Pengkhianatan Tetangga

Pengkhianatan Tetangga
Episode 9


__ADS_3

Dikediaman Afi


"ma, mama ga seharusnya bicara kasar sama misha ma. dia perempuan baik baik ma"


"Diam kamu Afi, kamu tidak tau kebusukan kelurga itu. dia mendekatimu karena harta gak ada yang lain" bentak mamanya Afi


"betul yang dibicaran oleh mama mu Afi, keluarga itu hanya mengincar harta kita dan juga kedudukan yang tinggi agar derajatnya lebih tinggi dari sebelumnya" sahut papa Afi


"ma pa semua itu gak benar sama sekali, kalian tidak bisa mangambil kesimpulan tersendiri. kalian belum mengenal misha dan juga kelurganya kenapa kalian langsung memandang sebelah mata, ma pa?"


"kami tidak perlu mengenal keluarga itu sebab kami sudah tau anak dari salah satu perempuan itu suka keluyuran malam malam, apa itu kamu bilang wanita baik baik?" bentak papa nya


"itu kakaknya misha pa bukannya misha, misha gak pernah keluyuran malam malam pa dia hanya bantuin ibunya masak" jawab Afi


"cukup Afi, kamu jangan bahas wanita dirumah ini. kamu serius dengan pendidikan setelah itu mendapatkan pekerjaan yang pantas" jawab mama nya Afi


"baik, kalau memang mama dan papa ingin Afi fokus kependidikan tapi dengan syarat. setelah Afi mendapatkan pekerjaan yang layak Afi boleh menentukan sendiri pilihan Afi, gimana ma pa?"


"oke papa setuju setuju, tapi dengan syarat selama kamu menempuh pendidikan kamu harus menjauhi wanita itu, gimana?


"baiklah lah pa Afi bersedia, Afi kekamar dulu" Afi mendengus mendengar permintaan papanya


Afi memasuki kamarnya dan meningglkan orangtuanya diruang tamu. selesai membersihkan diri Afi memegang ponsel dan langsung menghubungi misha tapi tidak ada jawaban sama sekali, Afi mendengus kesal


"maafin aku misha aku ga bermaksud untuk melukai hati dan perasaan kamu, aku akan memperjuangkan kamu misha apapun itu termasuk harus menjauhi kamu sementara. itu semua aku lakuin agar kita dapat bersama sama, maafin aku misha maafin aku" Guman Afi


diruang tamu


"memangnya keputusan yang kita ambil ini benar pa? mama gak suka kalau seandainya perempuan itu jadi menantu mama pa" kesel mama nya Afi


"tenang saja ma, nanti kita fikirkan kedepannya yang pasti sekarang Afi telah bersedia menjauhi perempuan itu"


"iya pa"


satu minggu berlalu kini misha betul betul kehilangan Afi untuk selama nya dan juga seperti hilang separuh jiwanya tetapi dia tetap tersenyum walau hatinya begitu rapuh.


misha kembali dengan kegiatan disore hari yaitu jualan gorengan

__ADS_1


"nak, kok akhir akhir ini Afi gak sering berkunjung kesini, kalian barantem?" tanya emak misha


"gak kok mak, cuma ya dikampus lagi banyak tugas aja jadi gak sempat main main kesini" jawab misha sambil tersenyum


"kalian baik baik saja kan" tanya emak misha lagi


"iya mak kami baik baik saja, mak ini kepo deh" canda misha


"mmm gak baik ngomong seperti itu sama orangtua"


"iya iya mak, maaf ya mak. intinya kami baik baik aja ntar kalau dia gak sibuk pasti dia kesini"


"baiklah nak"


..."maafin ica ya mak bukan maksud ica bohongin mak tapi belum saat nya mak tau akan hal ini itu akan memeperburuk keadaan mak" guman misha dalam hati...


misha sedang sibuk melayani pembeli yang datang tanpa henti dan tanpa disadari dipojokan dekat komplek rumah misha diam diam memperhatikan misha sambil tersenyum


"syukurlah misha kamu baik baik saja, maafkan aku ya tapi ini gak akan lama kok misha tunggu aku ya" guman Afi dalam hati sambil tersenyum


"mak, uni izin kerja diluar negeri boleh?"


"emang mau kerja apa kamu nak?"


"apa saja mak yang pastinya halal, apalagi tamatan cuma SMA palingan juga jadi asisten rumah tangga atau baby sister mak yang penting gajinya lumayan gak apalah mak" jawab Uni sambil melebarkan senyumnya


"kak uni gak semua lulusan SMA itu jadi pembantu rumah tangga ataupun baby sister, justru sekarang banyak lowongan kerjaan bagi yang tamat SMA misalkan kerja kantoran" jawab misha


" mmm apalagi ya pokoknya banyak. kalau emang kak uni mau melamar kerjaan nanti ica bantu tapi dekat dekat sini aja kak gak usah diluar negeri" jawab misha sambil memperlihatkan wajah imutnya😳


"iya uni, betul yang dibilang adek kamu cari kerja yang dekat dekat sini aja"


"uni bukannya gak mau ni mak, tapi gajinya terlalu sedikit kalau disini. tapi kalau diluar negeri ni ya mak beeeh jadi asisten rumah tangga aja ni ya gajinya bisa 2 kali lipat dari orang kantoran" jawab Uni semakin antusias


"kalau ica kangen gimana kak" wajah memohon


"adek kak uni yang cantik jangan lebay oke, kakak kerja pasti ada masa cuti nya jadi nanti bisa pulang deh, yakan mak"

__ADS_1


"emang kamu udah tau mau kerja dimana?" tanya emaknya misha lagi


"mmm jadi gini mak, teman aku tuh yang namanya bela dia kerja sebagi baby sister diluar negeri nah karena sekarang dia mau nikah jadinya dia harus berhenti kerja" jawab uni


"maka dari itu, bos yang bela sekarang itu meminta baby sister yang baru untuk anak nya sebelum bela keluar karena bela tau aku ngangur makanya dia tawarin kek aku" jawab uni lagi


"emang tempat yang dulu teman kamu itu gimana orangnya maksudnya baik ndk?" tanya emak


"kata bela ya mak, bos nya itu cukup baik sebab dia perlakukan bela itu seperti keluarganya mak"


mak hanya mengangguk


"jadi gimana mak" tanya uni


"selama kamu bisa jaga diri disana, mak izinkan tapi jangan pernah lupa 5 waktu ya sayang dan sering sering kabari mak"


"iya kak uni, ica pasti sangat merindukan kakak nanti nya"


"in sya allah mak"


setelah selesai makan, misha berpamitan kepada mak nya sebab dia ada jadwal kuliah pagi


"mak, kak uni ica berangkat kekampus dulu ya"


"iya nak belajar yang rajin ya dan hati hati dijalan"


"hati hati dijalan dek"


setelah selesai mencium punggung mak, misha berlalu naik angkot menuju kampus dan seperti biasa kegiatan uni dan maknya dirumah mempersiapkan adonan untuk jualan dan juga membeli beberapa sayuran dan ikan untuk menu makan nanti siang ....


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2