Penguasa Kekosongan

Penguasa Kekosongan
Munculnya musuh Zeldris


__ADS_3

(Tuan, seseorang datang)


Sangat cepat seorang pria muncul di belakang Zeldris, dengan belatinya dia menebas Zeldris.


Dang


Serangan belati itu ditahan oleh Agnes menggunakan pedang hijau yang berornamen bunga miliknya. "Kamu kah yang ingin membunuh suamiku" ucap Agnes dengan dingin.


Slash


Darah segar mengalir dari dada pria itu, serangan rapier dari Yukihana sangat kejam, dia tanpa menahan diri mengirim serangan itu. "Agnes, apa kamu tidak dengar ucapanku tadi" ucap Yukihana sambil melototi Agnes.


Namun Agnes tidak memperdulikannya, dia menebaskan pedangnya secara vertikal untuk mengincar leher pria itu, serangannya dihindari oleh pria itu dengan melompat kebelakang, namun pria itu melakukan kesalahan yang fatal dengan melompat kebelakang, dia tidak punya pijakan lagi yang membuatnya terjun bebas di udara.


Memanfaatkan musuh sedang di udara, Agnes melakukan lompatan kuat menerjang pria itu dan memberinya tendangan volly bagian perut pria itu.


Boom


Sebuah rumah hancur berantakan akibat tertimpa pria itu.


"Uhuk uhuk uhuk" pria itu batuk darah. Agnes memegang pedangnya dengan kedua tangannya sambil menyalurkan Mana ke dalam pedangnya. Pedang yang semula hijau berubah menjadi merah, Agnes menebaskan pedangnya secara horizontal mengarah pria itu, dampak serangannya sejauh lima ratus meter.


(Tuan, wanita ini sangat menakutkan saat sedang marah)


(Ya, kamu benar) keringat dingin menetes di dahi Zeldris.


"Ahhh... Sayang sekali, aku tidak membunuh pria itu dengan sekali serangan" ucap Yukihana dengan kesal.


"Yukihana tenanglah, jangan marah. Aku akan mengabulkan permintaanmu apapun itu" Zeldris berkata dengan gelisah.


"Benarkah?" senyum senang langsung muncul di bibir Yukihana.


"Ya" ucap Zeldris dengan tegas.


"Apa hanya Yukihana saja yang mendapatkan hadiah itu" suara dingin tiba tiba muncul di telinga Zeldris dan Yukihana.


"Tentu saja Agnes juga" Zeldris berkata dengan tergesa gesa.


"Sayang, terima kasih"


Agnes langsung menerjang ke dalam pelukan Zeldris.


Yukihana menatap Agnes dengan marah dan dibalas dengan senyum cemooh dari Agnes.


Zeldris yang berada di dekatnya melihat tindakan kecil mereka berdua, namun dia berpura pura tidak melihatnya.


(Tuan. Masalah seperti ini akan sangat merepotkan, bila tidak diselesaikan dengan benar)


(Masalah para wanita sangat rumit, lebih baik tidak usah ikut campur)


*


"Untuk para warga harap tenang" suara keras muncul di udara kosong. Seorang pria paruh baya dengan setelan baju besi hitam memimpin sekitar seratus prajurit, gerakan mereka cukup mencolok, mereka menaiki Demonic Beast bertipe kuda.


Kawanan serigala langsung menyerbu pasukan prajurit itu. Namun tidak berlangsung lama, para serigala mati di tangan pasukan prajurit itu, para serigala kalah jumlah dan peralatan dalam bertarung.


Melihat para prajurit kekaisaran Ferglyn datang dan membasmi kawanan serigala yang mengamuk di ibukota Viidakko, para warga kekaisaran Ferglyn bersorak dengan senang. Akibat serangan mendadak dari Demonic Beast banyak rakyat biasa yang mati.


"Untuk para warga yang terluka kirim mereka ke unit pertolongan" ucap pria paruh baya dengan setelan baju besi hitam itu.

__ADS_1


"Baik"


"Kumpulkan mayat warga yang mati dan bantu mereka untuk menguburkannya"


"Baik"


"Berikan satu juta rupiah bagi warga yang kehilangan keluarganya.


"Baik"


*


Central Universe. Gua Luola pinggiran dari kekaisaran Namnasca.


"Yoi. Bagaimana perasaanmu setelah hidup kembali"


"Siapa kamu?"


"Ha ha ha... Kaisar Rudra kamu tidak perlu tahu siapa aku. Kita langsung ke pokok permasalahan saja. Aku akan membantumu membalaskan dendammu terhadap Zeldris"


"Zeldris, siapa dia?"


