Penguasa Kekosongan

Penguasa Kekosongan
Identitas Musuh Zeldris


__ADS_3

Celia menggunakan sihir pertahanan paling kuat yang dia miliki, demi menahan serangan dari Allen.


Allen mengayunkan pedangnya kebawah, serangan datang ke Celia tanpa suara dan warna yang tiba tiba sudah melukai perut Celia, darah mengalir deras dari perutnya.


Tempat yang dibelakangnya Celia berubah menjadi rata dengan tanah sejauh lima kilometer, yang semula dibelakangnya terdapat gunung, sungai dan hutan, sekarang udah hilang tak berbekas, Celia terkejut saat dia menengok ke belakangnya.


(Allen, mundurlah sekarang. Ban sudah membunuh Zeldris) suara muncul di dalam kepala Allen.


(Baik)


Allen meninggalkan tempat pertarungan itu dan menuju terowongan ruang berada.


Celia melihat Allen berusaha melarikan diri darinya dia tidak mengejarnya, dia hanya menggertakkan giginya dengan marah. Bahkan bila dia berusaha mencegahnya kabur, dia tidak bisa melakukannya karena Allen sangatlah kuat, dia tidak yakin bisa mengalahkannya.


Central Universe. Di sebuah kastil kuno markas besar dari Tujuh Penguasa Kematian.


Meja bundar besar itu yang sebelumnya hanya di isi oleh tiga orang saja karena keempat orangnya mati, tapi sekarang sudah lengkap anggota dari Tujuh Penguasa Kematian.


"Licht, rencana kita terhambat karena aku mati. Sekarang apa yang harus kita lakukan?"(Clavis)


"Rencana kita sudah gagal ditahap yang pertama, percuma saja bila kita masih melanjutkan Rencana kita yang ini"(Marius)


"Apa yang dikatakan oleh Marius benar, kita akan mengubah rencana kita dari nol"(Licht)


"Terserah"(Asta)


"Hmm"(Tsukimi)


"Aku setuju"(Yami)


"Baiklah"(Treaser)


"Kita akan memindahkan markas kita untuk rencana awal kita, Outer Universe yang akan menjadi tempat markas kita yang baru berada"(Licht)


"Outer Universe! Licht, apa kau tidak salah bicara?"(Marius)


"Marius, apa yang aku ucapkan benar. Kita akan memindahkan markas kita ke Outer Universe"(Licht)


"Outer Universe sangat tidak layak untuk dihuni makhluk hidup, mengapa kita memindahkannya di sana?"(Yami)


"Aku mendengar informasi bahwa banyak kaisar yang memindahkan kekaisarannya untuk meninggalkan Outer Universe"(Treaser)


"Ahh sial. Pasti tidak ada wanita yang cantik tinggal disana"(Asta)


"Itu malah menguntungkan bagi kita, bila banyak yang meninggalkan Outer Universe"(Clavis)


"Ya, pergerakan kita dalam menjalankan rencana kita akan lebih mudah"(Licht)


"Licht, tidak ada wanita yang cantik, aku tidak bisa bertahan hidup"(Asta)


"Untuk rapat hari ini selesai, kalian bisa bubar"(Licht)

__ADS_1


"Hoi Licht.."(Asta)


Sebuah pedang tiba tiba menyentuh leher Asta, dia terkejut dengan hal itu, keringat dingin membasahi punggungnya.


"Asta. Apa kau lupa, bahwa tujuan kita hidup hanya untuk tuan"


"Aku tidak melupakannya" ucap Asta dengan panik.


"Pergi" ucap Licht dengan dingin.


Asta berlari pergi meninggalkan aula pertemuan, yang lainnya hanya melihat acuh tak acuh.


Licht kembali ke ruangan pribadinya dan didalam ruangan itu sudah terdapat dua orang pria yang dengan santai duduk dan meminum kopi.


"Apa kalian pikir ruangan pribadiku ini sebuah kedai kopi" ucap Licht dengan kesal.


"Hei Licht, sepertinya Asta sangat menentang keputusanmu" ucap pria memakai kimono hitam dan terdapat pedang yang berada di punggungnya.


"Tanjiro, kamu tidak perlu ikut campur masalah internal dari Tujuh Penguasa Kematian"(Licht)


"Baiklah, aku hanya tidak ingin tiba tiba tertusuk pedang dari belakang oleh sekutuku sendiri"(Tanjiro)


"Akulah yang malah takut kepadamu, karena kamu terbiasa menikam seseorang dari belakang"(Licht)


"Licht, jika aku tidak menikam Zeldris dari belakang, maka akulah yang akan mati"(Tanjiro)


"Ya, Zeldris adalah monster, sangat sulit berurusan dengannya"(Licht)


"Licht, apa kau memiliki informasi tentang Mikasa?"


