
Afi yang keluar dari pintu besar rumahnya, menghela nafas dan melihat mobil kesayangan nya terpaksa harus ditinggalkan itu semua.
"den mau kemana?"
"mau keluar dulu pak bentar"
"aden gak bawa mobil?"
"gak pak jalan kaki saja, lagian itu semua punya papa bukan punya saya pak. saya jalan ya"
penjaga rumah itu kelihatan binggung dengan ucapan Afi, tapi dia tidak mau bertanya ataupun ikut campur biar kan itu jadi urusan mereka.
Afi berniat ingin meminta maaf kepada Emak siti dan juga Misha atas perbuatan mereka selama ini, Afi berniat mengunjungi Emak
Ketika Afi hendak membuka pintu ruang inap emak, bersamaan Misha membuka pintu
"kamu?" misha
"aku boleh masuk?"
"untuk apa?"
"aku mau menjunguk emak, gimana keadaan mak?"
"emak baik baik aja, gak ada lagi kan Afi?"
Misha menatap Afi begitu benci, beraduk aduk macam nasi aduk eeh uduk maksudnya. benci dan cinta jadi satu tapi demi emak Misha rela menahan perasaannya agar emak tidak kenapa kenapa. Afi yang merasa tatapan Misha begitu membenci dirinya, dia urungkan niatnya untuk mengatakan bahwa dia telah memilih, memilih Misha dan pergi dari rumah. Afi urungkan semua itu
"alhamdulillah kalau emak sudah sehat, titip salam buat emak ya. kalau begitu aku pamit dulu"
"iya fi"
Misha menutup pintunya menahan rasa sakit didada nya atau malah senang telah mengusir Afi dia sendiri tidak tau dengan rasa apa itu
"siapa ca?"
"Afi mak"
"mana? kenapa gak suruh masuk?"
"dia buru buru mak, dan mak jangan terlalu baik sama orang yang sakitin kita mak"
"nak, seperti emak katanya yang salah itu orangtuanya bukan Afi, tapi yasudahlah mak ikuti kamu saja nak"
"iya mak, makasih ya udah ngertiin Misha. Misha akan lakuin apa saja buat lindungi emak"
Kembali ke Afi
Afi langsung pergi meninggalkan rumah sakit, dia entah harus kemana dia pun tidak tau. dia baru ingat bahwa dia pernah membantu relawan MPI. MPI itu seperti sebuah organisasi yang menolong ketika ada kebanjiran, kebakaran gitoh lah pokoknya
Afi yang merasa perutnya keroncongan sebab dari kemaren tidak makan sampai sekarang uang dalam saku celana nya tinggal 10 ribu habis naik ongkat saja.
sampai nya di MPI
"assalammualaikum"
"waalaikum salam"
"Afi bukan?" Jikut sekaligus teman relawan Afi tidak percaya dengan penampilan Afi yang berantakan, lesu tapi satu yang gak pernah ilang senyum terpaksanya
"iya aku Afi, pak reno ada?"
__ADS_1
pak reno adalah pemimpin sekaligus ketua yayasan MPI
"ada di ruangannya, masuk yuk"
"makasih ya"
sesampainya diruangan pak reno
"assalammualaikum pak"
"waalaikum salam ... eh Afi. masuk"
"terimakasih pak"
"ada apa Fi, kalau saya lihat kamu punyai masalah yang cukup besar"
"iya pak, tapi saya tidak bisa cerita sekarang pak"
"okelah pak"
"saya boleh minta satu permintaan pak?"
"boleh, kamu minta apa?"
"saya boleh tinggal disini pak? saya janji saya akan rawat dan membersihkannya kalau tidak makan pun tidak apa apa yang penting saya ada tempat tinggal"
Pak Reno yang melihat Afi begitu antusias ingin tinggal disini merasa kasihan terhadapnya.
"kamu gak usah sungkan Afi, kamu boleh kok tinggal disini. kamu kan relawan disini terus kamu juga salah satu relawan kepercayaan saya.
"alhamdulillah, makasih banyak ya pak"
"belum pak"
"ini uang untuk beli makanan"
"gak usah pak saya belum lapar"
"baiklah kalau begitu"
Pak reno itu macam ayah Afi kalau di MPI karena Afi itu anak nya yang patuh, aktif, pinter, enak diajak kerja sama tak hanya pak reno yang suka akan kerja nya Afi bahkan relawan atau staf lainnya juga sangat menyukai Afi karena kinerjanya. Pak Reno sangat faham betul bagaimana Afi, sebab Afi selalu menceritakan masalah yang dialaminya apalagi masalah sekarang pak Reno juga tau akan hal itu.
