
"aku minta maaf sebelumnya sama kamu misha, aku gak bermaksud untuk ninggalin kamu hanya saja ..."
"hanya apa Afi? hanya karena aku orang miskin kalian semua memperlakukan aku seenak jidat kalian? iya begitu"
"misha dengarin aku dulu misha"
"udah lah Afi, gak ada perlu didengarin maupun dijelaskan semua udah menjadi masa lalu, sekarang aku hanya fokus kemasa depan"
"apakah aku gak ada tempat dihati kamu lagi misha"
"maaf Afi"
ketika Afi dan Misha sedang berbincang bincang dengan serius tanpa mereka sadari ada seseorang yang sedang menguping pembicaraan mereka dengan senyum liciknya siapa lagi kalau bukan Gunawan tetangga misha yang iri hati itu. ketika itu pula dia punya ide untuk menghasut Afi agar dia membenci misha sebab misha tidak memberikan kesempatan kedua.
sebelumnya ....
Gunawan melihat misha berpamitan dengan maknya dan dia penasaraan kemana tujuan misha pergi sore hari begini, biasanya dia selalu bantuin maknya
"mmm sepertinya dia akan menemui seseorang yang penting lebih baik aku ikuti dia"
dia pun mengikuti misha dan dia sangat terkejut karena misha menemui Afi, dan dia ingin mengetahui apa yang mereka biacarakan akhirnya dia berniat menguping pembicaraan mereka
kembali ke misha dan Afi
"maaf Afi aku harus pergi, aku harus bantuin mak. kalau masalah kesempatan kedua aku gak bisa jawab sekarang, aku harap kamu bisa faham"
misha lalu meninggalkan Afi, dia mempercepat langkahnya agar dia segera sampai dirumah. Afi yang hanya menatap punggung misha yang semakin lama semakin jauh. tiba tiba seseorang menghampiri Afi dan duduk disebelah Afi, Afi hanya menatapnya dengan sinis
"anda bukannya. .."
"iya kamu benar, saya tetangganya misha"
__ADS_1
Afi hanya menatapnya dengan tatapan tidak suka
"kamu ditolak sama dia"
"itu bukan urusan anda"
"hahahha, kamu bodoh atau gimana hah?" tanya gunawan sekaligus menyendir Afi
tetapi Afi hanya diam dan dia mulai geram melihat tingkah gunawan
"sebenarnya saya juga tidak ada urusan sama kalian berdua, tapi saya mau ungkap kan satu fakta tentang perempuan yang tadi"
"jangan bertele tele, saya tidak ada waktu lebih baik anda pergi dari sini" tatap Afi sinis
"hahha saya juga tidak punya waktu untuk membahas ini, lagian itu bukan urusan saya. saya cuma kasihan sama kamu tapi kamu tidak tertarik tentang fakta yang akan saya sampaikan" gunawan mulai dengan triknya yaitu pura pura berdiri lalu pergi, ketika 2 langkah ..
"tunggu, baiklah saya minta maaf. lanjutkan mengenai misha"
"baiklah, kamu tau kenapa perempuan itu menolak kamu?" tanya Gunawan
Afi hanya mengelengkan kepalanya
"karna dia sudah punya cowok kaya yang lebih dari kamu"
"apa jangan jangan lelaki yang selalu bersama misha" gumam Afi
"mungkin kamu sendiri pernah melihat mereka, tapi itu bukan fakta yang sesungguhnya. fakta yang sesungguhnya perempuan itu mengajak pria lain masuk kerumahnya ketika maknya tidak ada dirumah, perempuan macam apa itu ..."
Afi langsung meletakan sikunya dileher gunawan
"jaga bicara anda tuan" Afi sedikit berteriak
__ADS_1
"santai anak muda, itu adalah faktanya saya juga terkejut melihatnya. percaya atau tidak itulah kenyataannya" gunawan menepis tangan Afi dan dia pergi meninggalkan Afi
Afi langsung masuk kemobilnya menuju rumahnya, setelah sampai dirumah Afi langsung masuk tanpa ada salam
"Afi kenapa kamu masuk tanpa mengucapkan salam Afi"
tanpa memperdulikan apapun Afi langsung menuju kamarnya dan menutup pintunya dengan keras
"kenapa dengan anak itu, kenapa wajahnya sangat marah apa karna perempuan itu?tapi tidak mungkin"
didalam kamar
"aaaaaaaaaaaaahhhhhhhh, kurang hajar. aku akan membalasmu miska aaaaaaaaaahhhhh"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.