
3 hari Afi dirumah sakit, dia semakin lemas lantaran tidak ingin makan sehingga dokter terpaksa memasang selang dari hidungnya untuk menambahkan energi pada tubuhnya. Pak Reno pun tak tega dengan keadaan seperti ini dan pada akhirnya dia menghubungi papa Afi
"selamat siang, apa benar ini dengan pak Farhan"
"iya betul, ini dengan siapa?"
"saya ketua yayasan dari MPI, saya ingin mengabari kalau anak anda ada dirumah sakit"
"APA? dirumah sakit?" shock
"iya pak, nanti saya kirim alamatnya ya"
"iya iya terimakasih ya pak, saya akan segera kesana"
Farhan yang begitu shock mendengar anaknya masuk ke rumah sakit segera menghubungi istri nya dan langsung kerumah sakit yang telah dikirimkan alamat oleh pak Reno
mama Afi sedikiy berlari dan air mata nya jatuh begitu saja
"dimana anak saya, dimana Afi?" ucap mama Liana
"silahkan masuk buk, anak ibu didalam" jawab Pak reno
seketika itu Liana tersentak dan kaget, dia melihat anak nya yang begitu lemas dan dan sangat sangat kurus. Liana langsung memeluk Afi dan menangis sejadi jadi nya anak semata wayangnya
"kenapa bisa seperti ini"
"dia jarang makan, dan juga kadang dia sengaja tidak makan"
"kenapa begitu?" tanya papa Afi
"sepertinya dia kehilangan semangat dan juga dia pernah bilang dia seperti tak berguna lagi didunia ini mungkin dengan cara seperti ini bisa membuat dia bahagia"
"kenapa Afi katakan seperti itu"
"maaf kalau lancang, saya juga kurang tau yang jelas dia selalu menyebut nama MiSha dan juga satu lagi"
"apa..?"
"Gunawan"
orangtua Afi begitu terkejut mendengar nama Gunawan
"Gunawan yang bekerja dengan ku?tapi tidak mungkin, apa hubungannya dengan Gunawan?" tanya papa Afi yang binggung
"entahlah pak, saya rasa anak bapak sepertinya dendam terhadap orang yang bernama Gunawan"
"Dendam" Farhan sedikit terkejut
"ya sudah kalau begitu saya permisi dulu pak, buk"
"iya, terimakasih banyak ya telah menolong anak saya" ucap Liana dan Farhan
"iya sama sama, pemisi"
Pak Reno meninggalkan ruangan Afi dan kembali ke markas, orangtua Afi cemas dengan keadaan Afi dan juga bertanya tanya hubungan Afi dengan Gunawan
"mas, kenapa Afi bisa dendam terhadap Gunawan mas?"
"entahlah ma, papa juga gak tau. yang jelas sekarang kita berdoa untuk kesehatan Afi agar Afi cepat siuman dan kita bisa tanyakan langsung mengenai Gunawan"
"iya mas betul"
sambil memegang tangan Afi " sayang cepat sadar ya, maafkan kami yang telah teledor sampai kamu seperti ini sayang" menangis
"sudah ma, kita bedoa saja ya ma"
dirumah Misha
__ADS_1
"Ica emak lupa hari ini mak ada jadwal pengambilan obat, sebenarnya dilakukan pemeriksaan karena dokter bilang ingin lihat reaksi jantung mak, apakah ada perubahan kalau hany Meminum obat tanpa harus dilakukan pemerikaaan tiap minggu"
"biar Ica saja yang mengambilnya mak, mak istirahat saja dirumah"
"bentar" mak membuka laci untuk mengambil resep dari dokter "ini resepnya sayang"
"Ica pamit dulu ya mak, assalammualaikum mak"
"waalaikumsalam, hati hati dijalan ya nak"
"iya mak"
Misha menaiki angkot dan langsung menuju kerumah sakit, setiba dirumah sakit Ica langsung ke apotik untuk penebusan obat
"permisi, saya mau menebus obat. ini resep nya"
"baiklah tunggu sebentar ya"
Mish hanya menganggukkan kepalanya, tiba tiba seseorang menyapa nya
"kamu Misha?"
Misha pun menoleh kepada orang yang telah menghimbau namanya
"iya benar, anda siapa ya?"
