
Mobil mewah itu berhenti tepat didepan emaknya Misha, emak misha hanya menatap mobil iti tiba tiba keluarlah seseorang
"apa bener anda ibunyA Misha?" tanya Farhan
"iya pak, saya emaknya misha. bapak siapa?
"saya papa nya AFI"
"ooo walah kita papa nya afi" Emaknya mengulurkan tangan hendak bersalaman tapi nihil tak terbalaskan oleh uluran tangannya Farhan
"ada apa ya pak?"tanya emak Siti
"saya ingin anak ibu menjauhi anak saya"
"maaf sebelumnya, maksudnya bapak apa ya saya tidak faham
"ibu jangan pura pura tidak tau, ibu sendiri yang membiarkan anak ibu menyimpan lelaki untuk stok agar kebutuhannya terpenuhi, betul?" tanya Farhan
"astagfiruallah saya tidak pernah mengajarkan anak saya seperti yang bapak bicarakan, simpan lelaki kaya apa maksudnya?"
"saya cuma memperingatkan ibu, agar anak ibu yang bernama Misha berhenti untuk tidak menganggu ataupun mengoda anak saya yang bernama Afi Jaya Pratama" sahut Farhan dengan menekankan nama anaknya
"bapak bilang anak saya mengoda anak bapak? bapak salah anak saya tidak pernah mengoda anak bapak ataupun berkunjung kerumah bapak. karna saya melarang anak saya berkunjung kerumah lelaki siapa saja karena itu bisa membuat Aib sebuah keluarga. apa anak saya pernah kerumah bapak sehingga anak saya bapak katakan seperti itu" emaknya siti mulai emosi
"saya tau keluarga anda ibu, dengan sekejab saya bisa menghancurkan keluarga ibu maupun anak ibu. saya tau karakter anak ibu yang suka gonta ganti pasangan dan satu lagi menyimpan lelaki kaya. dan asal ibu tau istri saya sudah pernah memberikan peringatan kepada kedua anak ibu tapi mereka menganggap sepele peringatan yang diberikan istri saya"
"apa bapak bilang istri anda pernah kerumah saya? kenapa kedua anak saya tidak pernah menceritakan apapun kepada saya"
"ibu tidak usah sok suci, malahan ibu senangkan anak ibu seperti itu bahkan ibu mendukungnya ya untuk kelangsungan hidup kalian"
"CUKUP pak" teriak emak siti
"ibu tidak pernah berteriak, saya akan sudahi yang pasti jauhi anak saya"
Farhan lalu meninggalkan emak siti dan memasukin mobilnya
"benar yang kamu bilang, keluarga itu sok suci sekali" ucap Farhan
"kan saya sudah kasih tau pak" Gunawan tersenyum senang
"baiklah, jalan pak"
mobil mewah itu melaju dan meninggalkan emak siti tiba tiba ...
"ya allah kenapa pusing sekali, kenapa kepala aku tiba tiba seperti air mendidih"
dan bbbrukkk emak siti pingsan
...
dikampus selesai jam kampus, Misha melihat ponsel dan ada beberapa penggilan tak terjawab dari tetangga kompleknya
"ada apa ca? tanya Afi
"ini nih tetangga komplek aku kok tiba tiba miscol banyak banget gini ya, bentar ya aku telpon balik
tutttt tuuut tuuuut
"assalammualaikum buk, kenapa telpon tadi"
....
"saya dikampus, kenapa buk?"
....
"apa? emak masuk rumah sakit, rumah sakit mana?"
....
"baik buk terimkasih banyak ya buk sudah menolong ibu saya"
....
Misha lalu mematikan ponsel nya dan berlari menuju Bis, Afi yang mulai melihat kepanikan Misha tentang emaknya Afi berinisiatif mengambil mobilnya dengan cepat ..
"Misha ayok aku antar kerumah sakit" Afi
"aku nunggu angkot aja, sebentar lagi juga datang angkotnya" Misha
"ayoklah Misha, kalau terjadi apa apa dengan emak gimana?"
__ADS_1
"mmmmm okelah"
...
"buk, emak saya dimana?"
"mak kamu masih didalam, sedang ditanganin dokter"
"emang emak kenapa buk bisa seperti ini?"
"saya juga kurang tau, pas saya lagi nunggu angkot saya lihat emak kamu terbaring dihalte, langsung saya bawa ke ruamh sakit"
"ya allah buk, makasih ya buk udah nolongin mak saya"
"iya nak tapi saya harus pergi antar barang, semoga emak kamu cepat sembuh ya"
"iya buk, terimakasih sekali lagi ya buk"
...
