
"sayang jangan lupa ya pagi ini kita masuk jam pagi, sampai ketemu dikampus sayang"
Afi mengirim pesan kepada miska, dia bisa saja menjemput miska tapi dia malas ketemu orang gegosip.
miska membuka pesannya dan tersenyum, dia lupa balas sebab lagi bantuin emaknya didapur
dikampus
"kok kamu gak balas sih yang pesan dari aku" Afi agak sedikit berteriak sehingga mengundang mahasiswa lain untuk menoleh kearah mereka
"kok kamu teriak teriak sih, kamu mau maluin aku ya" sambil menutup mulut Afi dengan tangannya
"kenapa harus malu, sebenarnya kamu senang dan bangga dapat pacar seperti aku"
"iyaiyaiya ayo kita kelas"
"gandengan yang" rengek Afi
"kok kamu tiba tiba manja seperti ini sih fi?"
"manja sama pacar sendiri boleh dong yang"
"ya ampun afi"
hanya dalam sekejab hubungan mereka telah tersebar dikampus, dikalangan mahasiswa bahkan dosen sekaligus
dikantor
hari ini sahrul ingin memberikan proposal kepada papanya Afi dan melanjutkan rencananya
"saya mau betemu dengan bos" ucap sahrul kepada resepsonis
"silahkan masuk keruangannya"
sahrul sudah terbiasa lalu lalang dikantornya papa Afi sebab dia terjalin kerja sama maka dari itu Afi tidak asing dengan wajahnya
"siang pak"
"siang"
"ini proposal yang bapak minta kemaren"
__ADS_1
"terimaksih"
dia mulai melancarkan aksinya
"maaf pak kalau saya lancang, apa anak bapak sekarang punya pacar?"
"anak saya tidak pernah pacaran bahkan dia tidka pernah dekat dengan wanita apapun sebab dia hanya fokus kepada pendidikannya" jawab papanya Afi
bagus ini kesemptana batin sahrul
"maaf pak bukannya saya ikut campur tapi saya rasa anak bapak sedanh berpacaran dengan tetangga saya pak"
"serius kamu, kamu jangan becanda"
"serius pak saya gak bohong, dia itu tetangga saya. saya sering lihat anak bapak temui tetangga saya itu pak"
"saya tidak percaya dengan apa yang kamu katakan" sudah mulai emosi
"baiklah pak kalau begitu, saya mohon maaf kalau lancang. saya permisi"
gagal ternyata rencana aku tapi tenang pasti akan ada cara selanjutnya batin sahrul
"tunggu, bisa kamu buktikan omongan kamu?
"baiklah pak saya akan buktikan omongan saya, saya permisi"
akhirnya dia terpancing juga dengan satu kali umpan batin sahrul yang diiringi dengan senyuman nakalmya
dikampus
"cie cie pasangan yang romantis ni yeee" sindir para mahasiswa
Miska yang mulai malu dengan tingkah Afi yang kekanak kanakan padahal sebelumnya dia tidak seperti itu
"Afi lepaskan tangan aku fi, malu fi" miska menutupi wajahnya dengan tas
"kenapa malu sih, biasanya lagian itu resiko kamu pacaran sama orang yang populer seperti aku" menyombongkan diri
"mulai lagi" menepuk dahinya sendiri
mereka memasukin mobil mewah afi dan afi langsung mengantarkan miska kerumahnya
__ADS_1
miska hendak turun tapi tangannya dicegat oleh Afi
"kenapa lagi Afi?"
"aik kamu lupa ya panggil aku dengan sebutan sayang, rupanya kamu benar2 ingin aku cium ya" Afi mulai memonyongkan bibirnya
"STOP oke sayang oke puas?"
"padahal aku ingin mengajak kamu jalan jalan tapi aku ada urusan di kantor papa"
"yaudah hati2 dijalan"
"sayang ..." panggilan Afi yang membuat miska menoleh
"kenapa la...." belum sempat miska menjawab Afi sudah mendaratkan ciuman pertamanya dikening miska.
miska yang mendapat ciuman mendadak langsung memerah dan merasa panas dipipinya
"udah gak usah merona gitu pipinya, nanti juga terbiasa kok, aku jalan ya syang"
"iya sayang" jawab miska malu malu
Afi langsung meninggalkan kediamanan miska dan menuju kantor papanya setelah sampai diberpaspasan dengan sahrul dan sahrul memberikan senyum sinis kepada Afi yang membuat Afi.penasaran.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1