
kediaman Misha
Misha langsung masuk kerumah tanpa ada salam dan menerobos masuk ke kamar, emaknya yang sedang iris iris pisang terkejut mendengar suara pintu
"kamu udah pulang ca?" tanya emak khawatir
"iya mak, maaf ica tidur dulu capek mak" Misha menahan nahan sedak tangisan agar tak terdengar oleh mak
"baiklah nak, jangan lupa makan siang ya" mak lagu meninggalkan Misha gak biasanya Misha seperti itu, akhirnya mak kembali ke dapur melanjutkan pekerjaannya ..
didalam kamar misha hanya mampu menangis dan rasa sakit dihatinya makin bertambah begitu juga rasa sayangnya dengan Afi, Aneh bukan? larut dalam kesedihan sementara Misha teringat akan Emaknya
"Ya ampun, apa yang aku lakukan? Emak pasti khawatir, lebih baik aku tenangkan diri dulu baru aku keluar bantuin mak"
"harus kuat Ica harus kuat, jangan gegara lelaki seperti itu kamu lemah" Misha kembali menangis
"hhhuuuuuufttt tenang Misha tenang, Kasih senyuman😊. oke kamu harus tetap bertahan walau badai menghadang demi Emak" Misha terus menyemangati dirinya
dia gak mungkin bercerita tentang Afi kepada maknya pasti nanti mak akan bertanya tanya kenapa hubungan kalian berakhir apalagi coba kalau gegara orangtuanya terus mak sakit dan itu tidak mungkin Misha lakukan.
akhirnya setelah Misha tenang, dia keluar kamu dan menemui maknya didapur
"mak maafin Misha ya mak, misha pulang tanpa pamit dan sekarang Mak berkerja sendiri didapur" sambil memeluk mak
"iya syg tidak apa apa, mungkin kamu capek seharian ngampus, kamu udah makan nak?
"iya mak nanti misha makan, misha bantuin mak dulu ya"
"kenapa gak makan sekarang?"
"nanti aja mak, selow hahahha"
"yaudah nak"
Misha bisa menutupi luka nya terlalu dalam, itulah sosok misha yang tegar dihadapan orang dan rapuh ketika sendirian
sementara itu Afi sampai dikantor papa nya dan dia langsung menuju ruang papa nya tapi dia menghentikan langkahnya terdengar suara orang membicaraka Misha, Afi pun berniat menguping
"kan betul saya bilang pak Misha itu bukan perempuan baik baik, beruntung anak bapak sekarang sudah sadar"
"iya Gun kamu bener dalam hal ini, terimakasih ya gun, sebagai rasa terima kasih nanti akan saya transfer ke kamu"
Gunawan yang mendengar itu langsung mengembangkan senyum kemenangan kenapa tidak, dia melakukan itu karena ketidaksukaannya terhadap keluarga emak Siti tapi dia malah mendapatkan keuntungan dari ini semua
"haha iya pak, terimakasih pak
kalau bapak mau informasi tentang perempuan itu nanti saya bantu" ucap Gunawan
"bantu memperburuk citra perempuan itu dan kelurganya" Gumam gunawan
....
Afi yang mendengar percapakan papanya dengan seseorang mengerutkan keningnya
__ADS_1
"kenapa dia begitu tau tentang Misha?" Guman Afi
Afi pun penasaran dengan orang yang membicarakan Misha, Afi pun menerobos masuk dan dia sangat terkejut
"kamu" sambil mengarahkan telunjuk kepada Gunawan
Gunawan pun terkejut melihat Afi disini tapi dia mencoba untuk menstabil kan wajahnya agar tidak kelihat kalau dia sekarang ketakutan akan kebusukannya
"Afi jangan etika kamu, tanpa salam tanpa apa kamu langsung masuk keruangan papa"
Afi tidak mendengarkan papa nya bicara dia hanya fokus menatap tajam arah Gunawan
"kenapa Anda menjelek jelekkan Misha? ooo anda bukannya tetangga Misha?"