2 minggu berlalu, Afi yang semakin hari semakin kurus lantaran makannya yang sedikit membuat badan Afi kurus, kucek, dan tak lagi cerah seperti sebelumnya, dia meninggalkan rumah hanya untuk ingin bersama orang yang dia sayangi sedangkan orang yang diperjuangkan malah mengusirnya. Pak Reno semakin tidak tega dengan kondisi Afi dan juga masalah yang dihadapinya.
lain dirumah Afi, mama Afi semakin gelisah anak semata wayang nya belum pulang kerumah
"mas ini gimana pak, mas bilang Afi akan pulang setelah 1 minggu bahkan ini sudah 2 minggu dia belum pulang pulang mas"
"sabar ma, dia juga akan pulang"
"ini semua gegara perempuan itu mas"
"mungkin mama benar, atau jangan jangan perempuan itu yang menyembunyikan sehingga Afi betah"
"mas betul, kalau begitu aku akan menemuinya mas. aku akan kasih pelajaran buat perempuan licik itu"
"iya ma, mas setuju"
mereka berencana akan menemui keluarga Misha apa yang terjadi selanjutnya jeng jeng ..
sementara dikediamanan Misha, emaknya telah sembuh total walaupun penyakit darah tingginya masih ada ditambah jantungan, yang sabar ya mak
__ADS_1
seperti biasa kegiatan mak disore hari berjualan gorengan apalagi gerimis beeeh bisa ngantri kadang gorengan yang dalam kuali minyak saking menginginkannya. dan tiba tiba berhentilah semua mobil mewah, Misha yang melihat mobil itu seperti mengenal tapi Misha tak peduli dia terus melayani pembeli.
kaluarlah orang dalam mobil mewah tersebut dan berjalan kearah mak dan Misha, gorengan Misha pun ternyata telah habis diboronh oleh orang kantor yang lembur dimalam hari, Misha yang tidak menyadari itu mama nya Afi sebab dia sibuk memindahkan dan membersihkan tempat gorengan hingga di masuk kerumah untuk meletakan tempat tempat bekas gorengan. mama nya Afi mendekat kepada Mak
"maaf nyonya, gorengannya sudah habis"
mak Afi membuka kaca mataya dan menyunggikan senyuman jahatnya
"siapa juga yang sudi membeli gorengan murahan seperti ini, yang ada kulit saya elergi makan makanan tak sehat"
"maksudnya apa ya"
"kamu tidak mengenali saya?"
"tidak" ucap mak
"saya mama nya Afi, dimana kalian sembunyikan anak saya?" bentak mama nya Afi
Emak Siti begitu terkejut ternyata papa sama mama Afi sama sama angkuh beda dengan Anaknya tiba tiba keluarlah papanya Afi dari mobil
"kamu ..." ucap mas terputus
"ternyata kamu ingat saya, saya tidak may basa basi. dimana kamu sembunyi Afi?"
"saya tidak tau Afi dimana"
"kamu itu gak usah bohong ya, saya tau pasti kalian menyembunyikan Afi iyakan? jawab"
Misha yang mendengar ribut ribu segera keluar dan alangkah terkejutnya Misha melihat bahwa orangtua Afi menyerang Mak, Misha sedikit berlari menghampiri maknya yang nafas nya sudah naik turun
"mak, mak gak apa apa?" tanya Misha yang langsung memegang bahu mak
"mak gak apa apa ca" jawab emak
"kamu ya, kamu itu perempuan tidak tau diri. saya sudah peringatkan kamu untuk menjauhi anak saya Afi tapi kamu terus mengoda dia agar kamu mendapatkan segalanya, betul?" mama Afi emosi
Misha menuntut emaknya untuk duduk dibangku agar emak bisa menstabilkan jantungnya
"mak, emak duduk disini dulu ya. Misha akan atasi mereka dulu"
Mak Siti hanya mengangguk, dan Misha kembali menatap kedua orangtua Afi yang penuh dengan rasa sakit hati karena membuat Emaknya sampai harus dirawat di rumah sakit beberapa hari karena ulah merek. tapi Misha diam tetap diam
"kenapa kamu diam? apa perkataan aku benar tentang diri mu dan keluarga mu? sekarang dimana kamu sembunyikan Afi, katakan"
"saya tidak tau Afi dimana" jawab Misha
"kamu jangan berbohong kepada kami, saya tau pasti kamu dan ibu kamu merencanakan ini semua itu uang kan iyakan kan"
"sekarang katakan kepada kami, berapa uang dan harta yang kamu mau untuk mengembalikan anak saya dna menjauhi anak saya"
"dan kamu" menunjuk kepada mak siti
.
.
.
like dan coment
terus vote nya deh💙
__ADS_1