"Ha ha ha... Aku sebelumnya hampir saja mendapatkan. Namun gara gara Zeldris, aku malah gagal mendapatkannya dan mati"(Rudra)


"Sayang sekali, aku tidak mempunyai informasi apapun tentang dunia luar, aku sudah lama tidak keluar dari markas"(Licht)


"Licht, sejak kau kalah dari Zeldris, kau bertindak sangat berhati hati"(Tanjiro)


"Hei Tanjiro, aku ingin mendapatkan Mikasa terlebih dahulu, sebelum meninggalkan Central Universe"(Rudra)


"Terserah kamu. Aku hanya akan membantu membalaskan dendammu terhadap Zeldris, bukan mengatur hidupmu"(Tanjiro)


"Apa rencanamu selanjutnya?"(Licht)


"Aku akan kembali ke markas ku dan menunggu perintah tuanku"(Tanjiro)


"Baiklah. Kita akan melanjutkan rencana kita setelah markasku berpindah ke Outer Universe"(Licht)


"Ya"(Tanjiro)


"Hei Rudra. Kamu harus selidiki terlebih dahulu, apakah Mikasa mempunyai God Magic Tool pemberian Zeldris atau tidak. Jangan bertindak gegabah"(Tanjiro)


"Aku tahu"(Rudra)

__ADS_1


Tanjiro meninggalkan ruangan pribadi Licht menggunakan Space Magic.


*


Di Sebuah pulau yang dikelilingi oleh api terdapat sebuah istana mewah yang menjulang dilangit. Seorang pria tua dengan gagah duduk di singgasana, mata pria tua itu terpejam.


Tap tap tap


Tanjiro berjalan dengan pelan menuju ruang singgasana, setelah sampai dihadapan pria tua yang duduk di singgasana dia berlutut dan menundukkan kepalanya.


"Maafkan saya tuan, karena gagal membunuh Zeldris"


"Tidak apa apa, untungnya kamu masih bisa kembali dengan hidup"


"Tuan, saya mendengar bahwa Oldwen dibunuh oleh Zeldris"


"Ya, aku terlalu terburu buru mengutusnya untuk membunuh Zeldris"


(Pria bernama Oldwen yang bertarung dengan Zeldris berambut merah)


"Tuan, kenapa sihirku tidak bisa sepenuhnya membunuh Zeldris?"


"Seseorang telah ikut campur, maka dari itu Zeldris hanya kehilangan kekuatan dan ingatannya"


"Tuan, siapakah dia?"


"Tentu saja siapa lagi kalo tidak Reiner Fernandes"


"Penguasa sebelumnya dari Dinasti Fernandes kah. Tuan bila orang sekuat dia ikut campur akan sangat berbahaya bagi kita"


"Tanjiro, kamu tidak perlu cemas hal itu, meski Reiner dulu sebagai sepuluh orang terkuat di alam semesta, namun sekarang Reiner kekuatannya melemah, tapi kau tetap harus waspada darinya!"


"Baik tuan"


*


Alam bawah sadar Zeldris. Tempat di mana tidak ada apa-apa selain serba putih.


Sebuah rantai merah darah mengikat tubuh Zeldris. Dia tidak sadarkan diri, seluruh tubuhnya dipenuhi dengan luka.


Tap tap tap


"Si tolol ini benar benar tidak berubah, masih saja menyimpan sifatnya yang naif" ucap pria yang memiliki penampilan seperti Zeldris, namun dia berambut merah darah.


Pria itu memegang kepala Zeldris dan cahaya merah muncul di tangannya, cahaya itu mengalir menuju kepala Zeldris dan menyebar ke seluruh tubuhnya.


"Soul Exchange Magic"


Northern Universe. Hutan Oerwoud. Kekaisaran Ferglyn.


Zeldris yang semula pucat seperti mayat, tiba tiba tubuhnya muncul kemerahan, lubang di jantungnya tertutup dengan daging, suara detak jantung mulai terdengar kembali, rambutnya yang sebelumnya hitam menjadi merah darah.

__ADS_1


"Akhirnya aku bisa keluar dari tempat menyebalkan itu"


Dia menggunakan tanah sebagai pijakan untuk melompat ke langit, dengan Flying Magic dia meninggalkan Hutan Oerwoud dan menuju kota terdekat.


__ADS_2