
Saat Zeldris membuka kedua matanya, dia sudah berada di ruangan yang sangat mewah, dia bingung melihat hal itu, karena dia masih mengingat dengan betul bahwa dirinya seharusnya berada di hutan.
"Bagaimana keadaan tubuhmu, apa masih ada yang terasa sakit?"
Suara wanita membuyarkan lamunan Zeldris. Tanpa Zeldris sadari ternyata ada dua wanita cantik berada disampingnya, mereka berdua sedang duduk di tepi tempat tidur Zeldris.
"Tidak ada, aku sudah baik baik saja"
"Syukurlah" ucap wanita itu sambil memeluk Zeldris.
(Hmm. Kekosongan, apa wanita ini adalah wanitaku)
(Maaf tuan, saya tidak tau hal ini)
(Kamu tidak perlu minta maaf, ini adalah masalahku)
Agnes terkejut dengan tindakan Yukihana yang begitu berani. Meskipun dia tau bahwa sahabatnya ini terkadang memiliki sifat yang sulit ditebak, namun dia akan bersifat hati hati bila urusan sama pria.
"Maafkan aku, aku tidak mengingatmu. Apa kamu wanitaku?" ucap Zeldris sambil menatap mata Yukihana dengan tajam.
Pipi Yukihana merah padam ditatap seperti itu oleh Zeldris, ini pertama kalinya dia tatap tajam oleh pria dengan jarak sedekat ini, jantungnya berdegup dengan kencang.
Agnes yang berada di sampingnya, pipinya juga merah padam, adengan didepannya terlalu berat bagi dirinya yang tidak pernah dekat dengan pria selain kakaknya.
"Aku tunanganmu" ucap Yukihana dengan malu dan gugup.
batin Agnes dengan kesal.
"Maafkan aku, aku tidak mengingatnya. Aku kehilangan semua ingatanku, hanya namaku saja hal yang kuingat" ucap Zeldris dengan senyum pahit.
Mendengar itu Yukihana tanpa sadar memeluk Zeldris dengan erat. Rasa sedih muncul dihati Agnes, entah apa yang merasukinya dia tiba tiba meraih tangan Zeldris dan memegangnya dengan erat erat.
"Tidak masalah, bila kamu tidak mengingat apa pun. Kita akan membuat ingatan yang baru bersama" ucap Agnes dengan tegas.
"Kamu?" ucap Zeldris dengan ragu.
"Aku juga tunanganmu" ucap Agnes dengan terbata bata.
"Hmm" Zeldris mengerutkan keningnya. Yukihana melepaskan pelukannya pada Zeldris dan malah menarik Agnes ke pelukan Zeldris. Agnes yang begitu nyaman dalam pelukan Zeldris hingga lupa waktu.
"Uhuk uhuk uhuk. Agnes sampai kapan kamu akan memeluk suami kita. Suami kita baru saja sadar, kita harus menyiapkan sesuatu, biar suami kita cepat pulih kembali" ucap Yukihana dengan kesal. Niat awalnya tadi dia memeluk Zeldris hanya untuk menggodanya dan ingin melihat reaksi dari Agnes, namun sekarang dia sudah menganggap Zeldris menjadi suaminya yang sesungguhnya.
"Kamu benar" ucap Agnes dengan cepat berlari meninggalkan ruangan Zeldris, pipinya yang memerah akibat malu terlihat jelas oleh Zeldris dan Yukihana.
"Sayang tunggulah sebentar, aku akan menyiapkan makanan enak untukmu" ucap Yukihana sambil merapikan rambut Zeldris.
"Ya"
Agnes setelah meninggalkan ruangan Zeldris, dia langsung ke dapur untuk membuatkan makanan yang enak buat Zeldris.
__ADS_1
"Agnes, masakan apa yang akan kamu buat?" ucap Yukihana sambil membantu Agnes mencuci sayuran.
"Aku akan membuat makanan khas kekaisaran Ferglyn"
"Sayur bayam kah?"
"Ya, sayur bayam sangat cocok buat suami kita, biar cepat memulihkan luka dan energinya" Agnes saat mengucapkan kata suami, dia mengucapkannya dengan sangat pelan. Hal ini membuat Yukihana menatap Agnes dengan senyum main main.
"Yukihana, apa yang harus aku katakan pada kakakku tentang suami kita"
"Bilang saja dengan jujur"
"Tapi aku takut, bila dia nanti tidak setuju"
"Itu urusan dia, mau setuju atau tidak. Yang terpenting perasaanmu kepada suami"
"Kamu benar, terima kasih Yukihana atas nasehatnya"
"Kamu tidak perlu berterima kasih, Agnes kita berdua bersahabat dan akan menjadi saudari perempuan sejati"
"Hmm ya"
Ruang singgasana. Istana Kekaisaran Ferglyn.
