Pengkhianatan Tetangga

Pengkhianatan Tetangga
episode 8


__ADS_3

dikantor papa nya Afi


"ada apa pa?


"kenapa dengan wajah papa" guman Afi


"apa kamu punya pacar Afi?" tanya papa Afi


"kenapa emangnya pa?


"kamu jawab iya atau gak" mulai emosi


"iya pa"


tap


papa Api mengubrak meja kerjanya


"sejak kapan kamu berani berpacaran Afi? papa sudah bilang kamu fokus pada pendidikan bukan gegara wanita j*l*ng itu"


"Afi sudah besar pa, Afi sudah bisa menentukan pilihan Afi sendiri dan ya untuk wanita yang papa sebut j*l*ng itu punya nama, namanya miska, dia dari keluarga baik baik dan juga wanita yang baik pa.


"kamu bilang kamu sudah besar hah? kamu masih minta uang jajan kepada papa dan juga biaya kuliah kamu papa yang biayakan, jadi sekarang kamu turuti apa maunya papa. tinggalkan wanita itu"


"papa ga bisa gitu dong pa" Afi mulai emosi


"kamu mau tantang papa iya!"


"ah"


Afi langsung melangkah kan kakinya keluar dari ruang kerja papa nya


"Afi papa belum selesai bicara"


Afi tanpa mendengar apapun segera keluar kantor


"kurang ajar anak itu, bisa bisanya dia acuhkan aku hanya demi wanita j*l*ng, kurang ajar wanita itu"


sementara Afi melajukan mobilnya menuju cafe untuk mendinginkan kepala nya, sesampainya dia langsung pesan minuman dan ponselnya berbunyi


"iya hallo yang"


"kamu dimana" tanya miska


"aku lagi dirumah yang, kenapa?"


"syukurlah kalau dirumah aku kira kamu dimana"

__ADS_1


"iya sayang, nanti aku kabari lagi ya aku lagi kerjain tugas ni"


"baiklah yang, aku matikan ya"


"maafin aku ya miska, bukannya aku berusahan untuk membohongi kamu. aku hanya ingin kamu dan keluarga kamu tidak sakit hati, aku akan coba menyelesaikan masalah ini" guman Afi


3 bulan berlalu, Afi tetap menyembunyikan ketidaksukaan orangtua Afi terhadap miska. orangtua Afi semakin membenci miska da kelurganya lantaran hasutan dari tetangga yang kejam. sehingga orangtua Afi sendiri memutuskan untuk langsung bertatap muka dengan gadis yang bernama miska karena semakin hari kelakuan dan sifat Afi terhadap orangtuanya semakin pembengkak


orangtua Afi tidak kesulitan mencari alamatnya miska lantaran bantuan dari tetangga miska yang tukang fitnah,


"pa biar mama saja yang kerumahnya miska papa tunggu sini ya"


"biar saya kawankan ya kerumahnya miska" ucap istri tetangga


mereka langsung kerumahnya miska


tok tok tok


miska membuka pintu


"kak nur ada apa malam malam ketuk pintu? tanya miska terhadap istrinya tetangga yang bernama Nur


"ini ada mama nya Afi pengen ketemu sama kamu dan ibu kamu" jawab Nur


Miska lalu menyalami mama nya Afi tapi uluran tangan mama nya afi tidak ada akhirnya miska mengerhitkan keningnya, menurunkan tangannya


mama nya Afi masuk dan langsung memperhatikan ruang tamu miska yang sederhana hanya sofa dan beberapa foto tidak ada yang mewah


"saya langsung saja yang miska, saya tidak suka anak saya berhubungan dengan wanita seperti ini. sebelumnya Afi tidak pernah membengkak terhadap saya ataupun papa nya, semenjak dia mengenal kamu dia berubah sekarang. saya minta kamu tinggalkan Afi" ucap mama nya Afi