"kok lama kali ya dokter nya perikaa"
"sabar ca, sebentar lagi juga siap" sambil menumpuk punggung belakang Misha
dokter keluar
"dok bagaimana keadaan emak saya?"
"apa sebelumnya ibu kamu pernah pingsan?"
"belum dok, memang nya emak saya sakit apa?"
"Darah tinggi ibu kamu kumat itu mengakibatkan kepalanya sakit dan juga wajah nya memerah, jantungnya juga melemah akibat sakit dikepala yang begitu nyeri, untung ibu kamu cepat dibawa kerumah sakit kalau tidak nyawa ibu kamu tidak bisa tertolong"
Misha sangat terkejut mendengar perihal dari dokter tentang keadaan emaknya begitu seketikA dia pun lemas hampir terjatuh tapi untung Afi menangkapnya
"apa saya boleh melihat emak saya dok?"
"boleh silahkan"
"terimakasih dok"
...
Misha mulai menangis tersedu sedu, Afi melihat kerapuhan Misha sebelumnya juga ikut rapuh dan sedih
"kamu harus kuat ya ca, mungkin ini ujian dari Allah"
"iya Afi, makasih ya udah temani aku"
1 jam kemudian dokter kembali memeriksa emak siti
"Dok kenapa emak saya tidak bangun bangun?"
"itu karena beliau tidak pernah pingsan sebelumnya jadi ini efeknya dia tidur terlalu lama. sebentar lagi dia akan siuman"
"makasih ya dok"
"kalau begitu saya permisi"
...
"Misha aku keluar bentar ya"
"iya Afi"
Afi sengaja kekantin rumah sakit untuk membeli makanan agar Misha dapat makan tapi tiba tiba ...
"Afi, kamu ngapain kerumah sakit? siapa yang sakit? tanya mama Liana
"emaknya Misha ma"sambil mencium punggung tangan mamanya
"kamu masih berhubungan dengan perempua itu Afi, dia perempuan gak .."
"Gak baik maksud mama? itu semua hanya omongan kosong ma. Afi duluan ya ma mau ke kantin"
"mama jangan keras keras suaranya bisa membangunkan orang yang mati hidup lagi dengar teriakan mama"
"Afi, dasar kamu ya"
Afi meninggalkan mama nya dan kembali kekantin, setelah makanan yang dia pesan telah terbungkus Afi kembali keruangan emak nya
__ADS_1
"dari mana kamu fi?"
"aku dari kantin, beliin makanan untuk kita makan malam"
"oh"
"kamu gak makan?"
"aku gak selera makan Afi"
"kamu jangan gitu doh Misha, kalau kamu gak makan siapa yang akan jaga emak? terus kalau mak bangun lihat kamu pucat seperti mayat apa mak gak sedih?"
"yaudah aku suapin ya"
"aku bisa makan sendiri"
"hahaha iya aku tau, ini makan lah"
15 menit mereka menyantap makanan, akhirnya kenyang
"wah habis ni, katanya gak selera"
"yaudah aku muntah in balek"
"kamu jorok sih ca"
"aku muntahin terus aku bungkus kasih balek sama ibu kantin"
"siapa juga yang mau bekas jinggong, liur, kotoran mulut kamu disitu"
"diam, ribut"
"hahahahahaha kamu cantik kalau ngambek"
"mmm Mish Aku pulang dulu ya, gak apa apa kan? sebab gak enK kita bedua disini. ntar khilaf lagi"
"kamu tuh ya, yaudah sana pulang. makasih buat semuanya dari makanan, nemani aku pokoknya terimakasih banyak"
"gitu dong ni"
"maksud kamu"
Afi nunjukin pipi nya
"ini mau" nampak in sendal
"sellow kali ca, yaudah aku pamit ya"
"iya Afi hati hati dijalan ya"
...
misha masih setia menunggu maknya sampai jam 11 jam, tiba tiba mak mulai sadar
"alhamdulillah mak sudah sadar?"
"e-mak di-mana?"
"emak dirumah sakit"
"e-mak mau mi-num"
"bentar ya ica ambilin"
"mak istirahat dulu supaya kondisi mak stabil, besok kita berceritanya ya"
hanya mendapat anggukan dari Misha, Misha pun menjaga mak sampai dengan jam 2 pagi misha pun ketiduran disamping kasur emak siti
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.