
Serangan Aroniero hancur berubah menjadi debu setelah mengenai tangan meliodas.
Apakah aku sedang bermimpi!, ini tidak mungkin, benar-benar tidak mungkin, serangan penuhku tidak ada artinya baginya, ini sangat tidak masuk akal. Renungan Aroniero.
Hah..Ini apa aku tidak salah melihatnya, serangan yang tekanannya bisa membuatku tidak bisa bernapas dihancurkan hanya dengan telapak tangan saja. Renungan Madaras.
Bisa dimaklumi dari keterkejutan mereka berdua, serangan Aroniero bahkan bisa menghancurkan kekaisaran Heartfilia.
Tapi itu sangat normal bagi Meliodas yang menyandang nama Dua Belas Pelindung dari Pulau Impian.
Meskipun memiliki kekuatan seperti itu, meliodas bukanlah yang terkuat, misalnya saja Rose, dia tidak pernah menggunakan sihirnya untuk melawan musuhnya, karena musuh akan mati sebelum dia menggunakannya.
Hanya Zeldris yang bisa menandingi Rose, namun karena dia menyegel semua kekuatannya, membuatnya sangat minim untuk menggunakan kekuatan penuhnya.
Meliodas tiba tiba muncul dihadapan Aroniero dan menendang perutnya dengan keras, sampai terdengar suara tulang yang patah.
Boom boom
Aroniero terlempar dan menabrak dinding Istana kekaisaran Heartfilia, dampaknya mengirimnya ke tempat pertarungan Llargo melawan Sapphire.
POV : Sapphire
Aku tidak tahu mengapa, tetapi setelah ledakan dahsyat itu, terlihat jelas bahwa di mata pria ini, dia agak gelisah.
Ini bisa menjadi kesempatan bagiku.
Aku menyerang menggunakan seluruh kekuatanku, tetapi itu tidak berarti apa-apa baginya.
Setiap seranganku dengan mudah ditangkis, ini membuatku agak frustasi.
Meskipun aku bukan yang terkuat di Semesta Tengah, tetapi kekuatanku masih sangat diperhitungkan, tetapi tidak berarti apa-apa baginya.
Sepertinya aku terlalu meremehkannya, karena orang ini sangat kuat, sangat sulit untuk menang melawannya.
Tapi aku harus menang darinya dan menyelamatkan Madaras.
Meskipun aku tidak bisa menang, aku tetap harus bertahan menunggu suamiku datang menolongku.
Ya, aku yakin suamiku akan menyelamatkanku.
"Lebih baik kamu kembali ke Kekaisaranmu, daripada di sini dan akhirnya mati" Llargo berkata dengan dingin.
__ADS_1
"Tenang saja, aku tidak mungkin mati semudah itu" aku berkata sambil tersenyum.
Meskipun aku berkata seperti itu, aku sangat gelisah di dalam hatiku.
"Kalau begitu aku akan menghadapimu dengan serius" Llargo berkata dengan tenang.
Llargo menyalurkan Mana ke pedangnya.
Serangannya hanya tebasan sederhana, namun mengandung kekuatan yang mengerikan, aku memegang pedangku menggunakan kedua tanganku untuk menahan serangannya.
Tapi aku masih terlempar ke belakang oleh serangan itu, seluruh tubuhku seperti ditabrak gunung, darah segar mengalir di bibirku.
Ledakan keras terdengar yang menuju ke tempatku berada, aku waspada terhadap ledakan itu.
Apa yang terjadi? Gumamku.
Aku melihat seseorang kesini karena terhempas dan menabrak dinding istana, Pria berusia sekitar 20 tahun itu mengenakan armor putih yang sama dengan pria yang kulawan, tapi pria itu terluka parah di sekujur tubuhnya.
END POV : Sapphire
"Aroniero..apa yang terjadi padamu?" Llargo berkata dengan tegang.
"Aku melawan musuh yang sangat kuat..bantu aku melawannya" Aroniero berkata tergesa gesa.
..
Terdengar langkah kaki mendekat.
Llargo meningkatkan kewaspadaannya terhadap musuh yang membuat Aroniero sampai terluka parah.
Sapphire mengerutkan keningnya..dia tidak tahu siapa yang datang, apakah musuh atau teman.
Seorang pria tampan dengan tubuh tegap dan berotot, dengan armor merahnya berjalan dengan santai ke arah mereka.
Sapphire melihat di belakang pria itu ada Madaras dan Aeon yang mengikuti di belakangnya.
Mereka berdua terlihat baik-baik saja, dia merasa lega dan segera menyimpulkan bahwa pria ini bukanlah musuhnya.
..
Meliodas melihat ada dua orang lain di tempat itu, wajahnya tetap tidak berubah, menurutnya bahkan jika lawannya bertambah, itu tidak menjadi masalah baginya.
__ADS_1
Dalam waktu singkat Llargo menggunakan serangan kejut, dengan kekuatan penuhnya.
"Rage Dimensional Magic"
(Rage Dimensional Magic : Sihir Dimensi Kemarahan)
Tekanan hebat sekali lagi melanda seluruh kekaisaran Heartfilia.
"Konyol"
Meliodas menghancurkan serangan itu hanya dengan tiupannya.
"Hah"
Llargo dan Sapphire yang melihat ini terkejut sehingga mereka tidak bisa berkata apa-apa, bahkan Aroniero dan Madaras yang mengetahui bahwa Meliodas memiliki kekuatan yang tidak masuk akal masih tercengang karenanya.
Aeon yang baru saja selamat dari penculikan hanya bisa melihat dengan linglung.
"Siapa kamu sebenarnya, dengan kekuatanmu ini, tidak mungkin kamu berasal dari Semesta Tengah" Aroniero berkata panik.
"Tuan pernah mengatakan kepadaku bahwa ada satu kekuatan di Semesta Tengah yang paling ditakuti oleh semesta lain, jika aku tidak salah itu adalah Dinasti Fernandes" Llargo menyela pembicaraan.
"Kamu berasal dari Dinasti Fernandes?" Aroniero berkata dengan getir.
"Tidak, aku tidak berasal dari Dinasti Fernandes, bukan juga dari Semesta Tengah, aku adalah ...."
Seseorang menyela sebelum Meliodas selesai berbicara.
"Meliodas Amarillo, Dua Belas Pelindung dari Pulau Impian" kata seorang pria yang berkisar berumur 25 tahun yang tiba tiba muncul seperti angin. Dia mengenakan baju besi perak dan menggantungkan pedang di pinggangnya.
"Apa"
Mendengar itu Aroniero langsung menggigil ngeri.
Llargo yang mendengarnya juga sangat terkejut tanpa sadar seluruh tubuhnya basah oleh keringatnya sendiri.
"Kalian berdua benar benar tidak beruntung..misi pertama ke Semesta Tengah berhadapan langsung dengan Dua Belas Pelindung dari Pulau Impian" kata pria itu dengan tenang.
"Senior Coyote..tolong bantu kami" Aroniero berkata dengan malu.
"Baiklah! Misi ini sangat penting bagi Tuan..jadi misi ini harus berhasil" Coyote berkata dengan tenang.
__ADS_1
"Meliodas Amarillo, aku Coyote Starrk, Komandan Pertama dari Kekaisaran Hueco Mundo menantangmu berduel satu lawan satu" tambahnya.
"Aku menerima tantanganmu" Meliodas berkata dengan tegas.