
Zeldris menatap Naga Apocalipse dengan saksama, mengamati musuhnya sebelum bertarung adalah kebiasaan Zeldris.
Jika lawan yang dia hadapi sangat kuat, tidak hanya mengamati, dia juga memprediksi pergerakan lawan dan memahami sifat lawan itu sangat penting bagi dirinya.
Naga Apocalipse juga memandang Zeldris dengan waspada, meskipun Zeldris terlihat tidak berbahaya, dia tahu bahwa Zeldris memiliki kekuatan yang luar biasa, misalnya saja Zeldris yang berhasil menyegelnya dua tahun lalu.
Istana Dinasti Fernandes. Aula Pertemuan.
"Zel.. Kenapa dia berada di sana" ucap Elise dengan terkejut.
"Ibu, kita harus kesana dan membantu Zel" tambahnya.
"Ya" kata Arcana sambil berdiri dan menuju ke tempat Zeldris berada, Marlene dan yang lainnya juga berdiri dan mengikuti Arcana.
"Apa kalian lupa bahwa penghalang alam semesta sedang aktif, tidak mungkin kalian bisa meninggalkan wilayah semesta tengah"
"Ayah mertua, apa tidak ada cara untuk menerobos penghalang alam semesta" ucap Arcana dengan panik.
"Tidak ada cara untuk menembus penghalang alam semesta, penghalang itu tidak bisa ditembus"
"Ini"
Arcana dan yang lainnya merasa gelisah dan marah, karena tidak tahu bagaimana cara meninggalkan alam semesta tengah.
Cling
Zeldris menghunus pedangnya, sebuah cahaya ungu dan merah mengelilingi pedangnya, dia turun dari atas punggung naga yang dia tunggangi dan menggunakan Flying Magic untuk melayang di udara.
"Veldora, kau kembalilah ke Pulau Impian"
"Tuan, apa kamu akan melawan Apocalipse seorang diri?"
"Veldora, apa kau ingin membantuku?"
"Saya akan melaksanakan, jika itu perintah tuan"
"Aku senang mendengarnya, namun kamu kembali saja ke Pulau Impian"
__ADS_1
"Baik tuan"
Zeldris menerjang tubuh besar Apocalipse dan menebaskan pedangnya.
Danggg
Suara benda tumpul bertabrakan dengan keras, serangan pedang Zeldris disambut oleh Apocalipse menggunakan sayapnya, meskipun Apocalipse terlihat tidak terluka, tetapi darah hitam menetes dari sayapnya.
Dia terkejut terlihat dari matanya, satu serangan saja dari Zeldris, bisa membuatnya terluka.
Sebuah tebasan pedang kembali diluncurkan oleh Zeldris, kali ini Naga Apocalipse menghindar serangan itu, namun sebuah luka tiba tiba muncul di bagian dadanya, dia bingung dengan hal ini, dia yakin telah berhasil menghindar serangan itu, namun luka masih muncul di tubuhnya, area tempat Zeldris membidiknya.
Dia menghindar lagi serangan Zeldris sambil mengawasinya dengan ketat, ingin melihat rahasia dari serangan itu, namun masih tidak menghasilkan apapun.
Dia masih terluka meskipun mengelak, meski lukanya akhirnya pulih dengan cepat, dia masih tidak senang karena terus menerus terluka.
"Ini sangat merepotkan"
Naga Apocalipse menyusutkan ukuran tubuhnya dan berubah menjadi seperti manusia normal, dia memiliki penampilan pria tampan berambut nevli dan sebuah pola + terdapat di pupil matanya.
Sinar cahaya berwarna hitam muncul ditelapak tangan Apocalipse dan berubah bentuk menjadi pedang berwarna hitam.
"Iya. Bocah bajingan aku tidak menyangka harus menghadapimu dalam wujud ini"
"Aku lebih suka wujud nagamu, karena lebih mudah bagiku untuk mencambik cambikmu"
"Ha ha ha. Aku tidak akan membiarkanmu, melukai aku lagi"
Slash
Darah hitam mengalir deras bagian pundak Apocalipse.
Tebasan pedang datang lagi. Menggunakan pedangnya, Apocalipse berusaha menangkisnya, namun darah hitam terbang di udara dengan deras.
Apa yang terjadi?, Aku sangat yakin menangkis serangannya. Batin Apocalipse.
"Bocah bajingan, trik apa yang kamu lakukan?" ucap Apocalipse sambil memegang perut bagian kiri yang barusan terkena tebasan pedang.
__ADS_1
"Entahlah"
Slush
Zeldris melemparkan pedangnya dengan kuat menuju Apocalipse.
Apocalipse menggeser tubuhnya menyamping, untuk menghindar serangan itu.
Klik
Zeldris menjentikkan jarinya dan tiba tiba dia sudah berada di samping Apocalipse, bertukar tempat dengan pedang yang dia lempar.
Sebuah tebasan pedang dilepaskan oleh Zeldris yang mengenai leher Apocalipse dan mengirim tebasan kedua yang mengenai perut kanan Apocalipse.
"Sialan"
Raungan marah Apocalipse menyebabkan Semesta Utara yang terdekat dari medan pertarungan itu, mengalami rusak parah.
Dia tidak menyangka, meskipun sudah berubah wujud ke bentuk manusia masih tidak sanggup mengatasi serangan Zeldris.
Dengan secepat kilat Zeldris mengirim serangannya untuk mengakhiri pertarungan ini.
"Cogh"
Sebuah pedang menebus jantungnya, darah segar bercucuran di udara.
"Kamu lengah Zeldris, bagian belakang kamu terlalu terbuka" ucap pria itu dengan cemooh.
"Suara ini, kamu" ucap Zeldris dengan tidak percaya.
"Aku selalu ingin melenyapkanmu, akhirnya hari ini aku berhasil” ucap pria itu sambil tersenyum senang.
"Zeldris, apa ada kata kata terakhir" tambahnya.
"Maafkan aku" ucap Zeldris sambil menutup matanya menunggu ajal menjemputnya.
"Kamu bajingan menganggu pertarunganku" ucap Apocalipse sambil menebaskan pedangnya ke arah pria itu.
__ADS_1
Namun pedangnya tidak bisa mengenai tubuh pria itu, karena pedang itu menembus dan melewati tubuh pria itu, tubuh pria itu sangat aneh seolah pedangnya tidak bisa menyentuhnya.