"saya Pak Reno ketua MPI"
ternyata Pak Reno masih dirumah sakit setelah keluar dari ruangan Afi dia menuju ruangan sahabatnya yang merupakan dokter dirumah sakit tersebut, hanya sekedar menyapa dan mengobrol setelah itu dia keluar dan tiba tiba dia melihat sosok perempuan yang mirip sekali dilayar ponsel Afi, Pak Reno pun menghampiri waniti tersebut. yang benar saja ternyata itu adalah Misha
"apa sebelumnya kita pernah kenal pak"
"tidak, tapi saya mengenali kamu lewat seseorang"
"siapa?"
Misha yang seolah terkejut mendengarnya
"ada perlu apa ya pak?"
"saya ingin berbicara sebentar"
"tapi saya buru buru pak"
"sebentar saja, ini mengenai Afi"
"saya tidak mempunyai urusan lagi dengan dia pak"
"tapi ini masalah serius"
"maaf pak, saya tidak ada hubungan lagi dengan dia jadi saya tidak peduli"
"ini dek obatnya" kata suster dengan memberikan plastik berisi obat
"makasih sus" mengucapkan terimakasih kepada suster dan mendapatkan hanggukan dari suster
"maaf pak, saya permisi dulu"
Misha lalu bergegas pergi ketika Misha melangkah kaki yang kedua kali ny ..
tap tap
"tunggu Misha, Afi kritis"
Misha kaget dan langsung berbalik menemui Pak Reno
"bapak bercanda?"
__ADS_1
"saya sedang tidak bercanda, dia sedang dirawat dirumah sakit ini dan keadaannya kritis"
"bagaimana bisa itu terjadi pak"
"ceritanya panjang, yang jelas intinya dia lebih tinggalka rumah dan seluruh fasilitasnya hanya karna dia ingin bersama seseorang yang sangat berati dalam hidupnya, yaitu kamu Misha"
Misha seolah syok dan mulai kaki nya melemas seakan akan tidak sanggup untuk berdiri lagi
"kapan itu terjadi pak?"
"sekitaran 2 minggu lalu"
"bukahkah itu artinya Afi menemuiku di rumah sakit waktu emak dirawat, berati Afi telah meninggalkam rumahnya dan dia memilih aku? lantas aku malah mengusirnya. Misha berkata dalam hati
"pak boleh saya tau dimana ruangannya? saya ingin menemuinya"
"boleh, tapi untuk sementara orangtuanya ada didalam. nanti saya kabari kamu kalau orangtua nya tidak ada dalam ruangan"
Misha sedikit kaget
"kamu jangan kaget, saya tau sebab Afi banyak menceritakan masalah hidupdan juga percintaannya, boleh saya minta nomor ponselmu?"
"ini pak"
"baiklah terimakasih ya"
"saya yang seharusnya berterimakasih kepada bapak, kalay bapak tidka menceritakan mungkin saya masih salah faham kepada Afi"
"jangan sungkan, kalau begitu saya permisi ya"
sesampai dirumah, emak nya masih menunggu Misha
"sayang kenapa lama kali ambil obatnya?"
"assalammualaikum mak, maaf ya mak lama banyak antrian soalnya"
"waalaikumsalam, syukur lah kalau kamu tidak apa apa sayang"
"iya mak"
"maafin Ica mak, Ica gak mau mak kepikiran masalah Ica. Ica janji Ica akan menyelesaikan masalah Ica. Mak benar dalam hal ini Afi tidak salah" Misha berbicara dalam hati
"kenapa melamun sayang?"
"maaf mak, buka apa apa hanya Ica ngantuk"
"yaudah kalau ngantuk, segera cuci muka sana terus tidur"
"oke buk bos, tapi mak juga istirahat ya jangan sampe begadang"
"ngapain mak begadang, ada ada saja kamu ini"
"yaudah mak istrahat juga dikamar, Ica mau kedapur dulu minum"
"baiklah kalau begitu"
Misha terus memikirkan Afi dan perbuatannya itu dia sangat menyesal
"maafin aku ya Fi aku gak tau kamu bakal memilih aku, karna kamu memilih aku hidup kamu jadi seperti ini. maafin aku Afi"
.
.
.
like, koment dan vote nya manteman semuanya
__ADS_1