
"kamu ya, kamu itu perempuan tidak tau diri. saya sudah peringatkan kamu untuk menjauhi anak saya Afi tapi kamu terus mengoda dia agar kamu mendapatkan segalanya, betul?" mama Afi emosi
Misha menuntut emaknya untuk duduk dibangku agar emak bisa menstabilkan jantungnya
"mak, emak duduk disini dulu ya. Misha akan atasi mereka dulu"
Mak Siti hanya mengangguk, dan Misha kembali menatap kedua orangtua Afi yang penuh dengan rasa sakit hati karena membuat Emaknya sampai harus dirawat di rumah sakit beberapa hari karena ulah merek. tapi Misha diam tetap diam
"kenapa kamu diam? apa perkataan aku benar tentang diri mu dan keluarga mu? sekarang dimana kamu sembunyikan Afi, katakan"
"saya tidak tau Afi dimana" jawab Misha
"kamu jangan berbohong kepada kami, saya tau pasti kamu dan ibu kamu merencanakan ini semua itu uang kan iyakan kan"
"sekarang katakan kepada kami, berapa uang dan harta yang kamu mau untuk mengembalikan anak saya dna menjauhi anak saya"
"dan kamu" menunjuk kepada mak siti
"kamu ajarin anak kamu dong jangan jadi perempuan rendahan seperti itu memanfaatkan orang kaya untu kehidupan kamu, apa kamu tidak mempunyai pendidikan sehingga kamu tidak bisa mendidik anak anak mu dengan baik hah"
"CUKUP" teriak dan bentak Misha yang membuat orangtua Afi terkejut, perempuan itu bisa marah?
"CUKUP kalian semua menghina aku dan juga keluargaku terutama mak, saya diam selama ini buka. berati saya takut sama ancaman kalian tapi saya menghargai kalian karena kalian orang tua" nafas Misha mulai naik turun dan sangat sangat emosi
"emak saya memang tidak mempunyai pendidikan yang tinggi seperti kalian, tapi saya bangga dengan tutur kata emak saya jauh lebih berpendidikan dibandingkan kalian"
"beraninya kamu" sahut mama Afi
"kalian pikir emak saya tidak pernah mengajari saya dan kakak saya sehingga kalian berpikir bahwa kami telah menyimpan lelaki kaya hah begitu? kalian tidak buta, kalian pasti lihat setiap hari bahkan kami tidak pernah libur untuk berjualan. kalau kalian berpendidikan seharusnya kalian itu bisa berfikir dan mencerna ini semua,kalau kalian berfikir anak dari perempuan itu(menunjukan emaknya) meyimpan lelaki kaya tidak mungkin kami bekerja kerja seperti ini"
membuat orangtua Afi bungkam bahkan mereka tidak memikirkan apa yang diucapkan oleh Misha sebelumnya
"saya bangga mempunyai orangtua yang begitu baik, dan tulus kepada orang lain walaupun hanya pendidikan rendahan dibandingkan kalian yang tidak mempunyai sikap sopan santun, maaf kan saya jika saya lancang kepada kalian. karena saya tidak sanggup jika emak saya dihina oleh orang lain termasuk kalian, dan soal Afi saya tidak pernah bertemu dia setelah saya usir dari rumah sakit jadi saya tidak tau dimana anak kalian berada. jika anak anda hilang melapor dikantor polisi jangan kepada kami yang orang miskin. lebih baik sekarang kalian pergi dari sini, saya tidak ingin penyakit emak saya kambuh gegara kalian, sudah cukup kalian memberikannya penyakit. sekalian kalian PERGI dari sini" Misha sedikit berteriak
orangtua Afi pun terkejut mendengar perihal itu dan mereka meninggalkan kediaman Misha dan kembali kediaman mewahnya. disatu sisi Emak Siti yang melihat anak nya begitu berani melawan orang yang merendahkan keluarganya pun bangga tapi ada juga rasa sedih sebab dia melihat sisi lain dari Misha ketika Misha marah tak kenal orang tua langsung saja. Misha menghampiri emaknya
__ADS_1
"Emak ayo kita masuk kedalam"
"nak" sambil memegang tangan Ica
"kamu kenapa bisa seperti itu tadi?"