"Opps... Aku lupa" klik pria itu menjentikkan jarinya.


"Apa sekarang kamu mengingatnya?"


Boom


Seluruh gua bergetar hebat. "Zeldris, aku pasti akan membunuhmu"


"Ha ha ha... Aku suka dengan semangatmu itu. Kaisar Rudra"


"Kaisar Rudra kamu tidak perlu terlalu terburu buru. Kita kumpulkan dulu sekutu kita"


"Sekutu kita?"


"Ya. Orang orang yang memiliki dendam dengan Zeldris"


"Hoh... Siapa mereka?"


"Kamu akan tahu setelah sampai ketempatnya"


*


Istana Kekaisaran Nova. Ruangan pribadi milik Sapphire.


Tok tok tok


Hampir satu jam ketukan pintu terus menerus terdengar di ruangan Sapphire, namun dia mengabaikan ketukan pintu itu. Sapphire sangat kesal akhir-akhir ini, karena Kaisar Arthur terus datang ke Kekaisaran Nova untuk melamarnya, dia telah menolaknya berkali-kali, tetapi Kaisar Arthur tidak pernah menyerah.


Crack


Untuk menghilangkan rasa frustrasinya, Sapphire membanting barang barang pribadinya.


(Sapphire, ini aku Madaras) suara Madaras tiba tiba muncul di dalam kepalanya.


(Madaras kamu dimana?)


(Aku berada di kedai kopi loemintoe)

__ADS_1


(Baiklah, aku akan menyusulmu)


Sapphire meninggalkan kamar pribadinya melalui pintu rahasia, hanya dia yang tahu pintu itu, setelah meninggalkan Istana Kekaisaran, untuk menghindari ketahuan dia menyelinap pergi dari istana Kekaisaran, dia menyamar sebagai wanita biasa.


(Madaras, aku sudah sampai di kedai kopi loemintoe)


(Lantai dua, nomer 25)


(Oke)


"Sapphire, penyamaran kamu sangat bagus" ucap Madaras sambil mengacungkan jempol.


"Haah... Madaras bantu aku" ucap Sapphire dengan sedih.


"Sapphire katakan!, aku pasti akan membantumu"


"Kaisar Arthur terus menerus menggangguku, apa kamu mempunyai cara biar dia menjauh dariku"


"Aku punya cara" sebuah suara tiba tiba mengganggu pembicaraan mereka.


Cling


Sapphire dan Madaras sama sama mencabut pedang mereka.


"Tidak perlu terlalu tegang, para wanita yang cantik"


"Siapa kalian?" ucap Sapphire dengan dingin.


"Hoh... Mereka kah para wanita milik Zeldris, benar benar wanita yang sangat cantik"


"Ya, ada dua lagi setelah ini, kita akan pergi ke mereka"


Hati Sapphire dan Madaras bergetar mendengar nama Zeldris.


Madaras mengerutkan dahinya, hatinya terasa sakit setiap kali dia mengulang ulang nama itu dipikirannya, namun dia masih tidak tau mengapa itu terjadi.


Seluruh tubuh Sapphire bergetar, air mata menetes dari kelopak matanya, potongan-potongan kenangan tentang Zeldris muncul terus menerus di kepalanya.


Sapphire memiliki kekuatan garis keturunan "Love Heart". Dengan kekuatan garis keturunannya, Sapphire bisa lepas dari kekangan "Destiny Changing Magic".


Jadi sangat berbeda dengan yang dialami oleh Madaras, dia tidak akan pernah mengingat Zeldris sebelum pengguna "Destiny Changing Magic" membatalkan sihirnya atau seseorang menghancurkan efek sihir dari "Destiny Changing Magic".


"Sapphire, kenapa denganmu?" ucap Madaras dengan khawatir.


Sapphire mengabaikan Madaras dan menatap kedua orang didepannya dengan marah.


"Kalian kah yang mencelakai suamiku?" ucap Sapphire sambil mengepalkan tangannya sampai darah menetes dari telapak tangan.


"Hoi... Kenapa ingatan dia bisa kembali?"


"Cih... Aku salah perhitungan"


Boom


kedai kopi itu langsung rata dengan tanah. Area tempat itu sejauh satu kilometer mengalami rusak parah akibat sapuan niat membunuh dari Sapphire.


"Aku akan membunuhmu, aku harus membunuhmu" Sapphire berteriak dengan marah, suaranya menguncang seluruh Kekaisaran Nova.


"Sapphire, kamu" Madaras tidak tau apa yang harus dia lakukan.

__ADS_1


Sinar cahaya putih menyinari seluruh tubuh Sapphire, sayap seputih salju muncul di punggung Sapphire.


__ADS_2