"Apa kamu sudah mengetahui identitas sebenarnya, pria yang diselamatkan oleh adikku dan Yukihana?" ucap pria tampan yang duduk disinggasana, dia memiliki rambut hitam legam dan pupil matanya berwarna putih salju.
"Cih"
Pria tampan itu melambaikan tangannya, tiba tiba pria paruh baya itu meledak menjadi kabut darah.
"Oren kemarilah"
"Ya tuan"
Seorang pria yang memakai topeng tengkorak tiba tiba muncul dan berlutut di hadapan pria tampan berambut hitam legam itu.
"Aku ingin kau membunuh pria yang diselamatkan oleh adikku dan Yukihana!"
"Baik tuan"
"Jangan sampai gagal, kalau gagal kamu akan aku~~~~" pria tampan itu melakukan gerakan tangan memotong lehernya.
"Apa kamu mengerti?"
"Iya tuan"
Setelah itu pria yang memakai topeng tengkorak tiba tiba menghilang, dia memiliki gerakan sangat cepat, orang awam akan mengira dia menghilang.
Ruangan Zeldris.
__ADS_1
Zeldris dengan senang hati memakan masakan mereka berdua, sudah dua hari dia hidup di dalam hutan, membuatnya kekurangan makanan yang sehat dan tidak bisa tidur dengan nyenyak.
"Sayang, pelan pelan saja" ucap Yukihana sambil menyerahkan minuman kepada Zeldris. Zeldris mengambil minuman itu dan menghabiskan sekali tenggak
"Masakan kalian berdua sangat enak, aku beruntung memiliki kalian berdua menjadi istriku" ucap Zeldris sambil menghabiskan makanannya.
Mereka berdua sangat senang, masakan mereka dipuji oleh suami mereka. Bahkan Yukihana yang biasanya sangat tenang, menjadi resah karena dipuji oleh orang yang dicintainya.
"Sayang, apa kamu ingin tambah makanannya?" ucap Agnes dengan lembut.
"Ya" Zeldris menghabiskan makanan itu dengan cepat.
Setelah selesai makan, Agnes dan Yukihana mengajak Zeldris berkeliling ibukota Viidakko. ibukota Viidakko sangat padat penduduk dari berbagai ras tinggal disini. Di sepanjang jalan terdapat berbagai toko yang banyak pengunjung. Disebuah toko aksesoris terdapat pernak pernik yang bagus membuat mata Agnes dan Yukihana bersinar senang. Zeldris bermaksud membelikan mereka berdua barang yang mereka minati, sayangnya Zeldris tidak mempunyai uang sama sekali.
Saat Zeldris memikirkan bagaimana mendapatkan uang, tiba tiba muncul niat membunuh yang pekat ditujukan olehnya.
(Kekosongan, siapa yang memiliki niat membunuh ini)
(Tuan, sangat susah untuk mendeteksinya, tempat ini terlalu ramai dengan orang)
(Kamu benar. Kekosongan, salurkan Manamu padaku!)
(Baik tuan)
"LARI KALIAN ADA DEMONIC BEAST" tiba tiba ada suara keras yang membuat semua orang panik lari berhamburan untuk menyelamatkan diri.
Grrrrr
Kawanan serigala yang memiliki tinggi empat meter menyerang penduduk yang melarikan diri.
Cling
Agnes dan Yukihana menarik pedang mereka, namun Zeldris menarik mereka berdua kepelukannya dan melompat setinggi empat meter untuk menaiki atap sebuah gedung. Agnes dan Yukihana bingung dengan tindakan Zeldris ini, menurutnya Zeldris bukan tipe orang yang dingin kepada orang lain.
Slush
Sebuah pedang menancap tanah tempat pijak Zeldris sebelumnya dan menghancurkan sekitarnya. Agnes dan Yukihana terkejut melihat hal itu.
"Seseorang berusaha membunuhku" ucap Zeldris dengan tenang.
"Apa"
Tiba tiba mata Agnes dan Yukihana memancarkan niat membunuh yang kuat. Zeldris terkejut melihat mereka berdua berubah seperti orang lain. Dia yang paling terkejut pada perubahan Agnes, yang sebelumnya sangat pemalu sekarang menjadi sangat berbeda, niat membunuh yang kental di pancarkan seluruh tubuhnya.
"Yukihana, seseorang mencoba membunuh suamiku. Aku akan membunuhnya, kau tidak usah ikut campur!"
"Agnes, suamimu juga suamiku. Aku akan membunuh orang yang mengancam nyawa suamiku dengan tanganku sendiri"
Agnes dan Yukihana saling menatap Dengan dingin.
__ADS_1