Gunawan hampir pucat dan mengigil menjawab pertanyaan Afi
"Afi itu bukan urusan kamu, itu urusan orangtua Afi, lebih baik kita kamu tunggu papa pulang nanti kita bicarakan dirumah"
Afi masih mematung dan menatap tajam melihat arah gunawan
"AFI. kamu tidak mendengar papa?"
"iya pa, Afi pulang dulu" sambil mencium punggung tangan papa nya dan melirik gunawan dengan intens
Afi meninggalkan ruangan papa nya menuju mobil dan melajukannya kerumah mewahnya
sementara dikantor papa nya
"Gun kenapa kamu seperti mayat hidup?"
"maksudnya kamu pucat apa kamu kehabisan darah?"
"darah saya tidak pernah bocor pak, bagaimana saya kehabisan darah"
"huuuff kenapa wajah kamu pucat Gun?"
"saya terkejut melihat Afi pak"
"terkejut? kenapa, bukannya sebelumnya kamu sering ketemu Afi dirumah ketika kamu mengantar laporan untuk perusahaan kamu?
"aaa anu pak anu"
"apa jangan jangan kamu ..."
"mana ada saya bohong pak, saja jujur pak" Gunawan kembali menstabilkan tubuhnya jujur dia sangat gemetar
"oke. saya percaya sama kamu, baiklah kita segera keruang rapat untuk membicarakan kontrak kerjasama kita diperpanjang"
"baik pak"
Afi memasuki gerbang mewahnya, dan dia turun disambut oleh asisten rumah tangga
"den udah sudah pulang?"
__ADS_1
"udah mbok, mama udah pulang?"
"belum den, biasanya agak malaman pulang. aden mau makan apa?"
"nanti aja mbok, Afi kekamar dulu ya"
sebenarnya Afi lebih dekat dengan Mbok daripada orangtua nya sebab pagi mereka bertemu untuk sarapan pagi kemudian malam untuk makan malam. selebih itu mereka sibuk sibuk bekerja dan bekerja. umur 2 tahun Afi diasuh oleh Mbok, sebab mama nya menerima panggilan pekerjan disebuah rumah sakit. mama dan papa nya cuma perhatian ketika Afi sakit dan juga ketika Afi membuat kenakalan seperti kasus peecintaannya orangtuanya mulai memperhatikan Afi
dikamar, setelah membersihkan diri. dia teringat kejadian dikantor
"perasaan aku kek ngeganjal gitu ya, apalagi dia melihat aku dia langsung pucat"
"Apa jangan jangan dia telah menghasut pap dannnnn.... "
Afi teringat kejadian ditaman, dimana Gunawan menjelek jelekkan misha dan disitulah emosi nya membara
"shiiiiiittt bodoh bodoh bodoh, kenapa kamu bodoh Afi. kenapa kamu mudah terhasut oleh omongan menjijikan itu"
aaaaaaahhhh, dia teringat misha
"bahkan aku telah mencaci maki perempuan yang tidak pernah sama sekali menyimpan pria kaya" ya Ampun kenapa kamu begitu bodoh afi"
Afi langsung mengambil ponselnya dan dia terhenti ...
"enggak mungkin aku mintak maaf lewat ponsel begini gak gentelmen dong, lebih baik besok aku kerumah dia untuk meminta maaf atas kesalahan aku"
"aaaaah bodoh Afi bodoh"
Afi langsung mengantai dirinya bodoh dan gampang terhasut oleh omongan menjijikan itu, dia hanya akan fokus kepada Misha, untuk meminta maaf atas kesalahan fatal nya
dan dia melupakan tetangga licik itu, kalau Afi kerumah Misha berati sama saja Afi melihat penderitaan Misha. dan itu menambah keuntungan untuk perusahaannya
.
.
.
.
.
.
.
salam sobat semuanya
semoga sehat selalu ya😊
.
like, koment dan votenya jangan lupa biar kek orang orang😂
__ADS_1
.
.