Deg bagai tersambar petir disiang bolong, miska yang tidak pernah ketemu dengan orangtua nya Afi tiba tiba mama nya Afi langsung tidak menyukainya. miska berkeringat dingin, dia mencekram baju nya sendiri dia gugub untuk menjawab bahkan selama ini Afi tidak pernah cerita apa pun


kakak miska yang mendengar keributan segera keluar dari kamar


"ada apa ini? kak nur kenapa ribut ribut dan ini siapa" tanya kakaknya miska


"ini mama nya Afi, dia ingin bertemu dengan miska maka nya saya temanin dia kesini" jutek Nur


miska langsung duduk berdekatan dengan adiknya


"maaf tante bukannya saya lancang, tapi ada apa hal sehingga tante berkunjung malam malam kerumah saya?" tanya kakaknya miska


"ooo jadi kamu kakaknya miska, saya ingin kamu mengajarkan adik kamu agar tidak mengejar ngejar Afi lagi"


"apa tante, saya tidak salah dengar? adek saya yang mengejar ngejar anak tante! asal tante tau ya, anak tantelah yang mengejar adek saya"


"tidak mungkin, saya tidak mengizinkan anak saya berpacaran dengan adik kamu ataupun wanita lain diluaran saya sebab saya ingin anak saya kuliah nya selesai sampai dia menemukan kerja yang layak setelah itu terserah dia kalau dia ingin memilih siapa. tapi sekarang ini saya ingin kalian berpisah" ucap mamanya Afi

__ADS_1


"dan iya anak saya tidak mungkin juga bisa hidup tanpa saya dan papanya karena segala kebutuhan dan fasilitas yang dia punya lebih dari cukup, dan kalau pun dia menikah dengan adik kamu. apa dia juga akan berjualan goreng pisang diluar sana hah? saya tidak ingin itu terjadi gegara wanita ini dia harus kehilangan masa depan yang sudah ada didepan mata" sambung mama nya Afi


"cukup tante cukup, cukup tante hina saya tapi jangan pernah hina keluarga saya tante, saya ..." miska hanya menahan sesak didadanya


"tante sudah lancang berbicara dan juga tante berpendidikan tinggi bukan? kenapa bicara tante seperti tidak punya etika dan sopn santun!datang kerumah orang menghina mencaci maki adek saya dan ibu saya, lebih baik kalian semua keluar dari rumah saya. KELUAR" teriak miska kepada mamanya Afi


mereka keluaar dan tiba tiba terdengar suara ribut ribut diluar rumah miska, miska dan kakaknya keluar memeriksanya ternyata sudah ada Afi


"ma kenapa mama kerumahnya Miska?" tanya ari yang sedikit meninggikan suaranya


"turunkan volume suara mu Afi" bentak papanya


"mama hanya ingin dia meninggalkanmu dan kamu hanya fokus kepada perkuliahan" jawab mamanya Afi


"ma tapi gak gini caranya ma, Afi sayang sama miska dengan adanya miska Afi mampu menyelesaikan pendidikan Afi ma"


"cukup Afi, ayo sekarang kita pulang"


"ma mama minta maaf dulu sama miska ma"


"kenapa mama harus meminta maaf? mama gak salah, ayo pulang"


mama nya langsung menarik lengan Afi membawa dia pulang dan ketika itu mata nya Afi dan miska bertemu


maafin mama ku miska, aku janji gak bakalan tinggalin kamu apa pun yang terjadi guman Afi


kenapa kamu berbohong Afi, kalau kamu.mau jujur dan terbuka denganku mungkin ini semua ga terjadi guman miska


tetangga nya yang menyaksikan itu semua tersenyum senang sementara miska hanya bisa melihat kepergian Afi dengan sesak yang luar biasa, setelah masuk kekamar begitu banyak notif dan panggilan dari Afi


"jangan pernah angkat ingat itu, tidurlah" tegas kakaknya miska


miska hanya bisa menangis dan menangis meratapi kisah cintanya yang begitu rumit


.


.


.


.


.


.


😁

__ADS_1


__ADS_2