
"Eternal Dark Magic" Kata Asta dengan marah.
(Eternal Dark Magic : Sihir Kegelapan Abadi)
Seluruh Kerajaan Celiana diliputi dengan kegelapan pekat,itu membuat seluruh Kerajaan mengalami kepanikan.
Kegelapan terus meluas dengan menelan vitalitas makhluk hidup,Kerajaan Celiana memiliki 10.000 penduduk dari berbagai ras,akan sangat mengerikan jika semuanya ditelan oleh kegelapan itu.
Sayang..Apa yang harus kulakukan..Menteri pertahanan memberitahuku bahwa banyak warga di Kerajaan Celiana tiba tiba mati" Kata Mikasa sambil menangis di pelukanku.
"Pasti karena kegelapan ini..Sayang cepatlah lakukan sesuatu!" Kata Asuna dengan manja.
"Baiklah" kataku.
Aku menelan semua Mana di sekitarku dan memadatkannya ke seluruh tubuhku.
(Mana : Sumber kekuatan dari sihir)
"Time Return Magic" Kataku
(Time Return Magic : Sihir Pengembalian Waktu)
Kegelapan yang mengelilingi seluruh Kerajaan Celiana menghilang seketika.
Seluruh makhluk hidup yang semula mati akibat kegelapan itu,mereka hidup kembali.
Inilah kekuatan dari "Time Return Magic" bisa dilihat memiliki kekuatan yang tidak masuk akal.
Namun memiliki kekurangan yang signifikan,yaitu terlalu banyak menguras mana.
Bahkan aku harus menggunakan mana sekitarku untuk mengurangi konsumsi mana yang terlalu berlebihan.
"Sialan" Kata Asta dengan berteriak marah.
Licht mendadak muncul di belakangku sambil mengayunkan pedangnya secara vertikal.
Aku tidak mengelak serangan itu,agar tidak berdampak pada Mikasa dan Asuna yang berada di pelukanku.
Aku menangkis serangannya dengan memadatkan Manaku dan membentuknya menjadi pedang.
Dang..
Dampak tersebut membuatku terhembas sampai 500 meter jauhnya.
Serangan yang mengerikan.Gumamku.
Untung saja aku mengirim Mikasa dan Asuna di dunia Kekosongan tepat sebelum serangan menghampiriku.
Sangat cepat gumamku.
Melihat Licht yang sudah di depanku sambil mengirimkan tinjunya kepadaku.
Aku menangkisnya menggunakan pedangku,namun pedangku langsung hancur berkeping keping.
Ini gila..Kekuatan yang tidak masuk akal.Gumamku.
Kepalan tangan itu memukul bagian perutku dan membuatku muntah darah,organ dalam bagian perutku terluka parah.
Aku terhembas kembali oleh pukulannya dan menabrak gunung,sebuah lubang besar tercipta di gunung.
Sialan..Rasa sakit terasa di seluruh tubuhku.Gumamku
Pria bernama Licht ini,memiliki serangan yang sederhana tetapi memiliki kekuatan yang luar biasa.
"Time Retur.."
Sebelum aku selesai mengalirkan Manaku ke seluruh tubuhku.
Licht menginjak perutku dan merusak aliran Manaku yang membuatku tidak bisa mengeluarkan sihir.
Aku terengah engah dan darah membasahi seluruh tubuhku.
__ADS_1
Ini gawat..Kalau begini terus bisa bisa aku akan mati.Gumamku.
"Aku tidak selembut Asta..Jadi aku akan langsung membunuhmu" Kata Licht dengan dingin.
"Membunuhku tidaklah semudah itu" Kataku sambil tersenyum.
"Hem"
Licht mengerutkan keningnya,karena bisa merasakan bahwa luka seluruh tubuhku menghilang.
Aku mengaktifkan kekuatan bawaan lahirku "World Zone".
Ini adalah kekuatanku yang memanfaatkan kekuatan alam,kekuatan alam memasuki tubuhku dan menyembuhkan seluruh lukaku.
Licht melangkah mundur dan waspada menatapku.
Itu bisa dimengerti,karena sebelumnya aliran Manaku rusak oleh serangannya.
Seseorang yang aliran mananya rusak sangat mustahil untuk mengumpulkan mana.
mereka harus memperbaiki aliran mana terlebih dahulu,baru bisa mengumpulkan mana mereka kembali.
Untuk memperbaiki aliran mana kita membutuhkan seseorang untuk memperbaikinya.
Tapi hal itu tidak berlaku bagiku,karena aku bisa mengumpulkan kekuatan alam.
Kekuatan ini hanya dimiliki oleh seseorang yang memiliki Ras Surgawi Kuno.
Aku menyerang Licht menggunakan tinjuku, Licht juga melakukan hal yang sama.
Kedua tinju saling beradu menghasilkan gelombang kejut yang mengerikan,seluruh Kerajaan Celiana bergetar hebat.
Aku terlempar mundur dua langkah, tapi Licht tidak beranjak dari langkahnya.
Cih..aku kalah dalam adu kekuatan. Gumamku.
Aku menghilang dari tempatku dan muncul kembali di belakang Licht sambil melakukan tendangan voli ke arahnya.
Namun aku membelokan tendangan ku dan mengarah ke ulu hatinya.
Serangan ku membuat Licht terhembas dan mutah darah.