"maafkan Ica ya mak, Ica gak kuat jika mereka terus terusan merendahkan kita mak. Ica gak terima kalau seandainya mereka membicarakn yang tidak tidak apalagi menghina mak, Ica gak akan pernah terima. walaupun Ica tidak dendam mak tapi Ica ingat mereka pernah menyakiti hati Ica, Ica gak masalah mak tapi menyakiti hati emak itu adalag masalah mak. Ica gak akan pernah terima itu"
"iya nak, ya sudah kita masuk ya sayang"
"iya mak, sini ica bantu
setelah mengistirahatkan emaknya dikamar, Misha kembali ke dapur untuk membersihkan alat alat gorenganya, setelah selesai semuanya Misha membersihkan diri nya dan dia menatap ponselnya
"kok aku jadi kepikiran Afi ya! dia kabur dari rumah gegara aku?" Misha sempat benggong
"gak gak gak, ga mungkin dia kabur karena aku tapi kok aku jadi penasaran gini ya terus khawatir"
"no Misha no, ingat jangan sampai mereka menyakiti emak lo"
walaupun hati kecil Misha mengatakan, ingin rasanya bertemu dengan Afi dan juga ingin bertemu kembali dengan orangtua Afi lantaran dia telah berbicara kotor tapi dia lakuin itu semua untuk keluarga dan juga ibunya walaupun bukan dari orang kaya tapi mempertahankan harga diri itu perlu agar orang rendahan pun tak nampak rendahan dimata orang kaya
"mudah mudah an saya bisa ketemu perempuan itu, kesian sekali kamu Fi" ucap Pak Reno
3 hari Afi dirumah sakit, dia semakin lemas lantaran tidak ingin makan sehingga dokter terpaksa memasang selang dari hidungnya untuk menambahkan energi pada tubuhnya. Pak Reno pun tak tega dengan keadaan seperti ini dan pada akhirnya dia menghubungi papa Afi
"selamat siang, apa benar ini dengan pak Farhan"
"iya betul, ini dengan siapa?"
"saya ketua yayasan dari MPI, saya ingin mengabari kalau anak anda ada dirumah sakit"
"APA? dirumah sakit?" shock
"iya pak, nanti saya kirim alamatnya ya"
__ADS_1
"iya iya terimakasih ya pak, saya akan segera kesana"
Farhan yang begitu shock mendengar anaknya masuk ke rumah sakit segera menghubungi istri nya dan langsung kerumah sakit yang telah dikirimkan alamat oleh pak Reno
mama Afi sedikiy berlari dan air mata nya jatuh begitu saja
"dimana anak saya, dimana Afi?" ucap mama Liana
"silahkan masuk buk, anak ibu didalam" jawab Pak reno
seketika itu Liana tersentak dan kaget, dia melihat anak nya yang begitu lemas dan dan sangat sangat kurus. Liana langsung memeluk Afi dan menangis sejadi jadi nya anak semata wayangnya
"kenapa bisa seperti ini"
"dia jarang makan, dan juga kadang dia sengaja tidak makan"
"kenapa begitu?" tanya papa Afi
"sepertinya dia kehilangan semangat dan juga dia pernah bilang dia seperti tak berguna lagi didunia ini mungkin dengan cara seperti ini bisa membuat dia bahagia"
"kenapa Afi katakan seperti itu"
"maaf kalau lancang, saya juga kurang tau yang jelas dia selalu menyebut nama MiSha dan juga satu lagi"
"apa..?"
"Gunawan"
.
.
.
.
__ADS_1
.
.