" pinta mama Liana


"bisa buk, saya akan menjaga anak ibu disini"


"kalau dia siuman segera hubungi saya atau suami saya, ini kartu nama saya dan suami saya. tolong ya sus"


"baik buk, nanti akan saya hubungi ketika dia tersadar"


"terimakasih ya suster, saya permisi"


suster tersebut hanya mengangguk sambil tersenyum.


"sayang, cepat sadar ya syg. mama kerja dulu ada suster yang jagain kamu ya syg, cepat sadar syg mama"


smabil mengecup kening Afi, Liana tinggalkan ruangan Afi dan bergegas menuju tempat dia bekerja, kebetulan hari itu Misha ke Rs untuk pengambilan obat Emak nya. Tiba tiba dia berhenti diruangan Afi dan dia melihat dari balik pintu, Afi begitu kurus. dia sudah memegang ganggang pintu dan berniat masuk tapi dia takut akan kehadiran orangtua Afi yang tidak menyukainya pasti akhirnya bukan malah ketemu tapi malah cacian yang didapatkan


"gak Misha gak, kamu harus masuk. apapun yang terjadi kamu harus masuk demi Afi"


Misha menguatkan hati nya, dan dia mulai membuka pintu tiba tiba ....


"maaf, siapa ya" tanya suster yang memegang pundak Misha


Misha sangat kaget ketika ada seseorang yang memegang pundaknya


"maaf ya sus, saya teman kampusnya Afi. saya ingin menjenguknya" jawab Misha terbata bata


"ooo kebetulan kalau begitu, saya titip Afi sebentar ya, saya ada tugas yang lain" jawab Suster


"orangtuanya juga gak ada disini sebab sibuk kerja kemungkinan malam mereka kesini, gak apa apa ya dijaga sebentar. nanti saya balik kesini" jawab suster lagi


"bisa bisa bisa suster" dengan kegirangan


"baiklah kalau begitu, terimaksih. saya permisi ya"


Misha hanya mengangguk dan tersenyum, apakah hari ini adalah hari keburuntungannya dia juga tidak tau yang jelas dia senang bisa membesuk keadaan Afi. dia mulai membuka pintu dan hati nya begitu sakit melihat orang yang sangat dicintai lemah tak bedaya.


Misha mulai mendekat, dan dilihatnya wajah pucat Afi, beberapa alat medis yang menusuk tubuhnya walaupun Afi dalam keadaan seperti ini tapi ketampanannya tidak pudar


"Afi" ucap Misha


cuma itu yang terlintas untuk sementara, dia mulai manahan tangis yang sesak kan dada


"maafin aku ya Afi"


"kamu pasti sakit banget lewati ini semua, tapi aku harus bagaimana Afi. disatu sisi aku tidak ingin harga diriku dan juga emak diinjak tapi disisi lain aku gak bisa lihat kamu begini Afi"

__ADS_1


Misha mulai meneteskan air matanya bagaimana pun Misha bersalah atas yang terjadi kepada Afi, Misha mulai terisak isak


"Afi bangunlah, buka mata mu. aku janji aku akan menemani mu dan kita akan melewati rintangan ini sama sama"


"walaupun dihina, tapi aku akan bertahan. aku akan selalu menemanimu dan memperjuangkan hubungan kita Afi"


"hhhuuuuwwwaaaa Afi bangun lah"


namun nihil Afi tetap.dalam keadaan kurang sadar dan membuat Misha semakin bersedih


"Afi kamu betul tidak.ingin bangun? apakah kMu tidak menyayangi aku dan bahkan tidak mencintai aku lagi Afi?"


"kalau kamu memang menyayangi dan mencintai aku sekarang buka mata mu, aku aku sangat merindukanmu Afi sangat sangat merindukanmu" Ucap Misha yang terisak dan juga sedikit gugub


Misha mulai mencium tangan orang yang sangat snagat dicintai, perlahan tapi pasti


Afi mulai mengerakkan jari tangannya dan itu membuat Misha terkejut bahkan senang tak terkira. pelan pelan Afi mulai membuka mata nya, dia melihat langit langit kamar dan mulai mengumpulkan kesadaran yang telah lama hilang. dia mulai melihat kesamping kanan dan dia tersenyum sekaligus senang


"m-isha" ucap Afi terbata bata


"Alhamdulillah, kamu udah sadar. sebentar ya aku panggilan dokter" ucap Misha


Misha yang gugub ingin segera beranjak dari tempat duduknya tetapi tangannya dipegang oleh Afi


"aku mohon jangaan tinggalkan aku" sahut Afi yang suaranya melemah


"kamu istirahat ya" sahut Misha


"aku dah lama istirahat, aku haus"


"kamu haus? bentar aku ambilkan minum"


Misha mengambil air putih disamping tempat tidur Afi, dan dia mulai memberikannya kepada Afi


"Misha leher aku sakit, bisakah kamu mendekat lagi?" tanya Afi


bagaimana tidak, Misha sangat jauh berdiri dari Afi dan Afi tidak bisa menjangkau. Misha dag dig dug


"baiklah"kata Misha


"tolong bantu aku juga untuk mengangkat bantal ini agar lebih tinggi sikit" senyum jahat mulai dibibir Afi


"kamu sengaja?" tanya Misha


"sengaja, maksudnya?" tanya Afi balik tapi Misha hanya diam


"kalau aku minum sambil tetidur nanti aku keselek gimana? mau tanggung jawab?"

__ADS_1


Misha menghela nafasnya " kamu itu masih sakit tapi bawelnya udah kambuh, yaudah aku bantuin"


Afi mulai tersenyum melihat wajah Misha yang sundek alias cemberut karena itu sangat sangat menggemaskan


Misha mulai membantu Afi dan itu membuat jarak diantara mereka sangat dekat, jantung Misha mulai dag dig dug


"aduh jantung, jangan gini dong malu tauuuu"


ketika bantal sudah terangkat, Misha ingin menjauh tapi Afi dengan cepat menarik Misha dengan tangannya sehingga Misha jatuh diatas Afi dan membuat Afi sedikit sakit


"maaf Afi, sakit ya?"


Misha ingin menjauhkan dirinya tapi tangan Afi menahannya


"sebentar aja Misha, katanya tadi rindu. kalay rindu yang peluk atau setidaknya balas pelukannya aku"


wajah Misha mulai memerah dan itu disadari oleh Afi, pelan pelan Afi mulai melonggarkan pelukannya dan cup Afi mencium sekilas bibir Misha. Misha yang kena cium terkejut bagaimana tidak itu ciuman pertamanya dan wajahnya mulai memanas alias merah


"aku sangat sangat merindukannya Misha"


Misha ingin memarahi Afi tapi diurungkan melihat keadaannya sekarang dan dia juga malu ternyata Afi mendengar apa yang Misha bicarakan ketika Afi belum sadar


"aku juga merindukanmu Afi, tapi sebaiknya aku berdiri kembali. kamu lagi sakit gak baik kalau aku bertumpu diatas kamu"


"jadi setelah sakit boleh seperti ini"


"aaafiiii"


"iya iya aku hanya bercanda, tapi izinkan aku memelukmu sekali lagi"


Misha hanya mengangguk dan Afi kembali memeluknya. Afi sangat bahagia dan sangat sangat senang melihat orang yang dicintainya ada disini


.


.


.


.


.


....


mmmmmm


like coment dan vote

__ADS_1


walau banyak kekurangan tapi thanks yang udah membaca😅


__ADS_2