Pengkhianatan Tetangga

Pengkhianatan Tetangga
Episode 22


__ADS_3

setelah selesai dengan urusannya, Liana kembali kerumah sakit


"suster, Gimana keadaan anak saya? apa dia sudah sadar?" tanya Liana


"Alhamdulillah, anak ibuk sudah sadar. ini semua berkat perempuan itu"


"perempuan itu, maksudnya?" Liana mengerutkan keningnya


"saya gak tau namanya tapi setelah dia datang anak Ibuk langsung siluman eh siuman"


"kamu kalau ngomong ngayur aja, siapa perempuan itu? apa saya mengenalnya?"


"saya tidak tau buk, yang jelas dia cantik, baik dan juga sederhana dari sikap maupun penampilannya"


"tidak salah lagi, pasti perempuan itu" Liana membantin


"Baiklah kalau begitu, saya permisi dulu"


"baik buk" ucap suster


Memang begitulah Suster kepercyaan dari Liana suka ngerocos dan juga jujur.


Liana memasuki ruangan Afi, Terlihat Afi sedang berbaring istirahat


"sayang" panggil Liana


Afi kemudian membuka matanya "mama" ucap Afi


"alhamdulillah kalau kamu sudah sadar sayang, gimana keadaan kamu sekarang sayang?"


"alhamdulillah baik ma, cuma agak sedikit lemas"


"kalau begitu kamu harus banyak banyak istirahat dan juga makan makanan yang bergizi serta minum obat dan juga vitamin ya syg. biar cepat sembuh"

__ADS_1


"siap buk dokter"


Liana tersenyum melihat anak nya ceria seperti dulu, dia ingin menanyakan perihal tentang perempuan itu tapi dia urungkan melihat anaknya sebahagia ini.


setelah beberapa hari di Rumah Sakit, Afi sudah diperbolehkan untuk pulang kerumah tapi Afi begitu enggan untuk pulang sebab dia sudah mempunyai niat dan tekad sebelum hubungannya direstui dia tidak ingin kembali kerumah orangtuanya lagian dia juga sudah diusir oleh papa nya


Afi hanya terdiam ditempat tidur


"sayang, ayo kita pulang" Liana


"ma ....."


"mama tau pasti kamu berat untuk pulang karena perkataan papa kan sayang"


Afi hanya diam tidak menjawab perkataan mama nya


"maafkan papa dan mama ya sayang, kami lakuin ini semua hanya untukmu. kami mau yang terbaik untuk kamu sayang. karena kamu anak satu satunya kami" Liana mengeluarkan Air matanya


"Mama jangan nangis ma" Afi mengusap air mata mamanya


Afi menghela nafas nya


"bukan begitu ma, tapi mama pasti sudah tau sifat Afi bagaimana, Misha itu beda dari yang lain ma. kalau masalah umur itu gak masalah menurut Afi ma, Nabi Muhammad juga punya istri yang lebih tua darinya ma. kalau masalah kehidupan keluarganya itu semua Fitnah ma"


mama Afi membulatkan matanya


"apa maksud kamu Afi?"


"Afi belum bisa cerita sama Mama, tapi Afi janji Afi akan segera cari kebenaran dan juga buktinya ma"


tiba tiba pintu terbuka, Afi dan Liana sama sama melihat kearah pintu ternyata itu papa nya Afi


"kamu sudah sadar?"

__ADS_1


"sudah pa"


"maafkan perkataan papa dulu ya Afi, tapi.kamu berbuat seperti ini karena kami sayang sama kamu. yaudah sekarang ayo kita pulang" ucap papa Afi


"tapi Afi ..."


"papa gak suka dibantah, ayo"


Afi menghela nafasnya pelan pelan


"mungkin inilah saatnya aku mencari kebenaran tentang mereka, semakin dekat dengan orangtuaku maka semakin cepat aku mendapatkan informasi tentang mereka. tunggu kalian" batin Afi


"ayo sayang" Liana


"iya ma"


mereka keluar dari ruangan dan menuju ke mobil, mobil pun melaju menuju kediaman Farhan. tanpa mereka sadari seseorang mendengar percakapan mereka yaaaa itu Misha


tanpa sengaja dia ingin menemui Afi, akhirnya dia putuskan kerumah sakit. tiba disana ingin membuka pintu dia mendengar suara didalam yaaaa itu Afi dengan Mamanya. tiba tiba dari kejauhan Misha melihat papa Afi akhirnya dia sembunyi dipojokan, ada beberapa menit Afi beserta kedua orangtuanya keluar dan membawa Afi pergi


Misha hanya melihat Mobil sampai dengan hilangnya mobil


"apa ini akhirnya, hmmmmmm" batin Misha


.


.


jangan lupa like


coment


VOTENAya

__ADS_1


terimakasih kepada yang sudah membaca, kalian luar biasa. salam dari ACEH


__ADS_2