Walaupun tidak berakibat fatal baginya,tetapi aku masih bersukacita.
Karena sejak dimulainya pertarungan,hanya aku yang terkena serangannya dan terluka.
Aku bukan samsak tinju.Gumamku.
"Bagaimana kamu menyembuhkan luka - lukamu?" Kata Licht dengan dingin.
"Kau tidak perlu tahu itu" Kataku dengan acuh tak acuh.
Aku menyerang Licht menggunakan teknik pedang yang kutiru dari ibu secara sembunyi-sembunyi.
"Três Barras"
Ini adalah teknik pedang yang menebas lawannya secara tiga kali berturut turut.
Licht terkejut dengan serangan itu.Karena tidak mungkin untuk menghindari dari serangan itu.
Menerima serangan dari ku membuat Licht cukup terluka parah.
Karena serangan pedang itu akan mengarah ke bagian tubuh yang fatal,darah mengalir di seluruh tubuhnya.
"Siapa kamu?" Kata Licht dengan waspada.
"Orang yang akan mati..Kenapa perlu tahu" Kataku dengan dingin.
Licht mengendus dingin dan mengirim serangan pedangnya yang dilapisi oleh sihirnya.
Entah mengapa aku merasa tidak nyaman terhadap sihirnya.
__ADS_1
Aku menangkis serangannya dengan pedangku,terjadilah bunyi logam yang beradu,namun tidak menghasilkan gelombang serangan.
Aku linglung tentang hal tersebut,karena aku menyerang dengan seluruh tenagaku dan bisa ditangkisnya,mengapa tidak menghasilkan gelombang.
Saat aku sedang memikirkan hal aneh tersebut.
Tiba tiba aku merasa berat untuk berdiri.
Saat aku perhatikan dengan jelas tubuhku, ternyata aku terkena tebasan pedangnya.
Bagaimana ini bisa terjadi. Gumamku
"Apa kau masih tidak memberi tahuku,siapakah dirimu?" Kata Licht sambil mengacungkan pedangnya di dekat leherku.
"Silent Magic kah" Kataku dengan tenang.
"Akhir - akhir ini aku sering kali menemui seseorang menggunakan sihir sihir kuno..Dunia luar memang yang terbaik" Kataku sambil tersenyum senang.
Licht mengerutkan keningnya,karena tiba tiba nalurinya mengatakan untuk lari.
"Licht..Larilah secepatnya..Orang inilah yang membunuhku dan Marius" Jiwa Clavis berkata dengan serius.
"Hah..Anak ini monster..Aku dan Clavis bertarung bersama tetap kalah" Jiwa Marius berkata dengan marah.
"Berarti aku yang bodoh saat itu..Karena aku langsung menyerang musuh tanpa mengetahui kekuatan musuhku" Jiwa Tsukimi berkata dengan polos.
"Hah..Kamu juga mati oleh anak ini?" Jiwa Marius berkata dengan aneh.
"Ya..Saat aku perjalanan kembali ke markas besar..Aku bertemu dengannya dan menyerangnya..Dan terjadilah pertarungan dan kalah" Jiwa Tsukimi berkata dengan acuh tak acuh.
"Hah..kamu benar - benar bodoh" Jiwa Marius berkata dengan mengejek.
"Marius kamu tolol" Jiwa Tsukimi berkata dengan tenang
"Tsukimi..Kamu menjadi cerewet setelah mati" Jiwa Marius berkata dengan jengkel.
"Kalian semua diam,aku akan gila jika kalian terus berbicara di dalam kepalaku" Licht berkata dengan marah.
"Licht..cepat gunakan sihirku untuk melarikan diri" Jiwa Clavis berkata dengan panik.
Setelah itu Licht menggunakan "Eternal Bleak Magic" untuk melarikan diri.
Hutan Leste,Wilayah Kekaisaran Nova.
"Ada satu hal yang bikin aku penasaran..bukannya kalian bertiga kehilangan ingatan?" Kata Licht dengan bingung.
"Licht..sepertinya kamu masih tidak mengetahui bahwa Zeldris sengaja membiarkanmu lolos" Jiwa Clavis berkata dengan tenang.
"Hah"
"Saat kamu bertarung dengannya tiba tiba ingatan kita kembali..apa kamu mengerti maksudku"
"Mustahil..Maksudmu dialah yang mengembalikan ingatanmu"
"Ya..aku sangat yakin"
Licht menggigil ngeri dan seluruh tubuhnya bermandikan keringat dingin setelah mendengar hal itu.
"Sialan Licht..kenapa kamu meninggalkanku" Asta berkata dengan marah.
"Cih..Asta kita berdua hampir mati karenamu" Licht berkata dengan kesal.
"Apa maksudmu? Asta berkata dengan bingung.
"Yang kita lawan tadi adalah Zeldris..Musuh besar kita..Kalau Zeldris tidak membiarkanku lolos..Aku pasti sudah mati" Licht berkata dengan muram.
"Hah..Zeldris membiarkanmu lolos" Asta berkata dengan linglung.
Setelah itu Licht menjelaskan tentang percakapannya dengan jiwa Marius dan lainnya.
Setelah mendengarnya,Asta langsung menggigil ketakutan bahkan dia sampai mengencingi dirinya sendiri.
__ADS_1