Pengkhianatan Tetangga

Pengkhianatan Tetangga
Episode 16


__ADS_3

misha masih setia menunggu maknya sampai jam 11 jam, tiba tiba mak mulai sadar


"alhamdulillah mak sudah sadar?"


"e-mak di-mana?"


"emak dirumah sakit"


"e-mak mau mi-num"


"bentar ya ica ambilin"


"mak istirahat dulu supaya kondisi mak stabil, besok kita berceritanya ya"


hanya mendapat anggukan dari Misha, Misha pun menjaga mak sampai dengan jam 2 pagi misha pun ketiduran disamping kasur emak siti


ketika suara adzan subuh bisa terbangun dan dia melihat emak begitu nyenyak tidur, dia bersigegas pergi kemushola rumah sakit untuk menunaikan ibadah dan setelah itu membeli beberapa buah dan roti untuk emak dan juga dia.


dia kembali kedalam ruangan


"ica kamu dari mana?"


"mak sudah bangun? misha baru siap sholat dan misha membeli buah dan juga beberapa roti"


"iya sayang"


tok tok tok


"permisi, ini saya bawakan bubur untuk ibu siti" perawat rumah sakit


"terimakasih banyak"


"iya sama sama, permisi ya"


setelah perawat itu keluar, Misha membuka makanan dari rumah sakit dan menyuapkan kepada emak nya tapi malah emaknya menutup mulut


"emak, mak harus makan bubur dulu. ica tau emak tidak suka bubur rumah sakit maka nya ica beli roti untuk mak agar nanti tidak eneg. sekarang buku mulutnya"


Emak pun terpaksa memakan buburnya, suapan pertama habis sampai dengan suapan ke 5 emak mulai geli geli sendiri


"udah ca udah, mak geli makannya terlalu lembek terus halus kali iii geli"


"hahaha emak tu ya kalau makan bubur selalu nolak"


"emak geli aja ca"


"yaudah sekarang mak mau buah pir?"


"mau"


"ca kupaskan ya"


setelah selesai acara kupas mengupas, Misha membersihkan wajah mak dengan mengelap dengan kain bersih, setelah selesai melakukannya dokter pun masuk untuk memeriksa


"selamat pagi ibu siti, saya periksa dulu ya


...


"ibu siti sudah membaik, hanya istirahat teratur dan juga minum obat yang teratur besoj lusa sudah boleh pulang"


"iya dokter terimakasih"


"saya permisi dulu ya"


setelah dokter pergi, Mak memegang tangannya Misha


"ada apa Mak, mak mau minum"


"enggak ca"


"terus?"


"mak mau kamu jujur"


"jujur apa mak"


" apa benar orangtua Afi datang kerumah kita nak?"

__ADS_1


Misha terbelalak mendengar pertanyaan emak


"En-ggak Mak" jawaban Misha terbata bata


"mak gak pernah ajarin ica berbohong, mak juga sudah tau kalau orangtua nya Afi membencimu nak?" terdengar isakan


duaaaaaar perkataan mak begitu sakit dada


"mak ngomong apa? ingat kata dokter istirahat dan jangan memikirkan yang tidak tidak" menahan tangis


"Ica, ica gak mau tau kenapa mak bisa seperti ini?"


"kenapa mak" Misha mulau antusias


"mak tau ketika mak tidak ada dirumah, orangtua Afi datang kerumah yakan?"


Misha pasrah, dia hanya menganggukan kepala


"kenapa tidak menceritakan semuanya kepada mak?"


"maafin ica ya mak, ica gak bermaksud menutupi ataupun membohongi mak hanya saja ica tidak mau mak jatuh sakit" Misha mulai terisak


"dan pada akhirnya mak jatuh sakit juga nak, lebih parahnya lagi papa nya Afi datang ke emak dan memaki caci keluarga kita terutama kamu dan kakak kamu"


"apa" Misha lalu mengangkat wajahnya karena terkejut


"berati yang menyebabkan emak hampir kehilangan nyawa mak itu papa nya Afi?"


"iya sayang, dia menghina mak seakan akan mak memizinkan kalian menyimpan laki pria" sedih


"mak, mak jangan sedih ya mak. maafin Misha dan kak uni sebelumnya karena tidak memberitaukan masalah ini. ica kira dia tidak akan datang kerumah ataupun menganggu ica lagi tapi malah dia datang kemak"


"maafin ica ya mak mAafin"


"Ica janji ica akan ninggalin anaknya untuk selama lamanya, ica tidak mau emak jadi korbannya hubungan ica mak"


"mak tidak pernah meminta kamu berpisah nak, lagian disini orangtuanya salah bukan anaknya"


"tapi mak karena anaknya, kita menderita begini apalagi mak. Ica gak mau kehilangan Mak"


"iya sayang, mak akan ikuti apapun keputusan kamu yang benar"


"jangan kamu membenci seseorang itu tidak baik nak"


"ica tidak pernah membenci seseorang kalau tidak menyakiti orang yang Ica sayang, ica akan mengubur semua perasaan Ica mak"


"iya syg, sudah jangan nangis lagi ya"


dibalik pintu ruangan emak ada seseorang yang berdiri disana, dia terkejut mendengar papa nya yang melakukan ini semua dan yang paling sangat terkejut dan mengiris ngiris hati yaitu orang yang dia sayangi akan meninggalkan dan mengubur semu Kenangan bersama nya. siapa lagi Afi. Afi sengaja pagi pagi mau kerumah sakit ingin berkunjung dan sekalian membawa buah kesukaannya mak siti tapi tepat didepan pintu, dia sudah memegang ganggang pintu dia mendengarkan suara isakan dari dalam dan dia mencoba menguping dan alangkah terkejutnya ketika tau orangtuanya lah yang menyebabkan masalah ini


"kenapa papa lakuin ini kepada emak siti pa, aku harus ketemu sama papa dan mama"


Afi membawa kembali buah tangan, Afi bergegas pulang kerumah karna dia tau kalau minggu orangtua tidak dinas


Afi menabrak pintu ruang tengah dan itu membuat Farhan dan Liana terkejut


"Afi apa yang kamu lakukan?"


"apa papa yang menyebabkan emak siti dirawat?"


"apa maksud kamu?"


"papa gak usah ngelak pa, papa jawab apa papa yang membuat ibu nya Misha masuk rumah sakit"


"kalau iya memangnya kenapa"


"apa papa tau karena perbuatan papa, ibunya Misha hampir kehilangan nyawa dan itu disebab kan oleh papa"


"itu hukuman buat dia karna anak dari perempuan itu sudah buat kamu pembangkang" jawab mama Liana


"hukuman dengan cara menghilangkan nyawa orang lain begitu ma Pa?"


"pa, papa selalu mengajarkan Afi agar Afi jadi anak yang baik, anak yang sholeh dan point terpentingnya jangan pernah membedakan kalangan atas dengan kalangan bawah tapi sekarang apa ma pa?"


"cukup Afi, kamu terlalu banyak bicara. papa memang mengajarkan kamu agar tidak membedakan kalangan atas atau bawah tapi itu tidak berlaku buat perempuan itu"


"perempuan itu punya nama pa, nama nya Misha, apa yang menyebabkan papa begitu membenci nya padahal dia baik pa"

__ADS_1


"dan satu lagi, apa papa pernah mengenal Misha sehingga papa tau selat beluk keluarganya? aku tidak menyangka papa yang aku banggakan ternyata membuat keji kepada orang lain"


Plaaaaaaak ..


"kamu keterlaluan Afi"


"papa yang seharusnya malu pa, apa papa pikir Misha itu bukan manusia sehingga dia tidak patut untuk dihargai?"


"Afi diam selama ini karna Afi menghormati papa tapi kalau papa seperti ini Afi akan menentang apapun itu kalau yang bersangkutan itu adalah orang yang Afi sayangi yaitu Misha tidak akan pernah ada orang yang akan menggantikan dia dihati AFI pa"


plaaaaaak untuk kedua kalinya


"cukup mas, jangan sakiti Afi mas" mama nya mulai menangis


"kamu sok jadi pahlawan buat perempuan rendahan itu, kamu pikir kamu siapa hah? kamu masih dibawah ketiak papa jadi jangan coba coba mencoba untuk melawan papa"


"baik kalau begitu pak, ini kunci mobil, ini dompet. didalam dompet Afi itu lengkap sama kartu kredit yang papa kasih. dan satu hal lagi Afi akan pergi dari rumah ini"


"berati kamu memilih perempuan itu dibandingkan orangtua kamu?"


"kalian telah dibutakan oleh omong kosong, dan asal papa tau kelurga Misha itu keluarga baik dan dia tidak pernah menyimpan lelaki kaya mana pun. itu semua hanya fitnah pa


"papa tidak peduli itu semua yang pasti perempuan itu tidak baik dan kalau kamu selangkah keluar dari rumah ini, papa tidak akan pernah menganggap kamu sebagai anak papa"


"maaaaaaaas" teriak mama Liana


"Afi tidak peduli pa"


Farhan begitu terkejut mendengar kata kata Afi tapi dia mencoba menstabilkan emosi nya


"pa, apa yang papa lakukan pa. aku tidak mau sampai Afi pergi dari rumah ini pa"


"biarkan ma, biarkan dia pergi mungkin satu minggu dia juga akan kembali kerumah"


"betul kah pa"


"iya ma"


Afi mengemas baju2nya dan segera dia masukan dalam tas, kemudian dia keluar menunggu ruang tamu


"kalau kamu pergi jangan pernah membawa barang apa pun karna itu papa semua yang beli pakek uang papa"


Afi begitu terkejut mendengar perihal dari papa nya


"maaas, cukup mas cukup. ayo Afi kita kedalam sayang kalau memang kamu mau dengan perempuan itu mama akan restui kalian tapi jangan pernah tinggalkan mama ya nak"


"ma biarkan dia pergi, cukup dengan selember baju yang dipakai untuk keluar dari rumah ini, dan kamu ingat ya Afi sepersen pun yang berususan sama kamu itu bukan urusan papa"


"ma, Afi pergi dulu ya mama jaga kesehatan" Afi melangkah keluar tanpa membawa apa apa hanya dengan baju yang dia pakai


"Afiiiiiii" teriak mama Liana


"cukup ma cukup, nanti dia juga akan pulang mana sanggup dia tanpa fasilitas dari kita"


"kalau Afi tidak pulang gimana pa"


"dia akan pulang, mama percayakan semuanya kepada mas ya"


"Afi" masih tersedu sedu


"sudahlah ayo kita kekamar"


Afi yang keluar dari pintu besar rumahnya, menghela nafas dan melihat mobil kesayangan nya terpaksa harus ditinggalkan itu semua.


"den mau kemana?"


"mau keluar dulu pak bentar"


"aden gak bawa mobil?"


"gak pak jalan kaki saja, lagian itu semua punya papa bukan punya saya pak. saya jalan ya"


penjaga rumah itu kelihatan binggung dengan ucapan Afi, tapi dia tidak mau bertanya ataupun ikut campur biar kan itu jadi urusan mereka.


Afi berniat ingin meminta maaf kepada Emak siti dan juga Misha atas perbuatan mereka selama ini, Afi berniat mengunjungi Emak


Ketika Afi hendak membuka pintu ruang inap emak, bersamaan Misha membuka pintu

__ADS_1


"kamu?" misha


.....


__ADS_2